NovelToon NovelToon
LUKA CINTA

LUKA CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: MartiniKeni

Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.

Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?

Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiket ke Bali

"Ha, gila. Ini benar-benar di luar nalar saya Perl. Maaf yah saya malah kembali membuka luka kamu. Tapi kamu tetap semangat yah, berarti Tuhan sayang sama kamu. Kelakuan bejat mereka malah ditunjukin saat kamu belum menikah dengan Vito."

        "Awalnya aku memang sedih, marah dan sangat kecewa tapi setelah dipikir-pikir ternyata Tuhan sayang sama aku. Seandainya semuanya terbongkar saat kami sudah sah menjadi pasangan suami istri, mungkin itu akan membuat saya lebih hancur lagi kak.'

       "Saya yakin kamu perempuan kuat. Masih banyak kok laki-laki baik di luaran sana. Mati satu bisa tumbuh seribu. Lupakan yang memang hanya melukai saja dan kembali lanjutkan hidup kamu yang sangat berharga ini." Kata Nathan menghibur Perlita. Dia merasa tidak menyangka dengan kelakuan sepupunya itu.

        "Ini semua pesanan kamu?" tanya Nathan ketika pelayan restoran menghidangkan banyak menu makanan di atas meja.

       "Iya kak, kenapa memangnya kak? Terlalu kebanyakan yah? Beginilah kalau suasana hati aku lagi nggak baik. Pasti aku lampiaskan ke makanan. Nanti setelah menghabiskan semua ini suasana hati aku akan baik-baik lagi kak," balas Perlita dengan sedikit tersenyum karena melihat raut wajah Nathan yang terkejut melihat makanan yang dia pesan.

       "Memangnya kamu sanggup menghabiskan ini semua?"

       "Sanggup kok. Kakak nggak percaya yah? Kakak lihat aja nanti, semua akan habis tak tersisa nantinya." Kata Perlita lagi sambil tersenyum.

      "Kalau memang kamu bisa ngabisin semua ini, maka saya yang akan bayarin semua pesanan kamu ini. Saya juga akan kasih kamu tiket liburan ke Bali selama seminggu."

       "Beneran kak?"tanya Perlita dengan mata membulat.

       "Iya benaran, tapi harus habis ya. Nggak boleh tersisa sedikitpun loh."

       "Oke, siapa takut. Siap-siap saldo kakak terkuras loh yah."

       "Tapi kalau nggak habis kamu nih yang harus bayarin liburan saya ke Bali selama seminggu. Gimana, deal?"

      "Deal."

      Perlita pun mulai memakan makanan yang tersaji di meja tersebut satu persatu. Perlita makan dengan lahapnya tanpa ada jaga image di depan Nathan. Terakhir dia makan adalah kemarin pagi, itupun hanya sedikit. Hal itu tentu membuat Perlita dengan mudah menghabiskan menu yang dirinya pesan.

      Nathan yang memperhatikan Perlita menghabiskan makanannya hanya bisa terdiam dan salut melihat Perlita yang tidak ada jaim-jaimnya di depan dirinya. Biasanya perempuan yang makan bersama dirinya pasti selalu menjaga cara makannya. Tapi lihat sekarang perempuan cantik di depannya. Makan dengan kalapnya. Nathan membayangkan betapa penuhnya lambung Perlita dengan menghabiskan semua menu makanan yang tersaji di atas meja mereka.

      "Kakak nggak makan?" tanya Perlita di sela-sela makannya.

      "Kakak udah makan tadi, kamu lanjut aja makannya," ujar Nathan yang terus memperhatikan Perlita.

      Perlita kembali melanjutkan makannya.

      Nathan benar-benar tidak menyangka melihat satu persatu piring dan mangkok yang sudah kosong di hadapannya. Semua isinya sudah berpindah ke dalam perut Perlita.

      "Berarti aku menang yah kak. Lihat semuanya licin. Bahkan minuman aku juga habis loh. Jadi kakak harus tepati perkataan kakak tadi. Kakak harus bayarin semuanya dan aku tunggu tiket liburan ke Balinya," kata Perlita sambil mengulas senyum manisnya sehingga langsung tampak lesung pipinya yang membuat Perlita semakin terlihat cantik.

       Deg!

       Jantung Nathan bergetar saat melihat senyum manis Perlita. Nathan merasa berbeda saat melihat Perlita. Berbeda dari biasanya. Dulu saat bertemu Perlita, Nathan merasa biasa saja, tapi saat ini muncul perasaan itu secara tiba-tiba dan tidak bisa dielakkan begitu saja.

        "Iya kamu tenang saja, semua makananmu akan kakak bayarin dan tiketnya besok kakak kirim ke kamu."

       "Yeaaah, liburan gratis." Ucap Perlita dengan wajah senang seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah.

       Perlita tentu sangat senang karena akan mendapatkan tiket liburan gratis ke Bali selama seminggu. Dirinya bisa refreshing selama berada di Bali. Mungkin dengan liburan ke Bali bisa membuat semua luka dan sakit hatinya terobati.

      "Perl, setelah ini kamu mau ke mana?"

      "Pulang kak. Lagi males juga mau ke mana-mana saat ini, nanti ketemu lagi  sama kenalan aku terus pasti nanya lagi soal pernikahanku yang gagal ini."

