NovelToon NovelToon
Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos

Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos

Status: tamat
Genre:Poligami / One Night Stand / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Office Romance / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rositi

“Laki-laki mana yang mau menikahi wanita mandul?” sinis ibu Mimi, selaku ibu mertua Alina.

Dituduh mandul lantaran tak kunjung hamil setelah lima tahun pernikahan. Kemudian dipoligami, tapi berakhir dicerai karena menolak menjadi pembantu untuk sang madu yang lagi-lagi hamil. Alina Princesela Kalandra, merasakan semua itu. Namun setelah resmi menjadi janda, Alina yang sempat terjebak ‘cinta satu malam’ dengan Dharen sang bos, justru dinyatakan hamil!

Sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa wanita tangguh yang dianggap hina oleh mantan suami, mantan ibu mertua, bahkan pihak dari madunya hanya karena Alina orang kampung sekaligus dianggap mandul, justru hamil? Parahnya, Alina terancam menjadi nyonya besar. Sementara Dharen yang berasal dari keluarga kaya raya, merupakan bos Yusuf—mantan suami Alina.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5 : Persiapan

Alina sudah beres shalat subuh, ketika akhirnya Yusuf terbangun.

“Yang, kamu enggak bangunin aku?” keluh Yusuf.

“Mas amnesia?” balas Alina masih sinis.

Yusuf yang sudah duduk, langsung menghela napas kasar. “Kamu bahkan shalat sendiri. Biasanya kamu selalu tungguin aku buat imam—in Sayang.”

“Mas beneran sudah amnesia?” lirih Alina kali ini sengaja menoleh kemudian menatap heran Yusuf. “Mas lupa, salah satu syarat jadi imam itu harus berakal?”

“Maksud kamu, aku enggak waras, gitu?” kesal Yusuf.

“Aku enggak bilang gitu.” Padahal jauh di lubuk hatinya, Alina sudah ngakak perkara balasan Yusuf.

“Terus—?” Yusuf memang sangat sulit marah kepada Alina. Terlebih pada kenyataannya, Yusuf sadar bahwa Alina wanita istimewa. Wanita yang selalu bersinar penuh warna.

Alina selalu ceria, bahkan nyaris tidak pernah terlihat jele.k maupun sedih. Alina selalu memiliki cara untuk tampil sempurna. Layaknya pelangi yang akan tampak sangat indah, bahkan di langit paling gelap sekalipun. Hanya saja, Yusuf tak ubahnya di persimpangan rasa. Sebab dirinya tetap gagal menyatukan Alina dengan ibu Mimi.

Sampai akhirnya Yusuf beres shalat, pria berambut bergelombang dalam gaya rapi itu dibuat mlongo. Sang istri sungguh kembali menjadi wanita karier. Tubuh se.ksi itu sudah kembali memakai pakaian dinas. Alina tetap tampak menawan meski memakai celana panjang. Sementara wajah cantiknya, tetap terlihat cerah glowing meski belum dipoles rias.

Alina tahu, Yusuf sibuk mengawasinya. Di beberapa kesempatan, jakun Yusuf Alina dapati naik turun. Selain Yusuf yang Alina pergoki sibuk menatapnya penuh minat.

“Aku kangen kamu yang dulu loh,” rengek Yusuf. Ia masih memakai koko dan sarung. Sementara di depan cermin rias, Alina yang duduk di sana sudah sangat memesona.

Alina yang sudah beres, dan menguncir rapi rambutnya, berangsur menatap Yusuf. “Andai waktu bisa kembali diulang, ... aku ingin menghapus kita. Aku enggak akan sembrono yakin, bahwa aku mampu meluluhkan hati mama kamu, yang dari awal sudah enggak menyukaiku.”

“Iya ... dunia tanpa kita akan jauh lebih adil. Karena tanpa kita, aku enggak akan menoreh catatan, bahwa dalam hidup ini, ... aku pernah gagal.” Alina memutuskan untuk langsung pergi. Bukan karena di luar sana, ibu Mimi sudah teriak-teriak.

Ibu Mimi meminta Alina untuk segera bersih-bersih kemudian masak layaknya biasa. Hingga rumah ibu Mimi jadi mirip pasar lelang.

“Cepetan bangun! Dasar kebo! Sudah numpang hidup, masih saja enggak tahu diri. Dasar benalu mandul!” Namun setelah itu, setelah ibu Mimi melihat penampilan Alina yang tak memakai daster, ibu Mimi langsung bengong.

“Kamu pakai pakaian begitu, mau nge.we ke mana?” Itulah pertanyaan yang terlontar dari bibir ibu Mimi. Pertanyaan yang tentu sengaja ibu Mimi buat agar Alina kena mental.

