Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Janji Kevin
Cukuplah satu kali ia dihina oleh keluarga Kevin, ia tidak ingin mengulangi hal serupa dengan keluarga Gerry. Terlebih ia tahu jika pria ini menyimpan rasa padanya
"Aku bukan Kevin, Alanna. Keluarga aku juga bukan keluarga seperti Argantara yang menetapkan menantu mereka berdasarkan status sosial!" Ujar Gerry berharap wanita yang ia cintai itu mengerti
"Aku cuma tidak ingin ambil resiko saja, dan terima kasih untuk bantuan kamu" Alanna hendak berlalu meninggalkan kamar namun suara Gerry menghentikannya
"Apa menurut kamu kebersamaan kita selama satu minggu bukanlah apa-apa?"
Wanita cantik itu berbalik, menatap lekat pria yang kini berdiri "Aku akan menganggap kebersamaan itu sebagai bayaran atas pertolongan kamu!"
"Aku tidak pernah menganggap kamu sebagai wanita seperti itu. Aku melakukan semuanya karena aku tulus mencintai kamu, Alanna"
Alanna dapat melihat kesungguhan dari tatapan pria itu, namun ia tidak ingin kembali terlibat dalam masalah orang-orang kaya seperti mereka, terlebih hatinya hanya menyebut satu nama yaitu Kevin
"Maafkan aku Gerry, aku pergi" Alanna berlalu, ia akan kembali dulu ke penthouse untuk mengambil beberapa barang, lalu pergi mencari kontrakan setelah itu pekerjaan baru
Ya, Alanna akan meninggalkan semua tentang Kevin, kekasih yang dicintai telah menikahi wanita lain. Tidak ada alasan untuk bertahan
Sementara itu Kevin memutuskan untuk datang ketempat tinggal dimana selama ini Alanna tinggali, mungkin ada petunjuk yang bisa ia gunakan untuk menemukan wanita itu
Kevin menekan sandi, masuk kedalam dan tujuannya adalah kamar. Saat hendak membuka pintu, pintu tersebut malah terbuka dari dalam dan menampilkan wanita yang beberapa hari ini ia rindukan
"Alanna?" Kevin tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya, ia peluk wanitanya itu namun Alanna menolak membalas "Kamu dari mana aja? Aku cari kamu selama ini"
Kevin menangkup kedua pipi sang kekasih lalu memberikan satu kecupan di kening. Alanna membiarkan semuanya namun dengan tatapan yang kosong
"Ada apa?"
"Kenapa kamu kesini?" Tanya Alanna dingin, Kevin mulai merasa khawatir, ia yakin jika Alanna mengetahui tentang pernikahan yang dirinya lakukan
"Ya aku mau ketemu kamu! Selama ini kamu dimana?"
"Untuk apa kamu peduli? Kamu juga sudah menikah kan? Sebaiknya kamu pergi! Ah tidak, biar aku yang pergi, tempat ini milik kamu dan ada wanita lain yang lebih berhak berada disini bukannya aku"
Kevin membeku, ucapan itu menusuk terlalu dalam "Aku akan jelaskan semuanya sama kamu, aku mohon untuk dengerin aku dulu"
"Kamu mau menjelaskan apa lagi? Semua sudah jelas. Kamu bersama aku, menyatakan cinta setiap harinya lalu kamu menikahi wanita lain! Kamu baji___"
Alanna melampiaskan kekecewaan nya dengan memukuli dada bidang itu, Kevin tak merasakan sakit apapun tapi melihat air mata dari wanita yang dicintai rasanya lebih menyakitkan
Ia telah melukai wanita itu, Kevin menangkap tangan yang terus memukulinya lalu menggenggamnya
"Dengerin aku dulu! Aku melakukan pernikahan ini untuk menyelamatkan kamu"
Alanna tertawa sumbang, menyelamatkan apanya? Kevin malah menyakitinya dengan melakukan pernikahan ini
"Alasan yang bagus Kevin! Sekarang minggir! Aku mau pergi" Alanna mendorong tubuh kekar kekasihnya itu namun Kevin bahkan tak bergerak sedikitpun
"Aku mohon Alanna!"
Wanita cantik itu menghela napasnya lalu keduanya kembali kekamar "Sekarang kamu jelasin!"
