Nazwa Adzira Putri, atau sering di panggil Zira, adalah seorang wanita yang dulunya berselimut cahaya. Dengan nama pena Nana, dia menginspirasi banyak orang dengan kata-katanya yang bijak dan agamanya yang kuat. Namun, kebenaran pahit tentang ayahnya - seorang yang mengkhianati ibunya dengan perselingkuhan, merobek tirai kesucian itu. Luka itu membawanya ke jurang kegelapan, meninggalkan hijab dan agamanya, dan masuk ke dunia malam yang gelap. Tapi, di tengah-tengah badai itu, ada secercah harapan. Nathan Fernandez, anak kyai yang sholeh dan dingin, menjadi sosok yang menarik perhatiannya. Mata teduh dan menenangkan itu menjadi tempat pelariannya, dan tanpa disadari, cinta mulai tumbuh, membawa harapan baru di tengah-tengah kegelapan. Penasaran dengan kelanjutan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Aku, Nazwa Adzira Putri, anak pertama dari Papa Alex Dermawan dan Mama Sarah Ayutia, hidup dalam keluarga yang harmonis bersama adikku, Aryan Attharazka. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Suatu hari, saat aku sedang mengisi pengajian dengan nama pena Nana, aku menerima panggilan dari adikku yang membuatku buru-buru pulang. "Aryan, ada apa dek? Tumben nelpon mba?" tanyaku, mencoba menenangkan adikku yang terdengar menangis. "Mba, mama papa bertengkar lagi mba, Aryan takut... hikss hikss," balas Aryan sambil terseduh.
Aku langsung meminta Maura, asistenku, untuk membatalkan acara pengajianku dan bergegas pulang. Saat itu, aku tidak menyadari bahwa hidupku akan berubah drastis. Saat aku berlari keluar, aku tidak sengaja menabrak seseorang. "Maaf mas, saya gak sengaja," kataku tanpa melihat rupa laki-laki tersebut sambil lari terburu-buru. Laki-laki itu tidak membalas, panitia pengajian memanggil, "Gus Nathan." Gus Nathan menjawab, "Yah, tadii siapa?" "Wanita bercadar tadi itu Nana Gus, penghafal Al Qur'an. Mengisi pengajian juga, suaranya bikin merinding Gus," jawab panitia pengajian. Gus Nathan hanya mengangguk, tidak membalas perkataan panitia tersebut.
Sesampainya di rumah, aku mendengar pertengkaran mama papa yang semakin memuncak. Mama Sarah menangis, meminta Papa Alex untuk bertanggung jawab atas perselingkuhannya. Papa Alex, di sisi lain, meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan itu. Namun, Mama Sarah tidak bisa menerima itu. "Aku minta kamu talak aku sekarang juga!!" pintanya dengan amarah yang memuncak. Papa Alex, dengan lesu, mengucap talak tiga. Aku merasa hidupku hancur, melihat orang tua yang dulu menjadi panutan aku sekarang hancur di depan mataku.
Aku masuk ke dalam kamar mama papa, mencoba mencari jawaban yang tidak ada. "Mah... Pah..." panggilku, "Zira..." ucap mama papa secara bersamaan. "Kamu sudah pulang nak? Gimana acara pengajian mu?" Tanya mama Sarah seolah olah tidak terjadi apa². "Mah.... Pah aku mendengar semua nya tolong jawab ini apa yang aku dengar dari perkataan mama itu benar pah?" tanya zira. "Nak, dengerin papa, pap bisa jelasin semuanya" jawab papa. "Aku gak butuh penjelasan aku butbut Jawab ya atau tidakk!!?" jawab zira dengan emosi. "Yah, semua yang kamu dengar dari perkataan Mamu ini benar tapi papa bener² khilaf nak, maaf..." Ucap papa Alex.
"Astagfirullahadzim zira gak nyangka di mata zira papa sosok imam yang bertanggung jawab, Sholeh, sayang sama keluarga nya tapi apa teryata mengkhianati hiksss ya Allah papa tau kenapa zira pakai pakaian ini? Karna zira ingin papa tidak terkena api neraka tapi apa yang zira lakukan sia sia pah, papa bukan hanya mengkhianati kepercayaan mama saja tapi mengkhianati kepercayaan aku dan Aryan dan dengar baik-bauk saya Nazwa adzira putri yang Sholehah ini akan membuka cadarnya bukan hanya cadar saja tapi hijab nya juga ini bentuk protes ku terhadap mu pah... Zira kecewa hiksss.....hikssss" ucap zira. "Astagfirullah zira jangan berkata seperti itu nak itu tidak baik" ucap sang mama.
