Raka terlahir dengan tubuh lemah, namun suatu hari ia menemukan sebuah bola berwarna putih didalam hutan terlarang yang ternyata adalah sebuah sistem yang bernama sistem dewa.
sejak saat itulah Raka menjadi seorang ahli bela diri yang akan menggemparkan seluruh daratan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irfan Sajilie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. Curang
SSSSSHHHHHH
Tiba-tiba terdengar suara desisan hingga mengejutkan Raka, ia repleks mundur.
"Aku tak akan menyakitimu dan telurmu, aku hanya ingin menolongmu" ucap Raka, ia yakin ular putih didepannya mengerti bahasanya sebab sudah berada di ranah kedua.
Ssshhhh
Ular putih itu kembali berdesis lalu mendekati kedua telurnya dengan susah payah sebab tubuhnya sudah sangat lemah.
'seandainya aku memiliki pil penyembuh maka aku akan memberikannya padanya' batin Raka merasa kasihan dengan si ular putih.
[Ting meskipun tuan rumah memiliki pil penyembuh maka tetap tak akan bisa menyembuhkannya sebab luka yang ia terima berasal dari hewan iblis]
Sontak Raka memasang postur siaga saat mendengar hewan iblis, hewan iblis hampir sama dengan hewan roh. Awalnya mereka hanya hewan biasa namun terpapar energi iblis hingga menjadi hewan iblis. Mereka lebih kuat dan lebih brutal dari hewan roh.
[Ting tuan rumah tenang saja, tak ada hewan iblis didekat sini]
Kata-kata penenang dari sistem tak membuatnya tenang sebab sistem mengatakan tak ada hewan iblis didekat sini yang berarti ada hewan iblis dihutan ini.
'aku harus lebih kuat lagi' batin Raka.
Ssshhhhhh
Tiba-tiba si ular putih kembali mendesis namun Raka tak mengerti sedikitpun artinya.
[Ting dia menyuruh tuan rumah mendekat]
Dengan hati-hati Raka mendekat kearah si ular putih dan bisa menebak apa maksud si ular putih dari misi yang di berikan sistem padanya.
"Apa kamu ingin aku merawat kedua anakmu?" Tanya Raka.
Ssshhhhh
Lagi-lagi Raka tak mengerti dengan arti desisan itu.
"Kalau iya maka mengangguk dan kalau tidak maka menggeleng saja, aku tak mengerti dengan desisanmu" Raka sudah sangat kesal karena tak mengerti.
Si ular putih terdiam sebentar namun setelahnya mengangguk.
"Baiklah aku akan merawat mereka seperti adikku sendiri" ucap Raka hingga membuat si ular putih senang sebab kebanyakan manusia akan lebih suka memperbudak mereka.
Raka mengambil kedua telur itu dengan sarangnya lalu memeluknya untuk memberi kehangatan dan beberapa saat kemudian si ular putih mati.
[Ting tuan rumah berhasil menyelesaikan misi, selamat mendapatkan dua cahaya energi dan kitab seni dewa melahap]
Segera dua cahaya dan sebuah kitab yang memiliki aura kuno keluar dari telapak tangannya, seketika rasa nyaman kembali hadir saat kedua cahaya itu memasuki kepala Raka.
[Ting selamat tuan rumah menerobos ke ranah pemula tingkat satu]
"Wahhh jadi begini rasanya berada diranah pemula, benar-benar sangat luar biasa" takjub Raka.
Setelahnya tangan Raka terulur untuk mengambil kitab kuno yang masih melayang didepannya.
"Akhirnyaaa aku punya teknik beladiri juga, bahkan legendaris lagi. Hahahahaha" tawa Raka senang sebab tak menyangka takdir akan berubah 360° seperti ini.
Raka ingin pergi meninggalkan lokasi tapi sistem segera menghadangnya.
[Ting tuan rumah harus mengambil kedua inti hewan roh itu, meskipun tak bisa tuan rumah gunakan tapi nantinya akan bermanfaat. Darah dan kulit mereka juga sangat bermanfaat dan tentunya dagingnya bisa membuat tuan rumah kenyang. Bukankah tuan rumah sudah bosan makan buah-buahan liar terus]
"Benar juga" angguk Raka lalu seketika membelah kedua kepala hewan roh lalu mengambil kedua intinya, setelahnya ia memisahkan daging, kulit dan tulangnya.
"Bagaimana aku membawanya?" Bingung Raka.
