Cintaku terbelenggu keadaan.
Setiap orang memiliki cinta.. entah manis pahit, susah senang, cinta tetaplah cinta tak akan pernah berubah sampai kapanpun.
Ryana adalah anak tomboy, cuek, tegas, tapi dia bisa jadi teman yang sejati.
Persaudaraan, persahabatan, percintaan dan penghianatan, mewarnai kisah hidupnya.
Garis nasib yang membelengguhnya membuat dia kuat menghadapi tantangan...
Kisah cinta menjadi bumbuh dalam perjalanan mencari kebahagiaan sejati.
Tapi mungkinlah itu dia dapatkan?
Permainan rasa dalam hati akan membuat segalanya indah dan pahit manis hidup membawa kesuksesan.
Kata pepatah, akankah itu mampir dalam hidupnya?
cinta.. cinta.. dan cinta...
Kisah manis Ryana
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan
" Queen boleh tidak panggilannya dirubah, masa iya masih panggil AL terus."
" Panggil gimana terus? jelek sekali kamu kalau manyun gitu Ayy."
" Panggil apa barusan?." AL menoleh kearahku dengan cepat.
" Ha, panggil apa emang? salah denger kali kamu." Aku kembali berpura-pura tak sadar dengan ucapanku.
" Sayank, ucapkan lagi."
" Apa sih AL? memang aku ngomong apaan?"
" Kamu memang paling suka dipaksa ya Queen."
AL melangkah mendekat mengikis jarak antara kami, astaga gawat kalau AL nekat karna Dia tidak akan peduli apapun lagi.
" Ampun Ayy, iya sudah jangan gila kamu ya."
" Nakal kamu ya, suka ya kalau dipaksa. Kenapa gak bilang saja kalau mau, aku akan kabulkan dengan senang hati Queen."
" Ngaco ah." Aku berpaling dari tatapan matanya, Yakin aku kalau wajahku sekarang merah padam karna malu
Bisa-bisanya AL mengatakan begitu dengan sangat santai, tak taukah Dia kalau perbuatannya bisa membuat aku jantungan.
AL I love you
°°°°°
Suasana gedung tempat berlangsungnya acara pernikahan Kak Andra dan Lidya sangat ramai. Walau awalnya tamu undangan yang disebar tidak lebih dari lima ratus undangan, tapi pada kenyataannya tamu yang datang melebihi jumlah tersebut.
Pak Rahma sendiri adalah orang terpandang mau bagaimana pun akan banyak kenalannya yang datang saat mengetahui Beliau punya hajat apalagi Viandra dikenal sebagai anak pertamanya. Belum lagi Viandra sendiri sudah memiliki banyak kenalan juga, tentu saja tanpa diundang pun mereka akan dengan senang hati datang.
Terlihat antika dan Rio juga hadir, mereka tampak serasi. Tak terlihat dipermukaan kalau hubungan mereka tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja.
Raga juga datang bersama Dini dan Ricky, Suci dan sang suami juga tampak hadir.
" Queen, mau bergabung sama teman-teman yang lain atau disini saja?." Mungkin AL memperhatikan kalau Aku mulai bosan
" Boleh aku menyapa mereka dulu Ayy?."
" Boleh dong queen, pergilah sapa teman-teman kamu. Aku tau kamu bosan hemm." AL mengecupku diantara banyaknya orang.
Astaga ini dia kenapa sih kok tidak bisa melihat situasi, kondisi, tempat dan waktu. Pasti akan banyak orang-orang yang melihatnya tadi. Ish Aku malu
" Kenapa wajahmu masih memerah sih yank? hem harusnya sudah biasa kan?"
" Kamu ini kebiasaan sekali sih, lihat-lihat keadaan dan waktu dong AL kan aku malu. Bagaimana kalau ada yang lihat?."
" Memang itu tujuannya Queen, biar semua orang tau Kamu milikku dan Aku milikmu."
" Tapi tidak harus didepan umum begini juga AL." Protes ku
" Panggil nama lagi Aku cium kamu lebih lama Queen!, "
Aku manyun sementara, Aku melihat AL mengulum senyum. Dasar egois.
" Dengar sayangku, kamu lihat beberapa orang dari tadi memperhatikan kita. Aku tidak suka melihat para cowok itu memperhatikanmu sedemikian rupa, Aku akan menunjukkan pada mereka bahwa Kamu milikku Queen. Siapapun yang berani mengganggu akan berhadapan denganku.
" Ayy, tidak perlu sampai begitu. Lagipula tidak akan ada yang berani mendekat."
" Siapa yang menjamin semua itu tidak akan terjadi?, jangan naif sayangku. Segala kemungkinan itu akan terjadi, itu sebabnya Aku akan mengantisipasinya mulai dini."
" Aku yang akan menjaminnya Ayy, jika Aku tidak mau atau menanggapinya maka semua itu tidak akan pernah terjadi. Percayalah padaku Ayy."
