NovelToon NovelToon
Fall In Love With You, Mr Tomi.

Fall In Love With You, Mr Tomi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst
Popularitas:26.8k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

"Saya mohon menikah lah dengan putri saya! Putri saya sangat mencintai nak Tomi. Waktu saya tidak lama lagi, dan saya akan pergi dengan tenang jika sonia telah menikah." Tangis Sonia semakin pecah mendengar permintaan Daddy-nya sedang kritis di rumah sakit, kepada pria yang sudah setahun terakhir dicintainya secara diam-diam. Ya, diam-diam, sebab Sonia tidak pernah mengutarakan perasaannya terhadap pria itu kepada siapapun, termasuk pada Daddy-nya.

Sonia memang sangat mencintai pria yang merupakan bosnya tersebut, akan tetapi Sonia juga tidak ingin menikah dengan cara seperti itu. Ia ingin berusaha menaklukkan hati Pria bernama Tomi tersebut tanpa permintaan atau paksaan dari pihak manapun. Namun kondisi Daddy-nya yang sedang sekarat membuat Sonia tak tega untuk banyak berkata-kata, apalagi untuk menolak.

Akankah pernikahan Sonia berjalan layaknya pernikahan bahagia pada umumnya, atau justru kandas ditengah jalan, mengingat Tomi tidak memiliki perasaan apapun terhadap Sonia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5.

Keesokan paginya Sonia terbangun dari tidurnya pada pukul setengah enam pagi. Sebagai menantu yang tinggal di rumah mertua tentunya Sonia harus pandai membawa diri, sekalipun ayah dan ibu mertuanya memperlakukan dirinya dengan sangat baik. Sonia memilih turun ke dapur untuk sekedar membantu menyiapkan sarapan.

"Non Sonia ngapain ke dapur?." Tanya Bibi menyadari kedatangan Sonia.

"Tentu saja mau bantuin bibi menyiapkan sarapan, masa' mau main badminton, bi." Jawab Sonia setengah bergurau untuk mengakrabkan diri dengan bibi.

"Non Sonia bisa aja." Bibi akhirnya ikut tersenyum mendengarnya. "Sebaiknya non Sonia kembali saja ke kamar, biar bibi yang menyiapkan sarapan!." Pinta bibi.

"Bibi tidak perlu takut! Kalau bibi sampai dapat teguran dari mamah, bilang saja kalau aku yang maksa pengen bantuin bibi." Sonia bisa menebak isi hati bibi. Wanita berusia hampir setengah abad tersebut pasti takut mendapat teguran dari majikannya karena membiarkan sang menantu turun ke dapur.

"Tapi, Non_."

"Daripada bibi kebanyakan tapi nya, sebaiknya sekarang kita lanjut masak, gimana?." Sonia menyematkan senyum yang terlihat begitu teduh sehingga membuat siapapun yang melihatnya pasti akan merasakan keteduhannya, tidak terkecuali bibi.

Sebagai pelayan yang sudah melayani keluarga itu selama hampir dua puluh lima tahun, membuat bibi mengetahui hampir semua yang terjadi di dalam keluarga majikannya tersebut, termasuk alasan pernikahan Tomi dan Sonia. Jujur, bibi merasa prihatin sekaligus iba pada Sonia yang kini menjadi yatim-piatu usai kepergian kedua orang tuanya untuk selama-lamanya. Di tambah lagi harus menjalani pernikahan bersama pria yang tidak mencintainya. Bibi seakan ikut merasakan dilema hidup yang kini dirasakan oleh gadis itu.

Setelah membantu bibi menyiapkan sarapan, Sonia pun kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap berangkat kerja. Ya, mulai hari ini Sonia akan kembali bekerja seperti biasanya. Mungkin dengan menyibukkan diri pada pekerjaan ia bisa sedikit melupakan kesedihannya, begitu pikir Sonia.

Setibanya di kamar, Sonia mendapati Tomi masih belum bangun juga, sementara kini waktu telah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Dengan memberanikan diri, Sonia menyentuh pelan jemari Tomi guna membangunkan pria itu, namun usaha Sonia tersebut sama sekali tidak membuahkan hasil. Hingga mau tak mau, Sonia mengguncang lengan pria itu agar segera terbangun.

