NovelToon NovelToon
Menantu Kaisar Agung

Menantu Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao Ling'er

Ling Chen, pemuda cacat yang mati dalam kesepian, terbangun di dunia kultivasi sebagai pengawal rendahan di Kekaisaran Api Agung. Namun sebelum memahami takdir barunya, seorang putri kekaisaran tiba-tiba memilihnya sebagai suami di hadapan seluruh istana.

Di balik tubuh barunya tersembunyi Api Hitam kuno, kekuatan terlarang yang mampu mengguncang kekaisaran dan membakar langit. Terjebak dalam intrik politik, perebutan takhta, dan ambisi para pangeran, Ling Chen harus bangkit dari menantu yang diremehkan, menjadi penguasa yang ditakuti seluruh dunia.

Di dunia di mana kekuatan adalah hukum, ia akan membuktikan, yang hina hari ini, bisa menjadi Kaisar Agung esok hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao Ling'er, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

Ling Chen dan Qing Lin menuruni terowongan gua yang semakin dalam, cahaya dari lumut bercahaya samar menjadi satu-satunya pemandu. Udara terasa lebih hangat, lebih lembab, dengan aroma aneh seperti bunga liar yang dicampur madu kuno. Fragmen Kitab Dewa Laut Abadi yang baru mereka dapatkan masih berdenyut pelan di dada mereka, memberikan kekuatan baru tapi juga rasa penasaran yang mendalam.

“Gua ini… seperti hidup,” bisik Qing Lin, tangannya masih menggenggam tangan Ling Chen erat. Matanya yang lembut menyapu sekitar, mencari tanda bahaya.

Ling Chen mengangguk, trisula di tangan kanannya siap. “Ya. Qi-nya terlalu murni, tapi ada sesuatu yang menunggu. Kita harus hati-hati.”

Terowongan membuka ke sebuah kamar gua kecil tapi indah, dindingnya dihiasi kristal biru yang membentuk pola hati raksasa. Di tengah kamar, sebuah altar batu giok putih berdiri, dan di atasnya mengapung sebuah kristal hati berwarna merah keemasan yang berdenyut seperti jantung hidup. Aura dari kristal itu lembut tapi kuat, penuh energi yin-yang yang seimbang, seolah memanggil pasangan jiwa untuk menyentuhnya.

Tiba-tiba, kabut tipis muncul di sekitar altar, membentuk sosok wanita transparan berpakaian sutra biru pudar. Rambutnya panjang seperti ombak, matanya penuh kedamaian abadi. Itu adalah **Penghuni Gua**, roh perempuan kuno bernama **Lan Xin**, sisa dari era dewa laut yang telah lama hilang.

“Kalian… pasangan yang datang dari luar,” suara Lan Xin lembut seperti bisikan angin laut. “Aku adalah Lan Xin, penjaga Warisan Jantung Nirwana. Kristal ini adalah inti dari teknik kuno yang bisa menyatukan jiwa dan tubuh, memberikan kekuatan Nirwana—kekebalan terhadap ilusi, peningkatan kultivasi ganda, dan ikatan abadi. Tapi… warisan ini hanya bisa diterima oleh sepasang kekasih. Hati kalian harus selaras, tubuh kalian harus menyatu dalam ritual suci. Jika tidak, jiwa kalian akan hancur.”

Ling Chen dan Qing Lin saling pandang, wajah mereka memerah. Mereka bukan kekasih—hanya saudara seperguruan yang dekat seperti keluarga. Tapi dalam situasi ini, dengan Hei Yuan di luar dan Bai Yue Chan terpisah, mereka tak punya pilihan.

“Kami… bukan kekasih,” kata Ling Chen tegas, ingat Yue Yan di hatinya. “Tapi kami percaya satu sama lain. Apakah itu cukup?”

Lan Xin tersenyum tipis. “Cinta bisa lahir dari kepercayaan. Ritual ini akan menguji kalian. Jika hati kalian murni, warisan akan diterima. Jika tidak… kematian menanti. Pilih sekarang.”

Qing Lin menatap Ling Chen, matanya penuh kelembutan dan ketakutan. “Chen… untuk Yue Chan, untuk keluarga kita… aku siap. Kita harus lebih kuat untuk selamatkan dia.”

