NovelToon NovelToon
A Killer Reborn

A Killer Reborn

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Elizabeth Valerie, seorang pembunuh bayaran yang terkenal kejam dan dingin, mati diracun oleh orang-orang kepercayaannya. Namun, kematian bukanlah akhir baginya. Alih-alih pergi ke alam baka, jiwanya justru terjebak di tubuh seorang gadis miskin yang mati dengan mengenaskan.

Bersama ingatan dan rasa sakit milik Elijah, Elizabeth bertekad bahwa ia harus membalaskan dendam gadis itu jika ingin pergi dengan damai. Elizabeth pun menjalani kehidupan keduanya yang sulit dan miskin demi membalaskan dendam sang gadis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKR 05 — Langkah Awal

“Astaga! Kenapa orang-orang mendadak terluka seperti ini. Awalnya Tuan Muda cedera hingga harus dirawat dan sekarang penjaga gerbang juga? Ada apa sebenarnya?” oceh sang kepala pelayan merasa heran. 

Tatapannya tertuju pada sosok Elijah yang berdiri tak jauh darinya. “Kau sudah membersihkan ruangan lain, Elijah?” tanyanya dengan ketus, tatapannya tajam dan menusuk. 

Elizabeth mengangguk, “Sudah, aku sudah menyelesaikan pekerjaanku, Bibi Lucy,” sahutnya santai. Ia tersenyum polos sambil berdiri dengan patuh di sana. 

Lucy menatapnya aneh, karena Elijah biasanya akan menundukkan kepala dengan takut, tapi kali itu Elijah justru tersenyum manis seperti seorang gadis baik. 

“Berhenti tersenyum seperti itu, cepat antarkan minuman dan makanan ini ke kamar Tuan Muda,” katanya seraya menyerahkan nampan berisi jus dan camilan. 

Elijah mengangguk, menerima nampan itu tanpa bertanya dan mengantarkannya ke kamar Jean. Ia mengetuk pintu dan langsung masuk. 

Elizabeth sempat terpaku selama beberapa detik, antara terkejut dan tidak menyangka kelima pelaku itu muncul di hadapannya. Ia tersenyum tipis, lalu menyajikan minuman itu satu persatu kepada mereka. 

Selain Jean yang menatapnya dengan takut, yang lainnya tetap saja memandangi tubuh Elijah dengan tatapan nakal. Salah seorang di antaranya bahkan berani dan terang-terangan menyentuh lengan Elijah.

Elizabeth hanya diam, tak bereaksi sebab ia sudah menduga hal itu akan terjadi padanya. Orang-orang itu tak akan pernah malu untuk bersikap tak pantas padanya. 

“Silakan diminum, Tuan.” Elizabeth sedikit menundukkan kepala dan saat tatapannya bertemu dengan pria yang menyentuhnya tadi, Elizabeth mengerling, sengaja menggoda untuk memancing pria itu. 

“Saatnya memberikan pelajaran kedua,” gumam Elizabeth lalu berjalan keluar dari kamar itu. Tepat seperti dugaannya, pria itu langsung berdiri. 

“Hei, kau mau ke mana, Chad?” tanya Jean, pelan. 

Chad menunjukkan gerakan singkat bahwa ia ingin merokok di luar. Jean terlihat melarangnya tetapi yang lainnya justru mendorong Chad untuk keluar. 

“Pergilah ke luar, jangan merokok di dalam kamar atau kau bisa terkena ocehan kepala pelayan nanti,” kata yang lainnya. 

“Cepatlah kembali, Chad. Dan hati-hati,” kata Jean memperingatkan. 

Namun, baik Chad ataupun yang lainnya tidak menanggapi ucapannya dengan serius. Mereka justru tertawa saat Jean menceritakan apa yang terjadi padanya hingga harus berdiam di tempat tidur seperti orang sekarat. 

