Dianggap sebagai sampah karena meridiannya yang hancur, Ling Tian hidup dalam penghinaan dan keputusasaan. Namun, takdirnya yang kelam berubah selamanya saat ia secara tak sengaja membangkitkan Mutiara Naga Kosmik, sebuah artefak ilahi yang menyimpan jiwa Naga Purba dan rahasia ruang-waktu.
Dengan warisan yang menentang langit ini, perjalanan Ling Tian dimulai. Dari seorang pemuda yang dicemooh, ia bangkit untuk membalas dendam, mengguncang sekte, dan menaklukkan kerajaan. Perjalanannya membawanya melintasi dunia fana menuju alam abadi, di mana setiap langkah adalah pertaruhan antara hidup dan mati. Ini adalah kisah tentang bagaimana seorang sampah bisa naik menjadi penguasa kosmos, mengungkap konspirasi universal, dan memegang takdir jutaan dunia di tangannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20: Pertemuan Tak Terduga dan Aura Es
Setelah menerobos, Ling Tian tidak segera keluar dari ruang mutiara. Ia menggunakan sisa Pil Terobosan Naga berkualitas tinggi untuk menstabilkan fondasinya di tingkat ketujuh. Setiap pil yang ia konsumsi mendorongnya lebih jauh ke tahap awal Alam Pemurnian Qi tingkat ketujuh.
Ketika ia akhirnya merasa kekuatannya telah sepenuhnya stabil, ia menarik kesadarannya kembali ke kamarnya.
Fajar baru saja menyingsing. Udara pagi terasa segar dan sejuk. Namun, saat Ling Tian berdiri, ia tidak lagi merasakan kesejukan itu. Dengan Qi Naga Kosmik yang kini jauh lebih kuat mengalir di tubuhnya, ia merasa hangat dan nyaman, seolah-olah tubuhnya adalah tungku api kecil.
Kali ini, lapisan kotoran hitam yang dikeluarkan tubuhnya hampir tidak ada, hanya lapisan tipis seperti keringat. Proses pembersihan tubuh dan sumsumnya hampir selesai. Tubuhnya kini sekeras baja dan sefleksibel bambu.
Ia menghabiskan sisa pagi itu dengan berlatih 'Tinju Naga Penghancur' di halamannya. Dengan kekuatan tingkat ketujuh, setiap pukulannya kini tidak hanya menghasilkan ledakan sonik kecil, tetapi juga meninggalkan bayangan samar berbentuk kepala naga di udara, yang menghilang sesaat kemudian. Kekuatannya telah meningkat secara eksponensial.
Merasa bahwa ia tidak bisa hanya bersembunyi dan berkultivasi sepanjang waktu, Ling Tian memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kompleks klan. Ia ingin mengamati situasi dan mungkin mendengar beberapa rumor.
Saat ia berjalan melewati area pelatihan utama, banyak murid junior yang melihatnya. Bisikan-bisikan segera dimulai.
"Lihat, itu Ling Tian si sampah."
"Kudengar dia memukuli Ling Jian dan Ling Bao beberapa waktu lalu. Mungkin dia tidak selemah yang kita kira."
"Hmph, jadi apa? Ling Jian hanya antek Ling Feng. Di hadapan Kakak Ling Feng yang sebenarnya, dia tetap bukan apa-apa."
"Benar, kudengar Kakak Ling Feng akan segera menerobos ke tingkat ketujuh! Saat itu, dia akan menjadi legenda di antara generasi kita."
Ling Tian mendengar semua ini, tetapi ekspresinya tetap tenang, seolah-olah mereka sedang membicarakan orang lain. Ia sudah melampaui level di mana kata-kata seperti itu bisa mempengaruhinya. Perhatiannya tertuju pada sesuatu yang lain—sebuah sosok yang baru saja keluar dari Perpustakaan Klan.
Sosok itu adalah seorang gadis, mengenakan gaun biru muda yang sederhana. Rambutnya yang hitam legam diikat rapi, dan wajahnya cantik dengan keanggunan yang dingin, seperti bunga es di puncak gunung salju. Seluruh tubuhnya memancarkan aura dingin yang membuat orang lain secara tidak sadar menjaga jarak.
Itu adalah Ling Xue, sepupu jauh Ling Tian.
