NovelToon NovelToon
Mendapatkan Hati Sang Antagonis

Mendapatkan Hati Sang Antagonis

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Time Travel / Tamat
Popularitas:449.6k
Nilai: 5
Nama Author: sang senja

Karya pertama ku. jangan ada plagiat di antara kita❌❌❌


Apa jadinya, jika sang putri mafia, bertransmigrasi ke dalam sebuah novel cinta remaja. Menjadi tokoh figuran sebagai sahabat sang Antagonis wanita.
Yang akan mati di bunuh oleh sang Antagonis pria.
Sang antagonis pria, yang di gambar kan sangat terobsesi dengan sang protagonis wanita.
Dia yang akan membunuh sang antagonis wanita beserta kedua sahabat nya.
Namun sang Antagonis pria pun mendapat kan akhir yang buruk.
Mampu kah sang penjelajah waktu ini, merubah alur novel asli?
Atau, dia akan mati sama seperti di novel yang pernah ia baca?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Shofia telah pergi

Seperti yang telah disepakati, sehari kemudian Shofia resmi pindah dari kediaman keluarga Sudibyo.

Apartemen mewah yang telah disiapkan Bagaskara menjadi tempat tinggal barunya untuk sementara waktu.

Kini rumah keluarga Sudibyo terasa jauh lebih tenang.

Tidak ada lagi suara rengekan Shofia yang selalu mencari perhatian.

Tidak ada lagi pertengkaran kecil yang sering terjadi antara dirinya dan Amelia.

Pagi itu seluruh keluarga berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama.

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, meja makan itu hanya diisi oleh anggota keluarga inti.

Bagaskara.

Grace.

Sean.

Dan Amelia.

Namun Amelia terlihat sedikit gelisah.

Matanya sesekali menyapu seluruh ruangan.

Seolah sedang mencari seseorang.

Grace yang menyadari hal itu langsung bertanya.

"Ada apa, Sayang? Dari tadi Mama lihat kamu celingukan terus."

Amelia menoleh.

Lalu menggeleng pelan.

"Nggak kok, Mah."

Ia mengambil segelas susu di depannya.

"Cuma lagi nyari seseorang aja."

"Seseorang?" tanya Sean penasaran.

Amelia mengangguk.

"Gadis yang kemarin."

"Oh..." Grace langsung mengerti.

"Maksud kamu Shofia?"

Amelia mengangguk lagi.

"Iya."

"Dia udah pulang kemarin."

"Oh..."

Amelia mengangguk pelan.

Entah kenapa jawabannya membuat Grace merasa gugup.

"Kenapa memangnya?" tanya Grace hati-hati.

"Kamu mau ketemu dia?"

Amelia buru-buru menggeleng.

"Nggak."

Jawabannya cepat sekali.

"Sama sekali nggak."

Mereka bertiga langsung menatapnya.

Amelia kemudian menunduk sambil mengaduk susu di gelasnya.

"Nggak tahu kenapa."

"Aku nggak suka sama dia."

Deg.

Jantung Grace langsung berdetak lebih cepat.

Sean bahkan sampai tersedak air minumnya.

"Hah?"

Amelia mengangkat wajahnya.

Ekspresinya polos.

Benar-benar polos.

"Perasaanku aja sih."

"Tapi tiap lihat dia, aku nggak nyaman."

"Aneh ya?"

Grace tersenyum kaku.

"Nggak juga."

"Tapi bagaimana pun juga, Sofi itu sepupu kamu."

"Dia anak adik Mama."

"Mama harap kalian bisa akur."

Amelia terdiam cukup lama.

Lalu menundukkan kepalanya.

"Kalau aku nggak bisa gimana?"

Sendok di tangan Grace langsung berhenti bergerak.

"Sayang..."

Amelia mengangkat wajahnya.

Matanya terlihat sedikit berkaca-kaca.

"Kalau aku nggak bisa nerima dia..."

"Papa sama Mama bakal kecewa nggak?"

Deg!

