NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Sementara di tempat lain, di sebuah kamar kecil. Kenzi menatap layar laptop dengan ekspresi puas.

“Sistem mereka sudah mati total.”

Di sebelahnya, Kenzo masih duduk tenang sambil menatap kode yang perlahan berhenti berjalan.

Kenzi menyeringai kecil.

“Sekarang mereka pasti panik.”

Kenzo akhirnya bersandar di kursinya.

“Biarkan saja.” Kenzo menoleh pada adiknya.

“Kalau mereka menemukan kita bagaimana?”

Kenzi mengangkat bahu santai.

“Mereka tidak akan bisa.”

Kenzo menaikkan alisnya.

“Kenapa?”

Kenzi tersenyum tipis.

“Karena hacker yang mereka cari … baru berusia lima tahun.”

Di kamar kecil yang dipenuhi cahaya dari layar laptop, Kenzo masih menatap deretan kode yang perlahan berhenti bergerak. Serangan kecil yang mereka lakukan pada sistem perusahaan Vasillo sudah selesai.

Kenzo meregangkan tubuhnya lalu menoleh pada adiknya.

“Ken,” panggilnya santai.

Kenzi yang masih fokus pada laptop menjawab tanpa menoleh.

“Apa?”

Kenzo menyilangkan tangan di dada.

“Cari profil pria itu, aku penasaran dengan wajah bodohnya yang berani menolak orang sepintar Mommy di perusahaannya,”

Kenzi mengerutkan kening.

“Siapa?”

“Alex Roman Vasillo.”

Jari kecil Kenzi langsung bergerak cepat di atas keyboard. Hanya dalam hitungan detik, layar laptop menampilkan berbagai informasi tentang pewaris perusahaan Vasillo Group.

Foto seorang pria muncul di layar. Pria itu berdiri tegap mengenakan jas hitam. Rahangnya tegas, tatapannya tajam, dan aura dingin terpancar dari wajahnya. Begitu melihat foto itu, Kenzo yang tadi bersandar santai langsung terdiam. Tatapannya terpaku pada layar. Ada sesuatu yang membuat dadanya terasa aneh.

Matanya memperhatikan detail wajah pria itu, tatapan mata yang tajam. Alis yang tegas dan rahang keras yang maskulin. Kenzo tanpa sadar menyentuh wajahnya sendiri. Hatinya berdegup sedikit lebih cepat. Saat Kenzi hendak menutup halaman itu dan kembali ke layar utama, tiba-tiba Kenzo menahan tangannya.

“Tunggu!"

Kenzi menoleh heran, Kenzo masih menatap foto itu dengan serius.

“Kenapa wajah pria ini … tidak asing?”

Kenzi mengerutkan kening. “Apa maksudmu?”

Kenzo tidak menjawab, dia hanya menoleh pada adiknya.

“Lihat baik-baik.”

Kenzi akhirnya memperhatikan layar lagi. Lalu ia menoleh ke wajah Kenzo. Kemudian kembali menatap foto Alex, lalu menatap lagi ke wajah Kenzo. Beberapa detik kemudian, mata Kenzi membesar dan dia langsung melotot.

“Kenzo….”

Kenzo menelan ludah. “Kamu juga melihatnya?”

Kenzi mengangguk pelan.

“Matanya….”

Kenzo melanjutkan. “Rahangnya juga.”

Kenzi menatap Kenzo dengan ekspresi tidak percaya.

“Mirip.”

Kenzo mengangguk pelan. “Bahkan sangat mirip.”

Hampir sembilan puluh persen, suasana kamar mendadak hening. Kedua anak itu kembali menatap foto Alex di layar laptop. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba muncul di dada mereka. Namun, sebelum mereka sempat mengatakan sesuatu, pintu kamar tiba-tiba terbuka.

Keduanya langsung menoleh kaget. Bi Mirna berdiri di ambang pintu dengan wajah panik.

“Nak! Kenzo! Kenzi!” Keduanya langsung berdiri.

“Ada apa, Bi?” tanya Kenzo cepat.

Bi Mirna terlihat sangat cemas. “Kakek kalian … tiba-tiba kejang!”

Wajah kedua bocah itu langsung berubah pucat.

“Mommy kalian sedang bersiap membawa beliau ke rumah sakit!”