"Kamu ingat saat kamu diculik?" Alanna mengangguk, bagaimana ia bisa lupa atas kejadian mengerikan itu "Mama yang melakukan semua itu, kamu tidak akan dalam masalah jika aku menerima perjodohan ini dan saat itu aku tidak punya pilihan lain, Alanna"
Alanna diam, memberikan ruang bagi kekasihnya itu untuk menjelaskan. Bahkan kini keduanya telah duduk diruang tengah
"Aku mohon kamu mengerti, hanya satu tahun sayang" Kevin menggenggam tangan kekasihnya, mencoba membuat wanita itu mengerti tentang apa yang terjadi
"Apa kamu yakin tidak akan memiliki perasaan pada istri kamu?"
Alanna ragu, bukankah cinta bisa tumbuh seiring waktu? Bagaimana jika Kevin jatuh cinta pada istrinya, terlebih ia melihat bagaimana rupa istri dari kekasihnya itu
"Aku pastikan itu, Raina juga setuju untuk mengikuti sandiwara ini. Setelah itu aku dan dia akan berpisah dan Mama gak punya alasan untuk memisahkan kita"
Kevin mengatakan itu penuh keyakinan, berharap Alanna mau mengerti dan ikut dalam permainannya
"Kenapa dia setuju? Dia punya hak untuk menolak, bukankah dia memiliki status yang jelas? Setiap istri pasti punya rasa cemburu, Kevin!"
"Raina juga tidak mencintai aku, dia menginginkan seorang imam dalam rumah tangganya" Kata Kevin "Lagipula dia menerima perjodohan ini hanya karena ayahnya"
Alanna mengangguk, sejenak ia berpikir apa ia sanggup menunggu selama itu? Apa dirinya tidak akan merasa cemburu saat melihat kekasihnya bersama wanita lain sekalipun tanpa cinta
Lalu bagaimana jika perasaan itu tumbuh pada akhirnya, bukankah ia hanya akan menggali lubangnya sendiri dan tinggal menunggu waktu untuk masuk kedalamnya
"Gimana? Kamu mau kan?"
"Aku bersedia, tapi aku harap ucapan kamu bisa aku percaya. Kamu harus tau Kevin, aku gak akan bisa membagi milikku pada orang lain" Alanna memberi peringatan
Kevin tersenyum, ia peluk kekasihnya itu dengan eratnya "Hanya satu tahun Alanna! Aku janji setelah itu kita akan bersama"
Alanna membalas pelukan sang kekasih, nyatanya ia tidak bisa berpisah dari Kevin, pria yang begitu ia cintai
Waktu yang ia habiskan bersama Kevin tidaklah sebentar. Tidak mudah untuk menghilangkan perasaan itu
"Kamu tidak akan menyentuh istri kamu kan?"
"Aku sudah sepakat dengan Raina, aku tidak akan merenggut kesuciannya. Agar dia bisa memberikan itu pada pria yang dia cintai nanti!" Kevin menjelaskan semuanya, berharap kekasihnya itu percaya
"Tapi dia sangat cantik"
"Bukan paras yang membuat orang jatuh cinta Alanna, tapi hati. Dan hati aku hanya milik kamu!"
Alanna terharu, ia peluk kekasihnya itu dengan eratnya. Keduanya larut dalam kemesraan setelah terpisah satu minggu lamanya
***
Setelah menikah, Kevin memang harus kembali kerumah. Kedua orang tuanya jelas tidak akan membiarkan dirinya pulang terlambat
Sebenarnya Kevin ingin mengajak Raina untuk tinggal dirumah berbeda, namun kedua orang tuanya tidak mengizinkan
"Assalamualaikum"
Raina yang tengah duduk didepan meja riasnya menoleh, tersenyum menyambut kedatangan sang suami
Astaga, Kevin tak bisa berkata-kata. Raina memang memiliki pesonanya sendiri, gadis ini lembut, memandangnya saja bisa menghilangkan penat karena seharian bekerja
"Mas udah makan?" Kevin menggeleng karena ia memang belum makan malam, biasanya ia akan kembali ke penthouse untuk makan malam bersama Alanna
"Mas mandi dulu! Setelah itu kita makan" Ujar Raina
"Kamu belum makan?"
"Aku nunggu kamu" Raina mengambil alih tas kerja serta jas suaminya. Kevin melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri