NovelToon NovelToon
PERJALANAN MENUJU DENDAM LAMA

PERJALANAN MENUJU DENDAM LAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:46
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

DENDAM BERSELIMUT TAWA

Bagaimana jika pemuda paling santai di desa ternyata adalah pewaris takhta yang seharusnya sudah mati?

Namanya Raka. Hidupnya sederhana, hobinya bercanda, dan ia paling tidak suka berurusan dengan masalah orang lain. Baginya, hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan memikirkan hal-hal yang merepotkan.

Namun, kematian seseorang yang telah membesarkannya mengubah segalanya.

Perjalanan untuk mengungkap kebenaran justru menyeret Raka ke dalam rahasia kelam kerajaan Sangkara—sebuah kerajaan yang kini dipimpin oleh raja yang dicintai rakyatnya, tetapi menyimpan dosa berdarah di balik mahkotanya.

Raka tidak tahu bahwa masa lalu yang selama ini tersembunyi perlahan sedang mengejarnya.

Terlebih lagi, di balik senyumnya yang jahil, tersimpan kekuatan misterius dalam kedua matanya: merah seperti kegelapan yang menuntut balas, dan biru seperti cahaya yang melindungi.

Bersama Kirana, sahabat masa kecilnya yang memiliki sihir bayangan langka, Raka harus menghadapi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5-SOSOK MISTERIUS

di dalam kereta kuda, Raka beberapa kali meringis.

"pelan pelan.." ungkapnya.

"makanya jangan jahil."

"ya kan cuma bercanda..."

"bercandamu gak lucu."

"aw...." jerit Raka.

"ngapa di teken si.."

"biar kapok."

Kirana kembali menyimpan kompresan, ia kembali ke tempat duduknya.

Tak lama setelah itu, tiba tiba Raka mendongak ke luar.

"bang Tito... Bisa berhenti bentar gak, aku kebelet kencing" ungkap Raka sedikit berteriak.

Tito yang ada di kereta kuda lain langsung memerintahkan berhenti.

Setelah kereta berhenti, Raka langsung berlari turun.

Ia memasuki hutan lebih dalam.

"anak itu, kenapa gak dari tadi si. Ganggu perjalanan aja" kesal Kirana.

Setelah cukup jauh dan sudah memastikan tak ada yang mengikuti, Raka mendongak.

"keluarlah..." ungkapnya.

Ia ke sini, karena ada suara di benaknya yang terus memanggil.

Tak lama satu sosok muncul tiba tiba di depannya.

Raka sedikit mundur, tangannya sudah masuk ke tas belati.

Wajahnya kini sudah berubah 180 derajat dari wajah ceria sebelumnya.

"siapa kau..."

sosok itu langsung berlutut.

"salam kepada putra mahkota arya... Saya pengikut setia putri Lasmi" ungkap sosok itu tiba tiba.

Raka langsung mengerutkan keningnya, sekali lagi Raka menoleh ke sekitar memastikan benar benar tak ada yang mengikutinya.

Setelah benar benar yakin, dia langsung mendekat.

Memastikan kalau itu bukan orang dari kerajaan sangkara.

"berdirilah..." perintahnya.

Sosok itu perlahan berdiri.

"dari mana kau tau aku ada di sini, dan sebenarnya dari mana dirimu."

sosok itu menunduk...

"untuk asal usul aku tak bisa mengatakannya sekarang tuan, tapi saya seratus persen bukan dari kerajaan sangkara. Anda tak perlu khawatir."

Raka menyipitkan matanya, tangan yang tadi di dalam tas kecil kini keluar.

Namun ada tiga belati ikut melayang, yang langsung mengarah ke tiga titik vital sosok itu.

"bagaimana aku bisa mempercayaimu.."ungkap Raka yang sudah siap mengayunkan jarinya.

Hanya dengan sekali ayunan ini, belati belati itu bisa langsung melesat dan menembus titik vital sosok di depannya.

"jika anda tak percaya, anda bisa membunuh saya. Tapi sebelum itu tolong ambil dan simpan token ini, token ini akan berguna suatu saat nanti."

Raka mengambil token tanpa menurunkan belatinya.

Saat token ada di genggaman, Raka terdiam.

Ini bukan pertama kali ia melihat token di tangannya, ia pernah melihat token yang sama di kamar ibunya.

Tangan Raka bergetar...

"ini..." gumamnya dengan suara serak.

"itu token tanda pengenal, walau sekarang token itu tak akan berguna. Tapi suatu saat pasti berguna."

perlahan tangan Raka yang mengendalikan belati langsung turun, 3 belati pun melayang kembali ke tempat semula.

Sosok itu hanya diam melihat Raka yang menangis sesenggukan.

di kereta kuda, kini Kirana sudah turun.

"kemana dia, kenapa dia belum kembali" gumamnya.

ia akhirnya menghampiri Tito.

"bang, kenapa Raka belum kembali juga."

tito menggeleng...

