Yudha Tama Dewantara adalah seorang tentara, tak banyak yang tahu dia sebenarnya, selain menjadi Abdi Negara, Yudha adalah keturunan seorang pembisnis yang sukses, dia menolak mengelola bisnis keluarganya karena statusnya sebagai abdi negara, karena kisah cinta masa lalunya yang kelam, membuat dia sangat selektif memilih pasangan hidupnya, dan takdir mempertemukan nya dengan wanita bernama Yasmin.
Wanita yang cantik, pintar dan dermawan, mempunyai keahlian yang sama dengan Yudha di Ilmu Pemetaan dan akhirnya mereka menikah, karena sebuah kesalah pahaman Yudha merasa kecewa dan marah pada Yasmin Yudha memilih mempercayai kebohongan sahabatnya yang bernama Claudia daripada istrinya sendiri. Ketika Yudha mengetahui kebenarannya, dia sangat menyesal. Ketika Yudha ingin memperbaiki semuanya, Yasmin dinyatakan hilang dalam sebuah kecelakaan dan yang tersisa hanyalah penyesalan tak berujung.
Apakah Yasmin masih hidup ? dan jika Yasmin masih hidup akankah Yudha dan Yasmin bisa bertemu kembali dan bersatu sebagai suami istri lagi ?
Penasaran ?, ikuti terus kisah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andrea82, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode. 35. Kaya dan Miskin
Lanjut ya Readers
Selamat Membaca
Mendengar ucapan sang istri, Yudha hanya tersenyum. Meskipun hatinya bingung apa harus sekarang mengatakan siapa sebenarnya dirinya.
"Sayang, selain menjadi prajurit TNI aku juga punya sedikit bisnis kecil-kecilan dengan temanku. Aku hanya nitip modal saja, temanku yang menjalankannya karena profesiku sebagai abdi negara membuatku tak bisa fokus mengurusi bisnisku," ucap Yudha sedikit berbohong pada Yasmin. Yudha takut kalau Yasmin akan shock mendengar berapa kekayaan yang dia miliki sebagai salah satu keturunan keluarga Dewantara.
"Oh begitu, berarti tebakan ku benar, Mas punya kerja sampingan, ya nggak apa-apa Mas, kalau Mas punya investasi lain, yang penting pekerjaan Mas Yudha halal," ujar Yasmin.
"Terima kasih atas pengertianmu, Dek. Percayalah, Sayang semua uang yang kudapatkan itu halal," ucap Yudha sambil memegang tangan Yasmin.
Tak lama kemudian, makanan mereka datang.
" Sayang, ayo makan dulu, nanti keburu dingin," ajak Yudha.
Mereka pun menikmati makan malam yang sangat romantis. Yudha dan Yasmin saling menyuapi penuh cinta dan kasih sayang.
"Dek, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Yudha.
"Tanya apa, Mas?" balas Yasmin.
"Sayang, jika suatu saat aku menjadi orang yang kaya raya, apa yang akan kau lakukan?, dan jika suatu saat aku sudah tidak punya apa-apa, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Yudha.
Mendengar pertanyaan pria yang baru saja menyandang status sebagai suaminya itu, Yasmin mengeriyitkan dahinya.
"Kalau, Mas suatu saat menjadi kaya raya, aku akan sangat bersyukur tetapi aku akan tetap menjadi Yasmin yang sederhana dan aku akan selalu berdoa untuk kita agar tidak melupakan Allah atas kelebihan rezeki yang kita miliki. Apa lagi sampai kita berbuat dzalim dan berlebihan karena kekayaan yang kita miliki. Jika suatu saat Mas tidak punya apa-apa, aku akan selalu di sisimu, akan ku buat akulah tempatmu untuk pulang. Perlu Mas ketahui, bahwa ujian suami istri itu berbanding terbalik," jawab Yasmin dengan kata yang cukup bijak.
"Wow, jawaban yang luar biasa, kamu selalu membuatku kagum, Sayang. Tapi apa maksudmu ujian suami dan istri itu berbanding terbalik?" tanya Yudha tidak mengerti.