“Yang penting bukan sama suami orang. Takut dikira ngikutin trend mandu idaman. Duh, andai mama masih punya suami. Bakal aku cariin madu idaman juga biar Mama tahu rasanya jadi aku!” balas Alina dengan santainya, meski hatinya sudah sangat dongkol.

“Dasar wanita sin.ting!” kesal ibu Mimi.

“Dasar orang enggak penting!” balas Alina sengaja menertawakan ibu Mimi. Karena pada kenyataannya, kemarahan ibu Mimi merupakan pencapaian tertingginya dalam menjadi menantu di sana.

“Cepat beres-beres dulu karena pagi ini, Rita mau ke sini!” Kali ini, ibu Mimi yang berteriak melebihi sebelumnya, sampai batuk-batuk.

Alina yang awalnya melangkah cepat ke dapur, refleks melangkah lebih pelan. “Enggak tahu kenapa, ... makin Rita menyerahkan diri. Makin Rita ingin dinikahi, aku makin curiga.” Dalam diamnya, Alina jadi memikirkan siapa sebenarnya Rita.

“Sebenarnya cukup pantau, cek informasi Rita menggunakan kecanggihan teknologi. Atau bahkan, minta bantuan paman Syam buat mengurus. Namun, aku enggak akan melakukan itu. Kepada orang tua termasuk ke Akina kembaranku pun, aku enggak akan cerita.”

“Aku akan menjalani semuanya sendiri. Aku akan menjadi pemain utama di setiap garisan takdir yang harus aku hadapi.”

“Aku baik-baik saja. Percayalah, aku bisa!” batin Alina yang hanya menyiapkan nasi goreng untuk menu sarapan kali ini.

“Yusuf, ... ngapain kamu masih pakai sarung? Gimana sih, kan tadi Mama sudah WA kamu, ngabarin kalau Rita sama mamanya, mau ke sini. Mereka mau ke sini, pagi ini juga. Terus Rita bilang, Rita juga sudah ada WA kamu!”

Suara berisik ibu Mimi barusan, masih bisa Alina dengar. Alina paham, ibu Mimi sengaja bersuara sangat berisik agar kedengaran olehnya. Namun yang membuat Alina terusik, ternyata Rita sudah berani mengirim WA ke Yusuf.

“Makin curiga sih ... coba nanti kita lihat, wujudnya Rita kayak apa,” batin Alina yang jadi sedih. Karena Yusuf merengek merindukannya.

“Sudah lah Ma, diem dulu. Aku pusing. Aku kangen Alina yang dulu!” kesal Yusuf.

Di tempat berbeda, ibu Lia tengah mengubah total penampilan Rita. Tubuh Rita memiliki ukuran dua kali-lipat lebih besar dari Alina. Sementara perutnya sudah besar bahkan keras. Namun berkat gamis syari berukuran besar pilihan ibu Lia, semua itu tertutupi.

Rita bahkan sampai memakai jilbab syari lengkap dengan cadar. Ibu Lia sengaja menjadikan agama sebagai tameng keb.usukan rencana mereka.

“Ingat, andai nanti Yusuf atau ibu Mimi tanya alasan perut kamu keras, bilang saja karena kamu punya lambung. Efek terbiasa puasa, kamu jadi punya penyaki.t lambung. Sebenarnya dokter sudah larang, tapi kamu tetap puasa demi ibadah!”

“Ya pokoknya, ngomongnya yang manis-manis lah!”

“Sementara urusan malam pertama kalian, nanti kita kasih Yusuf obat tid.ur atau apa, diakalin biar dia enggak bisa bedain mana yang masih segel, sama mana yang sudah kayak terowongan!”

“Ih Mama ... tega bilang punyaku kena terowongan!”

Ibu Lia dan Rita, pergi menggunakan taksi. Keduanya terus mengatur strategi. Keduanya terpaksa berbisik-bisik lantaran tak mau diketahui oleh sopir taksi yang mengantar.

***

“Kamu mau sekalian aku antar?” tanya Yusuf kepada Alina.

“Antar apaan? Enggak usah bawa-bawa si Mandul pakai mobil kamu. Nanti kamu anterin Rita sama mamanya. Mobil mereka masih di bengkel jadi—”

Mendengar kemarahan ibu Mimi, Alina sengaja memotong ucapan mertuanya itu. “Memangnya, mereka hanya punya satu mobil? Orang tuaku yang orang kampung saja, punya mobil delapan. Balonku saja ada lima ... eh.”

Lagi, sikap bar-bar Alina, sukses membuat ibu Mimi dongkol. Ibu Mimi melempar sendok dan awalnya tengah ia gunakan untuk memakan nasi goreng buatan Alina, ke arah Alina. Namun, dengan entengnya, Alina yang menatap ibu Mimi khas mengeje.k, berhasil menghindar.

