NovelToon NovelToon
Father'S Beloved Adopted Daughter

Father'S Beloved Adopted Daughter

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Roh Supernatural / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Ada yang bilang anak perempuan itu kesayangan ayahnya
tapi, Anisa bukan putri kandung keluarga ini
Ia anak adopsi yang kebetulan bertemu dengan James Arthur didepan panti asuhannya.
Pertama kali melihat Anisa James langsung membawanya.
Anisa menjadi kesayangan James saja nyawanya hampir dalam bahaya.
Karena Anisa sadar ia kesayangan pria yang dianggapnya ayah sekarang semua bahaya itu ia tantang seperti masalah kecil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah...

Kejadian seminggu lalu membuat keluarga besar kaget. Kabar tentang Alexa Alba yang tak berkutik di bawah kuasa telekinesis anak kecil berumur sepuluh tahun, membuat mereka sama sekali tak percaya jika itu adalah asli.

Mereka juga mendengar kabar kalo James mengadopsi anak yang merupakan asal usulnya dari panti asuhan.

Mereka juga terkejut lagi dengan kabar kalo anak ini perpaduan dari James Arthur dan Rosa Alba.

Benar-benar berita yang membuat keluarga besar Oceanus syok dan keluarga inti Oceanus berpikir keras untuk menangani masalah ini.

Semua keluarga tahu kalo kemampuan milik keluarga ini rahasia dan siapapun yang tahu harus tutup mulut jika ada yang tahu mereka akan di hukum secara kekeluargaan dan tanpa publik tahu hukuman apa yang mereka dapatkan. Keluarga inti Oceanus sangat ketat bahkan sangat menjaga rahasia mereka.

"Aku akan menemui putraku!" Ayah James, Zachary Spatium Oceanus.

"Jangan!" Cegah ibu James, Stella Spatium Oceanus.

"Benar apa yang di katakan istrimu Hary, jangan kau langsung datangi putramu. Biarkan ini menjadi masalahnya kita hanya akan mendengar berita ini tanpa tindakan dulu. Sepertinya istrimu memiliki firasat lain."

Penjelasan dari ibu nya atau Nenek dari James membuat semua orang keluarga inti ikutan menahan diri seperti yang Zachary lakukan.

******

Saat krisis kepercayaan keluarga inti yang merupakan keluarganya sendiri di alaminya dengan jelas James tak memperdulikannya bahkan lebih sibuk dari biasa.

Harinya di habiskan bekerja dan bermain dengan Anisa sesekali berdebat dan makan camilan menunggu hari gelap.

Di hari Minggu biasanya akan pergi jalan-jalan tapi, kali ini Anisa memilih di rumah dan duduk diam di dekat taman depan air mancur.

"Anak itu tidak mengajakku keluar atau mengatakan apapun hari ini?"

"Nona juga tidak memiliki senyum pagi yang biasa pelayan bilang ketika bangun nona selalu menyapa mereka duluan dengan senyuman."

James yang memandanginya dari jendela ruang kerjanya, mengarah langsung ketaman tempat Anisa duduk sendirian menatap air mancur.

"Beberapa kali anak itu menghela nafasnya, apa beban hidupnya begitu berat?"

"Tidak mungkin Tuan, anak sekecil itu memikirkan apa?" Sahutan dari Silva membuat James setuju.

Bagaimana pun ia mungkin hanya butuh waktu tenang.

Di depan air mancur sebenarnya Anisa memandanginya penuh pikiran yang sebenarnya tak penting tapi, ia jauh berpikir seperti orang dewasa karena kebiasaannya melihat hal yang tidak seharusnya ia lihat di panti asuhan lalu mendengar pembicaraan yang tak bisa ia pahami tapi, ia akhirnya paham setelah mengulangi nya beberapa kali pembicaraan yang ia dengar dalam ingatannya.

Sekarang Anisa berpikir bagaimana ia akan dewasa di rumah ini.

James harus menikah dan tak bisa terus menerus mengurusi nya yang bukan putri kandungnya bahkan, perempuan yang di sebut Alexa Alba kemarin adalah saudari kandung dari Rosa Alba yang katanya ibu kandung Anisa.

"Tidak mungkin perempuan itu jahat membuang ku, aku tahu tidak semua perempuan baik dan tidak semua ibu itu malaikat tapi, mereka sengaja melahirkan anaknya untuk balas dendam atau untuk menyayanginya, aku untuk apa ibu melahirkan ku jika aku di bawa ke panti asuhan."