"Sebentar lagi, mah...." Bukannya membuka mata, Tomi justru bergumam dengan mata terpejam, mengira Sonia adalah ibunya.

"Bangun mas, sudah pukul setengah tujuh pagi." Suara lembut Sonia mampu melebarkan kedua bola mata Tomi. Ia baru teringat jika semalam ia dan Sonia tidur sekamar.

"Hm." Gumam Tomi seraya mengumpulkan kesadarannya, menyandarkan tubuhnya pada headboard ranjang.

Menyaksikan Sonia masih mengenakan piyama tidurnya, Tomi lantas mempersilahkan Sonia untuk mandi terlebih dulu. Nanti setelah Sonia selesai mandi barulah dirinya yang akan mandi, lagipula kata orang perempuan mandinya lebih lama, bukan?

Tiga puluh menit kemudian, Sonia keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jubah mandi yang telah dipersiapkan di kamar mandi. Sepertinya ukuran jubah mandi tersebut diperuntukkan bagi Tomi, buktinya ukurannya kedodoran di tubuh Sonia.

"Aku pinjam sebentar ya mas, nanti bakal aku cuci kok. Tadi aku lupa bawa punyaku soalnya." Kata Sonia, merasa tidak enak hati telah mengenakan jubah mandi milik Tomi tanpa meminta izin sebelumnya.

"Hm." Balas Tomi seraya turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.

Di saat Tomi sedang berada di kamar mandi, waktu tersebut digunakan Sonia untuk mengenakan pakaian kerjanya. Ia mengeluarkan pakaian kerjanya dari dalam koper miliknya. Ya, hingga pagi ini semua pakaian Sonia masih berada di dalam koper, Soalnya semalam Sonia belum sempat meminta izin untuk menggunakan salah satu lemari pakaian milik Tomi guna menyimpan pakaiannya.

Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian kerjanya, Tomi mengajak Sonia menuju meja makan untuk sarapan bersama. Tradisi di keluarga Tomi wajib sarapan bersama sebelum melakukan aktivitas masing-masing.

"Selamat pagi, sayang.... Bagaimana tidur kamu semalam, nyenyak?." Ibunya Tomi menyapa anak dan menantunya saat baru bergabung di meja makan.

"Alhamdulillah nyenyak, mah." Jawaban Sonia mampu mengalihkan atensi Tomi. Tomi yakin Sonia tidak berkata jujur. Lagipula mana mungkin tidur di sofa bisa membuat tidur seseorang nyenyak. Meskipun hingga detik ini ia belum pernah merasakan tidur di sofa, namun Tomi bisa menebak jika tidur di sofa tidaklah demikian.

"Syukurlah kalau begitu, sayang. Mamah harap kamu betah dan nyaman tinggal di rumah ini, Sonia." Harap ibu mertua.

"Semua orang di rumah ini sangat baik pada Sonia, lalu untuk alasan apa Sonia tidak merasa nyaman berada di rumah ini, mah." Balas Sonia yang kini telah menempati kursi di samping kursi sang suami.

Mengingat kini waktu telah menunjukkan pukul setengah delapan pagi, Tomi lantas mengajak Sonia untuk segera sarapan agar tidak telat tiba di kantor. Sekalipun ia menduduki posisi CEO di perusahaan yang didirikan oleh ayahnya sejak dua puluh tahun silam tersebut, Tomi nyaris tak pernah telat tiba di perusahaan. Ia ingin menjadi contoh yang baik bagi para pegawainya.

"Apa kalian akan berangkat bersama?." Tanya ibunya Tomi.

"Iya mah, soalnya saat ini mobil Sonia masih berada di rumah Abil." Tomi yang menjawab.

"Sekalipun mobil Sonia sudah ada di sini, namun apa salahnya jika kedepannya kalian tetap berangkat bersama ke kantor?."Tutur ibu sebelum menyuap makanan ke dalam mulut.

