Zahra Aulia, putri Lili Kirana, tumbuh dengan dendam setelah ibunya meninggalkannya di hari ulang tahunnya yang ke-5. Lili dipaksa menikah dengan Bara Hendra, tapi akhirnya ditinggalkan. Zahra diusir keluarga Hendra dan berjanji membalas dendam. Dia mendekati tuan muda Henderson, orang terkaya dan kejam, untuk perlindungan dan balas dendam. Tapi, apakah dia bisa menaklukkan hati Henderson dan mencapai tujuannya?"
mendekati tuan muda Henderson bukan lah sesuatu yang gampang, selain kejam dia juga tidak suka wanita yang sengaja datang karena tujuan tertentu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
memilih untuk melepaskan.
" BAGAIMANA..?! , PILIH DIA ATAU PULANG..?! "
Kata kata ayahnya seperti duri tajam yang menusuk dadanya. Lili menangis.
" pak , izinkan kami bersama. Saya janji pak , akan bahagiakan lili. " Nevi tidak berhenti henti meminta pak Setyo melepaskan lili . Dia bahkan mencium sepatu pak Setyo yang kemudian menendang nya hingga tersungkur di tanah.
" ayah , cukup..! " teriak lili yang tidak tahan lagi dengan perlakuan ayah nya kepada Nevi.
" kenapa...? lihat lah dirimu lili, begitu bodoh dan menyedihkan..! Menangis karena laki laki miskin ini. ayah sudah baik memilih yang kaya untuk mu ,agar hidup mu kelak bahagia,tidak makan batu..! , tapi kamu keras kepala sekali. menyesal sekali ayah punya anak seperti kamu..! "
" cukup ayah , jangan menghina nya lagi..!"
" mau berapa tahun pun , laki laki ini tidak akan pernah sukses..! . "
lili menarik napas panjang, sambil menangis dia mengulurkan tangannya kepada Nevi yang sedang berlutut di depan ayah nya .
" lili..." Nevi menerima uluran tangan lili dan berdiri.
lili tersenyum , dia menjabat tangan Nevi dan kemudian berkata.
" mas , ayo berpisah. Kita mungkin tidak ditakdirkan bersama. Lili berdoa semoga mas dapat wanita yang lebih baik dari lili. " lili melepaskan tangan nya yang masih di genggam oleh Nevi.
" lili, kamu melepaskan saya..? "
" maaf mas , ini keputusan terbaik diantara kita. Temui lah kebahagiaan mu , lili baik baik saja dan tidak usah khawatir kan lili. Jika ada waktu terbaik , lili mau lihat mas sukses, dan tidak di rendahkan ayah lagi. Maaf kan ayah ku mas , karena sudah berbicara kasar dan menghina kamu. Sampai kan permintaan maaf saya kepada ibu. " lili dengan terpaksa tersenyum, walaupun Air matanya mengalir.
" lili, kamu tidak bisa bicara begitu.."
" AYAH , AYO KITA PULANG.. "
lili melangkah pergi meninggalkan Nevi yang menatap nya dengan tatapan kosong. Nevi tidak percaya dengan keputusan wanita yang dicintainya itu.
Pak Setyo masuk kedalam mobil begitu juga dengan lili.
" LILI...! AKU CINTA SAMA KAMU...! AKU MAU SUKSES BERSAMA MU..! ". teriakan Nevi didengar oleh lili , disitulah tangisan lili pecah. Tapi tidak ada yang bisa dilakukan nya ,selain berdiam diri dan ikut ayahnya pulang.
Mobil pak Setyo dan anak buahnya meninggal kan rumah reot dari bambu milik Nevi dan ibunya.
Nevi menangis, dan tersungkur di tanah. Rasanya tulang tulang nya patah dan tidak kuat untuk berdiri.
Semua kenangan nya bersama lili terbayang di pikiran nya.
Kini wanita yang dicintainya telah pergi, dan hubungan mereka terputus. Bukan karena tidak cinta tapi karena perbedaan status.
Ibu Herlina keluar dari rumah dan melihat putra nya yang tersungkur itu.
" astaga, Nevi...! " teriak ibu Herlina saat melihat putra nya tersungkur di Tanah sambil menangis, dia segera menghampiri Nevi dan membantu nya berdiri.
" BU , TIDAK ADA LILI LAGI DI KEHIDUPAN NEVI . MENANTU KESAYANGAN IBU PERGI.. " ujar Nevi, sambil menangis.
Laki laki tampan itu benar-benar rapuh , wanita yang sangat dicintainya itu pergi.
