Seorang gadis tomboy yang bernama Arrabela Jonas biasa di sapa sebagai Jons seorang pembunuh bayaran yang di takuti banyak orang karena kesadisannya ia di angkat oleh nyonya Wijaya dan mendidik nya menjadi pribadi tangguh. Nyonya Wijaya mengangkat Jons karena ia hampir saja di pukul oleh warga karena mencuri makanan.
Hingga suatu hari nyonya Wijaya dan Tuan Wijaya menyuruh Jons menjadi sekertaris Tuan Farhan karena mereka menganggap bahwa anak mereka tidak dapat melindungi dirinya.
Dan tiba-tiba saja Farhan di minta untuk menikahi Jons yang notabenenya seorang pria menurut Farhan.
bagaimana kisah selanjutnya yuk ikuti terus.
(@ninda9258) yang follow aku follback
Karya ini di terbitkan atas izin NovelToon Aninda Peto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya tidak mewakili NovelToon sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aninda Peto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Jangan Mengaduku!
Happy reading Sahabat Seiman 🤣
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGANNYA GENGSTER QUUUU
😜😜😜😜😜😜😜
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
-
-
-
-
-
Kini keluarga geng mafia yaitu Tuan Wijaya sedang berkumpul makan malam bersama. keluarga Mafia itu sudah bertambah satu yaitu Jons sang menantu idaman. Mereka makan dengan khidmat tanpa satupun yang membuka suara Jons makan dengan lahap tanpa rasa canggung sedikitpun karena sudah terbiasa saat pertama dirinya di angkat sebagai anak angkat oleh wakil geng mafia Jons selalu makan bersama di markas utama.
Mereka sudah selesai makan dan sekarang mereka duduk di ruang keluarga.
"Jons, Farhan, karena kalian sudah menikah bahkan sudah seminggu apa belum ada tanda-tanda kehadiran mahluk kecil?" tanya bu Mita sang wakik Mafia.
Alis Jons terangkat merasa ambigu dengan pertanyaan sang ibu mertua, mata Jons melirik ke arah Farhan meminta penjelasan apa maksud dari ibunya?
Farhan mengedikan bahunya acuh, ah memang yah suami ngeselin.
"Maksud Mama apa? aku tidak mengerti?"
"Kami belum melakukannya Mam?" karena tahu maksud dari sang bunda si Tuan Farhan angkat bicara.
"What!" pekik Tuan Wijaya dan Nyonya Mita
"Kenapa belum son? apa kau tidak tahu cara melakukan nya" Dasar ayah mertua kenapa bisa tanya seperti itu? menjengkelkan. Apa ayahnya sedang meragukan kecerdasan anak nya.
"Ck! Tentu aku tahu, tanya menantu kalian sana malam pertama saja aku di tinggal huh!" sungutnya jengkel dengan wajah cemberut.
"Apa-apaan si jelangkung itu pakai ngadu segala ke orang tuanya".
"Apa benar seperti itu Jons?" kini si Wakil Mafia mulai mengintrogasi dengan mata memicing tak suka pasalnya ia sangat mendambakan seorang cucu dan menantunya itu belum melakukannya.
"Maaf ma, ada sesuatu yang harus aku kerjakan dan itu sangat mendesak" jawab Jons jujur.
"Baiklah kami paham padamu Jons, kau tidak mungkin tidak bernafsu pada putraku kecuali ada hal yang mendesak" celetuk sang ayah mertua dengan bangganya.
Jons mendelik jengkel ada-ada saja ayah mertuanya itu bisa-bisanya berkata seperti itu bukankah anaknya yang selalu bernafsu. padanya.
Karena tak ingin di cap sebagai menantu kurang aja Jons memaksakan bibirnya untuk tersenyum.
"Malam ini akan menjadi malam pertama kuuuuu" sorak si jelangkung suami mesum.
"Baiklah karena malam semakin larut mama harap kalian cepat berikan cucu pada kami, pokonya tidak ada bantahan aku ingin segera menggendong cucu" ujar sang wakil Mafia seraya berdiri angkuh melenggang pergi meninggalkan mereka yang melongo bingung.
"Kenapa bukan dirinya saja yang hamil! emang gue Tuhan bisa secepat itu proses pembuahan" Aish! rupanya si tomboy sudah lupa jika keputusan wakik Mafia tidak bisa di ganggu gugat itu sudah hukum mutlak anggap saja perintah sang wakil Mafia adalah perintah para Dewi, dan hal tersebut tidak boleh ada protes lisan maupun tertulis.
"Baguslah Mam, l love you" sorak Farhan gembira. Yaiyalah siapa yang tidak mau di ajak ke surga dunia semua orang juga mau bahkan para lansia pun sudah menjadi candunya hahaha.
"Ayo masuk ke kamar, aku sudah sangat mengantuk" ucap Farhan dengan wajah datarnya melangkah pergi meninggalkan Jons yang masih betah duduk di sofa.
