NovelToon NovelToon
Ku Sadari Cintaku Setelah Kamu Pergi

Ku Sadari Cintaku Setelah Kamu Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: rini sya

Lima tahun mencintai Hansen diam-diam membuat Jihan langsung menerima saat mereka dijodohkan. Hansen pun terpaksa menikahi Jihan karena merasa bertanggung jawab atas kecelakaan yang membuat kaki Jihan cacat.

Atas permintaan Hansen, pernikahan mereka disembunyikan. Selama sepuluh tahun, Jihan menjalani perannya sebagai istri tanpa pernah menuntut cinta dari Hansen yang selalu bersikap dingin.

Namun semuanya berubah ketika putra mereka yang berusia sembilan tahun mengatakan bahwa ia malu memiliki ibu yang pincang.

Hati Jihan hancur.

Di saat yang sama, Hansen mengaku sudah lelah dengan pernikahan pura-pura mereka dan mengajak Jihan bercerai.

Jihan hanya terdiam.

Tanpa air mata, tanpa protes, dan tanpa memohon agar Hansen tetap bersamanya.

Karena kali ini, Jihan memilih berhenti mencintai pria yang tak pernah benar-benar menginginkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Tak Ingin Jadi Beban

Malam semakin larut, Jihan baru saja selesai memasukkan baju bajunya ke dalam koper. Tak sengaja ia mendengar Raka curhat dengan ayahnya.

"Jujur, Pi, sebenarnya Raka malu. Raka malu karena bunda pincang. Papi sekarang ngerti kan kenapa Raka nggak mau Bunda ke sekolah. Teman-teman Raka pasti ejek Raka," ucap Raka, memelas.

Ucapan itu seperti tamparan yang menghancurkan perasaan Jihan. Bahkan jauh lebih hancur dari permintaan cerai Hansen.

Seketika Jihan menghentikan langkahnya, membekap mulutnya agar tangisnya tak pecah. Terpaksa Jihan diam di tempat, karena tak ingin merusak suasana ayah dan anak tersebut.

"Ya sudahlah, kan bundamu juga jarang ke sekolah, kalo nggak penting-penting banget," jawab Hansen, tanpa sedikitpun membela istrinya..

Dan di tempatnya yang sekarang, Jihan juga tidak butuh di bela. Karena pada kenyataannya dia memang pincang.

"Sebenarnya Raka sayang sama bunda, tapi... "

"Ya, Papi mengerti. Sudah sekarang sebaiknya kamu tidur. Jangan pikirkan soal ejek kan teman-temanmu."

"Tapi, Pi, mereka menggunjing bunda hampir setiap hari. Rasanya, Raka sudah nggak tahan. Pengen banget nonjok mereka."

"Ehh, nggak boleh gitu. Pokoknya kalo sekarang ada yang ngatain bunda kamu, kamu jawab saja, emang bener ibuku pincang, memangnya apa masalahnya? toh ibuku nggak ngrepotin kalian... gitu aja, jadi kamu nggak perlu repot-repot buat ngurusin mereka lagi, iya kan?"

"Heeem, papi benar. Tapi nggak apa kan Pi kalo Raka nggak mau Bunda ke sekolah, Raka malu, Pi."

"Ya, pokoknya kalo ada undangan atau kepentingan apapun, kamu bilang sama Papi. Biar Papi yang pergi," jawab Hansen, santai.

Raka bersorak, lalu ia pun memeluk ayahnya. Raka tampak begitu bahagia saat selesai mengungkapkan apa yang ia rasakan selama ini. Sayangnya, Raka tidak tau jika ibunya menangis sedih. Sedih karena musibah yang ia alami justru membuat buah hatinya malu.

"Tuhan, ternyata aku se memalukan itu di mata anakku. Pantas saja dia nggak pernah mengizinkan aku terlibat dalam urusan apapun yang mengangkut dirinya. Ternyata.... " Jihan mengusap air matanya. Karena ia mendengar langkah kaki Raka mendekatinya. Dengan cepat ia mengambil kain lap dan pura-pura mengelap meja.

