NovelToon NovelToon
Sistem Penebusan Hantu

Sistem Penebusan Hantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Hantu
Popularitas:438
Nilai: 5
Nama Author: Lady Y

Terbangun tanpa ingatan dan identitas yang tercatat, Ezra mengandalkan sistem aneh untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Sejak saat itu dia mulai berinteraksi dengan hantu, melakukan penebusan untuk mereka, dan menciptakan berbagai kisah aneh yang abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5 - Demi Sebuah Gelar

Saat polisi tiba di tempat kejadian, sungguh kebetulan itu adalah wajah-wajah yang familiar. Rhea bersidekap dada, matanya mengamati Ezra dari atas ke bawah, bertanya-tanya bagaimana orang ini bisa mengalami hal-hal aneh setiap saat.

Merasakan pengamatan dan rasa ingin tahu dari rekan-rekan polisi, Ezra pura-pura tidak menyadarinya, dia hanya mengamati langit biru berhias awan putih di kejauhan.

"Setelah pemeriksaan TKP selesai, silahkan pulang bersama kami untuk membuat pernyataan." Kapten Yudha menepuk-nepuk bahu Ezra dengan jenaka, mengagumi keberuntungan pria ini.

"Ezra, kamu merencanakan adegan sepenuh hati, mengapa tidak terus melanjutkan, misalnya berpura-pura terkejut atau takut? Bukankah kamu terlalu tenang saat ini?" Meskipun tahu dia hanya hantu yang keberadaannya tidak akan disadari oleh manusia biasa, hantu wanita itu berbisik pada Ezra dengan suara yang sengaja dikecilkan.

Bisikan di dekat telinga itu menghasilkan udara dingin, membuat bulu kuduk beberapa orang disana berdiri.

Ezra menatap hantu wanita itu, memutar matanya dengan malas, "Polisi disini mengenalku, mereka tahu aku tidak akan takut dengan hal seperti ini." Dia mengikuti teladan sang hantu dan ikut berbisik mengecilkan suaranya.

"Apakah kamu juga polisi?" Hantu itu berkedip polos, sebagai mahasiswa, dipenuhi rasa ingin tahu adalah syarat paling dasar.

Ezra menggelengkan kepalanya.

"Mayat ini masih baru, mungkin baru 2 atau 3 hari." Dokter forensik yang tiba terlambat segera memberikan komentar hanya dengan sekilas pandang.

"Jadi, kamu hantu baru?" Tanya Ezra, dia tidak mengharapkannya.

"Ya, dokter ini sangat hebat, dia bisa menebaknya." Hantu wanita itu bertepuk tangan untuk memberikan pujian.

"Sebenarnya kemarin aku hampir saja menjadi hantu jahat. Namun, untungnya kewarasanku kembali tepat waktu. Ezra, aku bersyukur bertemu kamu dengan cepat, jika terlambat beberapa hari lagi, aku mungkin menjadi gila dan benar-benar menjadi hantu jahat, terima kasih." Dia melanjutkan.

Ezra terdiam, seorang mahasiswa dengan cita-cita mendapatkan gelar sarjana, dia dibunuh dan tubuhnya dilecehkan, bagaimana mungkin dia tidak menjadi hantu jahat setelah kematiannya? Dia masih terlalu baik, sedikit kebaikan dihatinya membuat ia ragu-ragu dan akhirnya mempertahankan sisa kewarasan yang hampir hilang.

Setelah beberapa pemeriksaan, dokter itu memberikan isyarat maaf dan menyentuh area terlarang itu, alisnya berkerut, antara kemarahan dan kelegaan.

Hantu wanita yang tak berdaya itu melihat tubuhnya diperiksa, dia memeluk lengan Ezra, terlalu malu untuk melihat tubuhnya yang sudah jelek dan membusuk itu, air mata darah diam-diam mengalir lagi.

"Dugaan awal, ini adalah pembunuhan karena nafsu. Masih ada sisa cairan di tempat itu, berdasarkan waktu perkiraan kematian korban dan kemampuan cairan itu bertahan di dalam sana, kita masih bisa menemukan pelaku dari DNA yang tertinggal." Ungkap dokter forensik.

"Hei, pria yang membunuhmu cukup bodoh juga, bagaimana mungkin dia tidak membersihkan cairan yang berisi DNA nya itu dari tubuhmu?" Keluh Ezra tak habis pikir.

"Jika kamu tidak menemukanku, menurutmu butuh berapa lama sampai tubuhku ditemukan? DNA itu paling hanya akan bertahan seminggu, jadi mungkin dia tidak peduli." Saat membahas ini, air mata darah hantu itu berjatuhan lagi.

Ezra yang ingin memberikan penghiburan, segera terdiam kaku, hantu wanita itu juga terdiam disisinya.

Saat ini Rhea berjalan mendekati Ezra, matanya menyapu postur tubuh Ezra yang agak aneh, dia juga diam-diam melihat Ezra berbicara sendiri dari tadi. Mau tak mau, matanya menunjukkan sedikit kekhawatiran, mungkinkah cedera kepala Ezra lebih parah dari yang ia kira? Selain menyebabkan kehilangan ingatan, mungkinkah juga membuat pria ini kehilangan kewarasannya?

Hantu wanita itu diam-diam melepaskan lengan Ezra yang sedari tadi dia peluk, dia mengambil beberapa langkah mundur, merasa bersalah tanpa alasan.

Ezra hanya bisa melihat kepergian hantu itu dengan tidak berdaya, dia menatap Rhea yang dipenuhi kecurigaan dan kekhawatiran, mulai merasakan sakit kepala lagi.

