NovelToon NovelToon
Aku Bisa Memanggil Mahluk Dari Masa Depan

Aku Bisa Memanggil Mahluk Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Dunia Masa Depan
Popularitas:873
Nilai: 5
Nama Author: Back Dragon

Beberapa tahun lalu, berbagai celah ruang-waktu bermunculan, dan Blue Star pun memasuki era supranatural. Setiap orang memiliki kesempatan untuk membangkitkan “panel permainan”.

Lu Heng secara tak terduga membangkitkan kelas Summoner. Namun, makhluk-makhluk panggilannya tampaknya… agak tidak biasa.

……

【Si Bulat Daging】: Sebagai keturunan Dewa Jahat, setiap kali ia dimakan, ia justru menjadi semakin kuat. Ia juga mampu membuat musuh terjerumus ke dalam kekacauan persepsi.

【Anjing Mesum】: Sebagai kaki tangan yang setia, ia dapat berpindah tempat secara instan dan menampar orang, bahkan memutus semua skill lawan.

【Prajurit Medis】: Memiliki kemampuan menukar kondisi luka, dan juga bisa diam-diam mencuri organ milik orang lain.

【Zirah Keadilan】: Makhluk simbiotik yang dipenuhi energi positif. Bukan hanya memiliki daya tempur yang sangat tinggi, ia juga dapat berdiri di puncak moral untuk mengecam musuh, membuat lawan…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Back Dragon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 Tidak Ada Yang Lebih Sampah Dariku! Tidak Ada!

Lu Heng berdeham pelan lalu menoleh ke samping.

“Ehm… soal rasa itu sebenarnya acak. Tadi yang kumakan rasanya pai apel. Mungkin saja kamu lagi kurang beruntung.”

Di deskripsinya memang tertulis bahwa rasanya bisa berubah-ubah, dan tiap orang merasakan rasa yang berbeda.

“Kalau begitu poin atributnya? Kenapa poin atributnya juga nggak ada?!” teriak si Gendut frustrasi.

“Ya… kan sudah kubilang, semuanya acak.” Lu Heng sengaja menghindari tatapan matanya, berkata dengan perasaan bersalah, “Tapi tenang saja, benda ini dimakan nggak ada efek sampingnya.”

Meski tahu dirinya jelas-jelas tertipu, si Gendut hanya bisa menghela napas panjang.

“Sudahlah. Kita ke sekolah saja, cari kepala sekolah buat pindah jurusan.”

……

Setengah jam kemudian.

Keduanya langsung tiba di kantor kepala sekolah.

Kepala sekolah adalah pria paruh baya dengan gaya rambut “mediterania”—bagian atas kepalanya botak mengilap, hanya tersisa beberapa helai rambut tipis yang terkulai di pinggir.

Setelah mereka menjelaskan permohonan pindah kelas, prosesnya berjalan sangat lancar.

Siapa pun siswa yang telah menjadi Awakener berhak pindah ke kelas Lingwu tanpa syarat.

“Lu Heng, terbangun sebagai Summoner.”

“Cheng Gou, terbangun dengan kemampuan Deteksi Titik Lemah.”

Kepala sekolah menandatangani berkas dengan wajah sumringah, lalu tertawa,

“Bagus, bagus… sekolah kita kedatangan dua jenderal baru lagi!”

“Kalian berdua sudah ditempatkan di Kelas Lingwu 2. Besok pagi langsung masuk saja.”

“Namun sebelumnya kalian dari jurusan Teknik Sipil dengan biaya 2.800, sedangkan kelas Lingwu 9.600. Jadi sebaiknya sekarang melunasi kekurangannya.” katanya sambil tersenyum ramah, menunjuk kode QR di sampingnya.

Lu Heng berdeham dan membuka saldo ponselnya.

“Pak… sisa uang saya cuma 1.025 yuan. Bisa bayar nanti saja?”

“Ah, bayar sebagian juga tetap bayar. Scan saja dulu seribu.” jawab kepala sekolah dengan senyum lebar.

Sudut bibir Lu Heng berkedut.

Sialan… tinggal segini doang, masih disisain 25?

