NovelToon NovelToon
Bercerai? Siapa Takut! Aku Punya 7 Kakak Sultan

Bercerai? Siapa Takut! Aku Punya 7 Kakak Sultan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Selingkuh / Balas Dendam / Pelakor / Hari Kiamat / Ruang Ajaib
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

"Tandatangani surat cerai ini dan pergi dari rumahku! Kau hanyalah wanita yatim piatu yang tidak berguna bagi karierku!"

Tiga tahun pengabdian Alana sebagai istri yang penurut berakhir dengan selembar kertas dan hinaan pedas dari suaminya, Raka. Tidak hanya diceraikan, Alana juga diusir di tengah hujan badai demi seorang wanita yang diklaim Raka sebagai "pembawa keberuntungan".

Raka tidak tahu, bahwa Alana bukan yatim piatu biasa. Dia adalah putri tunggal Keluarga Adiwangsa yang hilang sepuluh tahun lalu—keluarga penguasa ekonomi negara yang memiliki tujuh putra mahkota.

Saat Alana berjalan gontai di jalanan, sebuah konvoi helikopter dan puluhan mobil mewah mengepungnya. Tujuh pria paling berpengaruh di negeri ini turun dan berlutut di hadapannya.

"Tuan Putri kecil kami sudah ditemukan. Siapa yang berani membuatmu menangis, Dek? Katakan pada Kakak, besok perusahaannya akan rata dengan tanah."

Kini, Alana tidak lagi menunduk. Bersama tujuh kakak "Sultan"-nya yang protektif dan gila

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Ular dalam Sekam dan Iblis yang Terluka

BAB 26: Ular dalam Sekam dan Iblis yang Terluka

Gudang Adiwangsa yang dingin itu dipenuhi oleh aroma pengkhianatan yang busuk. Siska, yang tadinya terlihat hancur, tiba-tiba tertawa kecil di tengah isak tangisnya saat Alana mengancamnya dengan pisau. Tawa itu kering, tajam, dan penuh dengan kebencian yang sudah mendarah daging.

"Kau pikir kau sudah menang, Alana?" Siska mendongak, matanya yang merah menatap Alana dengan kilatan kegilaan. "Kau pikir hanya dengan mengikatku di sini, kau bisa menghapus kenyataan bahwa suamimu lebih memilih tubuhku daripada cintamu yang membosankan itu selama tiga tahun?"

Alana tidak bergeming, namun rahangnya mengeras.

Siska meludahi lantai di depan sepatu Alana. "Raka tidak pernah mencintaimu. Dia hanya mencintai uang keluargamu. Dan aku? Aku mencintai bagaimana dia berlutut di depanku setiap malam sambil menghina namamu. Kau hanya wanita pajangan yang tidak tahu cara memuaskan pria, Alana. Kau... sampah yang beruntung punya darah biru!"

PLAK!

Alana tidak menamparnya dengan tangan, melainkan dengan sisi tumpul pisau lipatnya. Siska tersungkur ke samping, sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah segar.

"Simpan bicaramu untuk neraka, Siska," desis Alana, suaranya kini merendah ke nada yang paling berbahaya. "Kau bicara soal cinta? Kau hanyalah alat yang digunakan Raka untuk menghancurkan harga diriku. Dan sekarang, alat itu sudah rusak dan akan aku buang ke tempat pembuangan sampah terdalam."

"Lakukan saja!" teriak Siska histeris. "Bunuh aku! Tapi kau tidak akan pernah tahu bahwa saat ini, Raka sedang menuju rumah sakit tempat Kenzo dirawat. Dia tidak ke pelabuhan, bodoh! Aku membohongimu! Aku memberimu alamat palsu agar kau pergi menjauh dari pria pemujamu itu!"

Dunia seolah berhenti berputar bagi Alana. Ia mencengkeram kerah daster Siska hingga wanita itu tercekik. "Apa katamu?!"

Siska tersenyum penuh kemenangan di tengah rasa sakitnya. "Raka punya satu tabung gas saraf cair pemberian Wilhelm. Dia tidak akan mengambil darahmu sekarang... dia akan membunuh Kenzo lebih dulu agar kau tahu rasanya kehilangan segalanya dalam satu malam. Dan aku? Aku senang menjadi umpan agar aku bisa melihat wajah hancurmu sekarang!"

