NovelToon NovelToon
KELINCINYA ORION

KELINCINYA ORION

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Romantis / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Romansa / Roman-Angst Mafia
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ceye Paradise

Seraphina, gadis panti asuhan polos, mendapati hidupnya hancur saat ia menjadi bidak dalam permainan kejam Orion Valentinus, pewaris gelap yang haus kekuasaan. Diperkosa dan dipaksa tinggal di mansion mewah, Seraphina terjerat dalam jebakan hasrat brutal Orion dan keanehan Giselle, ibu Orion yang obsesif. Antara penyiksaan fisik dan kemewahan yang membutakan, Seraphina harus berjuang mempertahankan jiwanya. Namun, saat ide pernikahan muncul, dan sang ayah, Oskar, ikut campur, apakah ini akan menjadi penyelamat atau justru mengunci Seraphina dalam neraka kejam yang abadi? Kisah gelap tentang obsesi, kepemilikan, dan perjuangan seorang gadis di tengah keluarga penuh rahasia. Beranikah kau menyelami kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceye Paradise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB TIGA PULUH EMPAT: DINDING KESUNYIAN

Di tengah mansion Valentinus yang megah, di mana setiap sudutnya dilapisi oleh marmer dan kemewahan yang tak terbayangkan, terdapat sebuah kontras yang sangat nyata antara dua kamar utama. Jika di salah satu ujung lorong, Orion dan Seraphina sedang terjebak dalam pusaran gairah yang brutal dan tak berujung, maka di kamar utama keluarga, suasananya terasa jauh lebih ringan namun tetap memiliki keunikan tersendiri. Malam itu, Giselle Valentinus berada di puncak euforianya. Baginya, pernikahan putra tunggalnya adalah sebuah prestasi sosial yang melambungkan namanya lebih tinggi lagi di kancah elit ibu kota.

Oskar Valentinus, pria yang dikenal dingin dan tanpa ampun di dunia bisnis, kini duduk bersandar di sofa beludru kamarnya yang luas. Ia masih mengenakan kemeja putih dari setelan tuksedonya, dengan dasi yang sudah sedikit dilonggarkan. Di tangannya terdapat tablet yang menampilkan laporan keuangan kuartal terakhir dari beberapa anak perusahaannya. Namun, konsentrasi sang konglomerat itu terus-menerus terganggu oleh sosok istrinya yang tidak bisa diam.

Giselle sedang mondar-mandir di hadapan Oskar dengan gaun sutra pendek yang sangat modis. Ia sibuk memeriksa kembali ratusan kado pernikahan yang mulai diangkut ke dalam area pribadi mereka untuk dikurasi. "Oskar! Kau harus melihat ini sekarang juga! Madame Dubois benar-benar memberikan anting berlian kuning yang luar biasa! Aku harus mengenakan ini di pertemuan klub golf minggu depan, agar semua mata tertuju padaku!" Giselle memekik riang, mengangkat perhiasan itu ke arah lampu kristal di langit-langit hingga kilaunya memantul di seluruh ruangan.

Oskar hanya mendengus pelan tanpa menoleh dari layarnya. "Giselle, sayang, bisakah kau duduk tenang sejenak? Aku sedang mencoba fokus pada angka-angka yang sangat krusial bagi peluncuran proyek baru kita."

"Oh, jangan menjadi pria yang membosankan di malam yang indah ini, Oskar!" Giselle langsung mencibir, bibirnya sengaja dikerucutkan dengan ekspresi merajuk yang sangat khas. Bagi dunia luar, Oskar adalah penguasa yang ditakuti, namun di hadapan Giselle, ia adalah pria yang tidak berdaya. Ekspresi ngambek istrinya itu adalah kelemahan terbesar Oskar. Segala wibawa yang ia bangun di depan para menteri dan pengusaha besar seketika menciut begitu Giselle mulai menunjukkan ketidaksukaannya.

Oskar menghela napas panjang, akhirnya meletakkan tabletnya di meja kopi dengan gerakan menyerah. "Baiklah, baiklah, istriku tercinta. Apa yang kau inginkan agar senyum cantikmu kembali lagi?"

Giselle segera tertawa menang, ia menghampiri suaminya dan langsung melingkarkan lengannya di leher Oskar dengan manja. "Nah, begini kan jauh lebih baik. Aku sangat bahagia hari ini, Oskar! Akhirnya Orion memiliki pendamping. Seorang gadis cantik yang lembut seperti Nana. Aku sudah membayangkan betapa lucunya cucu-cucu kita nanti. Menurutmu, berapa lama lagi aku harus menunggu untuk menggendong bayi kecil di rumah ini?"