Kali ini bukan hanya Grace.

Bagaskara dan Sean juga ikut membeku.

Kalimat itu sederhana.

Namun terasa seperti tamparan keras.

Tanpa sadar mereka teringat masa lalu.

Masa ketika mereka selalu meminta Amelia mengalah.

Masa ketika mereka selalu membela Shofia.

Masa ketika mereka mengabaikan perasaan putri kandung mereka sendiri.

Mereka bahkan masih ingat bagaimana Amelia selalu menangis sendirian di kamarnya.

Bagaimana Amelia berkali-kali mengatakan bahwa Shofia telah merebut segalanya darinya.

Namun tidak seorang pun percaya.

Mereka justru menganggap Amelia egois.

Manja.

Pencemburu.

Dan tidak dewasa.

Sampai akhirnya kecelakaan itu terjadi.

Dan kenyataan paling menyakitkan menampar mereka.

Saat berada di ambang kematian...

Amelia tidak menghubungi keluarganya.

Bukan mereka yang pertama kali menerima kabar kecelakaan itu.

Melainkan Jennifer.

Sahabat Amelia.

Orang luar.

Fakta itu masih menjadi luka besar bagi mereka.

Karena itu berarti Amelia tidak lagi mempercayai keluarganya sendiri.

Grace menunduk.

Dadanya terasa sesak.

"Lia..."

Suaranya bergetar.

"Mama nggak akan kecewa."

"Papa juga nggak."

Bagaskara mengangguk.

"Tidak ada yang akan memaksamu."

"Kami cuma ingin kamu bahagia."

Amelia tersenyum kecil.

Senyum yang membuat hati mereka semakin sakit.

"Terima kasih."

"Aku bakal coba kok."

"Pelan-pelan."

Mereka bertiga menghela napas lega.

Namun berbeda dengan mereka.

Di dalam hati Amelia justru sedang berpikir keras.

"Aneh."

"Sangat aneh."

Menurut ingatan yang ia dapatkan dari pemilik tubuh ini...

Shofia tidak memiliki apartemen.

Tidak memiliki rumah.

Tidak memiliki aset apa pun di kota ini.

Kedua orang tuanya tinggal di Kota S.

Kondisi ekonomi mereka bahkan biasa saja.

Lalu dari mana apartemen itu berasal?

Jawabannya sangat jelas.

"Keluarga Sudibyo yang memberikannya."

Amelia menggigit bibir bawahnya.

"Menyuruhku berdamai dengan seseorang yang mengambil milik orang lain?"

"Apa dia pantas?"

Tatapannya diam-diam beralih kepada Grace.

Wanita itu begitu hangat.

Begitu lembut.

Begitu mirip dengan ibunya di kehidupan sebelumnya.

Mommy Gisel.

Seseorang yang sangat ia rindukan.

Seseorang yang tidak pernah bisa ia temui lagi.

"Aku nggak akan membiarkan siapa pun mengambil Mama."

"Termasuk Shofia."

*

*

*

Di tempat lain.

Shofia sedang menangis di dalam pelukan seorang pria.

Tangisnya terdengar pilu.

Tubuhnya bahkan bergetar.

Seolah menjadi korban paling malang di dunia.

Pria yang memeluknya tampak muram.

Tatapannya penuh kemarahan.

Dia adalah Ardiansyah Alfarizki.

Sahabat Sean sejak kecil.

Sekaligus pria yang diam-diam mencintai Shofia selama bertahun-tahun.

"Udah..."

Ardi mengusap rambut gadis itu.

"Jangan nangis lagi."

"Gimana aku nggak nangis, Kak Ardi?"

Suara Shofia bergetar.

"Mereka ngusir aku dari rumah."

"Aku bahkan nggak ngelakuin apa-apa."

Ardi mengepalkan tangannya.

"Aku tahu."

"Mereka keterlaluan."

Shofia menangis semakin keras.

"Katanya demi kenyamanan Kak Amelia."

"Aku nggak pernah ganggu dia."

