NovelToon NovelToon
The Adgof

The Adgof

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romantis / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Setelah kecelakaan tragis empat tahun lalu, Lyodra Taylor terbangun dari koma panjang di Chicago dalam keadaan amnesia total. Keluarganya, yang menyimpan dendam dan mengira kecelakaan itu adalah sabotase bisnis, memilih memalsukan kematian Lyodra dan menghapus seluruh masa lalunya—termasuk rahasia bahwa ia sempat hamil dan keguguran saat kecelakaan terjadi.
Di sisi lain, Archello Dominic, sang kekasih yang hancur karena mengira Lyodra telah tiada, berubah menjadi pria yang dingin dan menutup diri. Di bawah tekanan ibunya, Archello terpaksa bertunangan dengan Oliver Bernardo, seorang gadis baik hati yang tidak tahu apa-apa tentang konspirasi besar di balik perjodohan mereka.
Tanpa mereka sadari, kecelakaan itu sebenarnya adalah skenario manipulatif kakek Oliver demi ambisi bisnis keluarga. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang membeku dan kebohongan yang rapi tersusun, Archello mulai berjuang antara kesetiaannya pada memori Lyodra atau membuka hati bagi ketulusan Oliver.

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#19

Hari yang dinanti—atau mungkin ditakuti oleh sebagian orang—akhirnya tiba. Gereja katedral tua di pinggiran New York yang biasanya tenang kini dipenuhi oleh deretan mobil hitam mewah dan penjagaan ketat. Meskipun skandal Oliver Bernardo masih memanas di luar sana, keluarga Dominic tetap melangsungkan pernikahan ini dengan kemegahan yang dingin.

Alexander Dominic telah mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menekan media. Di dalam gereja, suasana terasa khidmat namun mencekam. Di baris depan, duduk Nenek Hera, sang tiran keluarga Dominic, dengan gaun beludru hitam dan bros berlian yang berkilau tajam.

Di sampingnya, Beatrice tampak gelisah, sesekali menyeka air mata yang entah tulus atau sekadar drama untuk menutupi rasa malunya karena gagal menjodohkan putranya dengan Oliver.

Pintu besar gereja terbuka. Alunan organ pipa bergema rendah, menggetarkan dada siapa pun yang mendengarnya. Ayah Lyodra berdiri tegak, meski rambutnya sudah memutih dan langkahnya tidak seringan dulu. Ia menggandeng lengan Lyodra dengan penuh kebanggaan dan rasa haru yang mendalam.

Lyodra tampak seperti malaikat yang turun dari khayangan. Gaun pengantin satin sutra berwarna putih gading itu melekat sempurna di tubuhnya, dengan cadar transparan yang menutupi wajahnya yang cantik namun pucat. Ia melangkah perlahan, matanya terpaku pada satu titik di ujung altar: Archello Dominic.

Archello berdiri di sana, mengenakan tuksedo hitam yang membuatnya tampak sangat berwibawa. Saat matanya bertemu dengan mata Lyodra, tembok es di wajahnya runtuh. Ada binar kemenangan dan cinta yang begitu murni di sana. Baginya, berjalan di altar ini adalah pembuktian bahwa maut sekalipun tidak bisa memisahkan mereka.

Ayah Lyodra menyerahkan tangan putrinya kepada Archello di depan pendeta. "Jaga dia, Archello. Jangan biarkan dia menangis lagi," bisik pria tua itu dengan suara bergetar.

Archello mengangguk mantap. "Dengan nyawaku, paman."

Janji suci diucapkan. Cincin disematkan. Saat Archello mengangkat cadar Lyodra dan mencium bibirnya di depan altar, seisi gereja terdiam. Bagi Archello, itu adalah ciuman penyembuh luka empat tahun. Namun bagi Nenek Hera yang menonton dari kursi depan, itu adalah deklarasi perang yang baru saja dimulai.

Pesta pernikahan berakhir saat rembulan sudah tinggi di langit New York. Archello membawa Lyodra kembali ke Mansion Dominic, menuju sayap bangunan yang telah disiapkan sebagai kamar pengantin mereka. Archello hanya ingin satu hal: mengunci pintu, memeluk istrinya, dan melupakan seluruh dunia.

Namun, saat mereka baru saja sampai di depan pintu kamar besar itu, sosok tinggi kurus dengan tongkat kayu sudah berdiri menunggu. Nenek Hera.

"Nenek? Belum istirahat?" tanya Archello, mencoba menahan rasa tidak sukanya.

"Pernikahan bukan hanya soal kesenangan di atas ranjang, Archello," suara Hera terdengar datar namun menekan. "Masuklah. Kalian berdua. Aku punya beberapa wejangan yang harus kalian dengar sebagai pasangan Dominic yang sah."

Archello hendak memprotes, namun Lyodra menyentuh lengannya pelan, memberi isyarat agar ia bersabar. Mereka pun masuk ke dalam kamar yang sudah dihias dengan bunga-bunga segar itu, namun atmosfernya mendadak berubah menjadi ruang sidang.

Hera duduk di kursi armchair beludru, sementara Archello dan Lyodra berdiri di depannya seperti murid yang sedang dihukum.

