Arvella terlahir kembali sebagai bayi dengan kesadaran dari kehidupan sebelumnya. Dengan ingatan masa lalunya, ia mampu melihat bahaya dan mencegah masalah sebelum terjadi. Sebagai anak tunggal dalam keluarga kerajaan, Arvella belajar menghadapi dunia yang penuh intrik, rahasia istana, dan tanggung jawab besar meski tubuhnya masih kecil.
Seiring tumbuhnya Arvella, ia menemukan lorong rahasia, ramalan kuno, dan misteri yang mengancam kerajaan. Ia belajar memecahkan masalah sosial, menghindari bencana, dan menghadapi intrik politik dengan kecerdasannya yang luar biasa.
Di tengah semua itu, sosok laki-laki misteriusKsatria Anjing kerajaan yang kelak menjadi bagian penting hidupnya muncul secara samar, membangkitkan rasa penasaran dan ikatan takdir yang halus. Bersama ingatan masa lalu dan insting alaminya, Arvella perlahan menemukan kekuatannya, belajar tentang kepercayaan, cinta, dan akhirnya menentukan jalannya sendiri dalam menghadapi takdir yang telah menunggunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 : Rahasia Pintu Tersembunyi
Hari berikutnya dimulai dengan cahaya pagi yang menembus jendela kamar Arvella.
Bayi ini baru bangun dan matanya yang merah menyala langsung memindai seluruh ruangan.
Setelah petualangan di kolam ikan kemarin, aku merasakan ada sesuatu yang berbeda di udara.
Sebuah energi halus yang menuntun langkah kecil bayi ini ke arah lorong-lorong istana yang jarang dilalui.
Liora sudah menunggu di samping buaian dengan senyum hangatnya.
“Kau ingin melihat sesuatu yang belum pernah kulihat, Arvella?” tanyanya sambil menunduk lembut.
Aku menggeliat, tangan mungilku menyentuh ujung jari Liora, seakan memberi jawaban.
Bayi ini tahu, hari ini akan ada sesuatu yang menarik dan penting.
Lorong-lorong istana berdebu tipis dan hanya beberapa pelayan yang lewat.
Aku mengamati setiap detail: ukiran di dinding, pola marmer di lantai, dan cahaya matahari yang menembus celah jendela tinggi.
Setiap benda bisa menyimpan rahasia, setiap langkah bisa mengungkap sesuatu yang tersembunyi.
Bayi ini sudah belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa kesadaran sejak dini adalah kunci untuk mencegah masalah.
Saat kami melewati salah satu lorong yang jarang dilewati, mataku menangkap sesuatu yang aneh.
Sebuah pintu kayu tua, hampir tersembunyi di balik tirai berat, tampak berbeda dari pintu lainnya.
Aku menggeliat, tangan kecilku menunjuk ke arah pintu itu.
Liora menatap arah yang sama dan tersenyum kecil.
“Arvella… kau menemukan sesuatu yang tidak diketahui banyak orang,” katanya pelan.
Pintu itu terlihat rapuh dan berdebu, seolah sudah bertahun-tahun tidak dibuka.
Bayi ini merasakan energi familiar, sesuatu yang mengingatkanku pada ingatan masa lalu.
Aku menggeliat lagi, tangan kecilku menyentuh kenop pintu dengan lembut.
Pintu itu berderit saat terbuka, mengungkapkan lorong sempit yang gelap.
Liora menahan napas dan menatapku, kagum.
“Arvella… kau benar-benar istimewa. Hanya sedikit orang yang bisa menemukan ini,” katanya.
Aku memasuki lorong dengan hati-hati, mataku yang merah menyala menyesuaikan dengan kegelapan.
Setiap langkah kecil bayi ini dipenuhi rasa penasaran dan kewaspadaan.
Di dinding lorong, terdapat ukiran-ukiran kuno yang bercerita tentang sejarah istana.
Aku menatapnya lama, bayi ini tahu bahwa setiap simbol memiliki arti dan bisa menyimpan rahasia.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki di ujung lorong.