Ling Xue dikenal di klan bukan karena kekuatan bertarungnya—ia hanya berada di tingkat kelima—tetapi karena kecerdasannya yang luar biasa dan obsesinya pada pengetahuan. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya di perpustakaan, membaca segala hal mulai dari sejarah hingga teori kultivasi. Ia juga salah satu dari sedikit orang di klan yang tidak pernah secara terbuka menghina atau mengolok-olok Ling Tian selama tiga tahun terakhir. Ia hanya mengabaikannya, seolah-olah Ling Tian tidak ada.
Saat Ling Tian menatapnya, Ling Xue juga kebetulan mengangkat kepalanya dari buku yang sedang ia baca sambil berjalan. Mata mereka bertemu.
Mata Ling Xue yang biasanya dingin dan tanpa emosi tiba-tiba menunjukkan sedikit kejutan. Ia berhenti berjalan.
Ling Tian mengira ia terkejut melihat 'sampah' klan berkeliaran. Ia hendak mengalihkan pandangannya dan melanjutkan perjalanannya ketika Ling Xue tiba-tiba berbicara.
"Tunggu."
Suaranya jernih dan dingin, seperti denting es.
Ling Tian berhenti dan menatapnya dengan sedikit rasa ingin tahu. Ini adalah pertama kalinya Ling Xue berbicara kepadanya dalam tiga tahun.
Ling Xue berjalan mendekat. Aura dingin yang mengelilinginya menjadi lebih jelas. Ia mengamati Ling Tian dari atas ke bawah, matanya yang tajam seolah mencoba menembus semua rahasianya.
"Auramu... telah berubah," katanya lugas, tanpa basa-basi. "Api di dalam dirimu... lebih kuat."
Ling Tian terkejut. Kekuatannya saat ini berada di tingkat ketujuh, dan ia telah dengan sengaja menekannya agar terlihat seperti kultivator biasa. Bagaimana Ling Xue, yang hanya berada di tingkat kelima, bisa merasakan sesuatu?
"Gadis ini menarik," suara Kaisar Naga tiba-tiba terdengar di benak Ling Tian. "Dia memiliki sesuatu yang disebut 'Fisik Spiritual Yin Ekstrem'. Ini adalah fisik bawaan yang sangat langka, membuatnya sangat sensitif terhadap fluktuasi energi, terutama energi Yang seperti Api Naga milikmu. Dia mungkin tidak bisa melihat kekuatanmu, tetapi dia bisa 'merasakan' sifat dasarnya."
Mendengar ini, Ling Tian memandang Ling Xue dengan tatapan baru. Fisik Spiritual Yin Ekstrem? Ini adalah sesuatu yang bahkan tidak ada dalam catatan Klan Ling.
"Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan," jawab Ling Tian dengan tenang.
Ling Xue tidak membantah. Ia hanya terus menatapnya, keraguan yang mendalam terlihat di matanya yang biasanya seperti danau beku. "Tiga bulan lagi adalah Kompetisi Klan. Ling Feng berada di puncak tingkat keenam. Dia tidak akan melepaskanmu."
Itu bukan peringatan, melainkan pernyataan fakta.
"Aku tahu," jawab Ling Tian.
Ling Xue terdiam sejenak, seolah menimbang kata-katanya. "Jika kau butuh bantuan... carilah aku di perpustakaan."
Setelah mengatakan itu, ia tidak menunggu jawaban Ling Tian. Ia berbalik dan berjalan pergi, punggungnya lurus dan auranya tetap sedingin es.
Ling Tian berdiri di sana, sedikit bingung. Tawaran bantuan yang tak terduga. Dari semua orang, justru datang dari Ling Xue yang penyendiri dan dingin. Ia bisa merasakan tidak ada niat buruk darinya, hanya rasa ingin tahu yang tulus dan mungkin... sedikit simpati?
Ia menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis. Dunia ini memang penuh kejutan. Ia tidak berniat menerima bantuan siapa pun, tetapi kebaikan yang tak terduga ini meninggalkan kesan hangat di hatinya yang telah lama mendingin.
Pertemuan singkat ini adalah selingan kecil dalam rencananya. Targetnya tetap tidak berubah. Ia berbalik dan berjalan menuju kediaman Patriark. Sudah waktunya untuk secara resmi mendaftarkan namanya untuk Kompetisi Klan.
Naga itu tidak lagi bersembunyi di bayang-bayang. Sudah waktunya untuk menunjukkan taringnya, bahkan jika hanya sedikit.