NovelToon NovelToon
Tak Lagi Berharap KESEMPATAN KEDUA

Tak Lagi Berharap KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Reinkarnasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

hai semua ini novel pertama Rayas ya🤭
kalau ada saran atau komentar boleh tulis di kolom komentar ya. lopyouuuu 😘😘

Dalam keputusasaan, sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawanya di tahun 2025. Namun, maut ternyata bukan akhir. Safira terbangun di tubuhnya yang berusia 17 tahun, kembali ke tahun 2020—tepat di hari di mana ia dikhianati oleh adik tirinya dan diabaikan oleh saudara kandungnya hingga hampir tenggelam.

​Berbekal ingatan masa depan, Safira memutuskan untuk berhenti. Ia berhenti menangis, berhenti memohon, dan yang terpenting—ia tak lagi berharap pada cinta keluarga Maheswara.

kalau penasaran jangan lupa mampir ke novel pertama Rayas 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Fitnah dan Topeng yang Retak

Pagi itu, suasana di meja sarapan kediaman Maheswara terasa jauh lebih tegang dari biasanya. Ratih, istri kedua Raga yang selalu tampil elegan namun berhati dingin, duduk di samping suaminya. Di sebelahnya ada Vian, remaja laki-laki berusia 15 tahun yang manja dan selalu memandang rendah Safira.

Safira turun ke bawah dengan seragam sekolah yang rapi. Tidak ada lagi riasan berlebihan. Wajahnya yang polos justru memancarkan kecantikan yang murni, membuatnya terlihat sangat imut namun berwibawa dengan potongan rambut pendeknya.

"Pagi, Pa. Pagi, Ma," sapa Maya dengan suara manis yang dibuat-buat.

Raga hanya bergumam pelan. Matanya sesekali melirik Safira yang sedang mengambil roti tanpa suara.

"Pa, lihat deh," Ratih tiba-tiba membuka suara sambil menggeser ponselnya ke arah Raga.

"Semalam Maya kasih lihat ini ke Mama. Mama khawatir sekali, takutnya Safira salah pergaulan di luar sana."

Raga mengambil ponsel itu. Matanya menyipit melihat foto Safira yang sedang duduk berdua dengan Andi di sebuah kafe mewah. Di foto itu, mereka terlihat sangat akrab.

BRAKK!

Raga menggebrak meja makan, membuat Vian dan Maya tersentak (meski Maya hanya berpura-pura terkejut).

"Safira! Jelaskan apa ini?!" bentak Raga sambil melemparkan ponsel itu ke tengah meja. "Siapa laki-laki ini? Jadi ini alasanmu memotong rambut dan bersikap kurang ajar? Karena sudah merasa punya sandaran laki-laki lain?"

Safira menghentikan kunyahannya. Ia melirik foto itu dengan tenang, lalu menatap satu per satu orang di meja itu. Ratih yang tersenyum tipis di balik cangkir tehnya, Maya yang memasang wajah prihatin, dan Vian yang menatapnya jijik.

"Wah, Kak Fira jago juga ya. Masih SMA udah main sama om-om," celetuk Vian sambil tertawa mengejek. "Pantesan kemarin minta motor baru ke Papa nggak dikasih, ternyata udah ada yang kasih uang jajan lebih ya?"

"Vian, jaga bicaramu," potong Raka tiba-tiba. Entah kenapa, melihat wajah tenang Safira, Raka merasa ada yang tidak beres dengan tuduhan itu.

"Apa yang harus dijelaskan, Tuan Raga?" tanya Safira dengan nada yang sangat datar. "Dia adalah rekan kerjaku. Tidak lebih."

"Rekan kerja?! Kamu itu masih 17 tahun, Safira! Tugasmu sekolah, bukan keluyuran dengan laki-laki dewasa!" teriak Raga lagi.

"Papa benar, Kak," timpal Maya dengan nada sedih. "Maya takut Kakak tertipu. Laki-laki seperti itu biasanya cuma mau memanfaatkan kekayaan keluarga kita. Apalagi kalau dia tahu Kakak itu anak Papa."