"Lihat nanti saja, mah! Kalau memang Sonia perlu menggunakan mobil sendiri, maka Tomi tidak akan mempermasalahkannya." Jawab Tomi. Kedengarannya memang halus, tetapi Sonia cukup peka untuk memahami jika saat ini Tomi sedang mengutarakan penolakan.

Selesai sarapan, Tomi dan Sonia pun segera berangkat ke kantor.

*

"Selamat pagi tuan....selamat pagi Nona Sonia....."Setibanya di kantor, kedatangan mereka di sambut oleh asisten pribadi Tomi di depan pintu utama gedung.

"Selamat pagi."

"Selamat pagi, pak Azam."

Berbeda dengan Tomi yang hanya mengangguk sekilas, Sonia justru menyematkan senyum ramahnya pada asisten pribadi Tomi tersebut. Sebelum menikah dengan Tomi pun hubungan Sonia dan Azam cukup akrab. Sedikit banyaknya pria berusia dua puluh enam tahun tersebut telah membantu Sonia dalam urusan pekerjaan.

"Siang nanti saya ada meeting, dan saya akan ditemani oleh Azam." Sebelum memutar handle pintu ruangannya, Tomi menyampaikan hal tersebut pada Sonia.

"Baik, tuan." Balas Sonia. Selama satu tahun menjadi sekretaris Tomi, Untuk pertama kalinya Sonia tidak menemani bosnya itu meeting di luar kantor.

Azam yang masih setia berjalan di belakang tubuh Tomi hanya bisa menolehkan pandangan sejenak pada Sonia, tanpa berkata-kata. Ia tahu saat ini bosnya tersebut pasti sengaja melakukan semua itu pada istrinya itu.

Sonia menduduki kursi kerjanya setelah menyaksikan Tomi dan asisten Azam memasuki ruangan.

"Tidak perlu diambil hati, Sonia!." Sonia menghela napas panjang dan menghembusnya perlahan, sebelum sesaat kemudian mulai menyibukkan diri dengan pekerjaannya.

Tepat pukul sebelas siang, Tomi dan asisten Azam berlalu menuju lokasi meeting. Tiga puluh menit kemudian, mobil yang dikendarai asisten Azam akhirnya tiba di sebuah restoran bintang lima.

"Selamat siang, tuan Tomi Andrean." Kedatangan Tomi di sambut oleh pemilik restoran yang juga merupakan salah satu rekan bisnis perusahaan Tomi.

"Selamat siang." Balas Tomi seraya menyambut uluran tangan pria bernama Rian tersebut.

1
Lentera Aksara
kalau itu ulet bulu
Sonia suruh pindah aja Thor
kasian Dede bayinya
Felycia R. Fernandez
😅😅😅😅😅
Dwi ratna
pst si cabe level akut dah
secret
hmmm siapa tuhh yg diliat sonia
sutiasih kasih
lanjut thorrr... udah g sabar😍😍
Ayila Ella
waduh siapa tuh, jangan bilang itu si cilok
Lia siti marlia
siapa tuhhh sonia bikin penasaran aja
Ami LeoGirl
Cikarang selatan hadir.... kpn up lgi thorr
Nurul
Ditunggu lanjutannya......
Uba Muhammad Al-varo
Tanggerang hadir kakak Author 🙏🙏💪💪💪💪💪
Uba Muhammad Al-varo
cilli....... bukan nya sadar malah tambah gila karena obsesi dan keegoisanmu dan karena perbuatan ini juga kamu akan berakhir menderita dan menyesal, nggak mau menurut sih apa yang dikatakan oleh Linda 👿👿
sutiasih kasih
cili cari hidup susah...
Ami LeoGirl
Lajutkn up semangt
Lentera Aksara
kota udang hadir Thor 😁
Nurminah
jangan sampe kejebak ama obat perangsang ya Thor jujur muak liatnya
secret
akhirnya perjuanganmu membuahkan hasil tom, hrs hati2 karena si cabe blom kapok
secret
Palembang thorr, salam kenal dari wong kito galo😁
Lusi Hariyani
hati2 tomi jaga sonia bahaya mengancam
Syifa
kaka yg banyak donk aplopnya
Ayila Ella
waduh gawat si ular mau bikin olah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!