Aku merasa seperti berada di dalam badai, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Aku ingin berteriak, menangis, dan menghancurkan segala sesuatu di sekitar aku. Tapi aku tidak bisa, aku harus kuat untuk adikku. Aku harus menjadi contoh yang baik bagi Aryan, tapi bagaimana aku bisa melakukannya jika aku sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi? Aku berjalan keluar dari kamar mama papa, meninggalkan mereka yang sedang bertengkar. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi aku tahu bahwa hidupku tidak akan pernah sama lagi. Aku merasa seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga, sesuatu yang tidak bisa digantikan.
Aku berjalan ke kamar aku, menutup pintu di belakang aku. Aku duduk di atas tempat tidur, menatap ke arah dinding. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, tapi aku tahu bahwa aku harus kuat. Aku harus menjadi kuat untuk adikku, untuk mama, dan untuk diri aku sendiri. "Ya Allah kenapa semua ini terjadi pada ku...."ucap zira sambil nangis terseduh seduh Efek nangis lama kelamaan tidur.... Pukul 05.00 alarm berbunyi Dretttt drettttt "Pagi yang buruk"ucap ku Sambil berjalan menuju ke kamar mandi , selesai mandi dan sholat aku berganti pakaian tidak dengan gamis tapi dengan pakaian terbuka cukup seksi untuk berangkat ke kampus aku gak tau apa tanggapan teman teman saat penampilan ku berubah status. "Bismillah aku paham ini dosa yah Allah tapi aku sangat kecewa dengan takdir mu yang di berikan kepada keluarga ku ini."ucap zira Di meja makan Disana ada mama, papa dan Aryan yang sedang menunggu untuk sarapan bersama. "Pagi semua" sapa ku "Astagfirullahadzim zira!!! Apa yang kamu kena ini nak"ucap papa " Emang kenapa ini bagus kok masih tertutup yang terpenting tidak telanjang".jawab zira "Ya Allah jangan gini nak gak baik dosa nak." Ucap mama "Mah , aku tau ini dosa biar aku yang nanggung oke?kalaupun aku pakain tertutup tapi tidak sesuai dengan kehidupan ku sebenarnya aku merasa malu mahhh, udah lah mah aku berangkat ke kampus dulu , udah gak berselera makan dek kamu mau bareng? "Ucap zira "Iyah mba bentar Aryan mau ambil tas dulu "ucap Arya "Udah yukk mba berangkat " ucap Aryan "Yukk mah, pah aku berangkat "ucap zira "Itu semua gara gara kamu mas , kalau semua ini gak terjadi kehidupan kita akan seharmonid seperti keluarga impian yang di ingin kan anak anak " ucap mama Sarah "Maaf mah..."ucap papa Alex " Terlambat mas"jawab mama Sarah.
Aku merasa seperti kehilangan diri sendiri, tidak tahu siapa aku lagi. Aku berjalan keluar dari rumah, meninggalkan keluarga yang hancur di belakang. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi aku tahu bahwa aku harus kuat. Aku harus menjadi kuat untuk diri aku sendiri, untuk adikku, dan untuk mama . Sampainya di kampus "Bismillah, pak sidik tolong antar kan Aryan ke sekolah nya pak jangan sampai bolos sekolah pak" ucap zira "Siap non" Jawab pa sopir "Belajar yang rajin jangan jajan Mulu" ledek zira "Ihh mba aku gak tau jajan banyak banyak yahh" jawab Aryan " Ya udah , hati hati pak tolong jaga adek saya yang cerewet " ucap zira "Zira.." sapa Aliya "Ya, hikss....hiksss aku gak sanggup ya kalau kaya gini ,ini keputusan aku paling mentok ya hiksss....hiksss ". ucap zira "Udah udah jangan nangis nanti cantik nya ilang loh ,aku tau masalah kamu pasti berat banget sampai merubah penampilan mu jadi kayak gini". Jawab Aliya "Mama, papa cerai ya aku hacurr panutan aku yang di bangga bangga kan hancur lembur ya hiksss....hikssss". Jawab zira " Apa? Om Alex Tante Sarah demi apa cerai zira? Jangan bohong yah ini bukan April mop zira."jawab Aliya " Mana ada aku berbohong pada mu ya kalau aku berbohong gak mungkin aku bertindak sejauh ini ya..."jawab zira