AL mengangguk dan tersenyum, Dia membelai pipiku sebelum Aku beranjak pergi menuju kearah teman-temanku berada.
°°°°°°
" Ga, kenalin adik gue." ( Ricky)
" Oh hai, Saya Raga teman kerja kakak kamu."
" Salma kak, salam kenal juga."
" Sengaja gue ajak dia Ga, kemarin Dini cerita masalah lue. Gak banyak cuma secara garis besar gue faham. Bukan bermaksud ikut campur atau gimana Ga, gue punya ide nih malam karna tau pasti Dia( Cantika) pasti juga datang. Masa iya gue biarin lue sendiri tanpa gandengan, gak mungkin juga Dini nemenin lue?."
" Santai aja bro, gue paham kok. Makasih ya sudah mau repot-repot bantuin gue."
" Kagak repot juga, lagian dari pada gue capek jaga Dia( menunjuk Salma adiknya)kan mending begini lue bantu gue bro." Kelakar Ricky diiringi tawanya yang pecah.
" Hai teman-teman boleh gabung?."
" Wkwkwk dih lebay amat kamu Yan, sejak kapan jadi formal begini?"
" Sejak sekaranglah Ga, masa kamu gak liat dari tadi Tuan Putri kita berada disisi Pangeran tanpa bergeser sedikitpun." Suci menanggapi
" Kalian ini kenapa selalu kompak ya kalau urusan membully?."
" Sudah kebiasaan Yan, asyik sih." Dini berbicara
" Dasar ya, eh ini siapa boleh kenalan?."
" Salma kak"
" Aku Yana, salam kenal ya." Kami berjabat tangan
" Salma adik gue Yan, sengaja gue ajak tadi biar Raga punya pasangan. Kasihan dia biar gak ngejomblo nih malam."
Buahahahahaha..Tawa kami pecah atas ledekan Ricky, Aku melirik Raga yang hanya tersenyum simpul. Sakit pasti hatimu Ga melihat orang yang masih sangat kamu sayang bersanding dengan orang lain.
" Yan tumben kamu dilepas." Dini
" Dih emang kamu kira aku kucing"
" Iya kan kamu kucing Anggora." Lanjut Dini
" Asem ya, masa iya aku disamain ama Kucing."
" Kamu mah gak pantas merajuk Yan, lucu mukamu. Mala pengen ketawa jadinya." Raga berucap
" Puas-puasin dah kalian bully, asal kalian bahagia tak apa buatku."
" Asyik dramatisir sekali ucapanmu, dalem dalem maknanya eh." Dini mulai lagi,
Dia ini paling suka kalau namanya ngompor tapi orangnya baik apa adanya tanpa dibuat-buat.
" Siapa yang berani bully My Queen" AL datang dan langsung memelukku dari belakang .
Astaga kenapa mala ikutan kemari sih dia ini. Habisdah bentar lagi mala kena bully.
" Mana ada yang berani kalau gini dah, pawangnya sudah datang." Celetuk Dini tanpa takut
" Kalian sudah makan, awas kelaparan nanti sayangkan itu makanan banyak mubajir." AL berucap tanpa jalur
" Kalau urusan yang satu entuh mah pasti sudah Pak, nanti kalau lapar kami pasti makan lagi"
" Dasar perut karet kamu Din" Sorak Suci
Dipojok ruangan tempat yang memang disediakan buat teman-temanku berkumpul jadi rame sendiri diantara para tamu formal yang hadir. Ajaibnya walau saling ledek dan julid tidak ada satupun diantara kami yang tersinggung ataupun marah, seolah kami sudah terbiasa dengan semua ini.
Aku melirik Raga yang nampak bercakap-cakap dengan Salma, mereka berdua kadang tertawa kadang serius. Tidak menghiraukan Kami yang rame sendiri dari tadi, Raga dan Salma seolah tenggelam pada dunia mereka sendiri tanpa mau terganggu orang-orang sekitar. Semoga setelah ini kamu bisa meraih kebahagiaanmu Ga.
°°°°°
Bahagia itu sederhana, sesederhana kita bersyukur masih bisa bernafas pagi hari, tersenyum sepanjang waktu melewati hari. Tertawa bersama menutup luka, membagi cerita suka memendam lara.
Bahagia itu sederhana, namun tidak sesederhana cinta. Cinta itu rumit, perlu mengerti dan dimengerti. Tersenyumlah untuk jiwa-jiwa yang tenang.
°°°°°
Foto-foto Viandra dan Lidya menghiasi gedung pernikahan.
***TBC Genk's
° Mohon dukungannya
°Like komen rate ☆5 dan favorite
° Makasih dan love you all
tersenyumlah jangan lupa bahagia ya 🤗***
apa mungkin masih org yg sama 😂😂