Ling Chen menarik napas dalam, lalu mengangguk. “Baiklah. Kami terima.”

Mereka berdua mendekati altar. Saat tangan mereka menyentuh kristal Jantung Nirwana bersamaan, cahaya merah keemasan meledak pelan, membungkus tubuh mereka seperti selimut hangat. Energi yin-yang mulai mengalir, tapi bukan energi biasa—itu adalah **Teknik Rangsangan Nirwana**, ritual kuno yang merangsang tubuh dan jiwa untuk menyatu sepenuhnya.

Tubuh mereka mulai panas. Ling Chen merasakan darahnya mendidih, mata Qing Lin menjadi berkabut. Aroma manis dari kristal memenuhi udara, membuat pikiran mereka kabur. Sentuhan tangan mereka terasa seperti api yang membakar, tapi bukan sakit—lebih seperti hasrat yang tak tertahankan.

“Chen… aku… tidak bisa menahan,” bisik Qing Lin, suaranya serak. Tubuhnya menempel ke Ling Chen, tangannya menyusup ke dalam jubahnya, menyentuh dada telanjangnya.

Ling Chen juga merasakan hal yang sama. Ingatan Yue Yan melintas, tapi teknik ini terlalu kuat, seperti kutukan yang manis. “Qing Lin… maafkan aku. Ini… untuk warisan.”

Mereka jatuh ke lantai gua yang empuk, ditutupi lumut hangat seperti tempat tidur. Jubah mereka melorot pelan, tubuh saling menempel. Ciuman pertama Qing Lin lembut tapi lapar, bibirnya menyentuh bibir Ling Chen seperti ombak yang menyapu pantai. Ling Chen membalas, tangannya membelai punggung Qing Lin yang halus, merasakan panas yin yang lembut bercampur dengan yang-nya yang kuat.

Teknik rangsangan semakin intens. Setiap sentuhan seperti ledakan qi, membuat mereka tak bisa berhenti. Qing Lin mengerang pelan saat Ling Chen mencium lehernya, tangannya mencengkeram bahu Ling Chen erat. Mereka berguling pelan, tubuh menyatu dalam pelukan yang semakin dalam. Hasrat jiwa mereka terbakar, membuat hubungan intim tak terhindarkan—seperti ritual suci yang menyatukan yin dan yang, api dan air, dalam ekstasi abadi.

Waktu terasa berhenti. Di puncaknya, energi Jantung Nirwana meledak, mengalir ke dantian mereka berdua. Kultivasi mereka melonjak: Ling Chen ke Realm Inti Emas tingkat 5, Qing Lin ke tingkat 6. Ikatan jiwa baru terbentuk—bukan cinta romantis seperti dengan Yue Yan, tapi ikatan saudara yang lebih dalam, penuh kepercayaan dan pengorbanan.

Saat semuanya usai, mereka berbaring saling berpelukan, napas tersengal. Lan Xin muncul lagi, senyumnya penuh persetujuan. “Warisan diterima. Kalian sekarang memiliki Jantung Nirwana—kekuatan untuk melawan iblis tingkat dewa. Gunakan dengan bijak. Pintu keluar ke lapisan ketiga terbuka untuk kalian.”

Sosok Lan Xin menghilang, meninggalkan kristal yang sekarang redup di dada mereka berdua sebagai tanda.

Qing Lin menunduk malu, tapi matanya penuh tekad. “Chen… maafkan aku. Ini… untuk Yue Chan.”

Ling Chen membantunya berdiri, memeluknya sebentar seperti saudara. “Tidak perlu minta maaf. Kita lakukan ini bersama. Sekarang, kita selamatkan Yue Chan dan lawan Hei Yuan.”

Mereka berdua keluar dari gua misterius, kekuatan baru mengalir di tubuh mereka. Di luar, raungan Hei Yuan semakin dekat—pertarungan akhir menanti, tapi sekarang mereka siap.

1
Nanik S
Cukup menarik diawal
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ: hehehe, terimakasih 🙏
total 1 replies
Akagami
mantap
Akagami
Lanjit
Akagami
ok
Akagami
seru
Akagami
mantap
Akagami
Awal yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!