NovelToon NovelToon
Jalan Kaisar Semesta

Jalan Kaisar Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Anonim

Shen Yuan berdiri paling DEPAN di antara puluhan ribu kultivator dengan senjatanya dia siap membelah langit jika jalanya hanya ada satu😗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anonim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Hukum Salju dan Cawan yang Retak

​Salju pertama di Puncak Pedang Patah turun tanpa suara, namun dinginnya mampu menguliti tulang.

​Bagi para tetua sekte yang telah mencapai Ranah Pembentukan Inti, salju hanyalah hiasan puitis yang memperindah pemandangan minum teh mereka. Namun bagi murid pelayan di pelataran luar, salju adalah musuh. Salju berarti jalanan yang licin, kayu bakar yang basah, dan udara beku yang menggerogoti paru-paru.

​Srak... srak... srak...

​Suara sapu lidi yang bergesekan dengan lantai batu pualam kasar memecah kesunyian fajar. Shen Yuan mengayunkan sapunya dengan ritme yang konstan. Setiap tarikan napasnya berembus membentuk kabut putih tipis di udara. Jari-jarinya yang membungkus gagang kayu sudah memerah, penuh dengan kapalan yang pecah-pecah akibat cuaca ekstrem.

​Ia tidak mengenakan jubah berlapis sutra api seperti murid dalam. Tubuhnya hanya dibalut kain rami abu-abu tipis yang sudah pudar warnanya. Meski begitu, punggung pemuda berusia tujuh belas tahun itu tegak lurus bak tombak yang menolak tunduk pada badai.

​"Aturan pertama Sekte Langit Berkabut: Langit tidak pernah mengasihani mereka yang lemah, dan Sekte tidak memberi makan mereka yang tidak berguna."

​Suara berat dan serak itu tiba-tiba terdengar dari balik tirai salju.

​Shen Yuan menghentikan sapunya. Ia memutar tubuhnya perlahan, menundukkan pandangannya tepat ke arah ujung sepatu bot bersulam benang emas yang kini berdiri tiga langkah di depannya. Itu adalah sepatu milik Diakon Ma, pengawas pelataran luar yang terkenal dengan perut buncit dan ketamakannya.

​"Memberi salam pada Diakon Ma," ucap Shen Yuan tenang. Suaranya tidak bergetar karena dingin, tidak pula merendah mencari muka. Terdengar datar, namun penuh dengan kesopanan mutlak yang tidak bisa dicari kesalahannya.

​Diakon Ma mendengus dingin. Uap napasnya berbau arak murahan dan daging panggang. "Tiga tahun, Bocah Shen. Tiga tahun penuh kau membersihkan pelataran ini. Dan selama tiga tahun pula, kultivasimu tersangkut di Lapisan Ketiga Kondensasi Qi. Bahkan seekor anjing penjaga gerbang pun bisa mencapai Lapisan Keempat jika diberi makan pil spiritual selama itu."

​Shen Yuan tetap diam. Matanya yang sehitam malam tanpa bintang menatap lekat pada tumpukan salju di dekat kakinya. Ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Di dunia ini, kelemahan adalah dosa terbesar.

​Diakon Ma merogoh saku jubahnya, mengeluarkan sebuah kantong kain kecil yang bergemerincing. Ia membuka talinya, lalu menjatuhkan isinya ke atas telapak tangannya yang gemuk.

​Seharusnya, jatah bulanan seorang murid pelayan adalah tiga keping Batu Roh tingkat rendah dan satu botol Pil Pengumpul Qi. Namun, Diakon Ma hanya melemparkan satu keping Batu Roh ke atas salju, tepat di depan ujung sepatu botnya sendiri.

​"Hukum dunia kultivasi itu sederhana, Shen Yuan. Sumber daya diberikan kepada mereka yang memiliki masa depan. Kau? Kau adalah sumur kering. Mulai bulan ini, jatahmu dipotong untuk menyokong Tuan Muda Lin yang baru saja menembus Lapisan Kelima."

