NovelToon NovelToon
A Choice For Gaby

A Choice For Gaby

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: BiMO33

"I am not designing for anyone," (Saya tidak mendesain untuk siapa pun) jawab Gaby akhirnya, suaranya sedikit lebih kuat dari sebelumnya, berusaha menjaga martabatnya di depan kelas.

"Good," Melvin menegakkan tubuhnya, kembali menjadi asisten dosen yang profesional. "Prove it. For the next assignment, I want a 3D render of a garment that represents 'Sanctuary'. But remember, a sanctuary can easily turn into a cage if you're not careful."

(Buktikan. Untuk tugas berikutnya, saya ingin render 3D dari pakaian yang merepresentasikan 'Suaka'. Tapi ingat, suaka bisa dengan mudah berubah menjadi sangkar jika kamu tidak hati-hati.)

—Gabriella Queensa Vanessa, tinggal dengan sepupunya di London-sebagai mahasiswi baru di Oxford University bersama dua sahabat barunya, Sabrina dan Emilia. Tapi ada lagi sahabat baru Gaby yang bernama Melvin Jabulani-Blackwood. Dia awalnya baik, tapi....

Daripada kepo-mending chek it out ke ceritanya langsung!!!

Happy Reading~

[Update Tergantung Mood]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BiMO33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

Pagi itu, penthouse terasa lebih cerah dari biasanya. Gaby sudah bangun sejak fajar menyingsing, jantungnya berdebar kental dengan kombinasi antara gugup dan gairah. Ini adalah hari pertamanya di University of Oxford.

Di depan cermin besar, Gaby mematut dirinya. Ia memilih pakaian yang telah ia siapkan dengan teliti. Sebuah preppy look yang modern, rok lipit wol berwarna abu-abu gelap, kemeja putih bersih dengan kerah tinggi, dan oversized blazer berwarna camel yang memberikan kesan cerdas namun tetap fashionable. Rambutnya dibiarkan tergerai alami, hanya dijepit dengan aksesoris mutiara kecil di satu sisi.

Saat ia turun ke ruang makan, aroma kopi dan omelette hangat sudah menyambutnya. Emrys duduk di sana, menyesap kopinya sembari memeriksa tablet, namun perhatiannya langsung teralihkan saat Gaby masuk.

"Kau tampak... siap untuk menaklukkan perpustakaan Bodleian," ujar Emrys dengan nada datar, namun matanya memancarkan binar kebanggaan yang tertahan.

"Lebih dari siap, Kak! Tapi aku bukan ke perpustakaan untuk membaca buku sejarah kuno," balas Gaby sembari menarik kursi dan mulai menyantap sarapannya dengan cepat. "Aku sudah memutuskan. Aku akan mengambil peminatan khusus di bidang Fashion Design and Management."

Emrys meletakkan tabletnya. Rahangnya mengeras sedikit. "Gaby, kita sudah bicara soal ini. Keluarga Kaito lebih condong ke arah Ekonomi atau Hukum. Fashion hanyalah... hobi."

"Bagi Kakak mungkin hobi, tapi bagiku ini masa depan," tantang Gaby, matanya berbinar keras kepala. "London adalah pusat mode dunia, dan Oxford punya koneksi luar biasa untuk manajemen bisnis kreatif. Aku ingin membangun labelku sendiri, bukan hanya duduk di balik meja menghitung saham."

Emrys menatap sepupunya cukup lama. Ia teringat betapa telitinya Gaby membuat laporan riset pasar tempo hari. Gadis ini punya bakat, dan yang lebih penting, dia punya semangat yang tidak bisa dipadamkan.

"Makanlah yang banyak," ucap Emrys akhirnya, mengalah untuk sementara. "Aku sendiri yang akan mengantarmu ke Oxford hari ini. Aku tidak ingin sopir yang melakukannya di hari pertamamu."

Perjalanan Menuju Kota Menara Impian

Perjalanan satu jam dari London menuju Oxford terasa singkat karena Gaby tidak berhenti berceloteh tentang kurikulum yang akan ia ambil. Bentley hitam Emrys melaju membelah jalanan pedesaan Inggris yang hijau hingga akhirnya bangunan-bangunan batu kapur kuno yang megah mulai terlihat.

Saat mobil berhenti di depan gedung fakultas, suasana kampus sudah sangat ramai dengan mahasiswa dari seluruh dunia. Gaby menarik napas panjang, menatap gerbang besar di depannya.

"Ingat, Gaby," Emrys berkata saat Gaby hendak turun. Ia merapikan kerah blazer Gaby yang sedikit miring. "Jika ada pria yang mengganggumu, atau jika kau merasa tertekan dengan tugas-tugasmu... hubungi aku. Jangan Keytlon, apalagi Zola."

Gaby tertawa, lalu tiba-tiba mencium pipi Emrys cepat. "Terima kasih, Kak Lemon! Kau adalah kakak terbaik, meski sedikit kaku."

Gaby melompat turun dan melambaikan tangan, berlari kecil menuju kerumunan mahasiswa baru di mana ia sudah bisa melihat rambut pirang Emilia yang mencolok melambai ke arahnya.

Emrys tetap diam di dalam mobil, memperhatikan punggung Gaby yang menjauh hingga gadis itu hilang di balik pintu besar gedung universitas. Ia menghela napas, lalu merogoh ponselnya dan menelepon asisten pribadinya.

"Siapkan daftar dosen tamu dan donatur utama untuk fakultas seni dan bisnis kreatif di Oxford. Aku ingin tahu siapa saja yang memegang kendali di sana... ya, segera."

1
Jj^
Thor kasih visualnya Melvin yg rambut putih itu pasti cakep bgtt dah😁
Jj^: ok thor
total 3 replies
Jj^
terimakasih Thor😍
Jj^
lanjut Thor 🤗
Jj^
yg banyak update nya thor aku makin penasaran maaf ngelunjak 😁
Jj^
makin seru nih Thor🤩
Thinker Bully ><: aku juga😄👍
total 4 replies
Jj^
terimakasih Thor 🤗
lanjut update lagi thor
🤗
Jj^: siapp thor🤗
total 2 replies
Jj^
lanjut Thor 🤗
Jj^: semangat Thor aku selalu menunggu 🤗
total 2 replies
Thinker Bully ><
Keep up the good work for myself.
delta_core127
up lagi dong~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!