Raka tampak cuek meskipun tau ibunya sedang ia lewati. Bocah ini tetap melangkah seolah menganggap ibunya tak ada.

Jihan pun melakukan hal yang sama, dia juga pura-pura tak melihat putranya, tentu saja agar tak ada seorang pun yang tau bahwa saat ini hatinya benar-benar hancur.

***

Keesokan harinya...

Karena sudah dapat kontrakan, Jihan pun mengirim hampir separo barang-barang yang ia miliki ke tempat tinggalnya yang baru.

Bukan tanpa alasan Jihan melakukan hal tersebut. Dia tau, dia memiliki kekurangan pada kakinya. Ia tak bisa mengangkat benda yang terlalu berat.

Sejak kecelakaan itu, dokter memang menyarankan agar Jihan tidak mengangkat benda yang terlalu berat.

Itu sebabnya ia pun meminta bantuan kurir untuk membantunya mengangkat barang-barang miliknya tersebut sampai ke tujuan.

"Nanti bilang sama bu kos ini semua barang saya ya, Mas," ucap Jihan pada kurir yang membantunya.

"Baik, Bu."

"Ini ongkosnya dan ini tips untuk Mas karena udah bantu saya."

"Baik, Bu. Terima kasih."

"Sama-sama."

Setelah semua beres, Jihan kembali masuk ke dalam rumah. Berniat bersiap untuk segera berangkat kerja. Namun saat ia hendak masuk, Tiba-tiba sebuah mobil honda CR-V berwarna putih berhenti tepat di depan rumah.

Jihan tau itu mobil Juan, asisten pribadi suaminya.

"Selamat siang, Bu," sapa Juan. Juan datang bersama dengan seorang pria. Jihan belum tau siapa pria tersebut.

"Siang, Juan. Ada apa? apa ada barang bapak yang ketinggalan?" balas Jihan lembut.

"Oh tidak, Bu. Saya datang ke sini untuk mengantar surat ini dan bapak ini adalah pengacara yang akan membantu proses ibu sama bapak," jawab Juan, sengaja tak menyebutkan kata perceraian karena Juan masih sangat menjaga perasaan istri bosnya ini.

"Oh siap, Juan. Baik silakan masuk," jawab Jihan dengan senyuman manis dan cukup santai.

Juan dan bapak pengacara tersebut saling pandang. Seolah tak percaya dengan sikap tenang Jihan.

Juan dan pria berdasi itu pun masuk ke dalam rumah.

"Silakan duduk," ucap Jihan mempersilahkan.

Kedua tamu tersebut pun duduk dan Juan langsung menyerahkan surat yang sudah dipersiapkan Hansen untuk perceraian mereka.

"Di mana saya harus tanda tangan, Juan?" tanya Jihan, langsung tanpa basa-basi.

"Bu, sebaiknya anda jangan langsung tanda tangan. Coba baca dulu. Nanti kalo ada yang kurang atau yang memberatkan ibu, kita bisa ubah isi perjanjian ini, Bu," ucap Juan memberi saran.

"Ah nggak usah, Juan. Saya percaya sama Mas Hansen. Beliau pasti tau apa yang terbaik untuk rumah tangga kami," jawab Jihan, Lagi-lagi dengan sikap santainya.

"Bu, anda nggak nuntut apapun. Aset, uang, hak asuh Raka atau.. "

"Nggak usah Juan, aku nggak butuh semua itu. Aku kan kerja, aku bisa mencukupi kebutuhan ku sendiri. Kamu tenang saja."

"Bu, kata Bapak rumah ini untuk Ibu. Ibu nggak perlu pindah."

"Nggak usah, Juan. Buat Raka saja. Yang penting bapak baik sama Raka. Itu sudah lebih dari cukup."

"Oh, kalo begitu, kalo ibu nggak mau tinggal di rumah ini, mari ikut saya, kita cari rumah yang pas untuk Ibu."

"Nggak usah juga. Saya udah dapat tempat tinggal kok, tinggal pindah. Nanti setelah semua proses ini selesai, saya akan segera pindah."

"Bu... " Juan sampai nggak bisa berkata-kata. Bahkan pengacara yang ia bawa pun seolah tak mampu berucap apapun.

