NovelToon NovelToon
Ditolak Camer, Dinikahi MAJIKAN

Ditolak Camer, Dinikahi MAJIKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:200.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mama Mia

Indah, seorang gadis dari kampung yang merantau ke kota demi bisa merubah perekonomian keluarganya.

Dikota, Indah bertemu dengan seorang pemuda tampan. Keduanya saling jatuh cinta, dan mereka pun berpacaran.

Hubungan yang semula sehat, berubah petaka, saat bisikan setan datang menggoda. Keduanya melakukan sesuatu yang seharusnya hanya boleh di lakukan oleh pasangan halal.

Naasnya, ketika apa yang mereka lakukan membuahkan benih yang tumbuh subur, sang kekasih hati justru ingkar dari tanggung-jawab.

Apa alasan pemuda tersebut?
Lalu bagaimana kehidupan Indah selanjutnya?
Akankah pelangi datang memberi warna dalam kehidupan indah yang kini gelap?

Ikuti kisahnya dalam

Ditolak Camer, Dinikahi MAJIKAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19 Cerita yang sebenarnya

"Haaa...? Saya? Bicara seperti itu??"

Nyonya Felly menunjuk mulutnya sendiri. "Kapan?" bertanya bingung

Sungguh, apakah dia sedang amnesia? Tetapi, tidak. Dia memang tidak merasa pernah bicara seperti itu. Dia bukan orang yang seperti itu, yang suka menggunjing keburukan orang lain.

"Maaf jika Nyonya menganggap saya lancang. Tetapi, saya benar-benar mendengarnya dengan kedua telinga saya sendiri. Beberapa waktu yang lalu, Anda mengatakan hal seperti itu dengan Tuan Rama."

Indah pun lalu bercerita tentang apa yang dia dengar dan juga teh yang kemudian dia biarkan tergeletak di nampan di meja pantry.

Nyonya Felly mencoba mengingat-ingat. "Oh ya ampun, apa aku ini sudah pikun?" pikirnya. Hingga kemudian dia mengingat sesuatu, yakni sore hari ketika dia sedang iseng menggoda putranya karena ingin tahu bagaimana isi hati putranya itu.

"Oh ya ampun... Iya, saya ingat!" ucapnya kemudian.

Indah tersenyum getir mendengarnya.

"Ha ha ha... Jadi kamu nguping waktu itu ya? Ha ha ha... Ketahuan, kamu pasti nguping, kan? Ha ha ha..." Nyonya Felly tertawa terbahak-bahak.

Indah lagi-lagi menangis dalam hati. Sebegitu bahagianya sang Nyonya hingga bisa tertawa terbahak-bahak setelah menggunjingnya. Bahkan tidak merasa bersalah dan meminta maaf, justru tertawa-tawa. Apa yang lucu dari apa yang dialami Indah?

"Pasti kamu nguping waktu itu, iya kan? Pasti kamu menguping cuma setengah-setengah, kan? Iya, kan? Ayo, ngaku!! Makanya kamu merasa saya tidak menyukai kamu?" Nyonya Felly merasa kesal, tapi kembali terkikik geli.

Indah menatap Nyonya, tidak mengerti apa maksudnya. Tentu saja dia memang tidak menguping sampai selesai. Memangnya dia mau mendengar sesuatu yang lebih menyakitkan lagi?

"Jadi, itu sebabnya sekarang kamu menjaga jarak dan bersikap kaku seperti itu?" Nyonya Felly berdiri dan berkacak pinggang di hadapan Indah.

Indah mengangguk. "Maaf..." ucapnya lalu menunduk.

"Nakal ya kamu..." Tiba-tiba saja Nyonya Felly meraih telinga Indah dan menjewernya.

"Aduh..." ucap Indah memegangi tangan Nyonya.

"Ya Allah, Nyonya...?" pekik Bibi Sumi. Dia ikut kaget dengan apa yang dilakukan oleh sang majikan.

"Biar saja, Bi. Anak nakal ini harus dikasih pelajaran!" ucapnya masih sambil memegang telinga Indah.

"Ampun, Nyonya!" ucap Indah mencoba melepaskan tangan Nyonya Felly. Dilihatnya wajah sang Nyonya yang menahan geram. Memang jewerannya tidak terlalu sakit, tetapi...