" sudahlah Nevi , ikhlaskan saja dia. Jangan juga salahkan dia karena meninggalkan mu. Lili tidak salah nak. Ayahnya juga benar kita belum pantas buat anaknya. Semua orang tua pasti tau apa yang terbaik untuk anaknya. "
" tapi Bu , Nevi akan berusaha membahagiakan dia. Kenapa ayah nya Setega itu..? Tidak punya hati..! "
" sudah nak , jangan dendam. Jadikan lah ini sebagai pengalaman dan kekuatan. Kamu harus bisa membuktikan pada ayah nya kalau kamu bisa sukses, jangan jadi rapuh dan terlihat menyedihkan seperti ini. "
" Bu , apakah kita akan kembali bersama jika saya benar benar sudah sukses..? " tanya nevi sambil mengusap airmata nya.
" nak, jika kamu sukses itu tidak akan menjamin kamu dan lili bersama lagi. dia sudah menjadi menantu keluarga Hendra. Tapi , setidaknya jika kamu sudah sukses, lili pasti bahagia melihat Nya. lili tidak sengaja memutuskan hubungan nya dengan kamu, ini dilakukan nya untuk kebaikan. Ibu harap kamu harus bisa mengabulkan permintaan lili , dan permintaan itu adalah melihat mu sukses agar tidak di injak injak orang. "
Kata kata ibunya menyentuh hati rapuh Nevi, yang sekarang berdiri dengan pandangan kosong.
" ayo masuk dulu , seperti nya sebentar lagi akan hujan. "
Nevi mengikuti ibunya masuk kedalam rumah bambu mereka.
Ibu Herlina mengambil nasi dengan lauk ikan kering yang dibelinya dari pasar.
" Nevi , ayo makan dulu nak. Ingat kata kata lili, dia ingin melihat kamu sukses. Lili juga pasti sedih jika melihat mu dengan keadaan menyedihkan seperti ini. "
" baik Bu , Nevi janji akan bekerja dengan giat agar bisa menjadi orang terpandang yang tidak lagi di injak injak orang. "
" bagus nak , ibu bahagia sekali mendengar nya. Sekarang ayo makan.."
" iya Bu. " Nevi mulai makan .
Ibu Herlina tersenyum melihat Nevi sudah baikan dan tidak berlarut-larut dalam kesedihan.
" Nevi , maafkan ibu nak. ibu bilang begitu karena tidak tega melihat mu berlarut larut dalam kesedihan. Ibu harap , setelah ini kamu akan lebih giat lagi , supaya bisa membuktikan dan mengubah status mu yang sekarang. ibu juga sangat menyukai lili ,tapi apa yang harus diperbuat. Kita juga tidak berhak menahannya disini. " sambil makan ibu Herlina terbayang dengan sosok lili yang sangat baik padanya.
" Bu , kita keluar kota .." ujar Nevi tiba tiba membuat ibu nya tersedak .
" apa..?! " dengan nada tinggi ibu Herlina bertanya sekali lagi, tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Nevi.
" Bu , ayo keluar kota. Nevi mau kerja di sana. gaji diluar kota lumayan besar dari gaji di sini. Semoga saja saya beruntung disana ,dan bisa segera sukses sesuai keinginan lili dan ibu. "
Ibu Herlina tersenyum, lalu memegang tangan putranya.
" Nevi , kita dan disini sama saja nak. Gak ada yang beda. selagi kita berusaha maka kita akan mencapai dan menerima hasil nya. "
" Bu , disini dan kota itu jelas jelas berbeda. Disana banyak lowongan kerja, Nevi akan mencoba melamar kerja disana. sebentar lagi juga lili akan menikah dengan keluarga Hendra, Nevi tidak sanggup melihat dia menikah dengan orang lain Bu. Itu sangat sakit . Daripada melihat dia menikah, mending keluar kota dan tinggal disana. "
Ibu Herlina tau perasaan putra nya yang sengaja Pergi jauh sebelum pernikahan lili.
Ibu Herlina tersenyum lalu mengangguk kepalanya kepada Nevi ,yang dari tadi menunggu keputusan nya.
" Nevi punya sedikit tabungan Bu. Cukup untuk membeli tiket kapal kita. Nevi mau segera cepat cepat pergi dan tidak mau melihat Nya lagi. Karena jika melihat nya , itu terasa sakit apalagi jika dia duduk di pelaminan dengan orang lain. "
" baiklah nak , jika itu keputusan mu . Ibu akan menyetujui nya. Ibu ngerti perasaan mu sekarang."