"Begini, seorang laki-laki atau suami jika sudah kaya dia tidak akan merasa cukup dengan satu orang wanita atau istri karena dia merasa lebih di materi, sehingga membuat dirinya sanggup memiliki lebih dari satu orang wanita atau istri, dengan kata lain kesetiaan seorang laki-laki atau suami terhadap pasangannya diuji dengan kekayaan. Sedangkan seorang wanita atau istri di uji kesetiaannya pada suami atau pasangannya ketika suami atau pasangannya sudah tidak punya apa-apa. Si istri tetap akan bertahan menghadapi ujian dengan suaminya atau malah meninggalkannya," ujar Yasmin memberi penjelasan atas pertanyaan sang suami.
Yudha yang mendengar penjelasan sang istri hanya bisa tertegun. Otaknya sedang mencerna setiap kalimat dari penjelasan istrinya. Dia tidak menyangka jawaban dari pertanyaan jadi sepanjang dan sedetail itu. Cara menjawab sang istri lebih mirip konsultan perkawinan saja.
"Kamu sungguh luar biasa, Sayang. Cara berfikir mu lebih dewasa dari umur kamu yang sebenarnya," puji sang suami.
"Tidak juga, aku menjawab atas dasar pengetahuan yang aku ketahui. Itu semua real dan sudah terjadi di tengah masyarakat kita. Jujur aku malah takut kalau Mas jadi kaya raya. Ujiannya akan tambah berat. Pertanggung jawaban di akhirat pun juga lebih berat. Jarak Hisab atau perhitungan amalan orang kaya dan orang miskin itu berjarak 500 tahun. Maksudnya yang dihitung duluan di akhirat itu orang miskin dulu baru orang kaya, dan jarak itu sebesar 500 tahun. Otomatis yang masuk surga lebih dulu itu malah orang miskin," ucap Yasmin.
Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk berlaku baik dan mencintai orang-orang yang fakir miskin. Sebab, mereka memiliki kedudukan mulia di sisi Allah Ta'ala pada hari Kiamat.
Dalam satu hadis disebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Perbanyaklah kenalan orang-orang fakir Miskin dan berbudi baiklah kepada mereka karena mereka kelak akan mendapat kekuasaan." Sahabat bertanya: "Apakah kekuasaan mereka, ya Rasulullah?" Nabi menjawab: "Bila tiba hari kiamat maka dikatakan kepada mereka: 'Perhatikan siapa yang dulu pernah memberimu makanan atau minuman seteguk atau pakaian sehelai baju, maka pegang lah tangannya dan tuntunlah ke surga".
Ulama besar fiqih dan ilmu tafsir, Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H) dalam kitabnya Tanbihul Ghafilin menyebutkan lima kemuliaan yang dimiliki orang fakir miskin
Pahala amalnya lebih dari pahala amal orang-orang kaya dalam salat, sedekah dan lain-lainnya.
Jika ingin sesuatu dan tidak tercapai, maka dicatat baginya pahala.
Mereka lebih dahulu masuk surga dibanding orang kaya.
Hisab mereka di akhirat lebih ringan daripada orang kaya.
Penyesalan mereka sangat sedikit sebab orang-orang kaya ingin seperti orang fakir di akhirat. Sedang orang fakir tidak ingin seperti orang kaya.
Dalam hadist lain, Rasulullah SAW bersabda : "Sampaikanlah kepada orang fakir bawa siapa yang sabar di antara kamu akan mengharap pahala dari Allah Ta'ala. Maka ia akan mendapat tiga macam yang tidak di dapati oleh orang-orang yang kaya, yaitu :
Di dalam surga ada kamar dari Yaqut yang merah, penduduk surga melihat tempat itu sama dengan orang dunia jika melihat bintang di langit. Tidak dapat masuk ke situ kecuali Nabi yang fakir atau orang yang mati syahid yang fakir atau seorang mukmin yang fakir.
