Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 : Zara yang berbeda
Zara hanya ingin menikmati makan siangnya dengan damai saat Michele dan kedua temannya datang dan mengganggunya.
"Heh!" Michele mendorong bahu Zara sedikit kuat.
"Ngapain? mau gue siram sambel lagi?" Ancamnya.
Michele terkekeh tak percaya dengan sikap yang di ambil Zara, kemana rasa takut gadis ini?
"Lo udah gak punya rasa takut lagi ya sama kita?" Windi menimpal.
"Takut sama kalian? emang kalian siapa? gangster?!" Sarkasnya.
Ketiga gadis itu semakin di buat tak percaya dengan jawaban Zara, apa yang terjadi pada gadis itu dalam semalam.
"Lo bertiga jangan ganggu gue, gue cuma mau sekolah! kalo gak gue bakalan buat kalian di depak dari sekolah ini" Kata Zara.
Michele tertawa sambil bertepuk tangan saat mendengar ujaran Zara.
"Lo pikir siapa? yang punya sekolah?! ngimpi banget lo bisa ngelawan gue?" Remehnya.
Zara mulai berdiri dan menggeser bangku makannya, entah apa yang membuat michele memundurkan dirinya beberapa langkah, namun wajah angkuhnya masih tetap sama walaupun ia terlihat sedikit waspada.
"Apa yang kalian lakuin ke gue selama ini?" Tanya Zara mengintimidasi.
"Jadi lo amnesia? pantesan aja lo lupa sama semuanya, pantesan aja lo sok sok an berani ngelawan kita? iya?" Tanya ruri, teman Michele.
Zara menggeleng pelan, senyumnya remeh, ia semakin melangkah maju dan mendekati ketiganya.
"Gue mau tanya, apa yang lo lakuin ke gue selama ini sampai sampai lo percaya diri banget kalo gue bakalan takut sama lo?" Tanyanya lagi
Deg
Jantung Michele terpacu kencang saat suara Zara mengintimidasi nya, ia merasa sedang menghadapi orang yang berbeda.
"Gausah pura pura lupa" Kata michele pelan.
"Ingetin gue dong" Balas Zara tak kalah pelan.
Michele menengguk ludahnya susah payah, Zara sangat mengancam ketenangan jiwanya.
"Lo berani ngelaporin kita ke pak Harris, diem diem jangan bilang lo lupa, atau pura pura lupa?!" Tandas Michele.
"Ngelaporin apa?" Batin Kayla.
"Karena ulah lo! lo udah buat bokap sama nyokap gue tau, dan harusnya lo tau apa konsekuensinya, gue bisa aja ngelakuin hal yang lebih dari apa yang pernah gue lakuin ke lo selama ini" Ancam Michele.
"Ngelakuin apa? lakuin sekarang!" Tantang zara.
Michele semakin gelisah, dadanya naik turun bernapas tak menentu
"Gue sama sekali gak takut, kalo lo main main sama gue, gue gak segan buat bales!" Balas Zara.
Ruri dan windi menggeleng tak percaya melihat rasa percaya Zara yang luar biasa, gadis ini bersikap seolah ia adalah yang nomor satu di sekolah ini.
Zara mengangkat tangannya, mengusap seragam putih Michele dan merapikannya.
"Pergi sebelum gue tumpahin sambel ke seragam lo yang putih ini" Ancamnya.
"Berani lo!" Windi berteriak tak Terima hingga mengundang atensi siswa dan siswi di kantin.
Michele menahan pergerakan windi yang akan menyerang Zara, gadis itu mengisyaratkan temannya untuk mundur dan pergi.
"Kita urus nanti, kita pergi sekadnag!" Ajak michele.
Ketiga gadis itu berjalan menjauhi zara, Zara pun melambai dengan senyuman yang di buat buat dan melepas kepergian ketiganya.
"Aneh banget Zara" Bisik salah satu siswa di sana.
"Dia kok jadi berani banget sih sama michele"
"Biasanya juga diem aja ya?"
"Tuhkan dia tuh aneh semenjak kecelakaan"
Zara merotasikan bola matanya malas saat mendengar gumaman gumaman orang yang membicarakannya.
"Dasar cupu!" Batin Kayla.