Oskar tersenyum tipis, menepuk-nepuk tangan istrinya dengan lembut. "Biarkan mereka menikmati waktu mereka dulu, Giselle. Itu urusan pribadi mereka."

"Tapi... apa kau dengar itu, Oskar?" Giselle tiba-tiba berbisik, matanya melirik ke arah pintu kamar yang menuju lorong utama. Dari kejauhan, melalui dinding-dinding tebal mansion, sayup-sayup terdengar suara yang sangat tidak biasa. "Sepertinya suasana di kamar sebelah sedang sangat... bersemangat, ya?" Giselle memberikan kedipan genit pada suaminya, tanpa menyadari bahwa apa yang ia anggap sebagai gairah pengantin baru yang normal adalah proses penghancuran jiwa Seraphina.

Oskar terkekeh pelan, menarik Giselle untuk duduk di pangkuannya. "Mereka masih muda, Giselle. Gairah adalah hal yang wajar bagi pengantin baru Valentinus. Kita juga memiliki masa-masa seperti itu dulu, kan?"

"Tentu saja!" Giselle tertawa renyah, mencubit pipi suaminya dengan gemas. "Tapi ingat ya, kau dulu tidak seganas putra kita. Kau jauh lebih penurut dan lembut padaku. Kau selalu menuruti apa pun keinginanku, bahkan jika aku meminta bintang di langit, kan?"

Oskar hanya tersenyum kaku, tidak membantah. Di balik kekuasaannya yang luas, rahasia terdalam seorang Oskar Valentinus adalah ketundukannya pada setiap keinginan Giselle. Ia adalah sosok yang dominan di luar, namun menjadi pengikut setia istrinya yang centil di dalam kamar. Giselle adalah penguasa sesungguhnya di kediaman ini.

"Kau tahu, Oskar?" Giselle melanjutkan bicaranya dengan mata yang berbinar karena ide-ide baru yang muncul di kepalanya. "Nanti kalau cucu kita lahir, aku ingin kamar bayi yang paling megah di dunia! Seluruh dindingnya harus dilapisi wallpaper warna emas murni, dan ranjang bayinya harus dibuat dari perak murni oleh pengrajin terbaik di Italia!"

Oskar mengangguk-angguk pasrah. "Apa pun yang membuatmu bahagia, sayang. Aku akan menyiapkan dananya." Ia tahu betul bahwa berdebat dengan keinginan Giselle hanya akan membuang energi.

"Aku punya rencana hebat!" Giselle tiba-tiba berseru sambil melompat turun dari pangkuan Oskar. "Besok pagi, aku akan menjadi orang pertama yang mengetuk pintu kamar mereka. Aku ingin melihat raut wajah Nana. Aku ingin memastikan dia tidak terlalu kelelahan karena Orion pasti sangat tidak kenal ampun."

Oskar terkesiap mendengar rencana impulsif istrinya. "Giselle, sebaiknya kau berikan mereka ruang. Itu adalah momen pribadi mereka."

"Tidak bisa! Aku terlalu penasaran!" Giselle memekik dengan nada manja yang tidak bisa diganggu gugat. "Aku ingin melihat betapa bahagianya Nana setelah malam pertamanya sebagai bagian dari keluarga kita. Aku yakin dia akan terlihat sangat... puas!"

Oskar hanya bisa menggelengkan kepala, menyadari bahwa istrinya adalah seorang 'cegil' dalam versi elit yang tidak akan pernah berhenti sebelum mendapatkan apa yang ia mau. Di luar sana, suara-suara samar masih terdengar, namun Oskar memilih untuk mengabaikannya. Ia merasa bangga karena putranya memiliki api yang sama besarnya dengan dirinya dalam hal mendapatkan apa yang ia inginkan, meskipun ia tidak pernah menyadari betapa mahalnya harga yang harus dibayar oleh Seraphina atas kebanggaan tersebut.

Malam itu, Giselle akhirnya tertidur dengan senyuman lebar, mungkin sedang memimpikan cucu-cucu yang mengenakan pakaian sutra mahal. Sementara itu, Oskar tetap terjaga sejenak, menatap pintu kamarnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia kembali meraih tabletnya, mencoba mengalihkan pikirannya ke angka-angka bisnis, sembari sesekali mendengarkan sunyi yang terasa semakin berat di lorong mansion itu. Ia tidak tahu, bahwa di kamar sebelah, jiwa seorang gadis telah hangus terbakar dalam api nafsu Orion, meninggalkan sisa-sisa yang mungkin tidak akan pernah bisa dikenali lagi oleh Giselle di pagi hari nanti.

1
lucky
tolol ini cewe. bukan polos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!