NovelToon NovelToon
Membawa Benih Suami Kontrakku

Membawa Benih Suami Kontrakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Pernikahan Kilat / One Night Stand / Anak Genius / Nikah Kontrak
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sagitarius28

"Tinggalkan putraku dan ambil ini! Ingat jangan kau injakkan kaki kotor mu itu di mansion keluarga Xie." Xie Lihua

"Baik Nyonya, saya akan pergi dari sini. Dan ini amplop dari anda, saya bukan seperti apa yang anda pikirkan." Lin Wu

"Shit! Beraninya dia pergi meninggalkanku, lihat saja aku akan menghukumnya dan membawanya kembali ke sisiku." Xie Yanshen

Dua insan yang terpaksa menikah karena sebuah scandal dan juga tuntutan dari Tuan Jin Hao, Ayah Yanshen. Pernikahan yang tak diinginkan itu membawa Lin Wu ke dalam neraka kehidupan. Lihua, Ibu Yanshen begitu membencinya hingga suatu hari dia sukses menyingkirkan Lin Wu.

Tanpa ada seorang pun tahu, bahwa Lin Wu pergi membawa rahasia besar. Dan kepergiannya membuat Yanshen murka.

Akankah Yanshen tahu rahasia besar Lin Wu? Dan berhasilkah Yanshen membawa kembali wanita yang masih sah menjadi istrinya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBSK 5

"Hoek ... hoek ...."

Tampak seorang lelaki rupawan yang sedari tadi mondar mandir ke kamar mandi hanya untuk memuntahkan segala isi yang terasa diaduk-aduk dalam perutnya. Susah payah dia memakan makanan yang telah di siapkan para maid, alhasil berakhir di wastafel.

Ya, sudah dua minggu ini Yanshen mengalami keanehan pada tubuh atletisnya itu. Kini sudah tidak ada lagi tubuh kekar idaman para kaum hawa, bagaimana tidak? Lelaki itu telah kehilangan nafsu makannya, bahkan selalu muntah setiap kali mencium bau yang menyengat di rongga hidungnya. Tentu saja hal itu menghebohkan seluruh mansion mewah karena putra mahkota dari keluarga Xie sedang tidak enak badan.

Dokter pun telah datang memeriksa, namun semuanya normal tidak ada hal yang serius. Sempat Dokter itu mengatakan bahwa Yanshen mengalami Sindrom Couvade, tapi Mommy Lihua sama sekali tidak menggubrisnya. Wanita paruh baya itu hanya fokus pada kondisi putra semata wayangnya.

"Hoek ... hoek ...."

Yanshen kembali memuntahkan sisa makanan yang mungkin ini sudah ke tujuh kalinya dia mondar-mandir ke kamar mandi.

"Yanshen, sebenarnya apa yang terjadi padamu Nak? Sudah dua minggu ini kamu muntah-muntah, padahal nafsu makan mu pun berkurang. Dokter pun sudah memeriksa mu, tapi hasilnya normal," ucap seorang wanita paruh baya yang baru saja masuk ke dalam kamar putranya, tak lain adalah Mommy Lihua.

Wanita paruh baya itu berkerut alis sambil memperhatikan keadaan putranya yang begitu memprihatinkan. Seketika dia teringat dengan ucapan Dokter yang memeriksa putranya dua minggu yang lalu.

'Apa benar yang dikatakan Dokter waktu itu? Jangan-jangan Lin Wu hamil, dia hamil anak Yanshen. Tidak, itu tidak mungkin. Perempuan itu tidak mungkin hamil keturunan keluarga Xie. Lagian perempuan itu bukan selera Yanshen, dan tidak mungkin Yanshen kembali melakukan hal bodoh itu lagi.'

"Mom ...."

"Ya, sayang." Sontak Mommy Lihua tersadar dari lamunannya, kemudian mengelus lembut punggung sang putra.

"Aku sudah tidak tahan, Mom. Ini sangat menyakitkan," keluh Yanshen yang sudah menyerah dengan keadaannya saat ini.

"Makanya selagi sehat kamu jangan berani sama orang tua. Inilah akibatnya karena selalu melawan orang tua, lebih membela perempuan j*lang itu daripada Mommy kamu sendiri," sahut Mommy Lihua yang saat ini masih setia menemani putranya.

"Aarggghh ... Mommy. Mommy berisik sekali," ucap Yanshen yang mulai muak dengan ocehan Mommy nya.

"Dad, tolong bawa keluar istrimu ini. Aku makin muntah gara-gara parfum Mommy gak enak, baunya tidak sedap membuat isi perutku diaduk-aduk," pinta Yanshen pada Daddy nya.

"Kamu ngusir Mommy?" Mommy Lihua membelalakkan matanya mendengar ucapan Yanshen barusan.

"Sudahlah Mom, lebih baik kita keluar. Jangan ganggu Yanshen lagi, mungkin ada benarnya kalau parfum Mommy itu baunya tidak enak," ucap Daddy Jinhao yang langsung menggandeng tangan istrinya keluar dari kamar putranya.

