Aruna anak keturunan Atmadja juga brata kini menjalani masa remaja nya dengan penuh warna. pertemuan nya dengan seorang pria dewasa mampu membuat pria itu langsung jatuh cinta pada aruna si gadis kecil dan imut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JK의 할루 아내, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ajakan yudistira
"Akhirnya... Setelah sekian lama ketemu juga sama CEO muda kita..." hito menjabat tangan yudistira setelah ia di ijinkan bertemu dengan pewaris Pandawa corp
"hahahaha.... Bisa saja... Kebetulan 1 minggu kemarin saya ke jepang juga ke amerika untuk perjalanan bisnis, karena itu baru hari ini bisa menyetujui janji temu kita" yudistira membela diri mencoba mengakrabkan dirinya
"ya...ya... penerus pandawa corp memang sangat detail dalam bekerja... Oiya... Sudah kenal anak saya ethan..?" tanya hito sambil melihat ke arah anaknya
"sudah, kebetulan saat gathering kita ketemu... Mari silahkan duduk dulu..." ajak yudistira kepada dua tamu kehormatannya "jadi ada apa nih tiba-tiba pak hito mengajak saya bertemu..?" tanya yudistira langsung sambil membuka kancing jasnya saat sudah duduk di sofa
"pertama-tama saya ingin memastikan sesuatu dulu, walau saya sudah tau ceritanya dari anak saya. Tapi saya ingin mendengarnya langsung dari anda. Apa anda kenal dengan anak perempuan saya..?" tanya hito langsung
"benar pak... Hari itu saat saya pulang tanpa supir juga pengawalan, saya di hadang 2 preman. Sebenarnya saya bisa saja menghabisi mereka dengan tangan kosong, tapi mereka pakai cara licik dengan menyemprotkan sesuatu ke wajah saya dan mengakibatkan perih di mata saya. Saat saya kewalahan dan bingung saya mendengar suara seorang wanita dan menolong saya. Awalnya saya khawatir takut terjadi sesuatu padanya tapi dari pendengaran saya ternyata preman itu bisa dia lumpuhkan dalam sekejap. Dia bahkan membawa saya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Setelah mendapat pertolongan wanita itu pun pamit karena sudah ada janji dengan keluarga nya."
"setelah asisten saya datang, saya juga baru tau kalau wanita itu sudah memanggil polisi lebih dulu. Dan dari sana saya menyelidiki kasusnya juga wanita itu. Dari situ saya tau wanita yang menolong saya itu adalah Aruna Queen Atmaja Brata, satu-satu nya cucu perempuan keturunan atmadja juga brata, awalnya saya tak yakin karena saya hanya ingat sedikit bayangan wajahnya karena perih di mata saya, tapi setelah saya memastikannya, wanita itu memang anak pak hito, aruna" lanjut yudistira mengingat apa yang di temukan oleh asistennya
"apa investasi yang anda tawarkan kepada perusahaan saya karena sebagai ucapan terima kasih..?" tanya hito
"awalnya iya, saya tidak tau bagai mana membalas ucapan terima kasih saya pada aruna, karna saya yakin keluarganya pasti sudah memberikan semua yang terbaik untuk nya. sampai asisten saya mengabarkan soal investasi ini. Apalagi saya melihat ide-ide cemerlang dari perusahan pak hito 2 tahun ini dan saya yakin pasti ada campur tangan ethan anak sulung pak hito" tebakan tepat dari yudistira "saya sangat menghargai dari anak-anak muda yang mau berkembang jadi saya yakin pada investasi ini"
"apa kedekatan kak yudis dengan adik saya akan mempengaruhi kerja sama kita..? Kita ngga tau akan seperti apa kedepannya" ethan ikut bicara penasaran dengan sifat profesional seorang yudistira
Yudistira terkekeh mendengar pertanyaan blak-blakan dari ethan
"tidak... Saya bisa pastikan saya akan profesional dalam hal ini" ujar yudistira yakin
"baik lah saya pegang ucapan anda... Dan mungkin anda memang berjodoh dengan ethan. Belakangan ini dia sedang mengembangkan sebuah ide baru nya dan saya rasa ini bisa kalian jadikan kerja sama pertama kalian" usul hito dengan antusias
"wah... Saya sangat menunggu hari itu tiba.." ujar yudistira tak kalah semangat " paul tolong siapkan kartu akses khusus buat ethan" pinta yudistira pada asistennya "dengan kartu ini kalian bisa langsung menemui saya tanpa membuat janji, itu pun jika saya di tempat " jelas yudistira pada ethan juga hito
"terima kasih kak..." ethan sangat semangat karena sudah mendapatkan titik terang tentang proyek terbarunya
.
Ting....
Sebuah suara terdengar dari ponsel tanda ada pesan masuk di ponsel aruna yang sedang bersantai di kamarnya
"Lagi apa...?" 2 kata mampu mengernyitkan dahi gadis cantik itu yang sedang menonton drama china kesukaan nya
"siapa sih kirim pesan tanpa nama, ganggu aru nonton aja..?" kesal aruna dan meletakkan kembali ponselnya setelah membaca pesan masuk, dan melanjutkan menatap laptop yang sempat ia hentikan sejenak
"yudistira" Sebuah pesan kembali masuk di ponsel aruna berisikan sebuah nama.
Aruna langsung duduk tegak membaca isi pesan yang baru saja ia baca itu dan melupakan drama china nya juga camilan nya
"alamak.... Kak yudis.. S*it gw kira orang iseng.., sebentar gw bales dulu lah pesan nya" aruna mengetikan pesan balasan pada pria di ujung sana
"lagi jadi kaum rebahan kak..." Balas aruna sambil terkekeh sendiri
"ngga sekolah..?" Tanya yudistira
"libur kak, gurunya rapat katanya" balas aruna
"mau nemenin kakak cari barang, sekalian makan siang..?" pinta yudistira tanpa basa basi
"barang apa? Buat siapa?" tanya aruna memastikan
"buat hadiah seseorang yang spesial...."
"asekkkk... Buat pacar ya... Boleh asal keamanan aru di jaga. kebetulan aru juga lagi bosen di rumah" jawab aruna menyetujui ajakan yudistira
"mau di jemput..?"
"ketemuan di tempat aja kak, biar cepet. Kakak share loc aja. Habis aru siap-siap aru langsung jalan"
"jangan bawa kendaraan ya, nanti kakak yang antar kamu"
"wokeyyyyy....."
Setelah itu aru langsung menutup laptop nya dan bergegas untuk bersiap. Tak butuh waktu lama, aru yang memang sudah mandi hanya mengganti baju yang lebih layak dan memoles wajahnya dengan moisturizer juga sunscreen. Ia oles bibirnya dengan lip balm warna nude favorite nya. Aruna memilih setelan casual untuk hari ini celana jeans di atas lutut di padukan dengan kaos polos dan di timpa dengan jaket jeans dengan warna senada dengan celananya. Rambut panjangnya di gulung dan di jepit oleh jedai tak lupa tas selempang kecil untuk membawa dompet juga ponsel nya
"selfi dulu lah buat laporan" gumam aruna dan melakukan selfi dirinya dan mengirimkan fotonya ke grup keluarganya yang berisikan orang tuanya kakak juga adiknya
Aru mau jalan ya... Pamitnya di bawah foto dan langsung pergi tanpa menunggu balasan dari penghuni grup itu. orang tuanya sedang pergi ke makasar untuk masalah bisnis dan ethan di tugaskan untuk ke kantor di temani oleh satria karena itu aruna sendiri di rumah