"Bahkan dia pura-pura amnesia cuma buat ngusir aku."

"Aku beneran nggak nyangka..."

Ardi langsung mengatupkan rahangnya.

Wajah Amelia muncul di benaknya.

Rasa benci yang selama ini ia pendam kembali muncul.

Sejak awal ia memang tidak pernah menyukai gadis itu.

Menurutnya Amelia selalu menyusahkan Shofia.

Selalu membuat Shofia menangis.

Dan sekarang...

Amelia berhasil mengusir Shofia dari rumah Sudibyo.

"Tenang aja."

Suara Ardi berubah dingin.

"Aku nggak bakal tinggal diam."

Shofia mengangkat kepalanya.

Mata sembabnya menatap Ardi.

"Kak Ardi..."

"Aku cuma pengen hidup tenang."

"Aku nggak pernah rebut apa pun dari Kak Lia."

Tangisnya kembali pecah.

Tentu saja itu kebohongan.

Namun Ardi mempercayainya bulat-bulat.

Karena cinta sering kali membuat seseorang kehilangan logika.

"Aku percaya sama kamu."

Ardi menggenggam tangan Shofia.

"Elo nggak salah."

"Yang salah itu Amelia."

Mata Shofia berkilat sesaat.

Namun segera ia sembunyikan.

"Kak Ardi..."

"Aku takut."

Ardi memeluknya lebih erat.

"Nggak ada yang perlu ditakutin."

"Selama ada gue."

Tatapan pria itu perlahan berubah gelap.

Sangat gelap.

Sebuah rencana mulai terbentuk di dalam kepalanya.

Kecelakaan pertama gagal.

Namun bukan berarti kesempatan kedua tidak ada.

Jika Amelia terus menjadi penghalang kebahagiaan Shofia...

Maka gadis itu harus disingkirkan.

Selamanya.

Senyuman tipis muncul di bibir Ardi.

Senyuman yang membuat bulu kuduk merinding.

Karena tanpa disadari siapa pun...

Benih tragedi kedua telah mulai tumbuh.

Dan kali ini...

Target mereka tetap sama.

Amelia Sudibyo.

1
Rosmianti
Amel jodoh yg lebih dewasa Thor CEO mgkn😁
Erna Ladi Yanti
mampir thor🙏
Indah Rahayuni
Ok
shesil
obsesi bukan opsesi
shesil
vila bukan fila
Sashimi Bee
kakak, klo ada bahasa asing baiknya dicek di kamus biar penulisannya benarrr 💪
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ: terimakasih saran nya Kaka 💕
total 1 replies
Restu
good
Restu
terimakasih thor ceritanya.👍👍
Restu
mampir'. thor
Hadi Mulyono
ceritanya bagus cuma agak lama berbelit .endingnya jg kurang pas agak ngambang .tp suka nikmati ceritanya
Hadi Mulyono
yg cewek foto Lusi yg cowok dilan wang
Hadi Mulyono
Amelia tunjukkan siapa dirimu sebenarnya
Hadi Mulyono
ayo sesama mafia bertemu ..blm tau Amelia anaknya mafia jg
Hadi Mulyono
benci banget SM Sofia ..ga tau diri
Dyta Kusnani
jujur crta awal nyampe akhir bagus bgt ,, TPI kok ending jelek ya ,, hrusnya ending nya pernikahan Amelia n Ardiansyah
cowettttttt
yg aku aneh itu sama otak cowok nya kan tau emang si Sofie bukan anak Mereke dan masih ortu ..klu d usir wajar ..atau kasih lah kemewahan sama si Ardi ini bukan malah mau harta org
cowettttttt
gila nya ini iklan d NT banyak banget sekarang
Siti Aisyah
/Puke/
Kikin
ok
Diana Wati
jujur aja alurnya bagus, tapi banyak banget typo dan tanda baca yg nggk sesuai, pengolahan katanya juga kurang. semoga untuk selanjutnya lebih bagus dan rapi lagi thor 👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ: terimakasih kaka atas masukannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!