Mata Mommy Lihua membulat sempurna mendengar penuturan suaminya yang sama persis dikatakan sang putra. Tentu saja hal itu membuat emosi Mommy Lihua naik ke ubun-ubun. Wanita paruh baya itu tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh suami dan putranya. Padahal dia membeli parfum branded itu dari negara yang terkenal akan aromaterapi yang memberikan sensasi mewah.

Tepat di luar kamar Yanshen, Mommy Lihua terus memberontak hingga akhirnya dia berhasil lepas dari cengkeraman tangan besar suaminya.

"Barusan Daddy bilang apa tentang parfum Mommy, hah? Ayo katakan?" Mommy Lihua mendongakkan wajah menatap nyalang pada suaminya.

"Bau parfum Mommy tidak enak. Kenapa ganti pakai yang ini? Bukannya Daddy sudah belikan parfum pesanan Mommy seperti biasanya," sahut Daddy Jinhao tanpa menatap wajah istrinya.

"Apa, tidak enak? Daddy tahu ini parfum limited edition, Mommy baru saja membelinya dari teman Mommy yang baru pulang dari kota ....."

"Terserah ... mau limited edition kek atau apa, pokoknya Daddy nggak suka baunya," sela Daddy Jinhao memotong ucapan istrinya yang sudah dia tahu pasti sang istri akan menjelaskan sedetail mungkin perihal parfum itu. Usai mengatakan itu, Daddy Jinhao pun langsung turun menuju lantai dasar meninggalkan Mommy Lihua yang masih mematung di tempatnya.

"Daddy, tunggu! Aakkhh ... kenapa jadi seperti ini sih? Parfum mahal-mahal dibilang tidak enak baunya. Dasar aneh! Bapak dan anak sama-sama aneh," gerutu Mommy Lihua kesal.

🥕🥕🥕

Tujuh tahun kemudian ....

Seorang wanita cantik tengah duduk di kursi kebesarannya, berkutat dengan berbagai macam berkas di meja kerjanya. Ya, wanita itu tak lain adalah Lin Wu yang saat ini telah sukses membuka usaha rumah makannya yang lebih besar lagi.

Kesuksesan yang dia raih, tentu tidak datang dengan sendirinya. Selama ini Lin Wu harus jatuh bangun dengan usahanya yang dia geluti. Bermodalkan tabungan dari uang bulanan yang diberikan oleh Yanshen selama empat bulan terakhir sebelum dia pergi dari mansion keluarga Xie. Selain itu, Lin Wu bertekad untuk mengubah dirinya menjadi sosok wanita karir agar kelak tidak ada yang merundung anak-anaknya.

Lin Wu tidak ingin pengalaman pahitnya terulang kembali pada si kembar. Mengingat bagaimana dirinya yang diperlakukan secara tidak adil hanya karena terlahir dari keluarga tidak mampu secara finansial.

Ya, usai dia pergi dari keluarga konglomerat itu, tanpa dia tahu bahwa dirinya telah mengandung anak Yanshen. Pada saat itu usia kandungannya telah memasuki trimester pertama. Sama sekali tidak ada tanda-tanda yang membuat keanehan di tubuh nya seperti pada umumnya yang terjadi pada wanita hamil, terutama hamil muda. Hal itulah yang membuat Lin Wu tak menyadari kehamilannya.

Meskipun dia dinyatakan positif hamil, namun sedikit pun Lin Wu tidak berniat untuk memberitahu Yanshen mengenai kehamilannya. Dia telah memutuskan untuk membesarkan dan merawat sendiri kedua anaknya bersama sang Ibu yang selalu di sampingnya.

Beruntung Lin Wu sering kali menenangkan tender penyedia catering untuk sebuah perusahaan, karena itulah dia bisa membuka rumah makan yang lebih besar dengan jumlah karyawan yang lebih banyak lagi. Rumah makan itu diberi nama J-TWIN'S.

Seperti biasa rumah makan J-TWIN'S sedang gencar mengadakan promosi guna menarik pelanggan baru. Hal itu juga yang membuat rumah makan J-TWIN'S semakin memiliki pelanggan baru. Promosi tak hanya dilakukan di jalan raya, tapi juga di gedung-gedung perkantoran hingga terjalin kerja sama sebagai penyedia catering untuk para pekerja mereka yang berada di lapangan.

Tok ... tok ... tok ....

"Ya, silahkan masuk," sahut Lin Wu dari dalam ruangan.

"Lin Wu, tiga hari lagi orderan dari PT. Shouyung membludak. Aku rasa kita perlu merekrut pekerja lagi untuk membuat orderan selesai tepat waktu," usul Zeze pada Lin Wu yang merupakan pemilik rumah makan J-TWIN'S.

