NovelToon NovelToon
Kisah Sang Penguasa

Kisah Sang Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Misteri
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Dengan kecerdasan aku menantang jalan ku sendiri. Aku bukanlah pahlawan atau penjahat besar tapi aku ada untuk keluargaku sendiri.

Dengan segala yang kumiliki aku menantang takdir, langit dan bumi dan menjadi penguasa dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 — Menyaring dan Merampas [Revisi]

Di dalam kamar yang hening, Wang Yan duduk bersila di atas tempat tidurnya. Ia membentangkan gulungan kulit tua pemberian Dai Zhong di atas pangkuannya.

Cahaya lampu minyak yang bergoyang ditiup angin malam menyinari baris-baris aksara teknik ekstraksi tersebut.

Mata Wang Yan bergerak tenang, menyerap setiap petunjuk. Logika sarjananya segera membedah struktur teknik itu.

“Teknik ini menggunakan tekanan energi spiritual untuk meretakkan cangkang kristal, sekaligus menciptakan tabir pemurni agar energi spiritual binatang buas tidak meracuni meridian,” gumam Wang Yan pelan.

Ia mengakui bahwa metode ini sangat rapi dan aman bagi mereka yang berjalan di jalur kultivasi pada umumnya.

Namun, Wang Yan tidak berhenti di sana. Ia memejamkan mata, memanggil memori Kitab Agung Penipu Langit dalam alam kesadarannya. Kitab itu seolah bergetar, menanti untuk dibuka oleh Wang Yan.

Wang Yan mulai memadukan keduanya. Jika teknik dari Dai Zhong adalah cara menyaring sari pati, maka Teknik Kultivasi Penipu Langit adalah cara merampas hakikat alam. Ia berencana menggunakan teknik ekstraksi untuk membuka gerbang kristal binatang buas, lalu membiarkan Teknik Kultivasi Penipu Langit menarik isinya dengan paksa.

Ia menarik napas panjang, lalu meletakkan batu kristal tingkat 1 kelas sempurna itu di atas telapak tangannya. Kristal itu memancarkan cahaya putih yang jernih, tanda kemurnian energi spiritual yang terkandung di dalamnya.

Wang Yan mulai mengalirkan tenaga dalamnya, mengaktifkan teknik ekstraksi. Sesuai petunjuk gulungan, energi spiritual merambat dari telapak tangannya, menyelimuti permukaan kristal.

Begitu ia merasakan segel alami kristal itu mulai melunak dan energinya siap meluap, ia tidak menunggu proses penyaringan yang perlahan.

Pada saat itulah, Wang Yan menghentakkan sirkulasi Teknik Kultivasi Penipu Langit.

Wush!

Dantian Wang Yan bergejolak hebat. Energi spiritual dari kristal itu tidak lagi mengalir setetes demi setetes, melainkan tersedot kencang bak pusaran air yang menelan segalanya.

“Akh—!” Wang Yan menggertakkan gigi, tubuhnya menegang kaku. Ia masih tidak bisa untuk tak terkejut setiap kali menggunakan teknik penipu langit ini.

Di tengah deru energi spiritual yang mengalir deras, pikiran cerdiknya tidak berhenti bekerja. Meskipun pelipisnya menegang menahan tekanan, sebuah kepuasan dingin muncul di benaknya.

“Hipotesis di hutan tadi terbukti benar,” batinnya di sela-sela pengaturan napas yang berat.

“Teknik Kultivasi Penipu Langit ini memang tidak dirancang untuk memungut remah-remah energi yang bertebaran tipis di udara. Ia adalah pemangsa. Ia membutuhkan sumber daya yang padat, entah itu pil, herbal, atau kristal binatang buas ini—untuk menunjukkan taringnya yang sebenarnya. Tanpa perantara benda padat, teknik ini seolah kehilangan seleranya.”

Sembari mengendalikan arus energi spiritual yang mulai menjebol pembatas lapisan kelima, sebuah pertanyaan besar kembali melintas di benaknya, mengusik rasa penasarannya sebagai seorang sarjana.

“Jika energi di tempat ini dianggap kosong atau mungkin terlalu kotor oleh teknik ini, lalu seperti apa sebenarnya wujud Energi Spiritual Alam Semesta yang disebutkan dalam kitab itu? Apakah ada suatu tempat di dunia ini yang memiliki kepadatan energi setara dengan kristal kelas sempurna, yang mengalir bebas di udara sehingga teknik ini sudi melahapnya secara alami?”