Jihan benar-benar mempermudah semuanya. Seolah perpisahan ini sudah dipersiapkan jauh jauh hari.

"Bu, jangan begini, hari itu saat Pak Hansen konsultasi dengan saya, beliau akan memberikan separo hartanya buat ibu. Ibu boleh minta apa saja, ini serius," ucap Pak pengacara tersebut.

"Nggak perlu, Pak. Toh beliau juga mau gak asuh Raka to. Pasti Raka juga butuh biaya pendidikan dan lain sebagainya. Dan untuk itu pasti butuh biaya yang nggak sedikit. Jadi anggap saja apa yang ingin beliau berikan pada saya, bisa beliau berikan pada Raka. Soal saya, saya bisa jaga diri saya sendiri," jawab Jihan seraya membubuhkan tanda tangannya dj tempat yang sudah di sediakan.

Lagi-lagi Juan dan pengacara yang ia bawa hanya bisa speechless. Jujur, ini adalah pengalaman pertama mereka bertemu dengan seorang wanita yang tidak suka menuntut. Bahkan bisa di katakan bahwa wanita ini super duper baik hati. Lalu kenapa wanita sebaik ini malah mau diceraikan. Juan dan pak pengacara tersebut sampai 'nggak habis pikir.'

Namun bagi Jihan, sikapnya ini adalah sikap yang memang harus ia ambil. Ia sudah berjanji pada dienya sendiri tidak akan menjadi benda bagi siapapun. Termasuk anak dan suaminya...

Bersambung...

1
Setyowati Setyowati
bukan lupa Hansen..tp mungkin itu uang belanja dari kamu , makanya Jihan GK mau bawa
Setyowati Setyowati
semangat Jihan ..kamu wanita kuat, dan berjuang untuk si kembar
Setyowati Setyowati: siap...hadiahnya rajin up yaa🤭🤭
total 2 replies
Setyowati Setyowati
seperti biasa ...masih merasa kurang 🥰🥰
Rini Sya
Terima kasih buat teman-teman semua atas dukungannya. Sekali lagi jangan lupa like komen dan beri ulasan ya gaes.... makasih banyak😍😍😍
Halimah
Kenapa Hansen ga jujur sekalian kalo penyebab Jihan pincang karena dia yg udah menabraknya
Halimah
Ini anak kecil kok mulutnya udah pedes bgt gitu ya
sunaryati jarum
Selamat Jihan, semoga kamu dan bayimu sehat.Kamu tetap bisa beraktifitas tidak terganggu dengan kehamilan itu.Dan Hanzen tahu dia mengalihkan kehamilan simpatik
sunaryati jarum
Semoga nanti.Jihan memberi kabar Hanzen
Setyowati Setyowati
lanjut lagi Thor..sangat bagus ceritanya
sunaryati jarum
Segera telpon tanya keadaan putramu ,Jihan.Dia sakit dan mencarimu
Setyowati Setyowati
episode ini ikut nangiss Thor 😭😭
sunaryati jarum
Jika kau hamil itu Reziky yang patut disyukuri, tetap beritahukan pada Hanzen.
Halimah
Lama" bosmu jd gila itu Juan🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Jihan hamil, Alhamdulillah untuk penyemangat,ada makhluk yang harus kamu jaga Jihan.
sunaryati jarum
Bagus Jihan ,saat bersama diabaikan untuk apa masih memikirkan , Hanzen.Jika kalian masih berjodoh biarkan sekarang Hanzen yang berjuang.
sunaryati jarum
Semoga segera menjadi pekerjaan dan memperoleh modal mendirikan apotek, Jihan.
sunaryati jarum
Sama-sama tersiksa, gengsi yang kau besarkan itulah jadinya Hanzen
sunaryati jarum
Sama sama merindu dan gengsi terutama Hanzen,kalau Jihan sejak awal memang takut bukan gengsi
sunaryati jarum
Semangat dan optimisme pasti ada jalan untuk hidupmu Jihan
sunaryati jarum
Keputusan yang tepat, sayangnya belum.punya pekerjaan di tempat lan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!