Farhan masuk ke dalam kamar dengan wajah penuh arti memasuki kamar mandi mencuci wajahnya dan menggosok gigi kemudian melangkah menuju lemari mengambil piyama untuk dirinya. Tak berselang lama Jons masuk langsung menuju ke kamar mandi melakukan rutinitasnya sebelum tidur mencuci wajahnya kemudian menggosok gigi.
Farhan sudah berada di atas kasur king sizenya menatap Jons yang baru keluar dari kamar mandi menggunakan piyama yang sedikit terbuka menampakkan sedikit dua silikon nya tiba-tiba sang adik di balik persembunyian ingin sekali keluar namun Farhan sebisa mungkin untuk menetralkan degub jantungnya dan mengabarkan sang adik agar menunggu beberapa menit saja. Rupanya si Tuan Farhan sedang bernegosiasi dengan adik kandungnya.
"Jangan menatapku seperti itu! atau matamu ku colok" deliknya dengan dua jarinya mengarah pada Farhan. Sedangkan si pria itu hanya tersenyum penuh kelicikan.
"Ayo kemari!" seru nya dengan tangan menepuk tempat kosong.
Mata Jons memicing curiga dengan was-was kakinya melangkah naik ke atas ranjang.
"Apa?"
ck! Farhan mendelik kemudian menarik lengan Jons sampai membentur dadanya.
"Apa mau mu Tuan Farhan?" tanyanya dengan gugup mata mereka bertemu saling mengunci Farhan mendekatkan wajahnya ke telinga Jons seraya berbisik
"Ayo lakukan sekarang!" ucapnya dengan nada sensual hingga membuat bulu kuduk Jons berdiri.
"A-aku belum siap" jawab Jons gagu berusaha mendorong tubuh Farhan.
"Mama menginginkan cucu jadi tidak ada alasan lagi" Farhan menggigit kecik telinga Jons.
"Tapi!"
"Kau mau aku mengadu pada Mama?" seulas senyum iblis di bibir sang suami.
"Jangan mengaduku! baiklah kita lakukan malam ini" pasrah Jons
"*Dasar jelangkung keparat!" Teriak Jons.
"Hahahaha sudah kuduga jika bersangkutan dengan Mama pasti si tomboy satu ini akan menurut, baiklah Ma maafkan aku karena namamu akan ku pakai untuk acara ranjang ku ini hahahah*"
Farhan membalikan tubuh Jons di bawah Kungkungan nya terlihat jelas wajah Jons yang gugup dengan pipi semerah apel Malang, Aih! sangat menggemaskan.
Farhan mendekatkan wajahnya ke wajah perempuan yang sudah menjadi istrinya itu hingga bibirnya menyentuh bibir kenyak istrinya di lumatnya penuh penghayatan bahkan sangat berbeda saat dirinya berciuman dengan Clara mantan pacarnya Ais kenapa harus mengingat si mantan penghianat itu.
******* kecil menjadi ******* penuh nafsu bibirnya turun ke leher jenjang milik Jons di hisapnya penuh rakus sampai meninggalkan jejak kepemilikan. Ingat para pria di luaran sana! itu adalah sampel kepemilikan sebagai bukti bahwa Jons adalah miliknya tidak ada yang boleh merebut sesuatu yang menjadi haknya sekarang.
Jons yang sudah terbawa suasana pun membalas ciuman suaminya lagipula tidak ada salahnya kan jika membalas ciuman sang suami ia takut jika di anggap berdosa karena tidak mendukung aktivitas sang kepala rumah tangga.
"Ah bibirmu sangat manis" celetuk Farhan dengan mata sayu seakan menahan sesuatu yang membuncah, Jons tersipu malu kala mendengar pujian dari sang suami.
Entah sejak kapan tubuh keduanya sudah polos pakaian mereka entah pergi ke mana seperti mengerti bahwa Tuannya ingin bercocok tanam membuat mereka segera pergi.
"Apa kau sudah siap hmm?" tanya Farhan serak.
"Hmmm, pelan-pelan punyamu cukup besar"
"Jangan takut ini akan menjadi nikmat kau cukup rileks saja" sebelum melakukan penyatuan Farhan dengan kasih sayang mencium kening sang istri sebagai bukti bahwa dirinya sudah sangat mencintai istrinya yang tomboy itu.
Hingga malam itu adalah malam panas dan panjang, malam yang menjadi saksi keperkasaan Farhan menjabak sawah milik Jons yang begitu nikmat sampai semburan cairan kental mendarat sempurna di milik ladang gua milik Jons berharap kegiatan bercocok tanam mereka segera membuahkan hasil yang tak sia-sia. Tak ada matahari yang menyengat Kulit dua sejoli itu namun deru napas dan keringat bercucuran sebagai jawaban bahwa bukan hanya matahari yang mampu menghasilkan keringat namun kegiatan bercocok tanam ala-ala Farhan di atas ranjang sudah mewakili jawabannya.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
**Bibir Jons Semani buah merah 🍒
Bersambung**