"Dengar, Nona Taylor—ah, sekarang kau sudah menyandang nama Dominic," Hera menatap Lyodra dengan pandangan merendahkan. "Menjadi istri seorang Dominic berarti kau harus siap menyerahkan seluruh privasimu. Kau harus belajar tata krama kasta atas, kau harus tahu cara bicara, cara makan, dan yang terpenting... kau harus tahu posisimu. Kau hanyalah pendamping. Jangan pernah bermimpi untuk mengontrol Archello atau urusan perusahaan."

Hera terus berbicara. Satu jam berlalu. Dua jam. Ia mulai membahas silsilah keluarga, kesalahan-kesalahan kecil yang mungkin dilakukan Lyodra di masa depan, hingga aturan-aturan konyol tentang jam bangun pagi dan etika berpakaian di dalam rumah.

Lyodra yang masih mengenakan gaun pengantin yang berat mulai merasa kelelahan. Kakinya pegal, dan kepalanya berdenyut. Archello berkali-kali melirik jam di dinding. Pukul 11 malam. Pukul 11.30 malam.

"Nenek, kurasa cukup. Lyodra lelah," sela Archello dengan nada mulai meninggi.

"Jangan memotong, Archello! Ini demi kebaikan istrimu yang datang dari kalangan biasa ini agar dia tidak memalukan kita di depan kolega!" sahut Hera tajam. Ia kembali berceramah tentang betapa Oliver Bernardo jauh lebih siap secara mental daripada Lyodra.

Tepat saat jam besar di lorong berdentang dua belas kali menandakan tengah malam, pintu kamar terbuka. Alexander Dominic masuk dengan wajah lelah namun tegas. Ia melihat putranya yang menahan amarah dan menantunya yang tampak hampir pingsan karena kelelahan.

"Cukup, Ibu," suara Alexander memecah keheningan yang menyesakkan itu.

Hera menoleh dengan gusar. "Alexander? Mengapa kau mencampuri urusanku?"

"Ini sudah jam dua belas malam. Tidak usahlah memberikan mereka nasehat hingga larut begitu, Ibu," Alexander berjalan mendekat, lalu dengan sopan namun memaksa, ia memegang lengan ibunya untuk membantunya berdiri. "Mereka adalah pasangan yang baru menikah. Biarkan mereka beristirahat. Nasehatmu bisa dilanjutkan besok pagi, atau lusa, atau kapan pun saat suasana lebih santai."

Hera mendengus, namun ia tidak bisa membantah putranya yang kini memegang kendali perusahaan. "Kau terlalu memanjakan mereka, Alexander."

"Aku hanya ingin mereka bahagia di malam pertama mereka sebagai suami istri. Ayo, Ibu, aku akan mengantarmu ke kamarmu," Alexander memberikan kedipan rahasia kepada Archello sebelum menuntun Hera keluar dari kamar.

Begitu pintu tertutup dan suara langkah kaki mereka menjauh, Archello segera mengunci pintu ganda tersebut. Ia menghela napas panjang, lalu berbalik menatap Lyodra.

"Maafkan nenekku, Ay. Dia benar-benar keterlaluan," ucap Archello lembut.

Lyodra tersenyum tipis, rasa lelahnya seolah menguap saat melihat wajah Archello. "Tidak apa-apa, Ello. Setidaknya ayahmu datang menyelamatkan kita."

Archello melangkah mendekat, melepas jas tuksedonya dan melemparkannya ke kursi. Ia meraih pinggang Lyodra, menariknya ke dalam pelukan hangat yang sangat ia rindukan. Di kamar yang remang-remang itu, hanya ada detak jantung mereka yang saling bersahutan.

"Akhirnya..." bisik Archello di ceruk leher Lyodra. "Akhirnya kau benar-benar milikku. Tanpa ada yang bisa memisahkan kita lagi."

Malam itu, di balik kemewahan Mansion Dominic yang penuh intrik, Archello dan Lyodra akhirnya menemukan kedamaian mereka. Di atas ranjang bertabur kelopak mawar, mereka saling menumpahkan kerinduan yang telah membeku selama empat tahun.

Bagi mereka, ini bukan hanya malam pertama, melainkan awal dari perjuangan panjang untuk mempertahankan cinta mereka di tengah serigala-serigala yang masih mengintai di balik pintu.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Meris
suka dgn karakter Alexander Dominic
ros 🍂: Ma'aciww sudah mampir kak🥰
total 1 replies
Meris
Suka dgn ketegasan Ello...sbg suami yg bertanggungjawab.
winpar
gmna yh pertemuan mreka????
winpar
smkin seru thor 🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
ceritanya selalu aj bgus 🥰😍
ros 🍂: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
winpar
seru🥰😍
winpar
kk cerita ini msih lnjut kn kk????
ros 🍂: masih kak🙏
total 1 replies
winpar
smga cinta elo dan lyodra kuat mnghdpi neneknya yg jhat
Amy Chacha
sangat suka dengan alur ceritanya gk bertele2 dan kasian lyodra thor pertemukan dengan ello thor kasian lyodra thor
ros 🍂: Sabar kak ini ujian 🤭🥰
total 1 replies
Amy Chacha
lanjut lagi thor up yang banyak
Amy Chacha
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!