Safira tertawa kecil. Tawa yang terdengar sangat merdu namun menyayat hati. "Memanfaatkan kekayaan keluarga Maheswara? Bahkan untuk membayar biaya sekolahku saja, Papa sering lupa kalau bukan aku yang mengingatkan. Laki-laki itu... dia justru orang yang menghargai otakku lebih dari kalian menghargai keberadaanku di sini."

"Safira! Jaga bicaramu pada orang tuamu!" Ratih ikut menyambar, suaranya melengking tajam.

"Kamu sudah mencoreng nama baik keluarga dengan foto ini. Apa kata kolega Papa jika melihat anak perempuan Maheswara pacaran di tempat umum dengan pria asing?"

Safira berdiri, tas sekolahnya ia sampirkan di bahu. "Nama baik yang mana yang Anda maksud, Nyonya Ratih? Bukankah di mata publik, anak perempuan Maheswara hanya Maya? Aku kan hanya 'pembawa sial' yang kalian sembunyikan di kamar belakang."

"KAU!" Raga berdiri, tangannya terangkat hendak menampar Safira.

Safira tidak berkedip. Ia justru memajukan wajahnya, menantang sang ayah dengan tatapan mata yang jernih namun beku. "Tampar saja, tuan. Biar genap rasa sakit yang tuan berikan. Tapi ingat satu hal, sekali tangan tuan menyentuh wajahku, detik itu juga aku akan memastikan kalian kehilangan segalanya yang kalian banggakan dariku."

Tangan Raga bergetar di udara. Ada kekuatan besar di balik tubuh mungil putrinya yang membuatnya ragu untuk mendaratkan pukulan.

"Aku berangkat sekolah. Oh, satu lagi..." Safira melirik Maya yang wajahnya mulai pucat karena rencananya tidak berjalan sesuai ekspektasi.

"Maya, lain kali kalau mau memotret orang, gunakan kamera yang lebih bagus. Dan belajar cara menguping yang benar agar kamu tahu siapa yang sedang kamu fitnah."

Safira melangkah pergi tanpa pamit, meninggalkan ruang makan yang penuh dengan api kemarahan dan kebingungan.

"Pa... Kak Fira kok jadi seram gitu ya?" bisik Vian ketakutan.

Raka dan Bima hanya terdiam. Mereka mulai menyadari, Safira bukan lagi adik kecil yang akan menangis saat dibentak. Dia adalah bom waktu yang siap meledak kapan saja.

...****************...

Guyssss jangan lupa like nya ya, kalau ada yang kurang atau typo coment aja nanti, biar jadi pelajaran buat Rayas soal nya ini novel pertama rayas

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor
kalea rizuky
keren novelnya
shanairatih
ga sabar nunggu lanjutanny😍
Cty Badria
up y byk Dan panjang ceritany 💪/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Wahyuningsih
lanjut thor 💪💪💪💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Lala Kusumah
semoga UAS nya lancar dan hasilnya memuaskan ya 🙏🙏🙏
MataPanda?_
semangat trus kak.. 💪
Lala Kusumah
syukurlah Fira akhirnya keluar dari rumah Maheswara 👍👍👍💪💪😍😍😍
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Lala Kusumah
😍😍😍😍😍
Wahyuningsih
penyesalan pasti datng terlambat
Wahyuningsih
gas thor 💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Lala Kusumah
makasih updatenya, kalau bisa double atau crazy up ya 🙏🙏🙏
Yusrina Ina
author up nya tidak cukup ni 🤭🤭🤭 tambah lagi ya 🙏🙏🙏. terima kasih semangat 💪💪💪 lagi up nya.
MataPanda?_
bagus kak MC y gk neko"ceritanya bagus semangat trus kak 😄
Lala Kusumah
Safira emang hebaaaaaatt baik hati dan tidak sombong 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!