NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Pemikat Hati

Gadis Cupu Pemikat Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembantu / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miftah_005

"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar

kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta

tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya

bagaimana kelanjutan ceritanya???

mari kita simak........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Sesampai nya di rumah, Viona tak melihat ada mobil milik Baskara yang biasa nya sudah terparkir rapi di halaman itu, kini ingatan nya kembali pada obrolan tadi pagi sebelum diri nya mengantar kan sang ibu ke rumah sakit

"oh iya, hari ini kan dia ada eskul basket, wajar aja mobil nya belum parkir" gumam gadis itu

Viona memutuskan untuk langsung naik ke lantai atas untuk mengganti pakaian nya, tetapi baru saja menaiki satu anak tangga, tiba-tiba saja tatapan nya teralihkan dengan suara ribut dari arah belakang

"kok, kayak suara nya Nyonya ya?" gumam Viona dengan langkah tergesa-gesa mengikuti arah sumber suara

Dan betul saja, ketika diri nya sampai di pinggir kolam, sang majikan nya kini sedang sibuk menolong kucing nya yang tercebur dan tidak bisa berenang, tanpa babibu Viona segera menyelam dan menyelamatkan kucing itu dan membawa nya ke daratan

Mayang yang melihat kucing nya sudah basah kuyup itu segera mengangkat nya dan berlalu pergi begitu saja, Viona sendiri sudah biasa dengan sikap orang tua Baskara yang seperti itu

"sampai kapan aku di perlakukan kayak gini Tuhan, aku sebenarnya udah capek banget" batin Viona sembari mengeringkan tubuh nya dengan berbaring di atas rerumputan

10 menit pun berlalu, baju Viona yang awal nya basah kuyup kini sudah sedikit kering, ia pun kemudian bangkit dari tidur nya dan berjalan gontai menuju kamar yang terletak di lantai atas

Di tengah perjalanan, tak sengaja gadis itu berpapasan dengan Mayang yang ingin ke arah dapur, Viona hanya bisa menunduk takut dan enggan menatap mata majikan nya yang terlihat sangat menakutkan itu

Mayang berhenti tepat di samping Viona dan menghela nafas dengan kasar

"setelah mandi, temui saya di ruang tamu" ucap Mayang dengan tegas

"baik Nyonya" jawab Viona

Gadis itu pun kemudian melanjutkan perjalanan nya dengan perasaan tak menentu, ada apa wanita itu mengajak nya bertemu di ruang tamu? apakah akan membahas masalah gaji? bukan kah gajian itu jatuh tanggal 10 besok, dan ini kan masih tanggal 5

Banyak sekali pertanyaan yang muncul dalam Viona, tetapi gadis itu mencoba berfikir positif agar kepala nya tidak semakin pusing

Viona mandi dengan waktu sesingkat-singkat nya, karena ia tak mau Mayang menunggu nya terlalu lama, dengan pakaian sederhana nya, gadis itu mulai turun utnuk menemui Mayang

Dari kejauhan Viona melihat majikan nya itu sedang membaca buku dan menyesep coklat hangat dengan gerakan sangat pelan, Viona sendiri mulai meremas jari-jari nya dengan dada yang terus berdetak kencang

Sesampai nya di hadapan Mayang, wanita paruh baya itu mempersilahkan Viona untuk duduk di sofa

"duduk" titah nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari buku

Viona pun segera duduk dengan wajah yang terus menunduk, kini bibir nya pun ikut bergetar kala mendengar suara Mayang yang sedang tidak bersahabat itu

"begini, saya selaku ibu nya Baskara merasa sangat keberatan jika kamu masih bekerja di sini, ya meskipun kamu bukan selera anak saya, tapi saya takut jika suatu hari nanti dia berubah pikiran, saya sebagai orang tua pengen anak saya menikah sama wanita yang jelas bobot bibit nya" jelas Mayang yang membuat hati Viona terenyuh