      "Maaf deh kalau tadi pertanyaan kakak malah bikin kamu kesal. Kakak benar-benar nggak tahu. Kakak jadi nggak enak sama kamu."

      "Iya nggak apa-apa kok kak. Mungkin sudah jalannya harus begini. Lagian buat apa juga mikirin laki-laki yang suka selingkuh. Laki-laki seperti itu tidak pantas dimaafkan ataupun dipertahankan, karena dia pasti akan selingkuh lagi nantinya. Selingkuh Itu kan seperti penyakit dan tidak akan pernah sembuh kalau memang orangnya tidak memiliki keinginan untuk berubah. Jadi aku seharusnya merasa senang karena bisa terbebas dari laki-laki seperti itu." Kata Perlita menjelaskan.

      Nathan setuju dengan ucapan Perlita dan menyukai cara berpikir Perlita.

       "Ya udah kalau begitu aku duluan yah kak. Jangan lupa tiket ke Balinya, dan ini kartu nama aku. Dan terima kasih untuk semuanya." Kata Perlita lagi sambil tersenyum. Setelah itu dia langsung meninggalkan Nathan yang memandangi kartu nama yang ditinggalkan oleh Perlita.

      "Perlita Cascata," gumam Nathan sambil memandangi kartu nama Perlita.

      Perlita melajukan mobilnya menuju ke rumahnya. Dia lebih memilih untuk di rumah saja hari ini. Apalagi selama ini rumah tersebut sangat jarang dikunjungi karena kesibukannya.

  ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

      "Jadi kalian akan tinggal di sini?" tanya Diana ketika mereka baru aja selesai makan siang.

     "Iya, Ma. Soalnya uang Vito masih belum cukup untuk membeli rumah. Dari pada ngontrak kan malah sayang uangnya Ma. Lagian di rumah ini kan cuma ada mama dan papa aja. Kalau di rumah Vito setiap hari selalu ramai Ma. Aku mana nyaman kalau ada banyak orang di rumah. Atau kalau mama punya uang, tolong pinjam dulu uangnya buat beli rumah."

      "Mama mana ada uang. Selama ini mama punya uang kan dari Perlita. Tapi kenapa kalian tidak tinggal di rumah yang Perlita siapkan kemarin itu. Bukankah kemarin Vito mengatakan kalau dia akan tinggal untuk sementara waktu di rumah yang di siapkan oleh Perlita? Buat apa membeli rumah lagi, mending tinggal di rumah itu. Nanti biar mama yang meminta pada Perlita agar rumah itu diberikan untuk kalian saja. Lagian Perlita kan masih single jadi buat apa juga punya rumah. Mending dia tinggal di sini saja. Kalau kalian sudah memiliki anak, pasti kalian ingin tinggal hanya dengan keluarga kecil kalian saja. Mama juga pernah seperti kalian dulu, dan saat itu awal mama menikah dengan papa. Soalnya kalau tinggal di rumah mertua rasanya tidak nyaman sekali. Terlambat bangun sedikit aja mertua udah ngomel, ngatur-ngatur, suka ngomongin mantunya lagi. Masih banyak deh, jadi mending kamu jangan pernah mau tinggal dengan mertuamu. Mendingan tinggal di rumah Perlita itu."

Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊

1
partini
ya elah Lita bauanyk Banggt musuh mu ,,be strong ok
Thor jangan di bikin apes mulu peran utama pls aku baru selesai baca yg peran utama dari awal Ampe ending apes mulu
Sartika Bertha
Cukup menarik menurut aku
checangel_
Begitu juga Reader yang menanti Dokter Nathan balas komentar itu🤣
checangel_
Efek media sosial, no debate, comment yes/Facepalm/
checangel_
Memang bener, lebih enak makan di gerobakan pinggir jalan, daripada di tempat yang berasa high class, kenapa bisa begitu ya?🤧
checangel_
Ikhtiar, in syaa Allah tidak mengkhianati hasil, Ibu/Smile/
checangel_
Tak ada lagi kata terucap 🙏👍
checangel_
Definisi gaji suami adalah hak milik istri, uang istri tetaplah hak miliknya sendiri 🤭
checangel_
Kapan kamu sabar (sadar) Vito?!! /Drowsy/🤧
Yuningsih Nining
dito dito sampe segitu nya ya?
checangel_
Vito!!!!/Grimace/
checangel_
Ibu Diana, kapan dirimu berulah (berubah) 🤧/Facepalm/
checangel_
Tuh, Apa kan? Ariana terjuket 🤭
checangel_
Hadeuh Ariana ini ya /Drowsy/
Rosmayanti 80
lanjut thoor yg bnyk dong update nya
checangel_
Dia seperti itu, karena dia sudah lelah dengan drama yang terus berulang itu Ibu Diana🤭
Rosmayanti 80
lanjut dong thot
Tulisan_nic
Ingin ku terbangkan segera pada orang bernama Vito🔪🔪🔪
checangel_
Apakah mertua se-mengerikan itu? /Facepalm/, segitunya kata mertua itu menggema, bahkan di realita pun banyak bayang² menantu yang tak pernah bersuara, dan semua itu kembali lagi pada niat dan langkah awal saat menyapa🤧
checangel_
Ariana kamu itu ya /Drowsy/, memanfaatkan keadaan yang ada ternyata, dan semua karena uang/Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!