NovelToon NovelToon
Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:319.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rafasya Alfindra

Cinta adalah samudera kehidupan menuju puncak kebahagiaan. Mencintai dan di cintai adalah suatu kebutuhan hakiki setiap manusia begitu pun yang dirasakan oleh Bella dan Brian.

Berawal dari pertemuan tak sengajanya siapa sangka mereka jadi terbiasa bersama dan menjalin bahtera yang bahagia sebagai pasangan suami istri. Tapi siapa sangka suatu ketika kebahagiannya pupus karena suatu keadaan yang menguji Rumah tangganya yang telah terjalin beberapa tahun.

"Bella apa aku bisa untuk setia di saat keadaan memaksaku untuk berpaling, aku butuh perhatian dari seseorang tapi aku masih mencintai dan menyayangi mu maafkan aku sayang" ucap Brian di sela kesedihan melihat istri tercintanya yang lemah tak berdaya.

"Maafkan aku sayang, aku bukan selingkuh tapi hanya butuh" ucap nya lagi.

Bagaimana kelanjutan kisah cinta Brian dan Bella, akan kah mereka bisa bahagia setelah nanti sang istri kembali lagi?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafasya Alfindra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35

Andin begitu bahagia setelah membaca pesan dari suaminya saat ini, karena barusan suaminya mengabari bahwa suaminya Andes akan sedikit terlambat untuk pulang sehingga ia bisa memiliki banyak waktu dengan Radit saat ini.

Radit yang saat itu keluar dari kamar mandi menatap Andin dengan sedikit bingung, karena sedari tadi Andin senyum - senyum sendiri menatap ponsel yang berada di tangannya.

Radit melangkahkan kakinya mendekati Andin yang saat itu fokus dengan ponselnya, Radit lalu memeluk Andin dari belakang sambil mencium tengkuk Andin. Andin merasa geli sekaligus terangsang dengan perlakuan Radit kepadanya, ia tidak habis pikir ternyata lelaki yang bersamanya saat ini tidak ada rasa capeknya dan masih saja menggerayangi tubuhnya saat ini. Sehingga mau tidak mau, Andin menjadi terbuai dan melakukannya lagi.

****

Keesokan paginya, Bella datang lagi untuk menjenguk Brian di Rumah sakit. Bella berdandan secantik mungkin agar Brian bisa terpana melihat kecantikannya, apalagi ia harus sebisa mungkin mengambil hati Brian kembali agar Brian bisa mengingatnya dan kembali bersamanya.

Bella masuk keruangan Brian, saat Brian mencoba turun dari brankarnya dengan sangat hati - hati. Bella yang melihat Brian yang begitu kesulitan untuk berjalan segera membantunya.

"Mau kemana Bri?" tanya Bella saat Bella mengambil alih tangan Brian agar bisa memapahnya.

Brian menatap Bella yang saat ini tepat berada di sampingnya, ia seakan terpesona dengan kekasihnya yang saat ini tepat berada di sampingnya. Bahkan jarak mereka yang terlalu dekat membuat kakinya sedikit kaku, serta jantungnya yang sedari tadi berdebar tidak karuan. Brian bahkan jadi lupa dengan niatnya untuk ke kamar mandi.

"Hei .... kenapa melamun," panggil Bella dengan cara menjentikkan jarinya.

Brian gugup menjawab pertanyaan Bella saat ini dan sebisa mungkin Brian menyembunyikan rasa gugupnya agar tidak ketahuan oleh Bella.

"Hei .....," ucap Bella lagi sehingga sebisa mungkin Brian menghindar dari tatapan mata Bella saat ini yang seakan menghipnotisnya.

"Maaf ....," ucap Brian dengan berusaha melepaskan rangkulan Bella sehingga membuat Brian terjatuh karena kakinya tidak kuat menahan tubuhnya dengan Bella yang ikut terjatuh diatas tubuh Brian saat ini.

Degh ....

Bella terpana menatap Brian yang berada di bawah nya saat ini, bahkan matanya tidak berkedip sedikitpun menatap seseorang yang sangat ia rindukan beberapa hari ini. Begitu juga dengan Brian, ia juga merasakan perasaan yang sama dengan Bella bahkan degupan jantung keduany sama - sama dapat merasakannya. Sehingga tanpa Bella dan Brian sadari, bibir keduanya sudah menempel bahkan hembusan nafas keduanya begitu terasa.

Brian tersadar dengan kesalahan yang ia perbuat dan sebisa mungkin untuk bangkit, Bella mencoba membantu Brian untuk berdiri kembali dan Brian menerima bantuan Bella agar ia bisa berdiri, karena memang dirinya sangat kesusahan untuk berdiri saat ini.

"Aku mau ke kamar mandi dulu," ucap Brian untuk mengalihkan rasa groginya terhadap Bella saat ini, apalagi ia juga sebisa mungkin untuk cuek terhadap Bella demi permintaan kakaknya.

"Biar aku bantuin sampai depan pintu kamar mandi," usul Bella dan mau tidak mau di setujui Brian, karena memang dia sangat membutuhkan bantuan Bella saat ini.

Brian masuk dan menutup pintu kamar mandi, Brian menghela nafas sedikit kasar karena sedari tadi ia coba tahan. Brian mencoba meraba dadanya yang masih berdegup sangat kencang, dan Brian meletakkan jarinya di bibirnya yang tadi sempat di cium Bella karena jarak mereka tadi yang begitu dekat.