“Apa kau mengigau karena terlalu banyak minum, Jean? Tidak mungkin tubuh kecil itu bisa melakukannya,” sahut mereka tak percaya dengan ceritanya. 

Chad kemudian berjalan keluar mengikuti langkah Elizabeth yang berbelok ke kiri di koridor depan. Ia terus mengikuti langkah Elizabeth hingga mereka tiba di kamar mandi di ujung koridor. Kamar mandi yang jarang digunakan dan biasanya hanya digunakan oleh para tamu.

Elizabeth masuk dan sempat tersenyum pada Chad sambil mengerling dan tangan yang seakan mengundang pria itu. 

“Gadis itu rupanya ingin bermain-main denganku,” gumamnya lalu ikut masuk ke dalam kamar mandi itu dan langsung mengunci pintunya dari dalam. 

Begitu Chad masuk, Elizabeth sudah berdiri di sana dengan tatapan dan aura membunuhnya. 

“Ayolah, Sayangku, datanglah kepadaku.” Chad melangkah maju, tatapannya terus tertuju pada lekuk tubuh Elijah. 

Begitu jarak mereka hanya tersisa satu langkah, Elizabeth berbisik, “Kau pernah menodaiku di sini, kan?” tanyanya langsung.

Chad tertegun, sedikit terkejut tapi kemudian terkekeh pelan. “Jika iya, lalu kenapa? Kau juga menikmatinya kan waktu itu? Kau terus merintih saat aku menyentuhmu seperti ini.” Chad mengangkat tangannya dan berniat menyentuh pipi mulus Elijah. 

Namun, sebelum tangannya sempat menyentuhnya, Elizabeth langsung meraih tangannya dan memelintir tangan Chad hingga pria itu mengerang kesakitan. 

“Lihat, kau juga merintih saat aku menyentuhmu, itu artinya kau sangat menikmatinya, kan?” kata Elizabeth merasa puas melihat pria itu hampir menangis karenanya. 

“Ti-tidak! Tolong lepaskan aku, kumohon. Aku … aku minta maaf, Elijah. Kumohon lepaskan aku,” rintih Chad menahan sakit dengan mata yang mulai berair. 

Elizabeth mendecih dan memelintir tangan Chad dengan lebih keras, “Bagaimana jika aku tidak mau? Kau juga tidak melepaskanku meski aku memohon berkali-kali, kan?” 

Chad semakin berteriak kesakitan, “A-aku tahu aku salah, kumohon maafkan aku kali ini saja, aku bersumpah akan langsung bertobat setelah ini. A-aku juga akan melakukan apapun agar kau melepaskanku, kumohon. Aku hanya mengikuti mereka saja, mereka … merekalah yang memulainya, Elijah. Aku bersumpah!” 

Elizabeth menatap mata Chad selama beberapa detik, mencoba mencari kebenaran di sana yang sayangnya sama sekali tidak ia temukan. Semua ucapan pria itu tak lain hanyalah rintihan keputus-asaan. Elizabeth sudah banyak menemui orang-orang sepertinya, dan mereka sama sekali tidak akan menyesali apapun, kecuali jika dihadapkan pada satu hal. 

Tapi meski begitu, Elizabeth tidak akan melepaskannya dengan mudah. “Kau pikir, Tuhan akan mengampuni semua dosa-dosamu?” katanya tajam seraya melepaskan tangan Chad dengan kasar. 

“Bahkan iblis pun malu dengan semua perbuatan kalian itu,” tambahnya lagi. Elizabeth kemudian mengeluarkan pisau kecil dari balik roknya. Lalu menodongkannya pada Chad. “Kau sebaiknya langsung pergi ke neraka saja.” 

Chad menggeleng keras, “Tidak! Kumohon berikan aku kesempatan sekali lagi, izinkan aku untuk menebus semua kesalahanku padamu, Elijah. Kumohon, jangan bunuh aku.” 