Wang Yan membayangkan sebuah dunia di mana udara bukan lagi sekadar gas hampa, melainkan cairan cahaya yang bisa diminum oleh pori-pori tubuhnya. Namun, ia segera menepis khayalan itu. Baginya sekarang, kebenaran praktis lebih utama daripada teori yang belum terjangkau.

“Feng Bo, kitab pemberian mu benar-benar luar biasa mengguncang langit, tapi juga menyimpan banyak sekali misteri sama seperti mu. Teknik penipu ini tidak membiarkan penggunanya mengemis pada alam, melainkan memaksa mereka untuk merampas atau membelinya.”

Krak!

Suara halus terdengar dari dalam tubuhnya—bukan tulang yang patah, melainkan dinding pembatas ranah kultivasi yang jebol diterjang bah tekanan energi spiritual.

Boom!

Lautan Spiritual lapisan kelima.

Energi spiritual kristal binatang buas itu masih melimpah. Wang Yan terus menjaga ketenangan batinnya, mengendalikan arus panas yang menderu agar tetap berada di jalur sirkulasi yang benar. Ia bisa merasakan kabut spiritual di bawah pusarnya meluas dengan cepat, menampung volume energi spiritual yang jauh lebih besar dan lebih murni dari sebelumnya.

Beberapa saat kemudian, sebuah getaran kuat kembali menjalar dari tulang punggung hingga merambat ke ubun-ubun.

Boom!

Lautan Spiritual lapisan keenam.

Kristal di tangannya meredup, lalu perlahan luruh menjadi debu abu-abu. Wang Yan membuka matanya, dan seberkas cahaya putih seolah berkelebat di pupilnya sebelum kembali jernih.

Ia menghembuskan napas panjang. Udara yang keluar dari celah bibirnya terasa hangat dan membawa sisa-sisa energi spiritual. Wang Yan mengepalkan tangannya; ia merasakan tenaga dalamnya kini berkali-kali lipat lebih kokoh dan bertenaga dibandingkan sore tadi.

“Lautan Spiritual lapisan keenam...” bisik Wang Yan sembari menatap telapak tangannya. “Dua lapisan dalam satu malam. Perpaduan yang sangat mujarab.”

Wang Yan turun dari tempat tidur, merasakan setiap serat ototnya kini dialiri tenaga yang jauh lebih padat. Ia tidak langsung keluar, melainkan mengatur napasnya hingga fluktuasi energi yang meluap di tubuhnya benar-benar tersembunyi kembali di bawah permukaan kulitnya.

Ia berjalan pelan menuju pintu kamar dan membukanya sedikit, hanya menyisakan celah sempit untuk mengintip ke ruang tengah.

Di luar, suasana masih remang diselimuti cahaya lampu minyak yang mulai meredup. Lin Yue masih duduk bersila di atas dipan kayu, posisi tubuhnya tidak berubah sedikit pun. Wajah adiknya tampak tenang namun serius, dengan keringat tipis yang membasahi pelipisnya.

Di sampingnya, Huo Ting masih setia berjaga. Pamannya itu tidak tampak mengantuk; matanya tetap awas memerhatikan aliran energi yang bergetar di sekitar tubuh Lin Yue.

“Tekan sedikit lagi di bagian ulu hati, Yue’er. Jangan biarkan energinya berpencar, giring perlahan menuju dantianmu,” instruksi Huo Ting dengan suara yang sangat pelan, nyaris berupa bisikan agar tidak merusak fokus meditasi tersebut.

Wang Yan melihat bagaimana Lin Yue merespons instruksi itu dengan patuh. Aliran energi spiritual di sekitar adiknya perlahan mulai memadat dan masuk ke dalam tubuhnya secara teratur.

Melihat dedikasi adiknya dan kesetiaan pamannya yang berjaga tanpa lelah, Wang Yan menarik napas dalam. Sebuah senyum tipis terlihat di wajahnya.

Wang Yan menutup kembali pintu kamarnya, duduk bersila untuk memantapkan fondasi barunya di lapisan keenam. Malam masih panjang, dan rencana besarnya akan segera dimulai.

...

1
BlueHeaven
*Seharusnya Hukum Dinasti
Ajipengestu
Lanjut💪
Author Lover's
Belum ngontrak ni thor?
BlueHeaven: makasih ya💪👋
total 3 replies
Nanik S
Wang Bo... apa lupa Ingatan
BlueHeaven: Bisa dikatakan seperti itu bang, ingatannya Feng Bo terpecah karena suatu hal yang akan di ceritakan alasannya dalam Arc besar.
total 1 replies
Nanik S
Hadir
BlueHeaven: Absen terus💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!