NovelToon NovelToon
Santa, The Reedemed Killer

Santa, The Reedemed Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Horror Thriller-Horror / TKP / Psikopat / Pembunuhan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Seorang pria tua, mantan narapidana, harus berusaha mencari kebenaran dari rentetan pembunuhan yang menyeret namanya.

"Aku masih tak mengerti, apa motif si pembunuh dengan menjadi peniru?"

"Tapi pembunuh kali ini, dia tampak lebih cerdas. dia sudah memikirkan dengan matang semua langkahnya."

"Kurasa bukan peniru, tapi memang dia sendiri pelakunya, dia... Santaroni ingin mengulang pembunuhannya dengan lebih sempurna."

Mampukah Santaroni—si residivis, membuktikan pertobatannya, dan menemukan pelaku pembunuhan yang telah meniru jejaknya?

note: mungkin akan ada beberapa adegan keji, mohon bijak saat membaca. ingat: 'ini hanya cerita karangan, jika ada kesamaan nama tokoh dan situasi, hanya kebetulan yang sengaja dibetul-betulkan.'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hadiah Kedua (Pembunuhan Kedua)

Ruangan itu sangat terang dan berbau harum, menonjolkan kesan nyaman dan hangat. Di sepanjang dinding, ada beberapa bilik-bilik kaca, masing-masing berisi seorang wanita yang terkurung dan terikat. Namun semua tampak terbaring diam, seolah mereka benar-benar merasa nyaman dan tertidur pulas.

Begitu juga dengan Khalila. Ia berbaring di biliknya, matanya sedikit terbuka, mencoba untuk tidak menarik perhatian. Dia mencoba untuk bernapas dengan tenang, pura-pura tertidur. 'Apa mereka sudah mati, atau hanya berpura-pura tenang sepertiku?’ pikir Khalila.

Kemudian Pria asing itu berjalan mendekat, pisau di tangannya berkilau di bawah cahaya neon. Dia berhenti di bilik paling ujung, menatap ke dalam dengan senyum yang dingin dan menakutkan.

‘Apa yang akan dilakukannya?’ bisik Khalila merasa penasaran, seraya menahan perasaan takut yang luar biasa.

Di dalam bilik itu, seorang wanita muda berambut panjang tergerai indah, terikat persis seperti kondisi khalila.

Pria itu menatapnya kembali, senyumnya semakin lebar. "Selama ini, kamu telah menjadi penghibur yang baik," katanya dengan suara yang dingin. "Tapi sekarang, saatnya kamu menjadi... spesial."

Dengan satu tangannya, pria itu menarik kasar wanita dari bilik pertama keluar, kemudian melemparkannya di atas meja besar di tengah-tengah ruangan.

“Tolong….” terdengar lirih rintihan kesakitan si wanita itu, ia sangat lemah, dan tak lagi memiliki daya untuk melawan.

Senyum licik terlihat di ujung bibir pria itu saat dia menatap korbannya. Dia kemudian mulai bergerak, mengangkat pisaunya. Pertama, pria itu menggoreskan ujung pisaunya di punggung wanita itu. “Dua garis!” seru si pria tanpa belas kasihan.

Wanita itu berteriak kesakitan, mencoba untuk melawan, tapi pria itu tidak peduli. Dia kemudian bergerak menuju tungkai si wanita, membuatkan darah segar mengalir di punggung wanita yang tubuhnya menggeliat karena kesakita.

“Diam! Aku harus membuat ini menjadi sempurna!” gertak pria itu kemudian satu kakinya menginjak pangkal kaki si wanita. Dengan terampil penuh kehati-hatian, pria itu fokus membuat sayatan-sayatan, membagi daging tungkai si wanita menjadi beberapa buku tanpa membuatnya terlepas dari kakinya.

“Inilah karya seni yang sesungguhnya!” seru puas si pria saat selesai dengan apa yang dia sebut sebagai pekerjaan yang memuaskan. Kedua tangannya terangkat keatas, satu tangan memegang pisau berlumuran darah, satunya lagi memegang irisan daging yang sepertinya ada dua lapis.

Melihat itu, Khalila menelan ludahnya, kemudian menggigit bibir bawahnya, menaham diri agar tak membuat suara. Dia tahu bahwa dia harus tetap diam, tidak menarik perhatian pria itu. Tapi tubuhnya mulai bereaksi. Ia gemetar hebat karena syok, jantungnya pun berdetak dengan keras, dan dia bisa merasakan napasnya yang cepat dan tidak teratur.

Pria itu mencekik leher wanita itu, kemudian dengan dua tangan, ia mengangkat tinggi tubuh wanita yang telah berlumuran darah itu. Matanya yang dingin menatap ke dalam jiwa wanita itu. "Sentuhan kecil sebelum Hadiah natal kedua dikirimkan," serunya dengan suara yang menakutkan.

Tubuh wanita itu meronta, mengejang, dan bergetar hebat, tapi pria itu justru menekan semakin erat.