"kami juga tidak tau, tapi beberapa pengawal sudah menyusul ke dalam hutan."

"menyusul...? apa dia sebelumnya tak bersama pengawal..?"

"tidak... Raka tak mau ada yang ikut."

Kirana berdecak...

"sudahlah, ke arah mana dia pergi.?"

"kamu mau apa...? Hutan ini tak seaman kelihatannya."

"justru karena tak aman, aku akan menyusulnya. Jika terjadi sesuatu kepadanya apa yang akan ku bilang ke Mbah."

Tito terdiam, namun akhirnya ia menunjukkan ke arah mana Raka pergi.

Kirana juga tak menunggu lama, ia langsung pergi ke arah yang di tunjuk Tito.

Tito juga tak bisa tinggal diam, dia mengikuti langkah Kirana yang sedikit berlari.

Raka yang sudah mengelap air matanya, kini mendengar suara orang yang memanggilnya.

Ia menatap ke arah sosok di depannya.

"cepat pergi, ingat.. laksanakan apa yang ku minta tadi"

"baik tuan"

setelah mengatakan itu, tubuh sosok di depannya langsung berubah menjadi asap hitam dan menghilang.

Plak..

Raka meringis sembari terhuyung ke depan, ia menoleh menatap orang yang menepuk kepala belakangnya.

"Rana apa apaan kamu" ungkap Raka dengan wajah yang sudah kembali ceria.

"kamu yang apa apaan, katanya cuma mau kencing. Tapi sudah setengah jam tak kembali"

Raka tersenyum sambil mengelus kepala yang di pukul Kirana tadi.

"ya maaf, tadi aku tersesat. Tapi kamu kenapa main pukul aja apa lagi di kepala, kalok aku jadi bodoh gimana.? Emang kamu mau tanggung jawab."

"cih.... Gak di pukul pun kamu memang udah bodoh. ayo kembali, gak usah manja." tarik Kirana.

Raka hanya bisa menurut kala tangannya di tarik gadis di depannya ini.

Di belakang Kirana, Raka sedikit tersenyum.

Dia tau di balik amarah gadis itu, ada raut cemas di wajahnya.

Sepanjang perjalanan, Kirana hanya diam dan menatap kesal ke arah Raka.

Raka pun terus membujuk wanita itu, namun wanita itu terus mendiamkannya.

"udahlah, aku kan udah bilang. Malu kalok kencing di temenin penjaga, lagian toh aku gak papa kan."

Kirana melirik tajam.

"sekarang memang gak papa, tapi coba bayangin kalau tadi waktu kamu tersesat ada binatang iblis yang datang."

"ya tapikan gak ada, lagi pula aku gak selemah itu"

Kirana mengambil pot bunga dan langsung melemparkannya ke arah Raka.

Beruntung Raka dengan cepat menghentikan pot itu dengan kekuatan telekinesis miliknya.

Raka mengembalikan pot itu ke tempatnya, ia beralih duduk menempel ke dekat Kirana.

"kenapa, kamu khawatir ya..." ungkap Raka sambil tersenyum.

Kirana langsung mendorong Raka menjauh.

"gak usah gr, aku nyari juga gara gara takut waktu kembali Mbah sedih gara gara gak ada kamu"

"ia ia... Aku tau" ungkap Raka masih dengan senyum menyungging di bibirnya.

"kamu..." tunjuk Kirana dengan mata mendelik, namun telinganya memerah.

Raka kembali mundur, ia lebih memilih bermain dengan belatinya dari pada terus menggoda Kirana.

Saat tengah mengayun ayunkan belati, tiba tiba dia mendengar sesuatu di benaknya.

"Tuan... Tuan..." suara itu.

"suara ini lagi..." batin Raka.

"tuan apa anda bisa mendengarku.." lanjutnya.

"ya aku mendengar" jawab Raka akhirnya. Lewat esensi yang sudah terhubung dengan tubuhnya.

Sebelum mereka berpisah tadi, sosok itu menyerahkan esensi hidupnya. hingga Raka dan dia bisa terus terhubung walau jarak mereka sejauh apapun.

"baguslah, sepertinya tuan sudah menerima esensi hidupku dengan sungguh sungguh."

"sudahlah, memang ada apa kau menghubungi.."

"begini tuan, sepertinya tebakan tuan benar. Memang ada orang dari kerajaan sangkara, bahkan mereka di pimpin langsung oleh putra mahkota kerajaan sangkara. Bahkan ada ahli sihir tingkat tinggi kerajaan yang ikut bersama mereka"

"apa kau serius."

"tentu tuan, aku melihatnya sendiri sekarang.".

"apa kau tau tujuan mereka."

sosok itu menggeleng, walau Raka tak bisa melihatnya.

"untuk itu aku belum tau tuan"

"baiklah, terus ikuti mereka. Aku curiga ada tujuan tersembunyi kerajaan sampai datang ke hutan ini"

"baik tuan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!