Yang Chi, seorang mahasiswi sekaligus penulis novel amatir, terbangun di dalam dunia ceritanya sendiri setelah menyelesaikan bab tragis tentang kematian sang Permaisuri, Yang Nan. Namun, bukannya menjadi pahlawan, ia justru terjebak dalam tubuh Xiao Xi Huwan, putri dari kerajaan tetangga sekaligus antagonis utama yang baru saja membunuh Permaisuri tersebut.
Kini, Yang Chi harus berhadapan dengan murka Kaisar Long Wei, pria yang seharusnya menjadi pelindung permaisurinya namun kini bersumpah akan memenggal kepala Xiao Xi dengan tangannya sendiri. Berbekal pengetahuannya sebagai penulis tentang rahasia istana dan plot masa depan, Yang Chi harus memutar otak untuk membersihkan namanya, menghindari hukuman mati, dan mengungkap konspirasi gelap yang ternyata jauh berbeda dari apa yang ia tulis di atas kertas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terborgol dan satu ranjang
Yang Chi melongo menatap tangannya yang kini "terborgol" dengan tangan sang Kaisar. Waduh, ini sih judul novelnya harus diganti jadi 'Terikat dengan Kaisar Galak'! batinnya pasrah.
Malam semakin larut di dalam kamar mewah yang kini terasa seperti penjara bagi Yang Chi. Karena tali sutra merah itu tidak terlalu panjang, mereka terpaksa tidur bersebelahan. Yang Chi mengambil posisi di paling ujung kasur, memunggungi Long Wei dengan jarak sejauh mungkin yang bisa dicapai tali itu.
Namun, ada satu masalah besar: Di dunia nyata, Yang Chi adalah tipe orang yang kalau tidur "lasak" alias tidak bisa diam. Baginya, bantal guling adalah benda wajib yang harus dipeluk erat.
Saat jarum jam pasir terus menetes dan suasana kamar menjadi sunyi senyap, Yang Chi akhirnya jatuh ke alam bawah sadar yang dalam. Dalam mimpinya, ia merasa sedang berada di kamarnya yang nyaman dan sedang memeluk guling empuk kesayangannya.
Sret... guling... empuk banget... batin Yang Chi dalam mimpinya.
Tanpa sadar, tubuh Yang Chi mulai berguling ke tengah ranjang. Karena tangannya terikat dengan tangan Long Wei, gerakan itu menarik tubuh sang Kaisar sedikit. Yang Chi kemudian mengangkat kakinya dan mengalungkan tangannya, memeluk Long Wei dengan sangat erat, seolah-olah pria perkasa itu adalah guling raksasa.
Kepala Yang Chi masuk ke ceruk leher Long Wei, sementara kakinya menindih kaki panjang sang Kaisar. Ia bahkan sempat menggumam kecil sambil menguselkan wajahnya ke dada bidang Long Wei yang hangat.
Long Wei, yang sebenarnya memiliki tidur yang sangat sensitif sebagai seorang prajurit, langsung terjaga. Matanya terbuka lebar di kegelapan. Ia membeku. Seumur hidupnya, tidak ada wanita yang berani memperlakukannya seperti ini, apalagi wanita yang baru saja dituduh membunuh istrinya.
Ia bisa merasakan napas teratur Yang Chi yang mengenai lehernya dan aroma lembut—bukan aroma bunga yang menyengat seperti Xiao Xi biasanya, melainkan aroma yang lebih alami dan menenangkan.
Long Wei menunduk, menatap wajah tidur Yang Chi yang tampak sangat polos dan tidak berdosa di bawah sinar rembulan yang masuk dari celah jendela. Kemarahan yang tadi meluap-luap entah kenapa sedikit mereda, digantikan oleh rasa bingung yang luar biasa.
"Wanita ini... apakah dia benar-benar Xiao Xi yang jahat itu?" bisik Long Wei pelan.
Ia mencoba melepaskan pelukan Yang Chi, namun gadis itu malah semakin mempererat pelukannya dan menggumam, "Jangan pergi... gulingnya jangan diambil..."
Long Wei menghela napas panjang, wajahnya memerah karena malu meskipun tidak ada orang lain di sana. Terpaksa, kaisar yang ditakuti seluruh negeri itu hanya bisa diam mematung, membiarkan dirinya dijadikan "guling" oleh penulis novel yang sedang nyasar di dunianya sendiri.
Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah-celah jendela ukir, menyinari wajah Yang Chi yang masih terlelap. Saat kesadarannya perlahan pulih, ia merasakan kehangatan yang luar biasa menyelimuti tubuhnya. Rasanya sangat nyaman, jauh lebih empuk dan hangat daripada guling di apartemennya.
Namun, saat ia mencoba bergerak, ia merasa ada beban berat yang melingkar di pinggangnya. Yang Chi membuka matanya sedikit demi sedikit, mengerjap-ngerjapkan mata karena silau.
Detik berikutnya, jantungnya serasa berhenti berdetak.
Di depannya, hanya berjarak beberapa senti, adalah wajah tampan Long Wei yang masih terpejam. Yang Chi tersentak saat menyadari bahwa bukan hanya dirinya yang memeluk pria itu, tapi tangan kekar Long Wei juga melingkar erat di pinggangnya, menarik tubuh kecil Yang Chi hingga tidak ada celah di antara mereka.
"Aduhhh! Kok bisa sih?!" pekik Yang Chi spontan, suaranya melengking karena kaget.
Ia refleks mencoba menjauh, namun tali sutra merah yang masih mengikat pergelangan tangan mereka justru membuat gerakannya terbatas. Tarikan mendadak itu membuat tubuh Long Wei ikut terguncang.
Mata tajam Long Wei terbuka seketika. Sorot mata yang biasanya dingin itu tampak sedikit linglung karena baru bangun tidur, namun segera berubah menjadi tajam begitu melihat wajah panik Yang Chi.
"Kenapa kau berteriak?" suara bariton Long Wei terdengar serak khas orang bangun tidur, yang entah kenapa terdengar sangat seksi namun tetap mengintimidasi.
"Itu... Tuan! Tangan Anda! Kenapa memeluk saya seerat ini?!" tuduh Yang Chi sambil menunjuk lengan Long Wei yang masih nempel di pinggangnya. "Saya ini tahanan, bukan bantal!"
Long Wei tertegun sejenak, baru menyadari posisi mereka yang sangat intim. Ia segera menarik tangannya dengan canggung dan berdeham keras, mencoba mengembalikan wibawanya yang runtuh.
"Kau yang mulai duluan tadi malam," jawab Long Wei dingin sambil beranjak duduk, meski tangannya masih terikat dengan tangan Yang Chi. "Kau menindihku seperti orang kelaparan. Aku hanya memastikan kau tidak jatuh dari kasur dan mencoba lari lewat jendela."
"Enak saja! Saya tidak mungkin begitu!" bantah Yang Chi dengan wajah semerah tomat. Aduh, apa iya aku separah itu kalau tidur? batinnya malu sendiri.
Tiba-tiba, suara ketukan pintu terdengar dari luar.
"Baginda? Hamba Li Xuan datang membawa laporan mengenai pergerakan di perbatasan," suara berat seorang pria terdengar dari balik pintu.
Yang Chi membeku. Li Xuan. Paman pengkhianat itu datang lebih cepat dari dugaannya.
"Mati aku, itu pamanmu yang jahat!" bisik Yang Chi panik sambil menarik-narik tali di tangan Long Wei. "Jangan biarkan dia masuk sekarang! Kita masih dalam posisi begini!"