"Aku tahu.. Kau hanya perlu jadi putri kesayanganku, itu jawabannya..." Kaget karena isi pikirannya keluar lewat mulutnya terdengar olehnya.

"Kau memikirkan masalah sebulan lalu itu, kukira kau melupakannya, kau juga kadang menguping didepan ruang kerja ku ya?"

Anisa menggeleng dan turun dari kursi menatap James yang duduk di hadapannya.

"Anda tidak perlu khawatir tentang saya jika anda menikah nanti karena saya sudah mengatur rencana hidup saya saat anda menikah, itu mudah." Senyuman dan kedipan sebelah matanya membuat James berdebar, begitu menggemaskan.

Dia selalu mengalihkan pembicaraan jika hampir ketahuan bersalah.

"Kali ini kau tidak menyapa para pelayanmu seperti biasa ternyata kau banyak pikiran seperti orang tua ya."

"Ih Ayah aku tidak tua aku anak-anak tau!"

"Ya ya.. Terserahmu."

Kembali diam dan berbalik pergi meninggalkan ayahnya yang datang untuk menemaninya berpikir.

"Kau!"

Berbalik melihat seseorang memanggilnya.

"Sudah mau gelap ayah, ayo masuk nanti ayah sakit aku pusing harus mengurus nya."

"Anak kurang ajar." Menghela nafasnya berjalan mengikuti Anisa yang berjalan masuk kedalam rumah.

Tiba-tiba langkah yang baru selangkah menaiki tangga teras rumah dari dalam Silva datang dengan tergesah.

"Ada pesan dari Nyonya untuk anda yang harus datang dalam acara ulang tahun pernikahan beliau besok."

"Hah?" Bingung.

Tak biasanya ayah dan ibunya mengadakan acara itu biasanya hanya makan bersama berduaan saja tapi, kenapa sekarang malah mengundangnya.

"Ini aneh?"

Silva bingung harus menjawab apa tapi, ponsel yang ia berikan sedang tersambung telpon dan Tuannya dengan santai bicara aneh.

"Halo, James... Kau tak mengangkat telpon ibumu, ayah menelpon ke ponsel asistenmu!"

Suara besar dan tegas itu membuatnya menaikkan sebelah alisnya di tambah Anisa kebingungan melihatnya sampai lehernya sakit dan menoleh kebelakang Silva ada Sol dan Mina menunggunya.

"Nona kemarilah." Panggil Sol dengan suara berbisik yang ia pahami.

"Nona silakan." Silva memberikan jalan untuk Anisa lewat.

Oh, sepertinya ini Anisa di larang ikut bicara lebih baik pergi saja.

"Iya Nenek Sol, Anisa datang!" Suara ceria lengkap senyuman lebar dan wajahnya berseri-seri.

"Ayah dengar suara anak itu." Suara di telpon itu lagi membuat James menaikkan lagi sebelah alisnya.

"Aku tidak mau datang, tidak biasanya pesta ini, aku curiga ?"

"Kurang ajar kau ya, tidak ada penolakan mau tidak mau kau harus datang atau pesta ibu dan ayah akan pindah ke rumahmu."

Menghela nafasnya dan mematikan sambungan telpon tanpa kalimat penutup.

Silva menatap ketakutan, apa ini akan jadi hari terakhirnya kerja karena mematikan sambungan telpon Tuan besar di lakukan Tuan muda tapi yang di gunakan ponselnya.

James yang duduk di tepi kasurnya di kamarnya menatap kosong kedepan selama dua jam hingga lanjut sampai tiga jam berlalu.

Akhirnya James menghubungi orang yang ia tahu mengurus data keluarga di negara ini.

James memasukkan nama Anisa Arthur Oceanus dalam catatan keluarga negara ini secara sah.

Tak lama setelah menelpon ia mendapatkan imail dokumennya.

Semua masalahnya selesai dan sekarang James bisa memejamkan matanya dengan tenang.

Di saat yang sama Anisa memperhatikan keluar jendela saat sinar rembulan masuk dari celah horden saat kamarnya hanya di terangi lampu tidur.

Anisa turun dari kasurnya dan membawa turun boneka kelinci besar berwarna pink yang ia beli di pekan raya bersama ayahnya.

Lorong kamarnya yang dekat ruang kerja ayah dan juga kamar ayahnya terasa menyeramkan dengan lampu yang hanya tertempel didinding tidak terang.

Sampai didepan pintu kamarnya Anita membukanya karena tidak rapat tertutup.

"Ayah..."

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
jangan kasih ampun
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
hajarrr
Jijah Atul
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!