Akhirnya Rhea mengambil langkah mendekat, dia berdiri di sebelah Ezra dalam diam, menunggu penyelidikan di TKP ini selesai.

Waktu berlalu, saat Ezra akhirnya selesai membuat pernyataan di kantor polisi, langit mulai nampak berwarna oranye.

Dia mengambil nafas dalam-dalam. polisi dengan cepat menemukan identitas mayat itu berdasarkan laporan orang hilang terbaru, sehingga ibu dari hantu wanita itu telah diberitahu, mayatnya akan dapat segera diambil dan dikuburkan setelah tersangka berhasil diidentifikasi melalui DNA yang tersisa. Saat pembunuh itu tertangkap, Ezra percaya bahwa hukum yang diberikan akan dilaksanakan seadil-adilnya.

Sehingga hanya tersisa satu permasalahan yang tertinggal, yaitu... Bagaimana membantu hantu mendapatkan gelar sarjana?

[Mengapa tidak melakukan apa yang kamu lakukan saat kasus John]

Melihat Ezra yang berantakan di terpa angin, Sistem tidak tahan untuk tidak membantu memberikan saran.

"Maksudmu?"

[Bilang saja hantu wanita itu mendatangimu dalam mimpi, meminta bantuanmu untuk memberinya gelar sarjana]

Ezra menahan keinginan untuk memutar matanya dan menjawab dengan kesal, "Itu tidak masuk akal, tidak ada alasan mengapa dia harus muncul dalam mimpiku. Jika aku benar-benar menjelaskan demikian, yang ada aku hanya akan dianggap gila."

[Kalau tidak bisa seperti itu... Lalu gunakan kemampuan Cermin Karma, toh sejak mereka menyelidiki kasus ini, sudah ada karma yang mengikat. Biarkan hantu itu masuk ke mimpi ibunya, polisi, atau bahkan pihak universitas... Jika banyak orang yang memimpikannya secara bersamaan, bukankah mereka akan menganggapnya nyata]

Ezra membuka mulutnya untuk membantah, namun ia segera menutupnya kembali. Sepertinya cara yang dijelaskan sistem cukup masuk akal, meskipun terdengar bodoh, tapi sepertinya juga sangat brilian. Kalau begitu... Lakukan saja! Toh dia juga tidak bisa memikirkan cara lain.

Jadi, malam itu banyak sekali orang memimpikan hal yang sama, mereka memimpikan seorang mahasiswa yang menuntut gelar sarjananya.

Ibu wanita itu adalah yang pertama tidak tahan, dia datang ke kantor polisi dan menjelaskan dengan emosional, dia terlihat tak berdaya dan bersalah.

"Pak, tidak bisakah kamu membantu putriku mendapatkan gelar sarjana? Dia datang kemimpiku, itu mimpi yang sangat nyata. Pak, tolong bantu aku sekali, biarkan putriku pergi dengan tenang, ya?"

Kapten Yudha memejamkan matanya, dia punya banyak sekali keraguan saat ini. Misalnya... Benarkah hantu bisa memasuki mimpi?

Kapten Yudha adalah seseorang yang sangat berpendidikan, dengan wawasannya saat ini, dia tahu hantu itu ada, tapi dia tidak pernah mendengar kasus seperti ini. Namun, baru dua hari yang lalu John muncul dalam mimpi Ezra untuk meminta bantuannya menemukan tubuhnya yang terkubur selama lebih dari dua tahun, dia diam-diam juga mendengar bahwa malam setelah tubuh John ditemukan, John datang sendiri ke mimpi kekasih dan orang tuanya untuk berpamitan.

Hari ini bahkan lebih keterlaluan, dibandingkan meminta pelaku pembunuhannya di hukum, hantu korban malah meminta sebuah gelar. Jika itu hanya mimpi ibunya saja, mungkin itu hanya kebetulan, namun dia sendiri juga memimpikannya, beberapa bawahan juga memimpikannya, bahkan rektor, dosen dan mahasiswa dari Universitas tempat korban belajar juga memimpikannya.

Ibu korban menangis lagi, mengatakan bahwa semuanya karena dia yang meminta putrinya untuk mengejar pendidikan tinggi. Karena permintaan ini, putrinya malah tidak bisa pergi dengan tenang.

Kapten Yudha memijat pelipisnya yang mulai sakit, masalahnya korban masih tergolong mahasiswa baru, dia belum ada penelitian apalagi tugas akhir, SKS yang sudah dia tempuh juga tidak mencukupi, bagaimana meloloskannya agar korban bisa segera mendapatkan gelar sarjana?

Mendapatkan gelar dan memalsukan ijazah tidak mungkin dilakukan begitu saja, bukan? Bahkan dengan kuasanya sebagai kapten polisi, dia tidak begitu berani semena-mena.

Membantu Ezra mendapatkan kartu Identitas adalah hal yang mudah selama tidak ada catatan kriminal, namun sebuah gelar secara legal memiliki bobot yang besar, itu bisa menentukan masa depan seseorang. meskipun yang bersangkutan sudah tiada, sebuah gelar tetap saja memiliki bobot tertentu, yang tidak bisa diberikan begitu saja.

Dan Ezra, yang masih berbaring santai di kamar asrama sepertinya merasakan sesuatu, dia tertawa ringan, biarkan lebih banyak orang pusing memikirkan cara memberikan gelar sarjana kepada hantu.

Sebenarnya, jika aturan tidak perlu diikuti, apa susahnya langsung memberikan gelar, toh tidak akan rugi, masalahnya adalah apakah pihak universitas akan setuju, semua tergantung keputusan mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!