"Kedip kali ngeliatinnya" Sean menyenggol pundak Leon saat pemuda berusia 17 tahun itu menatap Zara dan apa yang baru saja gadis itu lakukan dengan mata yang tak berkedip.
"Jangan bilang sama gue lo suka lagi sama dia" Kata Sean lagi.
"Ck! tuh anak aneh, kaya bukan Zara yang biasanya" Balas Leon.
"Mungkin dia udah capek di tindas terus" Balas Sean.
Leon mendengus kesal, kenapa ia semakin tertarik saja pada Zara dengan semua sikap barunya.
...****************...
Nessy dan Alisha berdiri di samping gerbang sekolah dan menunggu Zara, mereka yang mendengar berita kecelakaan Kayla merasa curiga pada adik kelasnya itu, pasalnya Kayla terakhir kali bersama dengan Zara di waktu terjadinya kecelakaan.
Saat nessy melihat Zara gadis itu segera memanggil nya.
"Zara!" Panggil nessy.
Zara menoleh pada sang pemanggil.
"Nessy dan lisha? ngapain mereka?" Batin Kayla.
"Ada apa?" Tanya Zara saat kedua kakak kelasnya itu mendekat.
"kita gak mau basa basi, apa yang udah lo lakuin ke temen kita Kayla, setidaknya lo pasti tau kenapa dia kecelakaan?" Tanyanya.
"Lo Tanya aja sama dia sendiri"
"Lo gak tau dia koma! jangan jangan lo yang udah nyelakain dia?" Tuduh Alisha.
"Enak aja! dia yang lari sendiri, gue gak tau apa apa?! lo Tanya aja kenapa dia lari dari gue? ketakutan kali!" Balas Zara.
"Lo pikir lo siapa sampai sampai seorang Kayla takut sama lo! ngaca dong!" Cibir Alisha.
"Kalo gue ngomong kalian berdua juga gak bakalan ngerti, kalian kan oon!" Sarkas Zara.
Alisha dan nessy melongo mendengar bagaimana Zara memakinya, namun itu terdengar tak asing di telinga mereka berdua.
"Lo berani ngatain kita?"
"Gue boleh dong kesel karena kalian nuduh gue yang enggak enggak! temen lo aja yang dongo! bukan salah gue!" Ujar Zara membela diri.
Zara menatap kedua teman Kayla itu dari atas ke bawah.
"Masih jaman pake sepatu harga satu juta?!" Cibir Zara sebelum pergi.
"Hah?! kok dia bisa tau harga sepatu gue?" Tanya nessy heran.
"Emang dia gak ngaca apa?" Alisha menimpal.
...****************...
Zara menggaruk belakang telinganya yang tak gatal, ia meringis pelan ketika menatap sepatu usangnya
"Yang bener aja gue ngatain sepatu nessy harga sejutaan? sepatu gue sendiri aja butut gini" Zara mendengus kesal.
Zara mengedikkan bahunya acuh dan kembali melangkah untuk pulang ke rumahnya sebelum seorang anak laki laki datang dan menghadangnya.
Zara memutar bola matanya jengah saat melihat Leon dengan seragamnya yang berantakan mendekat ke arahnya.
"Mau ngapain lagi lo?!" Tanya Zara tak santai.
"Gue gak Terima lo rusakin buku gue" Ujarnya.
"Terus lo mau apa?!" Tanyanya tak suka.
"Gantiin!" Minta Leon.
"Katanya anak orang kaya, buku doang minta ganti rugi, yang bener aja lo" Zara tertawa remeh.
Leon berdecak kesal melihat Zara meremehkannya.
"Justru karna gue minta ganti rugi yang lain makanya gue kesini, kalo cuma buku gue punya sekardus di rumah, itu bukan apa apa buat gue" sombongnya.
"Terus maksud lo apa?!"
"Gimana kalo lo cium gue, di sini?" Tawarnya menunjuk bibir.
Zara mendecak, Leon tak henti hentinya membuatnya merasa kesal.
"Lo gak malu apa tadi lo mau mukul gue dan sekarang lo minta cium? brengsek!" Makinya.
Bukannya marah saat Zara memakinya pemuda itu justru menarik sudut bibirnya ke atas.
"Jujur lo keliatan menarik kalo lagi marah" Katanya.