Tentu saja dia merasa malu. Dia bukan seorang anak kecil. Kenapa harus dijewer seperti itu di hadapan Bibi Sumi pula, dan bahkan ada beberapa pelayan lain yang berseliweran di sekitar mereka. Terlebih, dia terkejut dengan reaksi Nyonya Felly. Kenapa pula Nyonya Felly menjadi geram? Bukankah memang benar Nyonya Felly telah menggunjingnya di belakang?

"Sudah, Nyonya... Sudah..." Bibi Sumi ikut melerai. "Kasihan, Indah!" ucap Bibi Sumi lagi.

"Makanya, kalau nguping itu jangan tanggung-tanggung. Berani nguping ya harus berani lanjut sampai selesai, salah paham kan jadinya. Pakai nuduh saya kaya gitu lagi!" Nyonya Felly kembali berkacak pinggang.

Bibi Sumi mengusap dada, sedang Indah mengerut, masih tidak paham. Salah paham apa? Jelas-jelas waktu itu Nyonya Felly memang bicara seperti itu.

"Sini, duduk! Buka kuping kamu lebar-lebar, biar saya jelaskan. Biar kamu gak salah paham lagi sama saya!" titah Nyonya Felly tegas.

Indah pun menurut, walaupun dalam hatinya masih dipenuhi dengan tanda tanya atas sikap Nyonya Felly. Wanita berbadan dua itu, bangkit perlahan dari tempatnya bersimpuh di lantai, kemudian duduk di salah satu kursi di depan nyonya Felly.

Dan Nyonya Felly pun mulai bercerita...

"Waktu itu.....!"

"Sejujurnya, Mama tidak suka dengan gadis itu!" ucap Mama Felly sambil melirik wajah putranya. "Huh... Gadis miskin itu... Dia pasti tadinya pacaran dengan anak orang kaya, lalu berharap dinikahi, makanya mau-maunya saja dia dibikin hamil!" lanjutnya. Terlihat dalam lirikan itu raut putranya yang mengeras. Pasti putranya itu sedang menahan marah.

"Pasti tadinya dia berkhayal ingin jadi Nyonya Kaya! Huh!!" Nyonya Felly ingin sekali tertawa.

"Ah... Sejak kapan aku pintar berakting. Harusnya aku ikut audisi sinetron Ikan Terbang, biar bisa dapat peran mertua julid." Nyonya Felly terkikik dalam hati.

"Jangan sampai ya kamu mendapatkan jodoh seperti dia!" lanjutnya.

"Sejak kapan Mama berubah jadi orang yang suka membeda-bedakan antara si kaya dan si miskin...?"

"Ya, sejak sekarang lah..." sahut Nyonya Felly jahil.

"Dia jadi seperti itu juga bukan kemauan dia, Ma..." bantah Rama.

"Ciee... Yang membela... Cie...?" Nyonya Felly meledek putranya.

"Mama apaan sih?!" Wajah Rama memerah malu karena ketahuan mamanya bahwa dia diam-diam suka.

"Ciee... Yang sudah ada gebetan... Cie...?" Lagi-lagi Nyonya Felly menggoda putranya.

"Mama sudah, ah..." Wajah Rama bertambah merah.

"Ciee... Yang sudah move on, cie...?" Nyonya Felly semakin gencar meledek putranya.

"Ma...?" Nyonya Felly gemas melihat putranya yang merajuk, jadi lucu-lucu imut.

"Kalau memang sudah sreg, kenapa gak dilamar langsung saja?!" Tiba-tiba Nyonya Felly punya ide seperti itu.

Uhuk... Uhuk..

Rama yang baru saja mau minum langsung tersedak.

"Apa, Ma? Lamar?" Rama terkejut dengan ucapan mamanya.

"Memangnya Mama tidak keberatan? Mama setuju kalau aku sama Indah?" Rama bertanya antusias wajahnya semakin merah karena sinar bahagia.

"Kenapa tidak? Sepenglihatan Mama, Indah cukup baik!" jawab Nyonya Felly.

"Setiap orang punya masa lalu, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Mama tahu itu. Dan Mama bisa melihat bagaimana Indah menyesali kebodohannya. Mama juga melihat gadis itu mencoba berubah menjadi lebih baik. Setiap orang tidak bisa memilih sendiri takdirnya, tetapi kita bisa belajar memperbaikinya!"