Orang fakir lebih duluan masuk surga sebelum orang kaya sekira setengah hari yaitu sekira 500 tahun. Mereka bersenang-senang dengan leluasa. Nabi Sulaiman'alaihissalam akan masuk surga sesudah Nabi-Nabi lainnya sekira 40 tahun disebabkan kerajaan yang diberikan Allah kepadanya.
Jika orang fakir membaca: "Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illalah wallahu akbar" dengan tulus ikhlas, maka orang kaya yang membaca itu tidak dapat mengejar orang fakir meskipun ditambah dengan sedekah 10.000 dirham.
"Tapi kalau nanti aku benar-benar kaya, bagaimana?, apa kamu akan meninggalkanku karena ingin masuk surga duluan," tanya Yudha.
Mendengar pertanyaan sang suami, Yasmin terkekeh. Menurutnya pertanyaan suaminya terdengar lucu.
"Aku nggak juga nggak muna, Mas, kalau sisi keduniawianku berkata aku senang jika bisa jadi orang kaya. Aku hanya takut kita nggak kuat dengan ujian kekayaan. Sudah nunggu antrian 500 tahun ujung-ujungnya malah masuk neraka," ujar Yasmin.
"Dek, aku mohon berjanjilah, suatu saat apapun keadaanku miskin atau kaya. Sehat atau sakit jangan pernah tinggalkan aku karena kamulah satu-satunya bidadari surgaku sampai ke surga nanti," ucap Yudha sambil memegang tangan Yasmin dan menciumnya.
"InsyaAllah, Mas, pernikahanku denganmu adalah yang pertama dan yang terakhir untukku. Meskipun aku bukanlah wanita pertama di hatimu tetapi aku berharap akulah yang terakhir dihati kamu. Satu lagi Mas, jangan pernah kau mengkhianati cinta kita, karena bagi seorang istri dia akan sanggup menanggung beban seberat apapun di pundaknya kecuali sebuah pengkhianatan," ucap Yasmin dengan nada yang begitu serius.
"Tidak, Sayang, itu tak akan pernah terjadi. Aku tidak akan pernah mengkhianatimu. Hanya maut yang akan memisahkan kita," balas Yudha sambil memegang tangan Yasmin erat seolah tak 'kan pernah lepas.
Selesai makan malam, Yudha dan Yasmin kembali menuju kamar mereka. Sebenarnya Yudha ingin mengajak Yasmin berkeliling hotel sambil melihat pemandangan malam hari tetapi Yasmin menolak. Yasmin masih merasa sedikit lelah. Jadi berakhirlah pasutri baru itu menghabiskan waktu di dalam kamar hotel.
Sesampainya di kamar hotel, Yasmin langsung duduk di Sofa disusul Yudha yang ikut duduk di sampingnya.
"Kamu capek, Dek?" tanya Yudha.
"Nggak juga, Mas. Kalau lihat wajah Mas, rasanya capek ku hilang," jawab Yasmin sambil menyandarkan kepalanya ke pundak Yudha.
Yudha yang melihat sikap istrinya yang manja jadi makin gemas.
"Dek, apa boleh aku minta hak ku sekarang," tanya Yudha hati-hati.
"Kapan pun Mas minta, aku siap, tapi kita shalat isya dulu," jawab Yasmin.
Mendengar jawaban istrinya, Yudha langsung tersenyum dan memeluk pinggang istrinya, lalu mencium kening Yasmin agak lama.
"Kau memang yang terbaik, Sayang. Ayo kita shalat isya dulu dan dilanjut shalat dua rekaat sebelum kita melakukannya," ajak Yudha.
Merekapun segera bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat isya berjamaah, yang akan dilanjut dengan shalat dua rekaat sebelum berjima' untuk ritual malam pertama mereka. Agar keturunan yang mereka hasilkan dari berjima' antara suami istri mendapatkan keturunan yang sholeh atau sholihah.
______________________________________________
Hai Readers kesayangan tetap dukung author ya dengan like, vote and komen.
Biar author tetap semangat nulisnya buat up dan bisa naik level 🙏🙏🙏 🤗🤗🤗
I Love You All 😘😘😘
Bersambung...