[Ting arah jam tiga ada sebuah gua, tuan rumah bisa membawa semuanya dan tinggal disana]
"Kerja bagus sistem" puji Raka lalu segera membawa semua hasil buruannya kedalam gua yang cukup dekat menurutnya setelah ia menjadi seorang ahli bela diri.
Hari sudah beranjak malam saat Raka tengah menikmati daging ular putih yang ia bakar, ia ingin menghabiskan semua daging ular putih sebelum kedua telur itu menetas.
"Seperti apa kitab dewa melahap ini sistem?" Raka perlu tau dulu bagaimana kitab teknik ini bekerja, ia sangat penasaran dengan nama melahap itu. Apakah sama dengan apa yang ada dipikirannya.
[Ting seni dewa melahap bukan seperti yang dipikirkan tuan rumah]
"Yahhhh" desah Raka kecewa.
[Ting seni dewa melahap memang bukan melahap kekuatan orang lain seperti yang tuan rumah pikirkan tapi ia melahap setiap kitab seni yang didapatkan tuan rumah, tuan rumah hanya perlu mengedarkan seni dewa melahap kedalam kitab seni yang lain maka semua pemahaman akan masuk kedalam pikiran tuan rumah. Akan membuat tuan rumah seketika mendapat pemahaman di tingkat pemula, lalu tuan rumah hanya perlu meningkatkan ranah tuan rumah maka semua seni yang tuan rumah pelajari akan meningkat dengan sendirinya]
Seketika mata Raka melotot dengan mulut yang menganga lebar, ia tak menyangka kekuatan dari seni dewa melahap akan lebih hebat dari apa yang dia pikirkan. Bukankah dengan seni dewa melahap maka ia bisa memiliki ribuan bahkan jutaan teknik seni.
"Gila, ini benar-benar gila sistem. Ini curang namanya" takjub Raka.
[Ting bukankah tuan rumah sudah curang sejak memiliki sistem, mana ada yang bisa meningkatkan ranah segampang tuan rumah]
"Hehehe kamu benar juga" Raka akhirnya cengengesan.
Raka pun segera mempelajari teknik seni dewa melahap, ia sudah tak sabar memiliki ribuan hingga jutaan teknik seni.
'kalau seperti ini maka aku bisa disebut sebagai dewa pengetahuan, maupun dewa teknik seni. Dewa yang memiliki ribuan teknik seni, HAHAHAHAHA' Batin Raka tertawa terbahak-bahak.
Keesokan harinya Raka menyudahi pembelajarannya sebab perlu membersihkan diri lalu mengisi perutnya juga, saat ia ingin menyantap makanannya tiba-tiba ia mendengar suara retakan.
KREKKKK
Seketika matanya tertuju pada kedua telur yang ternyata sudah ada sedikit retakan.
"Sepertinya mereka akan menetas beberapa hari lagi" ucap Raka lalu memakan makanannya dengan tak nyaman sebab baju yang ia kenakan sudah banyak sobekan karena pergerakannya.
Dulu pakaiannya itu sangat longgar namun sekarang menjadi ketat dan pendek karena perubahan tubuhnya yang sangat terlihat jelas.
Dulu tubuhnya kurus dan pendek namun sekarang tubuhnya sudah berotot, bahkan badannya sudah sangat tinggi.
"Sistem apa benar aku tak bisa keluar dari hutan ini sebelum sampai ke tahap jendral? Lihat bajuku sudah tak muat dan aku membutuhkan pakaian baru" tanya Raka.
[Ting tidak bisa tuan rumah tapi sistem akan berbaik hati hari ini dengan memberikan pakaian untuk tuan rumah]
Tiba-tiba telapak tangannya terangkat lalu keluar dua stel pakaian polos berwarna hitam.
Raka yang selalu terbiasa memakai pakaian sutra dengan bersulam emas hanya bisa berwajah masam saat mendapat dua pakaian biasa tersebut namun ia tak bisa mengeluh sebab takut sistem marah dan menarik kembali kedua stel pakaian itu sedangkan dia sangat membutuhkannya sekarang.
Raka segera membuang pakaian sutranya dan menggantinya dengan pakaian polos.
"Lumayan nyaman juga" Raka sedikit puas karena lebih nyaman dari pakaiannya yang sudah ketat dan pendek.
Setelah sarapan pagi dengan daging ular putih, Raka kembali mempelajari seni dewa melahap sambil menunggu misi berikutnya.