Namun demi mimpi menjadi manusia super, masuk kelas Lingwu adalah syarat mutlak. Dengan hati pedih, ia tetap mentransfer 1.000 yuan.

Cheng Gou pun membayar sekitar seribu lebih.

“Bagus!” Kepala sekolah menepuk bahu mereka.

“Kalian berdua punya bakat yang bagus. Coba kejar gelar Bintang Super. Selama diakui sebagai yang terkuat di kelas, gelar itu milik kalian.”

“Keuntungannya? Sumber daya tiga kali lipat, kesempatan pelatihan privat satu lawan satu dengan mentor, juga lebih banyak beasiswa. Pokoknya peluangnya melimpah.”

“Semangat! Saya harap kalian bisa menciptakan nama besar di Akademi Vokasi Jiudaogou!”

Setelah serangkaian dorongan semangat dari kepala sekolah, Lu Heng dan si Gendut meninggalkan kantor.

……

Keesokan paginya.

Lu Heng dan si Gendut berjalan bersama menuju kelas Lingwu 2.

Meski biaya sekolahnya bikin hati perih, Lu Heng tetap menantikan pelajaran yang akan datang.

“Kemarin kepala sekolah bilang soal Bintang Super, kamu tertarik?” tanya si Gendut.

“Tentu saja! Itu sumber daya tiga kali lipat. Selangkah lebih cepat berarti selangkah demi selangkah lebih unggul. Semakin banyak sumber daya, semakin mudah memperlebar jarak!”

Senyum percaya diri terukir di bibir Lu Heng.

“Yang kuat makin kuat, yang lemah makin tertinggal. Gelar itu harus direbut habis-habisan.”

“Kamu benar!” Mata si Gendut pun dipenuhi tekad.

Dalam hati, Lu Heng mulai berangan-angan.

Sekarang dia juga seorang Awakener. Bukan lagi orang tak terlihat seperti dulu. Mulai sekarang, sudah waktunya tampil mencolok.

Tak perlu banyak bicara. Begitu masuk kelas nanti, dia akan langsung mengumumkan niatnya merebut gelar Bintang Super!

Pasti akan ada yang meremehkannya lalu menantangnya.

Dan dia hanya perlu menyebut gelar Summoner, memanggil hewan suci andalannya, lalu mengalahkan semuanya!

Di tengah tatapan terkejut seluruh kelas, dia akan merebut gelar Bintang Super.

Tak lama kemudian, lebih banyak sumber daya akan mengalir padanya, bimbingan guru ternama, level naik semakin cepat, menjadi yang terkuat di sekolah, lalu perlahan mencapai puncak kehidupan!

Ha! Hidup ala novel power-fantasy milikku akan segera dimulai!

Lu Heng mengepalkan tinju. Hanya dengan membayangkannya saja darahnya sudah mendidih.

Mereka pun tiba di depan pintu Kelas Lingwu 2.

Lu Heng menarik napas dalam-dalam, menenangkan diri, lalu membuka pintu perlahan.

Begitu pintu terbuka, seorang siswa bertubuh tinggi besar langsung berlari menghampiri. Ia menggenggam tangan Lu Heng dengan penuh semangat.

“Halo! Namaku Jiang Che, Bintang Super kelas ini. Katanya kamu Summoner baru itu, ya?”

Sudut bibir Lu Heng terangkat miring.

Hm, akhirnya datang juga!

Inikah penantangku?

Namun sebelum ia sempat menantang, Jiang Che sudah lebih dulu memujinya habis-habisan.

“Summoner pasti kuat, kan! Katanya minimal bakatnya tingkat Emas!”

“Asal Summoner berkembang, dia itu bom nuklir humanoid yang bisa mengguncang ras asing! Satu orang setara satu pasukan!”

“Bahkan tanpa melihat kemampuanmu pun, aku tahu kamu pasti hebat! Masa depanmu pasti tak terbatas!”

Lu Heng sampai merasa malu dipuji begitu. Tapi segera ia waspada.

Tunggu… jangan-jangan ini taktik buat menurunkan kewaspadaanku?

