NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi / Perperangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba-tiba di kurung jenderal Feng Shiyan.

"Mana bisa begitu?" Yu-nian tidak terima ketika dirinya di jadikan tawanan.

"Kalau kamu terbukti tidak bersalah, maka kamu akan aku lepaskan." janji Feng Shiyan.

"Tapi aku kan bukan penjahat, kenapa aku di tawan." Yu-nian tidak terima. Ingin sekali Yu-nian melawan, tapi nama besar Jenderal Feng adalah nama yang paling ditakuti oleh seluruh rakyat kerajaan Tangyu. Seorang pria yang terkenal sangat kejam, sangat beringas dalam menghadapi musuh-musuhnya.

"Kamu bisa memilih mati di tanganku atau tetap berada di sini?" tanya Feng Shiyan dengan wajah datarnya, tapi sorot matanya benar-benar menakutkan. Hal itu membuat bulu kuduk Yu-nian serasa meremang, berdiri karena takut.

Yu-nian yang awalnya sok berani itu tentu saja nyalinya langsung menciut, mau melawan Jenderal besar kerajaan Tangyu itu artinya dia akan kehilangan nyawa. "Lebih baik diam di tempat daripada aku nanti kehilangan nyawa, bagaimana jika kepalaku tiba-tiba ditebas dan menggelinding di jalanan? kalau tidak... bagaimana kalau dia menebas kepalaku kemudian kepalaku dijadikan ornamen di tempat ini?" Yu-nian tiba-tiba memikirkan sesuatu yang menakutkan. hal itu membuatnya bergidik ngeri.

"Oh tidak..., aku tidak mau terjadi seperti itu, lagian aku ini gadis baik-baik. Aku ini bukan penjahat masa aku mau ditawan sih." gumam yunian dalam hati. perkataannya sedikit panjang dengan beberapa lamunan jika tiba-tiba dia benar-benar dibunuh.

"Bagaimana? kamu sudah memilih diam manis di sini atau...," perkataan Feng Shiyan terhenti. dia menatap Yu-nian dengan sorot mata yang sangat menakutkan.

Yu-nian tiba-tiba tersenyum, bukan senyum bahagia namun senyum penuh ketakutan. "I-iya iya Jenderal, aku akan duduk diam manis di sini, lagi pula aku ini bukan penjahat kan." jawab Yu-nian yang kemudian kembali duduk di dalam kamarnya.

"Setelah ini para pelayan akan mengantarmu ke kamar yang akan kamu tempati." ucap Feng Shiyan.

"Kenapa harus pindah? Kenapa tidak di sini saja?" jawab Yu-nian.

Feng Shiyan menatapnya tajam yang membuat Yu-nian langsung memalingkan wajahnya.

"Wajahnya tampan sih.. tapi dia ini benar-benar menakutkan, sorot matanya saja bisa membunuh apalagi pedangnya.. uh... takut." gumamnya dalam hati.

"Apa kamu mau tidur satu ruangan denganku?" tanya Feng Shiyan.

Yu-nian nampak terkejut. "Ah.. maksud Jenderal?" tanya Yu-nian bingung.

"Ini adalah kamarku, oh ya.. saudaramu menunggu di luar, kamu minta dia kembali ke rumahnya, bilang padanya kalau kamu menjadi tawanan di sini sampai masalah pemberontakan itu di atasi." kata Feng Shiyan.

Ketika Yu-nian hendak keluar Feng Shiyan langsung mengikutinya. di salah satu ruangan Yi-bao terus menunggu Yu-nian, ketika Yu-nian keluar dari kamar Feng Shiyan pria itu langsung meraih tangan sepupunya itu.

"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Yi-bao.

Yu-nian menganggukkan kepalanya.

"Sudah kubilang dia baik-baik saja, besok pagi kamu segera tinggalkan kediamanku, kembalilah ke rumahmu.' perintah Feng Shiyan.

Untuk sesaat Yi-bao terdiam, kemudian dia memberanikan diri untuk bertanya kepada Feng Shiyan. "Tapi aku boleh kan melihat saudariku kapan-kapan? aku mau ke sini menjenguknya." kata Yi-bao.

Feng Shiyan tidak menjawab, pria itu hanya diam, sedangkan Yi-bao tentu saja dia ketakutan.

"Aku kan bukan penjahat, lagi pula jika masalah pemberontakan selesai aku bisa pulang kok." ucap Yu-nian yang berusaha untuk menenangkan sepupunya itu.