Tanpa menunggu lebih lama Kenzo langsung menutup laptopnya.

“Ayo!” Ajak Kenzo, keduanya berlari keluar kamar dengan langkah cepat. Di ruang tengah rumah, suasana sudah kacau.

Tasya terlihat panik sambil mencoba membantu kakeknya yang tubuhnya masih bergetar lemah di atas kursi.

“Kakek … tahan sebentar ya,” ucap Tasya dengan suara bergetar.

Kenzo dan Kenzi langsung mendekat.

“Mommy!”

Tasya menoleh dengan wajah tegang.

“Kalian cepat bantu Mommy!”

Tanpa banyak bertanya, kedua bocah itu langsung membantu. Saat itu tak satu pun dari mereka menyadari bahwa sebuah rahasia besar baru saja mereka temukan. Rahasia yang perlahan akan menghubungkan hidup mereka dengan pria bernama Alex Roman Vasillo.

Sementara itu, di gedung utama Vasillo Group, suasana masih dipenuhi ketegangan sejak pagi.

Sudah berjam-jam berlalu tetapi sistem keamanan perusahaan masih belum sepenuhnya pulih.

Di ruang kerja paling atas, udara terasa berat.

Alex berdiri di depan jendela besar dengan rahang mengeras. Jas hitam yang dikenakannya terlihat rapi, tetapi aura marah yang terpancar dari dirinya membuat seluruh ruangan terasa dingin.

Di belakangnya, Mario berdiri dengan tablet di tangannya.

“Tuan…,” ucap Mario hati-hati.

Alex tidak menoleh. “Sudah menghubungi wanita itu?”

Mario menelan ludah pelan. “Sudah beberapa kali, Tuan.”

Alex akhirnya berbalik, tatapannya tajam.

“Dan?”

Mario menarik napas. “Nomornya tidak aktif. Saya sudah mencoba sejak pagi.”

Sekejap, ekspresi Alex berubah gelap. Tangannya menghantam meja kerja dengan keras.

“Sampah!” geramnya.

Beberapa staf yang berdiri di ruangan itu langsung menundukkan kepala.

Alex berjalan mondar-mandir dengan langkah berat.

“Seorang wanita berani meretas sistem perusahaan Vasillo lalu menghilang begitu saja?” Tidak ada yang berani menjawab.

Mario akhirnya berkata pelan, “Mungkin dia sengaja mematikan ponselnya, Tuan.”

Alex mendengus dingin.

“Tentu saja.” Tatapannya berubah lebih tajam.

“Dia menantangku.”

Beberapa detik ruangan kembali hening lalu Alex berhenti berjalan.

“Alamatnya.”

Mario mengangkat wajah.

“Tuan?”

“Ambil alamat wanita itu dari HRD.” Nada suara Alex rendah namun penuh ancaman.

“Aku akan menemuinya sendiri.”

Mario langsung mengangguk.

“Baik, Tuan.”

Namun, sebelum Mario sempat melangkah keluar ponselnya bergetar. Mario melirik layar, lalu ekspresinya berubah sedikit serius.

Alex menyadari perubahan itu.

“Apa lagi?”

Mario menatap Alex dengan ragu. “Ini dari kepala rumah sakit, Tuan.”

Alex mengernyit. “Rumah sakit?”

Mario mengangguk.

“Mereka sudah dua kali mengadakan rapat sejak pagi … tetapi gagal karena Anda tidak hadir.”

Alex menghela napas kesal.

“Lalu?”

Mario menelan ludah.

“Mereka meminta Anda datang langsung sekarang. Ada rapat penting terkait operasional rumah sakit milik keluarga Vasillo.”

Tatapan Alex semakin dingin, beberapa detik ia terdiam. Rumah sakit itu adalah salah satu aset terbesar milik keluarga Vasillo di Indonesia.

Sejak tujuh tahun terakhir, pengelolaannya memang banyak dilakukan oleh orang-orang kepercayaan kakeknya. Dan Alex sendiri datang ke Indonesia untuk mengambil alih semuanya. Ia mengepalkan tangan pelan.

“Baik.”

Mario sedikit lega mendengarnya, Alex mengambil jasnya dari kursi.

“Kita ke rumah sakit!”