"Lalu anaknya? Mama beneran bisa menerima cucu yang bukan darah daging Mama sendiri?" Rama mencoba meyakinkan.

"Ya, gimana lagi? Kalau mau ibunya, juga otomatis harus mau anaknya. Masa mau ibunya saja, terus anaknya dibuang?" jawab Nyonya Felly.

"Aku tidak ingin nantinya, jika aku dan Indah memiliki anak sendiri, terus Mama membedakan kasih sayang pada mereka!" Rama mencoba menyelami keyakinan sang Mama.

"Percaya diri amat kamu?! Memangnya yakin Indah mau sama kamu?!" Nyonya Felly kembali menggoda putranya.

"Mama apa-apaan sih? Bukannya ngasih semangat malah bikin down. Lagi pula, Rama yakin sih kalau Indah pasti mau sama Rama. Secara Rama ini selain tampan, mapan juga. Gadis mana yang mau menolak Rama!" ucap Rama penuh percaya diri.

"Dan kalau memang nantinya ternyata Indah tidak mau, ya itu tugas Mama lah untuk meyakinkannya!"

Nyonya Felly merotasikan bola matanya malas.

"Kalau saja Indah adalah sosok wanita seperti pacarmu sebelumnya, atau seperti gadis-gadis sosialita lain, mungkin tidak akan pikir dua kali menerima lamaranmu. Tetapi, Indah adalah gadis yang berbeda. Barangkali saja dia mau menerimamu, tetapi mungkin dia akan berpikir dua kali karena perbedaan status kalian. Mungkin dia bukan ingin menolak, tetapi dia pasti akan merasa minder. Pasti akan ada pertimbangan apakah dia akan menerima atau menolakmu!" ucap Nyonya Felly, dan Rama membenarkan apa yang diucapkan oleh mamanya.

"Ya sudahlah, Ma. Lihat saja nanti. Kalau memang jodoh pasti akan jadi juga. Rama mau ke ruang kerja dulu. Ada yang belum aku selesaikan tadi!" ucap Rama kemudian meninggalkan mamanya sendirian bersama TV yang menyala.

***

Indah meringis menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dalam hati dia merasa bersalah telah su'udzon terhadap majikannya.

"Jadi, kamu masih mau merajuk juga sekarang??" Nyonya Felly berkacak pinggang, dan Indah lagi-lagi hanya bisa menggeleng.

*

*

"Kurang ajar!! Anak baru itu benar-benar sudah melewati batas. Tidak. Aku tidak akan tinggal diam. Aku pasti akan membuat Tuan Muda dan Nyonya Besar membencinya,,,!"

1
Ah Serin
lanjut lagi plseee
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
F.T Zira
yg ndak kelen itu kalo lagi serius baca nyempil typo Jerry jadi jari/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
F.T Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳Mama Mia: tuh kan, benelan ndak kelen /Sob//Sob//Sob/
total 2 replies
Ana
🤣🤣🤣🤣si Daniel ini ya
Ana
efek cemburu 😂
Ana
hadeeeh🤦‍♀️ bocah cilik menggemaskan 😁😅tau aja istilah ndak kelen
Herlin Mae
Kecewa
Herlin Mae
Buruk
Nar Sih
lanjutt kak mya ,bingung mau komen apa😂
Asyatun 1
lanjut
〈⎳ Moms TZ
hemmm, apanya sih yang ndak kelen?
〈⎳Mama Mia: rambutnya Langga, Oma
total 1 replies
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Erni Nofiyanti
ko Rahmat
bukan rama
〈⎳Mama Mia: ya ampunnn, lha kok suwi men🤦🤦😤😤
〈⎳ Moms TZ: urung 😂
total 6 replies
Nar Sih
cemburuu nih kak daniel nya kata resti ,gengsi dan ngk jujur sih sama persaan sendiri ntar keburu di tikung yg lain baru nyeseell.😂😂
Patrick Khan
aku suka🤩😍🥰
F.T Zira
Om mi.. yg uncel ke si daniel.
〈⎳Mama Mia: nah, otw otw
total 1 replies
F.T Zira
lahh.. panggilan rangga berubah.. bukan om tante lagi..
tapi sama aja sih😅😅
F.T Zira
hobi batal batalin aja sih nih anak../Facepalm//Facepalm/
F.T Zira
panasin aja teruss/Smug//Smug/
F.T Zira
dihh.. maksa/Smug//Smug/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!