NovelToon NovelToon
KERIKIL BERDURI - Sucinya Hati Dan Berdarahnya Janji

KERIKIL BERDURI - Sucinya Hati Dan Berdarahnya Janji

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Barat / Persaingan Mafia
Popularitas:199
Nilai: 5
Nama Author: Ardin Ardianto

rapuhnya sebuah jalan bersih yang dipilih, membawanya ke arah yang berlawanan. Setiap langkahnya seperti berjalan di atas kerikil yang berduri tajam—menyakitkan berbahaya, dan tak mudah untuk kembali pada jalan yang bersih, Di tengah kekacauan, hanya satu yang tetap suci: hati dan janji. Namun janji yang dipilih untuk di ucapkan kini tersayat oleh darah dan pengkhianatan karna arus sebuah jalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ardin Ardianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bangkit-nya Petarung

Tengah hari di Tanjung Priok. Matahari bukan hanya menyinari, tapi memanggang, melumerkan aspal hingga menguap. Udara beracun, campuran oli, garam, dan keringat ribuan buruh. Inilah gerbang neraka Jakarta. Dan Shadiq, mantan juara tarung bebas yang karirnya hancur oleh satu malam salah perhitungan, melangkah masuk ke dalamnya tepat pukul 11:45.

Instruksinya singkat dan dingin dari Farhank, bosnya: “Tengah hari. Kerjain aja.”

Baron, tangan kanan Farhank, sudah menunggu. Ada sesuatu yang berbeda di matanya—sebuah pengawasan yang tersembunyi. Shadiq menangkapnya. Farhank sudah ceritakan telepon ancaman pagi tadi. Mereka mulai tidak percaya.

“Kontainer biru Bandung, kayak biasanya,” bisik Baron, rokok kretek menempel di bibirnya.

Shadiq mengangguk, menuju lokasi yang sudah hafal di luar kepala. Kontainer biru itu terbuka lebar. Dua puluh peti kayu panjang, terbungkus plastik hitam dan lakban perak, menunggu di atas palet. Masing-masing lima puluh kilo. Dan dari dalamnya, terdengar bunyi logam yang samar, bergesekan.

Satu per satu, dengan otot kawat yang terlatih dari ring tarung, Shadiq memindahkan peti-peti itu ke bak truk box hitam. Baron mengawasi dari kejauhan, sementara sopir kurus di kabin asyik dengan ponselnya. Farhank? Tak terlihat. Dia sengaja menghilang, pikir Shadiq sambil menyembunyikan senyum tipis yang getir. Biar aku bekerja dalam ketakutan. Biar aku merasakan ancamannya.

Tapi Shadiq bukanlah orang yang mudah ditakuti. Dia adalah petarung. Dan petarung yang terpojok paling berbahaya.

Saat mengangkat peti keempat belas, matanya menyapu sekeliling. Baron membelakangi, asyik merokok. Sebuah peluang. Dengan gerakan cepat dan halus, dia menyelinapkan satu peti dari tumpukan, menyembunyikannya di balik palet kosong. Hatinya berdebar, bukan karena takut, tapi karena adrenalin misi yang dia ciptakan sendiri.

Dari saku, dia mengeluarkan ponsel jadul dan menghubungi satu-satunya orang yang masih bisa dipercaya: Rakhman, sopir taksi tua dan teman masa kecilnya.

“Man, ke pelabuhan sekarang. Bawa taksi kosong, pintu belakang pelabuhan Priok. Cepat,” desisnya.

Dalam waktu singkat, Rakhman tiba dengan Avanza tuanya, wajah penuh kebingungan. Shadiq mendorong peti itu ke tangannya.

“Titip di rumah lo. Aku ambil nanti malam.”

“Ini barang apa, Diq? Bunyinya aneh,” tanya Rakhman, ragu.

“Percaya aku,” kata Shadiq, menggenggam bahu temannya. “Ini urusan bos. Besok aku ambil, lo dapat lima ratus ribu.”

Tekanan di mata Shadiq dan janji uang membuat Rakhman akhirnya mengangguk. Peti berat itu dipindahkan ke bagasi taksi, dan Rakhman menghilang ke dalam malam Jakarta yang mulai merayap.

Shadiq kembali bekerja seolah tak terjadi apa-apa. Pikirannya bergejolak. Dendam pagi tadi tidak akan kubayar murah, Farhank. Kau akan lihat.

Shadiq ke kontainer, ia memperhatikan sopir yang kini terlelap, sementara Baron masih mengahdap ke arah lain " sepertinya mereka tidak menyadari aku pergi " gumam Shadiq di sertai senyuman puas.

ia pun mengirimkan peti-peti itu ke sebuah vila yang jauh dari perkotaan, Shadiq kaget saat melihat tempat tersebut sedikit ramai pria-pria berdasi. Mobil Mercedes , BMW dan mobil-mobil yang terlihat mahal parkir dengan rapi , Shadiq makin terkejut dengan plat nomor diplomatik yang ada di sana " ini pengiriman resmi kah? kotor kah? " bingungnya dengan pekerjaan ini . namun tak membuat fokusnya pada pekerjaan hilang.