Mario mengangguk cepat, tetapi sebelum keluar ruangan, Alex berhenti sebentar. Ia menoleh pada beberapa staf IT yang masih sibuk di depan komputer. Tatapannya tajam seperti pisau.

“Jika sistem perusahaan ini belum pulih ketika aku kembali—”

Semua orang langsung menegang. Alex melanjutkan dengan suara rendah yang menakutkan.

“Kalian tidak perlu kembali bekerja di dunia ini.”

Tak seorang pun berani mengangkat kepala. Alex lalu berjalan keluar ruangan, Mario segera mengikutinya. Di luar gedung, mobil hitam panjang sudah menunggu.

Beberapa pria berjas hitam membuka pintu dengan hormat. Alex masuk tanpa berkata apa-apa. Mobil itu kemudian melaju menuju rumah sakit milik keluarga Vasillo.

'Aku tidak akan mengampuni siapapun yang berani bermain-main denganku,' gumam Alex dalam hatinya dengan tangan yang terkepal.

1
Anonim
Cerita yang bagus , sukses selalu
Yani Suryani
Alex, kamu selalu mengancam orang, sekarang Kamu diancam anakmu sendiri 😀
lenny sukmasari
Luar biasa
Yani Suryani
dulu yg penasaran Kenzo dengan Alex dan Kenzi tidak mempercayai, tapi justru sekarang setelah mengetahui kalau Alex ayahnya justru Kenzi yg paling bersemangat
Iis Kurniasih
Walaupun baca novelnya sudah tamat dr pembuatan n tudak mengikuti pd saat membuat episode ² nya ...aq acungin jempol 2 is the best pokoknya karya Mba Aisyah Alfatih ... sukses selalu Mba ttp semangat n jaga kwalitas pembuatan novel nya
kookie
lah si tasya kok diam aja dion bilang sikembar bukan anak alex, lah kamu emang tidur sama siapa aja tasya dudul
e²n
suka sama Kenzi 😍
e²n
keluarga vasillo dan rockhi di adu domba
evana gusani
baru mampir
Yani Suryani
Alex kamu ingin menguasai,lah perusahaan mu aja dibajak anak kecil aja langsung keos sok berlagak dibuat bangkrut baru nyahok lo
Yani Suryani
Tasya kenapa gak cerita detailnya sama kakeknya , kalau dia dijual terus melarikan diri
Munas Tuti
akhirnya mereja semua bahagia....selamat mbak author 👍👍
Yani Suryani
menyebalkan sekali lagi baca iklan Shopee selalu nongol berulang ulang sangat menggangu sekali, kadang sampai maki" karena geregetan,baca satu bab tapi iklan Shopee nya datang berulang ulang 😤😡
Aisyah Alfatih: 😭😭😭😭 iyakah? jadikan VIP akunnya kak, biar bebas iklan...
total 1 replies
Yani Suryani
aneh kalau tanya hal pribadi langsung didepan banyak orang itu seperti tidak proporsional dan terlalu gegabah, sedikit songong sih😁
Yani Suryani
kalau kerja dirumah sakit ya mentingin pasien tapi aneh menejernya 😁, dokter lagi menangani pasien darurat kok suruh keluar untuk penyambutan 🤦, sebenarnya bukan cerita komedi tapi menggelikan
Kenzo keberanian mu luar biasa 👍
Kenzi muka datar tapi nyalinya sedikit menciut karena perhitungan dan menyelamatkan saudaranya biar tidak kena masalah
bocil kembar yg saling melengkapi dan melindungi 😁👍
Yani Suryani
keceriaan Kenzo seperti mamanya tapi instingnya seperti Daddy nya, Kenzi muka datar dan misterius seperti Daddy nya tapi kecerdasannya seperti mamanya, bahkan membobol keamanan Daddy nya sendiri 🤭😀 biar tau rasa karena sombong beraninya meremehkan mamanya
Yani Suryani
Kenzo ini memiliki kemirip Daddy nya kalau kenzi seperti ibunya yg memiliki kemampuan yg sama juga, jadi keduanya saling melengkapi
Iis Kurniasih
is the best
Iis Kurniasih
Jalan cerita tidak bertele² ...msh enak bt dibaca n lebih mudah dimengertinya......
Munas Tuti
benernya culik balik Jessi...buang jauh2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!