Andreas, sosok mafia berdarah dingin yang bergelar duda tampan dan kaya raya. Dia sudah bercerai sebanyak tiga kali karena ulah putra semata wayangnya. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan seorang penari striptis di sebuah club malam. Andreas pun memutuskan untuk menikahinya secara kontrak.
Di satu sisi, Sophia juga sosok single mom yang pekerja keras. Sophia bekerja sebagai penari striptis di sebuah club malam. Pertemuannya dengan Andreas mendatangkan masalah baginya, hingga Sophia memilih menerima segala skenario yang dijalankan oleh Andreas dengan menjadi istri kontraknya.
Lantas apa yang membuat Andreas ingin menikah kontrak dengan Sophia, sosok penari striptis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Sophia berkali-kali menghembuskan nafasnya dengan kasar melewati lorong rumah sakit. Dia merasa tenang habis menjenguk putranya dan akan kembali lanjut bekerja paruh waktu.
Diluar dugaan tampak sekelompok pria bertubuh tegap dengan setelan jas hitam berjalan beriringan dari arah yang berlawanan. Mereka semua terlihat garang menatap sosok objek yang menjadi buruannya sudah ada di depan mata.
Sementara itu, Sophia sama sekali tidak menyadari akan situasi di sekitarnya, dia hanya berjalan dengan santainya. Padahal marabahaya sedang mengintainya saat ini yang sama sekali tidak memiliki persiapan.
“Cepat tangkap wanita itu” perintah salah satu dari mereka dan sepertinya bos dari kelompoknya.
Seketika para pria bertubuh tegap langsung menghadang Sophia. Bahkan mereka tak memberikan celah sedikitpun bagi Sophia untuk kabur dari tempat tersebut.
“Siapa kalian!” ucap Sophia tampak waspada melihat orang-orang yang sedang menghadangnya. Sejujurnya dia mulai panik melihat mereka semua.
“Bawa dia!” ucap pria berambut ikal dengan tato naga dibagian lehernya menatap tajam kearah Sophia. Seolah wanita itu menjadi bulan-bulanan nya selama ini.
Sophia membulatkan kedua matanya mendengar ucapan pria tersebut. Dia mencoba untuk kabur, namun sayang seribu sayang para pria bertubuh tegap langsung menyergapnya, mencengkeram kuat kedua tangannya.
Sophia memberontak, meronta sekuat tenaga bahkan berteriak meminta tolong, namun usahanya hanya sia-sia. Karena setelahnya, Sophia sudah tak sadarkan diri ketika salah satu pria itu membiusnya, lalu membawanya pergi.
🍁🍁🍁🍁
Di sebuah ruang kerja yang sangat mewah dan terletak di lantai paling atas dari gedung perkantoran megah di pusat kota, terlihat pria tampan dan berkharisma yang tak lain adalah Andreas sedang duduk di kursi kebesarannya. Matanya tengah memandang dengan intensnya segala berkas di tangannya.
“Oh namanya Sophia. Dan...oh, ya..ya, aku sudah menduganya, dia hanyalah j@lang rendahan. Tidak-tidak, dia cuma sampah yang harus dibasmi.” ucap Andreas dengan seringai licik diwajahnya membaca identitas lengkap Sophia.
Namun Andreas tak lepas memandangi setiap foto-foto Sophia yang sangat seksi dan menggoda yang kesemuanya itu didapatkan dari mata-matanya.
Tiba-tiba darahnya berdesir dengan jakun naik turun melihat foto Sophia tersenyum menggoda. Bahkan aset berharga nya dibawah sana ikut mengeras dan mendadak langsung mode on setelah lima tahun tak berhubungan badan dengan seorang wanita.
Andreas langsung mencengkram kuat foto Sophia lalu meremasnya hingga hancur. Dia melemparnya sembarangan lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Sulit baginya untuk mengontrol gairahnya saa ini jika tak menuntaskannya di toilet.
“Shittt!!! J@lang sialan!” umpatnya kesal sambil memejamkan matanya. Akan tetapi, foto Sophia tersenyum menggoda kembali terlintas dipikirannya layaknya sebuah rekaman video yang sedang menari-nari dalam pikirannya.
Andreas berusaha membuang jauh-jauh semua hal tentang Sophia alias wanita jalang itu. Namun tetap saja, wajah cantik Sophia selalu terngiang-ngiang dipikirannya.
“Arggghh sial!” umpatnya kesal sambil bangkit dari duduknya.
Daniel yang berdiri di sampingnya hanya mampu menghela nafas kasar mendengar setiap ucapan dan umpatan dari tuannya. Hingga pria lajang itu mengerutkan keningnya melihat tuan sekaligus atasannya masuk ke dalam toilet. Dia tak ingin ambil pusing dengan urusan alam yang sedang dilakukan oleh tuannya.
Setelah menuntaskan keinginannya, Andreas kembali duduk di kursi kebesarannya. Dia memeriksa dan melihat-lihat deretan foto Sophia hingga matanya menyipit melihat foto terakhir Sophia bersama anak balita kurus kerempeng dalam pangkuan wanita itu.
“Siapa anak ini? Dan apa hubungannya dengan j@lang sialan itu?” tanya Andreas sambil menunjukkan foto tersebut kepada Daniel.
Andreas sungguh ingin tahu seluk beluk wanita penari yang sudah bersikap kurang ajar kepadanya. Kebenciannya kepada Sophia mulai mendarah daging hanya karena kejadian semalam.
“Anak ini adalah anak nona Sophia, tuan. Dia bernama Noah dan beberapa tahun ini mengidap kanker” jawab Daniel dengan jujurnya sesuai informasi yang didapatkannya.