Shadiq sedang menurunkan petibdari mobil di bawa ke gudang .

di tengah pekerjaan seorang pria cukup ramah bersama 2 bodyguard mendekat pada Shadiq.

Pria" saya belum pernah lihat kamu , apa kamu baru?"

shadiq menyalami pria tersebut" ya saya baru, bapak sendiri? Sudah lama di sini "

pria " saya baru. Baru datang kesini jam 8 pagi tadi " ucap pria itu mencoba mencairkan suasana.

Shadiq terkekkeh kecil " maksud saya , bapak kerja di grup ini sudah lama, atau bapak justru bos di grup pengiriman ini "

pria itu terkekeh balik seperti enggan menjawab, beberapa pria berdasi lain mendekat ke arah Shadiq. pria sebelumnya yang menyapa shadiq pergi .

Shadiq membatin dalam hati " aneh . pria aneh " .

ia terus memperhatikan pria kemana pria itu pergi , matanya menyipit mobil plat diplomatik rupanya milik pria aneh .

Malam di Cipete lembap dan gelap. Setelah seharian merasa ada yang menguntit—sebuah sedan hitam, dua pengendara motor yang terlalu konstan—Shadiq akhirnya tiba di rumah kontrakan Rakhman. Suasana tegang. Rakhman sudah panik.

“Lo bawa apa sih, Diq? Aku nggak mau ikut masalah!”

Tanpa banyak bicara, Shadiq membuka peti itu. Pisau lipatnya menyobek lakban perak.

Kreek.

Dan di sana, terbaring di balik kayu, adalah dua pucuk senjata serbu AK-47 modifikasi. Kilau emas dan silver-nya memantulkan cahaya lampu redup, dingin dan mematikan. Di sampingnya, magazen penuh, kotak peluru, dan sebuah amplop putih.

Rakhman hampir pingsan, bersandar di dinding. “Apa-apaan ini?! Ini senjata, Diq! Ilegal! Kau mau menghancurkan hidupku?”

Shadiq sendiri terdiam, menatap barang bukti yang sekarang ada di tangannya. Ini lebih dari sekadar selundupan. Ini adalah senjata perang. Sama persis seperti yang digunakan gerombolan bersenjata di proyek kawasan pelabuhan bulan lalu, pikirnya. Jaringannya jauh lebih dalam dan berbahaya dari yang dia kira.

“Aku harus membawanya pergi,” gumam Shadiq akhirnya, suaranya datar namun penuh tekad.

Dengan uang yang ditolak Rakhman, Shadiq memaksakan peti itu ke atas motornya yang tua. Dia melaju kembali ke kegelapan, meninggalkan temannya yang ketakutan dengan sebuah peringatan: “Selesaikan urusanmu. Jangan libatkan aku lagi.”

Kontrakannya sendiri gelap saat dia tiba. Istri tercintanya, Arva, dan putri kecilnya, Irva, sudah tidur. Dengan hati-hati penuh rasa bersalah, dia menyembunyikan peti berisi senjata api itu di bawah tumpukan kardus di lantai bawah, persis di bawah kasur tempat keluarganya bermimpi.

Arva terbangun, wajahnya lelah dan penuh kecemasan. “Pulang jam berapa lagi, Bang? Kerja apa sampai begini?”

Shadiq memeluknya, mencoba menghangatkan tubuh istrinya yang kaku. “Ini yang terakhir, Sayang. Aku berjanji. Besok, semuanya akan berubah.”

Tapi di matanya, Arva membaca sesuatu yang lain: sebuah bahaya yang tak terucapkan, sebuah rahasia yang membara. Dia menghela napas, pasrah namun tak lagi percaya sepenuhnya.

Shadiq menatap mereka tidur, hati teriris. Maafkan aku. Tapi kadang, untuk melindungi yang kau cintai, kau harus berjalan lebih dulu ke dalam gelap.

Dia turun ke lantai bawah, menatap peti kayu yang menyembunyikan neraka portabel itu. Bisikan logam dari dalamnya seakan menyengat telinganya.

Ini bukan lagi tentang uang, atau sekadar balas dendam pada Farhank yang merendahkannya.

Ini tentang bertahan hidup. Farhank hanyalah ujung tombak. Jaringan di balik ini pasti besar. Dan Shadiq, tanpa sengaja, telah mencuri satu bagian penting dari puzzle mematikan mereka.

Dia telah memicu perang.

Dan seorang petarung seperti Shadiq tahu satu hal: dalam sebuah perang, hanya yang paling tangguh, paling cerdik, dan paling nekad yang akan berdiri di akhir.

Besok, dia akan menghadapi Farhank. Besok, rahasia itu akan dibuka. Dan besok, hidupnya—dan hidup keluarganya—akan berubah selamanya.

Tindakannya telah dimulai. Pembalasan akan segera menyusul.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!