Brian keluar dan berjalan sedikit tertatih dan berpegangan ke dinding. Bella yang saat itu sedang fokus menatap ponselnya segera berjalan membantu Brian untuk kembali ke brankarnya.

"Terimakasih," ucap Brian saat Bella sudah berhasil menidurkan Brian. "Maaf sudah merepotkan kamu hari ini," ucap Brian sungkan dan sebisa mungkin untuk cuek terhadap Bella.

Bella sedih dengan sikap Brian yang begitu cuek terhadapnya namun sebisa mungkin ia buang jauh - jauh rasa sakit yang ia rasakan dan Bella harus membiasakan menghadapi sikap Brian yang seperti itu.

Bella pun mengingat kembali saat Brian mencoba membujuknya, sebelum terjadinya kecelakaan sehingga menumbuhkan kembali semangatnya untuk tetap bertahan agar Brian bisa kembali lagi pulih mengingatnya.

****

Andes datang menjenguk adiknya ke Rumah sakit, untuk memastikan keadaan adiknya saat ini. Andes masuk dan menatap adiknya yang saat itu sedang tertidur dan seketika matanya tertuju kepada wanita yang saat ini ada di samping Brian.

Andes tersenyum menatap Bella yang juga ikut tertidur di kursi yang berada di samping brankar dengan kepalanya di rebahkan di atas tempat tidur. Andes bahagia akhirnya adiknya bisa menemukan wanita baik - baik yang mau merawat adiknya ketika adiknya sedang sakit.

Sempat terlintas di pikiran Andes saat ini, andai istrinya bisa seperti Bella yang selalu ada saat di butuhkan. Namun di balik kesedihan yang ia rasakan, ia bersyukur adiknya bisa mendapatkan pacar sebaik dan selembut hati Bella.

Ya, Andes tahu semua mengenai keseharian Bella bahkan ia juga tahu saat Bella masuk Rumah sakit. Disana ia berfikir, Bella lah perempuan yang cocok untuk bisa membahagiakan adiknya.

Brian mengerjabkan matanya dan terbangun dari tidurnya, ia menoleh kesampingnya disana ia dapat melihat Bella yang begitu lelap tertidur. Brian menuntun tangannya untuk membelai rambut Bella, wanita yang begitu sangat ia rindukan. Brian mencoba untuk bangun, agar ia bisa lebih leluasa menatap keindahan wajah wanita pujaannya.

Brian berusaha untuk turun dari tempat tidur, agar ia bisa mencium wajah wanita yang tertidur di hadapannya saat ini. Namun belum sempat Brian melakukannya, Andes muncul secara tiba - tiba dari arah pintu kamar mandi yang berada di ruangan inap Brian.

Andes menatap adiknya penuh kecurigaan, karena sewaktu ia tinggal ke kamar mandi adiknya tadi sedang tertidur pulas. Brian pun merasakan sedikit grogi karena hampir ketahuan oleh kakaknya, namun sebisa mungkin ia buang agar kakaknya Andes tidak curiga.

"Mau kemana Bi?" tanya Andes pada Brian karena tadi sewaktu ia keluar dari kamar mandi, adiknya seperti ingin turun dari brankarnya dengan sangat hati - hati.

Brian seakan bingung mencari alasan kepada kakaknya, ia tidak mau melihat kakak laki - lakinya marah kepadanya.

"Hehehe ....," ucap Brian cengengesan. "Ini Bang mau ke kamar mandi sebentar," ucap Brian mendapatkan alasan yg cocok saat ini.

"Ya sudah, Abang bantuin," ucap Andes berjalan mendekati adiknya agar bisa membantunya.

Brian terpaksa menerima bantuan kakaknya meskipun ia sama sekali tidak memiliki niat untuk ke kamar mandi saat ini. Setelah masuk ke kamar mandi, Brian begitu merutuki kebodohan yang ia perbuat. Andai ia tidak memiliki niat untuk mencium Bella mungkin ia tidak akan beralasan seperti itu. Bahkan betapa bodohnya ia tidak mengetahui sama sekali kakaknya Andes sudah berada di ruangannya saat ini.

...........

Jangan lupa like dan komennya🙏

1
Safa Almira
gantung
Safa Almira
bagussss
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like dan like
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like
Nurtinah
ad yh ibu ky gt yg ga ingin anknya sendri dsr cwe mtre lebih mntingin hrta, bkin menyesal thor s andin jgn smpe blik lg ke ank n suaminya
Mee_La🦈
ini gak ada lanjutannya lagi ya
Nurtinah
💪💪💪lnjut thor kynya seru
Mee_La🦈
gak nyangka malah dijodohkan
Mee_La🦈
terima aja udah
Mee_La🦈
akhirnya
Mee_La🦈
hwkwhwkk
Mee_La🦈
siapa tuh
Mee_La🦈
lah
Mee_La🦈
cinta dlm diam 😌
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like Fin
💜Madhuri dixit⁴💜
good
𝐁𝐨𝐦𝐞𝐥𝐭𝐚 𝐀𝐧𝐠𝐤𝐚𝐬𝐚
👀
Beast Writer
🌹
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
eling Weh.. nyosor aja kaya bebek 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kasih racun bucin gitu Thor . makin seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!