Alana melepaskan Siska dengan kasar. Ia menoleh ke arah Bima dan Arya yang sudah bersiap dengan senjata mereka. "Kak! Kita harus kembali ke rumah sakit sekarang! Siska hanya pengalih perhatian!"

"Bawa pelakor ini!" perintah Bima pada anak buahnya. "Jika terjadi sesuatu pada Kenzo, pastikan wanita ini tidak akan pernah melihat matahari besok pagi!"

Di Rumah Sakit Pusat Dirgantara – 30 Menit Kemudian.

Suasana rumah sakit yang tenang berubah menjadi zona perang. Raka Ardiansyah tidak datang sebagai pencuri; ia datang sebagai malaikat maut. Mengenakan seragam perawat yang berlumuran darah petugas asli, Raka berjalan melewati lorong ICU dengan tas medis hitam di tangannya.

Wajahnya tampak mengerikan. Matanya melotot, dan ia terus bergumam sendiri, menyebut-nyebut nama Alana dan Kenzo seperti mantra kematian.

"Darah... nyawa... semuanya harus berakhir," gumam Raka.

Ia masuk ke kamar Kenzo. Di sana, Kenzo sedang tertidur lelap, tidak menyadari maut sedang berdiri di samping ranjangnya. Raka mengeluarkan sebuah tabung kecil berisi cairan kuning kehijauan. Ia tidak segera menyuntikkannya. Ia ingin menikmati momen ini.

Ia mengambil pisau bedah dari meja samping, lalu mengarahkannya ke leher Kenzo. "Kau mengambil segalanya dariku, Kenzo. Perusahaanku, istriku, masa depanku. Sekarang, aku akan mengambil napasmu."

Tepat saat ujung pisau itu menyentuh kulit Kenzo, pintu kamar ICU didobrak dengan sangat keras.

BRAKK!

Alana masuk dengan napas tersengal, diikuti oleh para pengawal Adiwangsa. Ia melihat Raka berdiri di atas tubuh Kenzo yang tak berdaya.

"JANGAN SENTUH DIA, RAKA!" teriak Alana. Suaranya dipenuhi ketakutan yang luar biasa.

Raka menoleh, tersenyum lebar yang memperlihatkan giginya yang berdarah. "Oh, kau datang tepat waktu untuk menonton pertunjukan utamanya, Sayang."

"Letakkan pisaunya, Raka," Alana melangkah maju perlahan, tangannya terbuka untuk menunjukkan ia tidak memegang senjata. "Kau menginginkan aku, bukan? Ambil aku. Lepaskan Kenzo. Wilhelm ingin darahku hidup-hidup, kan? Jika kau membunuh Kenzo di sini, aku akan bunuh diri sekarang juga, dan kau tidak akan mendapatkan apa pun dari Wilhelm!"

Raka tertawa terbahak-bahak, suara tawanya menggema di ruangan yang sempit itu. "Kau pikir aku masih peduli pada uang Wilhelm? Aku ingin melihatmu menderita! Aku ingin kau hidup selamanya dengan bayang-bayang bahwa pria ini mati karena kau!"

Raka mengangkat pisau bedahnya tinggi-tinggi, siap menghujamkannya ke dada Kenzo.

DOR!

Satu tembakan dilepaskan oleh Bima dari ambang pintu, mengenai lengan Raka. Pisau itu jatuh ke lantai. Raka menjerit kesakitan, namun kegilaannya belum berakhir. Dengan tangan satunya, ia meraih tabung gas saraf dan melemparkannya ke lantai hingga pecah.

"JIKA AKU MATI, KITA SEMUA MATI!" teriak Raka.

Asap kuning mulai mengepul dengan cepat.

"EVAKUASI KENZO! SEKARANG!" teriak Alana.

Di tengah kepulan asap yang mulai menyesakkan paru-paru, Alana tidak lari keluar. Ia justru menerjang Kenzo, mencoba mencabut semua selang medis agar bisa membawa pria itu keluar. Raka, yang terluka, merangkak ke arah Alana dan mencengkeram kakinya.

"Kau... tidak boleh... pergi..." Raka terbatuk, darah keluar dari mulutnya akibat gas saraf yang mulai bereaksi di paru-parunya sendiri.