Suara rintihan terhenti, dan tubuh wanita itu akhirnya lemas tak bergerak. Pria itu melepaskan genggamannya, dan tubuh wanita itu jatuh ke atas meja dengan suara yang keras.

Khalila merasakan perutnya mual, dan dia harus menahan diri untuk tidak muntah. Dia tahu bahwa dia harus tetap diam, tidak menarik perhatian pria itu. Tapi hatinya berteriak, ‘Aku akan mati, aku akan menjadi korban berikutnya!’

Pria itu menatap ke arah Khalila dan gadis-gadis lain dalam bilik, senyum liciknya masih terpampang di wajahnya. "Aku tahu kalian hanya berpura-pura tidur, persiapkan diri kalian, nanti akan tiba giliran kalian untuk kukirimkan pada polisi-polisi bodoh itu!" serunya dengan suara yang menakutkan.

Tawa yang terdengar seperti mengiris ke dalam jiwa Khalila, membuatnya merasa seolah-olah keberaniannya telah diambil darinya. Gadis-gadis lain dalam bilik juga pasti merasa hal yang sama, pikir Khalila. Mereka semua pasti merasa takut, merasa tidak berdaya.

Pria itu terus menatap ke arah mereka, seolah-olah menikmati ketakutan yang mereka rasakan. Khalila mencoba untuk tidak menunjukkan rasa takutnya, tapi dia tahu bahwa dia tidak bisa menipu pria itu. Dia tahu bahwa dia harus berpikir cepat, mencari cara untuk melarikan diri dari situ sebelum gilirannya tiba.

.............

Di tempat lain, pria tua yang namanya kembali menjadi sorotan di kota, justru terlihat tenang, berjalan perlahan menikmati pemandangan gunung di musim gugur.

Ia berhenti sejenak untuk mengatur napas. Kemudian merogoh sesuatu dari sakunya. Ia tersenyum kecut menatap gantungan kunci di telapak tangannya.

"Dia sekarang sudah sebesar apa... pasti tumbuh menjadi gadis yang cantik," gumamnya kemudian melanjutkan langkahnya.

"Hei! Bukankah dia Santaroni?!" seru seorang pendaki lain, menunjuk lurus kearahnya.

"Benar! Dia pelaku pembunuh gadis pagi tadi!"

Warga mulai terpancing emosi, kemudian menghampiri Santaroni.

“Kau tak seharusnya dibebaskan! Kau monster yang tak pantas hidup!” maki para warga tanpa ampun.

“Kita habisi saja!” sahut warga lainnya.

Tanpa pikir panjang lagi, kemudian dengan kompak dan penuh amarah, mereka pun melampiaskan kekesalan dan kemarahan dengan menendang dan memukuli Santaroni dengan brutal.

"Hentikan, dia sudah babak belur, ikat saja dia lalu lemparkan ke tepi jurang, biar dia merasakan dagingnya tercabik-cabik binatang buas!”

Santaroni terbaring di tanah, wajah dan tubuhnya penuh luka. Ekspresi bingung begitu nyata di wajahnya. “Apa... apa yang kalian lakukan? Kenapa...?" tanya Santaroni, suaranya lemah, masih berusaha bangkit.

Warga berteriak lagi, "Kau pembunuh! Kau yang membunuh gadis itu!"

Santaroni mengira warga itu sedang menghakiminya atas kesalahannya di masa lalu. Dia menundukkan kepala dengan pasrah, "Aku... aku tahu... aku salah... aku tidak bisa..."

Warga semakin marah, "Tidak bisa? Kau tidak bisa apa? Kau harus membayar atas kejahatanmu!"

Bugh!

Dengan penuh rasa marah, para warga itu pun terus mendesak tubuh renta Santaroni, mendorongnya hingga ke tepi jurang, dan kemudian melemparkannya ke dasar jurang.

...****************...

Bersambung....

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Lg males mikir 🤭🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Akhirnya ketahuan 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Pembunuh bayaran 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Berasa jadi detektif dadakan 🤭🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sammy apa Sarah 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Yomi dan anak buahnya jadi tim pembersih 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Benang kusut mulai terurai
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Marco😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
dua kaki
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
😭😭😭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Iya,kamu salah Kanet
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kanet balas dendam karena Rey sudah membunuh ayahnya 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pria itu Rey 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kasus Santaroni
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jadi partner perempuan itu putrinya Diaz 🤔
yosh—: silakan terus menebak/Casual/
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
😭😭😭
Sunsun Shepiet
seru sih Thor seru banget..
yosh—: aseeek😁
total 1 replies
Sunsun Shepiet
nah loh, tertangkap kah?
Sunsun Shepiet
eh tp kn itu bd negara y? aku lupa 😁
Sunsun Shepiet
eh klo Roni k kantor polisi nanyain Rey bisa bahaya ga sih?
yosh—: bahaya, agak enggak, tapi ya bahaya🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!