Jika diri nya di pecat oleh Mayang, kemana lagi ia akan mencari pekerjaan, sedangkan di jaman sekarang ini, banyak orang-orang yang tidak mau mempekerjakan seseorang yang sedang sekolah

melihat Viona hanya diam membisu, Mayang seger mengeluarkan amplop tebal yang berisi puluhan juta dan meletakkan nya tepat di depan Viona

"itu ada uang untuk kamu bertahan hidup selama satu tahun ke depan" ucap nya

"maaf Nyonya, saya memang sangat butuh uang ini untuk biaya berobat ibu saya, tapi saya juga bingung, jika tidak bekerja, saya tidak bisa melanjutkan sekolah lagi" terang Viona

"begini, saya memang memecat kamu dari rumah ini agar tidak selalu berdekatan dengan anak saya, nah nanti kamu bisa langsung pindah ke rumah orang tua saya, yang jarak nya lebih dekat lagi sama sekolah kamu, di sana tugas kamu mengurus semua keperluan nenek, kalo masalah masak, di sana udah ada pembantu nya, nanti kalo misal kamu lagi sekolah, ada mbak yang gantiin bakal jagain nenek" jelas Mayang yang membuat Viona tersenyum

"makasih banyak Nyonya, kapan saya bisa pindah ke rumah nenek?" tanya nya dengan perasaan senang

Mayang sendiri sangat aneh melihat Viona yang kegirangan seperti itu, bukan kah seharus nya gadis itu menolak, mengapa ini malah sebalik nya?

"kok dia bahagia banget mau keluar dari rumah ini? atau memang yang aku liat itu salah? tapi, mana mungkin Baskara mau ngejar-ngejar gadis miskin kayak Viona, selera dia kan tinggi" batin Mayang menerka-nerka

"gimana Nyonya? kapan saya bisa pindah? maksud nya biar saya bisa packing-packing baju dari sekarang" cengir Viona

Mayang pun berdehem untuk mencairkan suasana, karena ia juga belum berbicara apa-apa tentang masalah ini kepada ibu nya, takut kalau tiba-tiba ibu nya akan murka karena tidak di beritahu lebih awal

"nanti saya konfirmasi kapan kamu bisa pindah nya, yang penting packing-packing baju nya di mulai dari sekarang, supaya nanti bisa cepat pindah nya" pesan Mayang yang membuat Viona mengangguk patuh

"oh iya satu lagi, kalau misal terjadi apa-apa sama nenek, kamu gak usah repot-repot buat dateng ke sini, cukup telpon saja, nanti saya yang akan langsung ke sana" lanjut nya

Wanita paruh baya itu tak ingin Viona menginjak kan kaki nya di rumah nya lagi, sebab ada perasaan takut yang menyelimuti, kala melihat kedekatan antara putra nya dan Viona

"siap Nyonya, kalau begitu saya izin mau ke dapur dulu, karena tadi belum masak untuk makan siang" pamit Viona sembari bangkit dari duduk nya

gadis itu juga tak lupa mengambil amplop yang terlihat sangat tebal, dengan uang ini ia bisa kembali ke rumah sakit tanpa harus meminjam-minjam pada orang lain

"bersyukur banget ada tawaran kayak gini, ini rezeki buat ibu" gumam Viona seraya memeluk amplop itu dan mencium nya

Sebelum pergi ke dapur, Viona menyimpan amplop itu ke dalam tas yang berada di dalam kamar nya, amplop itu ia bungkus dengan plastik dan di letakan pada bagian paling bawah, untuk berjaga-jaga siapa tau saja nanti ada yang diam-diam menyelinap masuk ke kamar ini

"makasih banyak Tuhan atas rezeki mu hari ini" ucap Viona dengan air mata yang mulai berlinang, ia tak menyangka mendapatkan uang sebanyak ini dengan cara yang seperti ini, meskipun kata-kata Mayang tadi sempat membuat hati nya sakit, tapi ia berusaha tegar demi kesembuhan sang ibu

"pamitan sama Baskara gak ya, kalo aku mau keluar dari rumah ini? tapi tadi Nyonya kan nyuruh aku jangan deket-deket sama anak nya, mending gak usah ngomong aja kali ya" gumam Viona yang kemudian bangkit dari duduk nya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!