Tahu siswa baru pasti menantang, jadi dia mau membuatku menyerah?

Huh, terlalu naif!

Lu Heng berkata lugas,

“Kalau begitu, tak perlu basa-basi. Aku ingin bersaing memperebutkan gelar Bintang Super!”

“Apa?! Bagus sekali!” Jiang Che malah tampak sangat gembira.

“Kalau tahu begitu, tadi nggak perlu capek-capek ngomong panjang!”

“Baiklah! Aku putuskan sekarang juga menyerahkan lencana Bintang Super kepadamu! Mulai sekarang kamu yang terkuat di kelas ini!”

Tanpa ragu ia melepas lencana di bajunya dan langsung menyematkannya pada Lu Heng.

“Hah?” Lu Heng bengong.

“Kita nggak perlu lewat proses apa-apa? Adu kekuatan dulu, tes kemampuan, atau semacamnya?”

“Ah, buang-buang waktu saja!” Jiang Che melambaikan tangan besar.

“Aku umumkan! Lu Heng adalah yang terkuat di kelas kita! Dia bos kita, kita semua anak buahnya!”

“Yang setuju, angkat tangan!”

Sekejap, para siswa di belakang langsung mengangkat tangan.

“Wuhu! Setuju!”

“Aku setuju!”

“Aku juga!”

Teriakan mereka begitu antusias hingga terasa aneh bagi Lu Heng.

“Tunggu dulu!” Lu Heng buru-buru mengangkat tangan.

“Apa aku salah paham…?”

Kenapa semua orang begitu senang mendorong gelar ini padanya?

Bukannya kepala sekolah bilang Bintang Super punya lebih banyak sumber daya? Kenapa tak ada yang menginginkannya?

“Tidak ada salah paham! Gelar itu memang milik yang terkuat! Kamu Summoner terhormat, minimal bakat Emas, pasti lebih kuat dariku!”

Jiang Che tertawa keras.

“Kamu tahu nggak? Sebenarnya kemampuanku paling sampah di kelas ini. Mereka saja yang memaksaku jadi Bintang Super.”

“Hah? Aku makin nggak paham.” Lu Heng tertegun.

Jiang Che menjelaskan,

“Aku terbangun dengan bakat tingkat Perunggu Hitam: ‘Kekuatan Kedaluwarsa’. Bisa membuat makanan apa pun langsung basi! Menurutmu itu nggak sampah?”

Lu Heng bingung.

“Kalau begitu, kenapa sebelumnya kamu bisa jadi Bintang Super?”

“Karena dia bohong! Justru kemampuanku yang paling sampah!” Tiba-tiba siswa lain berteriak.

“Tahu bakatku apa? Memanggil satu kecoa! Coba bilang, apa gunanya kecoa?!”

“Ah, itu belum apa-apa! Kemampuanku mewarnai rambut orang jadi hijau dan bikin botak dalam tiga hari! Nggak cuma nggak berguna, tapi bisa bikin dipukul orang!”

“Omong kosong! Aku bisa langsung memotong kuku orang! Itu lebih nggak berguna!”

“Tidak, tidak, bakatku yang paling sampah! Aku bisa membuat ‘adik kecil’ orang lain berdiri!”

“Aku bisa mengubah cabai jadi asin!”

“Aku bisa bikin jaket bulu nggak hangat!”

“Aku kalau minum air jadi sendawa terus!”

“Tutup semua! Siapa yang lebih sampah dariku?!” teriak seseorang sambil berdiri di atas meja.

Ia membuka bajunya.

“Lihat baik-baik!”

Cahaya putih melintas di dadanya.

Lalu…

Tidak terjadi apa-apa.

“Benar! Bakatku adalah melepaskan udara! Kalian bilang, apa perlu kemampuan seperti ini dibangkitkan?!”

“Tidak ada yang lebih sampah dariku! Tidak ada!”

Bersambung.

1
EAKK
.
Khusus Game
bagus k. Cuman kalo bisa... covernya lebih menarik lagi🙏
Khusus Game: nahh.. jadi lebih GG👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!