​Batu roh itu memancarkan cahaya biru redup, kontras dengan putihnya salju. Untuk mengambilnya, Shen Yuan harus membungkuk dalam-dalam, hampir seperti bersujud di kaki sang Diakon. Ini bukan sekadar pemotongan sumber daya; ini adalah penghinaan. Ini adalah cara Diakon Ma mengingatkan Shen Yuan tentang tempatnya di rantai makanan.

​Angin berhembus semakin kencang, menerbangkan ujung rambut Shen Yuan yang diikat sembarangan. Pembacaan situasi berkelebat cepat di benaknya. Melawan? Dengan Lapisan Ketiga Qi, pukulan Diakon Ma bisa menghancurkan tulang rusuknya menjadi serpihan debu. Marah? Kemarahan tanpa kekuatan hanyalah gonggongan anjing liar.

​Maka, Shen Yuan tersenyum tipis. Sangat tipis hingga hampir tidak terlihat.

​Ia menekuk lututnya, perlahan merendahkan tubuhnya, dan memungut batu roh dingin itu dari atas salju. Ia membersihkan butiran es yang menempel pada batu itu dengan ujung lengan bajunya, lalu menyimpannya ke dalam saku.

​"Terima kasih atas kemurahan hati Sekte, dan terima kasih atas bimbingan Diakon Ma," ucap Shen Yuan seraya kembali berdiri tegak. Matanya menatap langsung ke arah Diakon Ma—sebuah tatapan yang anehnya membuat pria gemuk itu merasa sedikit merinding. Tidak ada kebencian yang meledak-ledak di sana, melainkan sebuah ketenangan dari danau sedalam ribuan tombak.

​"Cih. Tahu diri juga kau. Enam bulan lagi adalah Ujian Evaluasi Sekte Luar. Jika kau masih mandek, kau akan diusir turun gunung. Jangan buat aku repot membersihkan namamu dari daftar." Diakon Ma mengibaskan lengan bajunya, berbalik, dan berjalan pergi meninggalkan jejak kaki yang dalam di atas salju.

​Shen Yuan berdiri diam sampai punggung Diakon Ma menghilang di balik kabut tebal. Barulah ia kembali mengangkat sapunya.

​Langit tidak pernah mengasihani mereka yang lemah. Ia mengulang kalimat itu dalam hatinya. Kalimat itu benar. Sangat benar. Tapi Diakon Ma salah tentang satu hal: Shen Yuan bukanlah sumur yang kering.

​Malam harinya, di sebuah gubuk kayu reyot yang anginnya bisa menembus dari celah dinding, Shen Yuan duduk bersila di atas ranjang jerami. Suhu ruangan itu hampir menyamai suhu di luar, namun keringat sebesar biji jagung perlahan mengalir dari pelipisnya.

​Ia meletakkan satu-satunya batu roh biru di telapak tangannya. Matanya terpejam.

​Huft... Ssshh...

​Napasnya membentuk pola melingkar. Perlahan, seutas kabut biru pucat keluar dari batu roh tersebut, mengalir masuk melalui pori-pori telapak tangannya, menelusuri kinh meridian di lengannya, dan bermuara langsung ke area perut bagian bawah—Dantian-nya.

​Bagi kultivator normal, energi murni ini akan mengendap di Dantian, memperluas lautan energi mereka dan membantu menembus batas lapisan kultivasi. Namun, hal yang berbeda terjadi pada tubuh Shen Yuan.

​Tepat di tengah-tengah Dantian-nya, melayang sebuah benda asing. Bentuknya seperti sebutir benih atau kerikil hitam pekat, tidak lebih besar dari kuku ibu jari. Benih hitam itulah alasan mengapa kultivasi Shen Yuan mandek selama tiga tahun terakhir.

​Setiap kali Shen Yuan menyerap energi spiritual, benih hitam itu bertindak seperti pusaran air yang beringas, menelan 99% energi yang masuk dan hanya menyisakan 1% ampas untuk tubuh Shen Yuan. Selama tiga tahun, siang dan malam, Shen Yuan memelihara "parasit" ini di dalam tubuhnya. Ia tidak bisa mengeluarkannya, dan ia tidak berani menceritakannya kepada siapa pun. Di dunia kultivasi, sebuah anomali tanpa kekuatan perlindungan berarti mengundang maut.