Aku sudah memberitahunya, tapi masih saja bertanya. Batin Daniel sambil menghela nafas.
Andreas mengulas senyuman licik diwajahnya, hingga tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban dari Daniel. Seolah-olah dirinya baru saja mendapatkan kabar yang sangat menggembirakan.
“Ha..ha..ha…Sekali mendayung dua pulau akan terlampaui.” ucap Andreas diiringi gelak tawa.
"Kita lihat saja, sejauh mana kemampuanmu j@lang!" gumam Andreas sambil menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya. Ibaratnya kemenangannya sudah di depan mata.
Tok
Tok
Tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangannya, membuat Andreas menolehkan kepalanya menatap tajam kearah Daniel yang masih setia berada di sampingnya.
Daniel yang tahu pasti arti tatapan dari tuannya langsung bergerak membuka pintu ruangan tuannya. Dia pun terkejut melihat kedatangan para bodyguard tuannya.
"Masuklah, tuan sudah menunggu kedatangan kalian" tukas Daniel dengan pandangan tertuju pada wanita yang sepertinya sedang terpengaruh obat bius.
Mereka bergegas masuk ke dalam ruangan tuannya dan meletakkan wanita yang sedang terpengaruh obat bius itu di atas sofa. Wanita itu tidak lain adalah Sophia.
Andreas mengibaskan tangannya meminta mereka untuk keluar dari ruangannya. Kemudian dia bangkit dari duduknya dan langsung menyambar segelas air putih yang selalu tersedia di atas meja kerjanya, lalu mendekati Sophia.
Tanpa aba-aba Andreas langsung menyiramkan segelas air putih ke wajah Sophia, hingga membuat Sophia terbangun dan tampak gelagapan dengan wajahnya yang basah.
Sophia terlonjat kaget melihat ruangan yang begitu asing baginya. Hingga pandangannya terhenti pada sosok pria asing yang sedang menatapnya tajam.
“Siapa kau? Untuk apa kau menculik ku, lalu membawaku ke tempatmu!” teriak Sophia dengan suara meninggi. Sedangkan Andreas hanya menyilangkan kedua lengannya di depan dada dengan tatapan intens mengarah pada Sophia.
“Kau tak tahu siapa aku!. Hei, lihat baik-baik wajahku, bodoh!. Apa kau sedang berpura-pura lupa dengan kejadian semalam atau kau sedang berusaha untuk mengelabui ku wanita j@lang!" ucap Andreas dengan entengnya dan langsung mengarahkan pistolnya kearah Sophia.
Sophia terkejut mendengar ucapan Andreas. Seketika dia teringat dengan kejadian semalam. Kedua matanya melotot sempurna, Sophia baru menyadari wajah pria itu, yang ternyata pria brengsek yang menciumnya paksa di club malam semalam.
"Ingat baik-baik, hanya hitungan menit saja pistol ku siap merobek tubuhmu. Karena aku sendiri yang akan melenyapkan mu” ucap Andreas dengan ancamannya, tatapannya begitu mengintimidasi.
“Aku tidak takut mati!” tantang Sophia dengan tatapan dingin. “Jika kau ingin membunuhku, maka lakukanlah sekarang” tambah Sophia tak kenal takut.
“Wow, kau wanita pertama yang berani melawanku” ucap Andreas tersenyum smirk. “Baiklah, aku akan mengabulkan keinginanmu. Tapi, sebelumnya aku mau bermain-main terlebih dahulu dengan anak penyakitan” ejeknya lalu menyalakan layar LCD nya hingga terpampang jelas sosok anak balita yang tak lain adalah Noah ( putra Sophia) sedang tertidur di ruang perawatannya dan dikelilingi para pria bertubuh tegap, dimana masing-masing pria itu membawa pistol ditangannya.
“Tidak! Jangan sakiti putraku!!!” teriak Sophia dengan mata memerah memancarkan amarah melihat kegilaan yang akan dilakukan oleh pria brengsek itu.
“Ha ha ha, akan jauh menarik jika aku bermain-main dengan putramu. Bukankah dia lebih baik mati daripada hidup dengan kondisinya yang sangat menyedihkan. Walaupun ribuan kali kau menjual diri, tetap saja dia akan mati!” ucap Andreas dengan ejekannya sambil memainkan pistol di tangannya.
Sophia mengepalkan tangannya mendengar ejekan Andreas. Namun sekuat tenaga dia berusaha untuk mengontrol emosinya, pasalnya anaknya sedang dalam bahaya.
“Tolong lepaskan putraku, tuan. Dia sama sekali tidak tahu apa-apa. Jika kau ingin membunuhku, maka lakukanlah sekarang" ucap Sophia dengan tatapan memohon dan akan melakukan apapun demi melindungi putranya.
“Baiklah, jelas aku akan membunuhmu. Tapi, sebelum membunuhmu, aku akan memberikan penawaran menarik untukmu.” ucap Andreas menyeringai licik lalu mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya.
“Kemarilah! Aku ingin kau duduk di pangkuanku” ucap Andreas dingin sambil melambaikan tangannya kearah Sophia, agar wanita itu mendekat. Bahkan tak lupa menepuk pahanya untuk meminta wanita itu duduk di pangkuannya.
Sophia mengepalkan tangannya mendengar ucapan Andreas, ingin rasanya dia menghajar wajah menyebalkan pria kaya yang super brengsek itu.
Ya Tuhan, kenapa aku harus bertemu pria seperti dia. Bahkan pria ini ingin melenyapkan putraku. Batin Sophia.