Pria itu jatuh berlutut dengan tatapan memohon. “Aku tahu kau pasti sangat membenciku, tapi aku berjanji akan memperbaiki diri dan menjadi manusia yang lebih baik. Bahkan … bahkan jika kau memintaku untuk menjadi pelayanmu, aku pasti akan melakukannya,” katanya dengan takut seraya berlutut di hadapan Elizabeth. 

Elizabeth tersenyum tipis, seperti itulah caranya membuat musuh berpihak padanya. Ia menyembunyikan kembali pisau kecilnya lalu berjongkok, mensejajarkan pandangan matanya dengan Chad. 

“Baiklah, kali ini aku akan melepaskanmu. Tapi, kau harus mematuhi semua perintahku,” katanya dengan aura dingin yang membuat pria itu langsung mengangguk patuh. 

“Ba-baik! Aku pasti akan mematuhi semua perintahmu,” katanya menelan ludah dengan kasar seraya memegangi tangannya yang terasa nyeri. Ia merasa tangannya terputus hingga tak bisa digerakkan. 

“Jangan khawatir, tanganmu akan baik-baik saja.” Elizabeth berdiri dengan tegak. “Pertama-tama, belikan aku ponsel keluaran terbaru dan siapkan uang tunai. Kau bisa melakukannya, kan?” 

Chad langsung mengangguk, “Tentu saja, aku akan segera menyiapkannya untukmu.” 

Elizabeth tersenyum tipis, ia cukup senang dengan situasinya yang sekarang, melihat ada orang yang begitu mematuhi semua perintahnya membuatnya teringat kehidupan lamanya sebagai pembunuh. 

“Satu hal lagi, jangan pernah menceritakan hal ini kepada siapapun. Jika aku sampai mengetahuinya ….” Elizabeth sengaja menggantung ucapannya. 

Meski begitu, Chad langsung mengerti. “Tidak, aku tidak akan pernah mengatakannya kepada siapapun, bahkan pada ayah dan ibuku.” 

Setelahnya, Elizabeth berjalan keluar dari sana tanpa menoleh lagi, ia masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan. 

Sementara itu, Chad terdiam di sana, menarik napas lega sekaligus bertanya-tanya.”Apa yang terjadi? Bagaimana dia bisa tiba-tiba begitu mengerikan?” gumamnya bergidik ngeri. “Auranya benar-benar mengerikan.” 

1
awesome moment
mesti mengumpulkan ingatan utk merangkai cerita meski cm sekedar baca
Night Watcher
mood ku mulai hilang tor, karna terlalu lama teka teki sulivan.
kalo bab berikutnya masih gak terungkap, kyknya mending gak lanjut deh..😇
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
mulai curiga.
awesome moment
smg eliz ttp tersamar dlm tubuh elijah
awesome moment
d yg jd stalker eliz
awesome moment
eliz sdg bermain. spt mrk mempermainkan elijah dlu. melecehkan elijah. merekam dan menjual. bahkan dajjalpun spt.nya hrs berguru ke mrk soal kekejian
awesome moment
good. kehadiran eliz jd bukti kesakitan yg slama n elijah derita
awesome moment
bikin perkara n manusia buzuk 1
awesome moment
smg eli tdk dihalangi
awesome moment
😄😄😄mrk butuh disiksa, eli
Night Watcher
sayangnya elij gak bisa menyamarkan sikapnya agar gak menimbulkan kecurigaan, utk memuluskan langkah selanjutnya.
awesome moment
👍👍👍cerdik
awesome moment
duh...kasihan bgts ternyata elijah..
awesome moment
duh...smg elijah bukan sasaran pelecehan berkali2
Night Watcher
sudah saatnya ikutan sukreb..👌
Night Watcher
hingga bab ini, alurnya bagus & penyajiannya simpel dan asyik diikuti.👌💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ada, Elijah buktinya 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Fisik nya sama tapi roh nya beda 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sekarang sudah berubah 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
dan sekarang akan balas dendam 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!