​Ia hanya bisa menahan diri. Terus menyerap energi, terus memberi makan benih rakus tersebut, menelan hinaan, dan menunggu. Karena Shen Yuan memiliki firasat, benih ini bukanlah kutukan, melainkan cawan yang belum penuh.

​Cahaya biru dari batu roh di tangannya perlahan memudar, berubah menjadi abu-abu kusam, lalu hancur menjadi serbuk pasir. Batu roh itu telah kehilangan seluruh esensinya.

​Shen Yuan membuka matanya dan mendesah panjang. "Hanya cukup untuk mengisi retakannya sedik—"

​KRAK.

​Suara itu sangat kecil, terdengar langsung di dalam benaknya, bukan dari telinganya. Tubuh Shen Yuan menegang seketika.

​Rasa sakit yang luar biasa tiba-tiba meledak dari dalam perutnya. Seolah-olah ada ribuan jarum tak kasat mata yang menusuk organ dalamnya secara bersamaan. Ia menggigit bibir bawahnya keras-keras hingga darah segar merembes keluar, menahan teriakannya agar tidak terdengar ke luar gubuk.

​Di dalam Dantian-nya, benih hitam yang telah menghisap energinya selama tiga tahun lamanya... akhirnya retak.

​Dari balik retakan halus tersebut, menguar secercah cahaya emas kuno yang sangat pekat. Energi yang keluar darinya bukanlah Qi murni dari alam, melainkan sebuah energi purba yang terasa berat, mendominasi, dan seolah mampu meremukkan langit itu sendiri.

​Bersamaan dengan cahaya emas itu, sebuah suara bergema di dalam kepalanya. Suaranya terdengar kuno, serak, seolah melintasi jembatan waktu dari jutaan tahun yang lalu.

​"Tiga tahun menelan ludah penderitaan, tidak goyah oleh kehinaan... Fana, kau telah memenuhi syarat untuk mewarisi Kitab Penelan Surga."

​Mata Shen Yuan terbelalak. Rasa sakit di tubuhnya perlahan lenyap, digantikan oleh kehangatan yang menggelegak, menyapu bersih rasa dingin dari salju yang sedari tadi menyiksa tulang-tulangnya. Lapisan Ketiga Qi yang selama ini menjadi tembok tebal pengekangnya, tiba-tiba hancur berantakan seperti kertas tipis yang diterjang badai.

​Lapisan Keempat.

Lapisan Kelima.

Hanya dalam dua tarikan napas, pusaran energi di dalam ruangan kecil itu bergejolak ganas.

​Shen Yuan menyeka darah di sudut bibirnya. Di tengah kegelapan gubuk reyot itu, matanya kini bersinar dengan ketajaman seekor elang yang baru saja merobek belenggunya. Dunia mungkin punya aturannya sendiri, tapi malam ini, Shen Yuan baru saja mendapatkan pena untuk menulis ulang peraturannya.

1
@arv_65
Salam Untuk pembaca, mohon maaf karena beberapa hal author iseng, mengunakan istilah modrn di bab 1-100 dan nantinya kedepanya istilah itu author kurangi karena di bab keatasnya adalah mendalami sebuah Dao, jadi mohon maaf jika pembaca agak tidak enak membacanya dan mohon maaf juga jika nantinya bab untuk MC di sekte ada 80+ bab namun author sudah melakukan uplod lebih dari dua bab setiap harinya agar pembaca tidak bosan mohon maaf dari author🙏
Hazard
seru bangettt
A 170 RI
tolong jangan hiatus lg ya thor net💪💪
@arv_65: iya maaf sebelumnya karena bencana jadi hiatus, ini untung akunya masih bisa di pulihkan🙏🏽
total 1 replies
Kaisar Abadi
bang mampir bang
@arv_65: okeeh
total 1 replies
Aisyah Suyuti
seru
@arv_65: Terima kasih🤭
total 1 replies
Blue
Hasil Ai
Blue
Hasil Ai
@arv_65: tapi tenang cuma sebatas perbaikan kata👍
total 2 replies
@arv_65
😴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!