Seorang pelayan muda membawa lampu minyak, wajahnya terkejut saat melihatku di lorong tersembunyi.
“Arvella… kau… bagaimana bisa sampai di sini?” tanyanya tergagap.
Aku menggeliat, tangan kecilku menunjuk ke lorong, seakan mengatakan bahwa bayi ini tidak hanya mencari tahu, tapi juga memahami tempat ini.
Liora datang menyusul, menenangkan pelayan itu.
“Dia Arvella. Kau akan terbiasa melihat keajaiban darinya,” katanya.
Di ujung lorong, ada sebuah tangga tua yang menurun ke ruang bawah tanah.
Bayi ini merasakan energi yang lebih kuat di sana.
Aku menggeliat, hati kecilku berdebar, namun rasa penasaran lebih besar daripada takut.
Liora menatapku, ragu, tapi kemudian tersenyum.
“Arvella… kalau kau ingin menjelajah, aku akan menemanmu,” katanya lembut.
Kami menuruni tangga perlahan, setiap anak tangga berderit di bawah kaki kami.
Di ruang bawah tanah, terdapat rak-rak tua yang berisi buku, gulungan kertas, dan beberapa benda kuno.
Aku menatapnya dengan seksama, bayi ini tahu bahwa sesuatu di antara benda-benda ini penting dan bisa mengubah banyak hal.
Salah satu gulungan kertas menarik perhatianku, tertulis simbol yang samar tapi familiar.
Aku menggeliat, tangan kecilku menyentuh gulungan itu, merasakan energi yang mengalir ke jari-jariku.
Liora menatapku heran.
“Arvella… kau bisa merasakan hal-hal yang tak terlihat orang lain,” katanya sambil tersenyum kagum.
Aku tersenyum kecil, bayi ini memahami satu hal: intuisi dan pengalaman masa lalu adalah alat terbaik untuk menghadapi dunia ini.
Tiba-tiba terdengar suara langkah lain di lorong atas.
Bayi ini menoleh dan melihat bayangan samar laki-laki dengan rambut hitam dan mata biru di ujung tangga.
Aku merasakan energi yang hangat dan familiar.
Bayi ini tahu bahwa sosok itu kelak akan menjadi bagian penting dari hidupnya.
Namun hari ini, fokus utama adalah mengamankan ruang rahasia dan benda-benda kuno di sana.
Siang itu, aku dan Liora meneliti setiap rak, memeriksa setiap gulungan dan buku tua.
Beberapa buku berdebu dan rapuh, namun satu buku menarik perhatian bayi ini.
Tulisan di sampulnya samar, tapi energi yang terpancar sangat kuat.
Aku menggeliat, tangan kecilku menyentuh buku itu, merasakan rahasia yang tersimpan di dalamnya.
Liora menatapku kagum.
“Arvella… kau sudah menemukan sesuatu yang mungkin bisa mengubah takdir,” katanya pelan.
Sore menjelang, cahaya matahari masuk melalui jendela kecil ruang bawah tanah, memantul di permukaan lantai batu.
Bayi ini duduk di pangkuan Liora, mengamati lorong yang baru ditemukan.
Aku merasakan campuran rasa penasaran, kewaspadaan, dan kegembiraan.
Semua ini akan menjadi bagian dari perjalanan panjang Arvella dalam memahami dunia dan mengubah takdirnya sendiri.
Malam tiba, dan aku kembali ke buaian.
Tangan kecilku menggenggam selimut lembut, mataku menatap jendela kamar.
Bayangan laki-laki misterius masih samar di kejauhan, namun bayi ini tahu, suatu hari sosok itu akan hadir sepenuhnya dalam hidupnya.
Sebelum tertidur, aku tersenyum kecil.
Bayi ini sadar bahwa menemukan ruang rahasia adalah langkah pertama dari banyak rahasia lain yang akan diungkap di istana.
Dan setiap napas yang diambil, setiap gerakan tangan, akan menjadi awal dari kisah panjang seorang bayi yang cerdas, waspada, dan penuh intuisi.