Alana menendang wajah Raka dengan sekuat tenaga hingga pria itu terlempar ke sudut ruangan. "Kau bukan manusia, Raka! Kau adalah iblis yang seharusnya sudah lama dikubur!"

Bima dan Arya masuk dengan masker gas, segera mengangkat Kenzo keluar dari ruangan. Alana ditarik paksa oleh Bima saat ia masih mencoba memastikan Raka tidak bangkit lagi.

"Biarkan dia, Al! Gas itu akan membunuhnya dalam hitungan detik!" teriak Bima.

Alana menatap Raka untuk terakhir kalinya melalui kaca pintu yang tertutup. Raka menggelepar di lantai, memegangi tenggorokannya yang terbakar, matanya melotot ke arah Alana dengan kebencian yang abadi. Pria itu mati di dalam perangkap yang ia buat sendiri, dalam kesendirian yang mengerikan.

Satu Jam Kemudian – Area Parkir Rumah Sakit.

Kenzo berhasil dievakuasi ke ambulans lain dan kini berada di bawah penanganan tim medis darurat di area terbuka. Alana duduk di tanah, punggungnya menyandar pada ban ambulans. Tubuhnya gemetar hebat, sisa adrenalin dan trauma masih menguasai sarafnya.

Elvan mendekat, membawa kabar tentang Siska. "Alana... Siska berhasil melarikan diri saat anak buah kita lengah dalam kekacauan tadi. Dia mencuri salah satu mobil pengawal."

Alana mendongak. Matanya tidak lagi menangis. Tatapannya kini benar-benar kosong, menunjukkan bahwa sisi manusianya telah benar-benar patah.

"Biarkan dia lari," ucap Alana dingin. "Dia tidak punya tempat untuk pergi. Raka sudah mati. Wilhelm tidak akan menginginkan pelacur yang tidak berguna. Dia akan hidup dalam ketakutan setiap detik di sisa hidupnya, menunggu kapan aku akan datang menjemput nyawanya."

Kenzo perlahan membuka matanya di dalam ambulans. Ia melihat Alana yang berantakan, berlumuran debu dan sedikit darah Raka.

"Alana..." panggilnya parau.

Alana segera naik ke ambulans, memeluk Kenzo dengan sangat erat. "Sudah berakhir, Kenzo. Raka sudah mati. Tidak ada lagi yang bisa menyakitimu."

Kenzo mengusap rambut Alana. "Tapi Siska masih di luar sana... dan Wilhelm..."

"Aku akan mengurus mereka," bisik Alana di telinga Kenzo. "Mulai sekarang, aku tidak akan hanya bertahan. Aku akan menghancurkan setiap orang yang pernah bermimpi untuk memisahkan kita. Tidak peduli berapa banyak darah yang harus aku tumpahkan."

Malam itu, Jakarta menjadi saksi bisu berakhirnya satu babak pengkhianatan. Namun, dengan lolosnya Siska dan keterlibatan Wilhelm yang semakin dalam, pertempuran yang sebenarnya baru saja akan dimulai. Alana bukan lagi mawar yang indah; ia telah menjadi duri yang paling mematikan bagi musuh-musuhnya.

1
Tata Hayuningtyas
lanjut thor👍
~♥~L(*OεV*)E~♥~
lanjut up
~♥~L(*OεV*)E~♥~
lanjut
Dania
semangat tor
Yuyu
👍
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
keren banget ceritanya, aku suka🤗🤗😘😘😍
falea sezi
ngapain ngemis ma kenzo kayak janda gk laku aja masih banyak. laki laki Alana hadeh g usa merendahkan harga diri klo lu di buang ma kenzo ywda
merry
cinta mrkk sdg di uji sm dengan masa lalu dua klurga,, ternyta raka dam klurga semua nya penjahat pengen raka tu menyesel Dan bucin sm Alana tp gk bs milikin lgg,, sebgai pria gk pyn hati us bpk y pembunuh mm culik alna skrg raka selingkh Dan mau Alana hncur
Sari Supriyanti
Up..up...uuuup.thooor....😍👍💪💪💪
Ariany Sudjana
wah seru ini novelnya 🙏
Marsya
waduh siapa lagi nhe,bnyak x identitasnya🤔🤔🤔
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!