Di sebuah tempat seorang pria dan beberapa anak buahnya nampak bernafas lega, dia sudah berhasil melarikan diri sebelum Dia ditangkap oleh Feng Shiyan, siapa lagi kalau bukan Sanhu. Sangu sudah keluar dari desa Chi, dia menemui salah satu temannya yang ada di desa Goju.

"Oh ya Sanhu, Apa kamu tahu mengenai berita baru-baru ini?" tanya teman Sanhu yang bernama Yi tong.

"Memangnya ada apa?" tanya Sanhu.

"Aku dengar beberapa orang dari desa Chi sudah dibunuh karena mereka menyembunyikanmu, yang aku dengar seorang gadis cantik dijadikan tawanan karena Jenderal Feng mengira kalau kamu ada hubungan dengan gadis itu." jawab Yi tong.

"seorang gadis tanya sanho yang kebingungan iya Yang aku dengar seorang gadis dan saudaranya ditangkap karena Jenderal venn mengira dia sekutu kita jawab Yi tong seorang gadis sanho sedikit memikirkan mengenai sosok gadis yang ditangkap oleh fengsian. desa goju sudah tidak ikut wilayah kerajaan tangki itu artinya aku masih bisa bergerak leluasa di sini ucap ucap sanho yang kemudian mulai melepas pakaiannya beberapa luka yang ada di tubuhnya mulai diobati.

*visual pemain*

*Yu-nian Mao*

*Jenderal Feng Shiyan*

*Yi-bao*

*Sanhu*

*Fu Tian*

*Ren Fen*

*Xiao Xixi*

(visual halu author)

*Beberapa hari kemudian*

Sudah dua hari Yu-nian tinggal di rumah Jenderal Feng Shiyan. Sang Jenderal pun sudah berpesan tegas kepada para pelayannya, "Perlakukan Yu-nian dengan baik. Kalau sampai kalian menyakitinya, sedikit saja, siap-siap kena hukuman dariku."

Di dapur, sekelompok pelayan berkerumun, bisik-bisik tentang hal yang sangat aneh.

"He, kalian pikir dia calon istri Jenderal ya? Baru pertama kali aku lihat Jenderal bawa gadis ke rumah," tanya seorang pelayan, matanya menatap Yu-nian yang sedang sibuk.

Pelayan lain menjawab sambil mengangkat bahu, "Iya, dia muda dan cantik banget sih. Tapi, kata-katanya agak kasar juga, ya?"

Mendengar itu, kepala pelayan wanita yang sedang lewat segera melarang, "Sudah! Kalian ngomong apa sih? Kalau sampai Tuan tahu, kita bisa kena hukuman berat, lho!"

Suasana dapur pun mendadak hening. Semua langsung tertunduk, menyadari mereka sudah terlalu melanggar batas.

"Tapi, apa bibi Wang tidak penasaran dengan gadis itu? seumur-umur aku bekerja di rumah Jenderal baru pertama kali ini jenderal membawa pulang seorang gadis." ucap salah satu pelayan yang tetap masih penasaran. pertama kali melihat Yu-nian yang digendong di pundak Feng Shiyan para pelayan seolah dibuat kehilangan kata, momen itu benar-benar sangat langkah.

"Sudah tutup mulutmu ini, jika sampai Tuan tahu kita tidak akan bisa selamat, kalian kamu tahu kan seperti apa sifat tuan?" kata bibi Wang yang kemudian meminta para pelayan untuk melakukan pekerjaannya.

Sedangkan Yu-nian dia berjalan-jalan di sekitar rumah Feng Shiyan, kediaman yang begitu besar dengan banyak pelayan di rumah itu. "Ini rumah besar banget sih, bahkan lebih besar dari kediaman keluarga Mao." ucap Yu-nian yang terlihat menatap setiap bangunan dan setiap sudut yang ada di rumah itu. dia sedang merencanakan sesuatu, rencana yang mungkin bisa membuatnya keluar dari kediaman jenderal Feng. "Kenapa tembok kediaman ini tinggi banget, mau loncat susah amat." gerutu Yu-nian yang melihat bangunan menjulang tinggi, padahal biasanya tembok kediaman para bangsawan tidak setinggi tembok kediaman jenderal Feng.

*bersambung*

1
Zheyra
semangat thor
Pa Muhsid
mohon lebih teliti nulisnya tor typo masih banyak dan kita membacanya kadang harus mikir dulu ini maksudnya apa gitu jadinya tidak langsung konek
Zheyra
lanjut Thor
Zheyra
lanjut
Atalia
hajar aja biar tau rasa mereka 🤭
Atalia
lanjut🤭
Zheyra
mampir Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!