Zeze merupakan asisten Lin Wu sekaligus sahabat yang telah menemani perjalanan nya dalam membuka usaha mulai dari nol. Dulu, sebelumnya Lin Wu sempat bekerja di sebuah restoran hingga takdir pun mempertemukannya dengan Zeze. Namun selang beberapa bulan menjelang kelahirannya, dia mengajukan resign dari restoran itu. Pasca melahirkan, Lin Wu memiliki ide untuk membuka rumah makan kecil-kecilan untuk keberlangsungan hidupnya bersama kedua anak kembarnya juga sang Ibu.

"Baiklah, kita akan merekrut beberapa pekerja lagi. Dan pekerjaan ini aku serahkan padamu, aturlah seperti biasanya." Lin Wu mendongakkan wajah menatap Zeze sambil mengulas senyum.

"Mommy ... Mommy ...." Terdengar suara teriakan si kembar yang baru saja masuk ke dalam ruangan Lin Wu. Tampak keduanya berlari kecil mendekat ke arah Mommy mereka.

Sementara Zeze pamit undur diri dari ruangan atasannya itu. Kembali mengerjakan pekerjaannya yang masih menumpuk.

"Mom, lihatlah hasil ulanganku, aku dapat nilai seratus sebanyak dua." Ji Chan dengan bangga menunjukkan lembar ulangannya yang mendapatkan nilai seratus.

"Wah, anak Mommy pintar sekali. Good job, sayang. Pertahankan ya prestasinya," ucap Lin Wu usai melihat hasil ulangan putrinya. Kemudian beralih pada putranya yang berdiri tepat di samping kanannya.

"Kalau Abang dapat berapa ulangannya?" Lin Wu menatap wajah Jun Jie yang merupakan duplikat wajah Yanshen.

Ya, keduanya sangatlah mirip. Melihat wajah putranya membuat Lin Wu teringat kembali pada Yanshen yang mungkin saat ini telah menjadi mantan suaminya. Sementara Ji Chan memiliki wajah yang perpaduan antara dirinya dan Yanshen, namun lebih kental mewarisi wajah sang Daddy. Lin Wu hanya kebagian sedikit mewarisi wajah putrinya.

"Aku dapat nilai seratus juga, Mom. Ada enam nilai seratus ku," sahut Jun Jie.

"Aaarggh ... Abang kenapa sih bisa dapat banyak nilai seratusnya? Selalu aja unggul dari Ji Chan," ketus gadis kecil itu sambil memanyunkan bibir mungilnya.

"Itu tandanya kamu harus belajar giat lagi, jangan kebanyakan main dan makan. Liat tuh bentuk tubuh kamu udah hampir seperti galon," sela Jun Jie membuat sang adik semakin merajuk.

"Mom ... lihat tuh Abang selalu ngeledekin Ji Chan," rengek gadis kecil berpipi chubby, mengadu pada Mommy nya.

"Eh ... sudah, sudah. Lebih baik kita makan siang bersama ya, Mommy akan masak makanan kesukaan kalian, oke."

"Yeay, oke Mom." Sahutnya kompak.

.

.

.

🥕Bersambung🥕

Hai kesayangan kakak othor, hari ini othor up banyak ya. Semoga suka, jangan lupa tinggalin jejaknya ya di kolom komentar biar othor makin semangat nulisnya 😊🙏

1
Reni Anjarwani
lucu dejh kok bisa 11,12 kaya omanya
Kaizy celine
Klo abangnya mirip papa nya ini pasti😍
Kaizy celine
🤣🤣🤣🤣nurun mommy yaa ga nurun bapaknya🤣
Rara Kayla
Yanshen puret🤣🤣...
partini
Mak Lampir nyerocos Mulu dah
Jia Li: 😂😂😂

dia gak suka sama Ji Chan yang cerewet apalagi berani sama dia 🤭
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Jia Li: tunggu kelanjutannya ya 😊
total 1 replies
Kaizy celine
Awasss nnti papa mu marahhh🤣🤣🤣🤣
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Alfiah🐣
Liat anaknya Lin Wu sama Yanshen tuh lucu-lucu gemess gimana gitu yaaa🤣🤭
Kaizy celine
Selamaatt authorr ... smoga makin smngatt yaa update bab nyaa dan buat novel2 dengan karya2 yg bagus2 lagii😍
Jia Li: makasih kak 😊
total 1 replies
Kaizy celine
OMG 😭😭😭😭🤣🤣🤣😍😍😍😍 GAK BISA BERKATA2 😍😍😍😍 lope lope buat kalian berduaaa😍😍🤣🤣
Kaizy celine
Co cweettttt😍😍😍😍
Reni Anjarwani
lanjut up trs thor
partini
👍👍👍👍
Rara Kayla
serang Daddymu, Ji Chan🤣
Rara Kayla
selamat ya Kak Author, dan semangat utk bab² berikutnya😁
Jia Li: makasih kak 😊
total 1 replies
Reni Anjarwani
akhirnya lin wu mendpt kan kebahagian
Kaizy celine
Katakaaan yesssss plisssss😭😍
Kaizy celine
Heemm co cweet nya pasti kyk papanya ini🤣
Oma Gavin
selamat kak tetap semangat up
Jia Li: makasih Oma 😊🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!