“Hari ini, orang perusahaan sudah langsung jemput pakai motor. Waktunya mepet, ... sekalian aku mau pamit. Assalamualaikum ....” Alina tak menyalami Yusuf, tapi Yusuf menahan sebelah tangan Alina.

Yusuf bahkan mendekap paksa Alina. Tak peduli meski beberapa sendok menimpa kepalanya dan itu ulah ibu Mimi. Ibu Mimi tidak suka putranya masih saja mengemis kepada Alina.

1
Saya Sayekti
gugurlah itu sibunting, rasakan mantu idaman
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙣𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩 𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙞 𝙥𝙖𝙝𝙞𝙩 𝙡𝙞𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧𝙖𝙣 𝙠𝙬𝙟𝙖𝙙𝙞𝙖𝙣, 𝙖𝙪𝙛 𝙨𝙪𝙛 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙣𝙖 𝙜𝙚𝙩𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙣𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖.. 🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙮𝙖 𝙖𝙢𝙥𝙪𝙪𝙣𝙣𝙣 𝙩𝙤𝙠𝙤𝙝 𝙮𝙪𝙖𝙪𝙛 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙜𝙚𝙡𝙞... 𝙗𝙚𝙜𝙤 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙜𝙤𝙗𝙡𝙤𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩𝙖𝙣, 𝙣𝙜𝙤𝙢𝙤𝙣𝙜 𝙖𝙟𝙖 𝙨𝙪𝙡𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧 𝙎𝙪𝙛, 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙗𝙖𝙩𝙞𝙩𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙙𝙚𝙬𝙖𝙨𝙖.. 😆😆
𝙮𝙖 𝙖𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙣𝙜𝙪𝙢𝙥𝙖𝙩, 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 .𝙖𝙨𝙩𝙖𝙜𝙛𝙞𝙧𝙪𝙡𝙡𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙯𝙞𝙢.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙤𝙤𝙙 𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖.
𝙩𝙮𝙥𝙤 𝙩𝙝𝙤𝙧 𝘾𝙚𝙤 𝙙𝙖𝙧𝙧𝙚𝙣 𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙥𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙚𝙠𝙚𝙧𝙩𝙖𝙧𝙞𝙨.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙨𝙩𝙖𝙜𝙛𝙞𝙧𝙪𝙡𝙡𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙯𝙞𝙞𝙢... 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙗𝙖𝙗 𝙞𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙪𝙨𝙪𝙛 𝙙𝙖𝙣 𝙞𝙗𝙪𝙣𝙮𝙖, 𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖 𝙩𝙚𝙜𝙖𝙨 𝙜𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚2 (𝙡𝙚𝙢𝙖𝙝 𝙡𝙚𝙢𝙗𝙪𝙩 𝙢𝙚𝙨𝙠𝙞 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙧𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙧𝙪𝙠 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙙𝙞 𝙨𝙞𝙠𝙨𝙖 𝙗𝙖𝙩𝙝𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖2 𝙗𝙖𝙚 𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙡𝙤𝙜𝙞𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙗𝙚𝙜𝙤)🤭
Netty Netty
aku suka semua novel mu thorr, wanita tangguh, ketimbang sdh disiksa tp masih balik lagi sm pasangan nya, emang gk ada pasangan laen apa🤣🤣🤣
Netty Netty
semangat thorr💪💪💪
Netty Netty
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Netty Netty
semangat berkarya thorr💪💪💪💪💪
Nik momRiz&Ga
bener2 wonder women mb alina ini,,,
mboll
terbaik
mimief
nice ending
beautiful story'

mang beda karakter perempuan nya Thor sama novel lain
tapi jujur aku suka
jadi perempuan jangan lah mau terus di sepelekan

ngutip kata katamu Thor
sebenarnya kita yg bisa mengubah jalan cerita kita secepatnya
jgn lah egois mengatas namakan semuanya akan baik-baik saja..
buulsyit
ga akan itu terjadi

ayoooo.... semangat buat othor nya menciptakan karakter wanita lainnya
dan semangat buat para readers juga buat bantu ngehujat🤣🤣
mimief
lagi bingung masalah Akina
jadi outo ngakak...dasar Darren
mimief
semangat berkarya Thor
tenang aja masih banyak yg menanti
mimief
wkwkwkwk
othor paling keren lah..pokoke
mimief
lah..kok masih pada komplain ya
padahal di awal pembukaan cerita udah dijelasin
hayoooo ..para readers
jangan lupa yaaa☺️🤣🤣
mimief
yah.. begitulah Lin cara Tuhan menempa kita sebegitu keras nya
anggep aja ujian mau naik kelas
mimief
wkwkkwk
mana bener lagi
aku selalu suka deh kata kaya dia
mimief
mudah mudahan k3baikan mereka yg tak terbatas ga di salah guna6ya sama orang lain
mimief
ah..bahagia nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!