NovelToon NovelToon
Legenda Sang Bayangan

Legenda Sang Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Kultivasi Modern
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: kansszy

sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, kesedihan demi kesedihan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kansszy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

Pesawat yang dikemudikan oleh Edwin mendarat di ibu kota setelah enam jam penerbangan dari Makau. Saat itu pukul lima sore. Aku menyisir rambut dengan jemariku lantas melangkah keluar dari pesawat. Satu mobil sedan hitam telah menungguku. Aku sendiri yang mengemudikannya menuju ke gedung Parwez.

Jalanan lengang sore ini. Jadi aku bisa memacu mobilku dengan kecepatan tinggi. Tak berselang lama, aku tiba di depan gedung perusahaan milik keluarga Tong. Penjaga yang bertugas di depan pintu masuk mengenaliku, membungkuk dalam dalam. Memberikan hormat. Aku mengangguk. Melangkah cepat menuju lift.

"hei Kenzy!" ada orang yang memanggilku. Dan orang itu adalah letnan yang ditugaskan menjaga gedung itu enam jam terakhir. Aku tahu jika Basyir lah yang menugaskannya di sini. Namanya Joni.

"hai juga, Joni. Bagaimana situasi di sini?"

"buruk Ken, ada banyak hal ganjil di sini. Kau tahu kan, jika kita tidak pernah ada masalah dengan listrik?" dia diam sejenak

"itu kita alami dua kali hari ini. Bukan hanya itu, Parwez juga melapor bahwa ada dokumen dokumen asing yang dia sendiri tidak tahu dari mana asalnya."

Aku mengangguk, melangkah meninggalkan Joni setelah dua tiga patah kata yang aku ucapkan. Aku menekan tombol dan pintu lift terbuka. Aku melangkah masuk. Ini hal serius. Aku menekan tombol lagi, pintu lift tertutup.

Beberapa saat, pintu lift berdenting pelan. Aku sudah sampai di lantai tiga puluh. Ada banyak penjaga di sana. Salah satunya ada Basyir yang mondar mandir kebingungan. Aku melangkah mendekatinya.

"akhirnya kau sampai, Ken"

"ada apa, Basyir?"

"ada laporan di pelabuhan mengenai hal yang sama dengan apa yang terjadi di sini. Aku atau kau yang kesana?" Basyir bertanya.

"kau saja, aku harus segera bicara dengan Parwez." Basyir mengangguk lantas meninggalkanku.

Aku balik kanan, membuka pintu. Parwez melirikku, berdiri.

"hai, Parwez. Ada apa?"

"Kenzy! Kau datang tepat waktu. Ada banyak hal ganjil di sini." aku diam mendengarkan

belum sempat Parwez bicara, terjadi ledakan entah di lantai berapa. Getarannya kuat sekali. Aku dan Parwez sampai hampir terjatuh. Ada apa? Aku dan Parwez melangkah keluar. Dari tangga darurat, ada salah satu petugas datang menghampiri, melapor. "Kenzy, ada ledakan di lantai dua puluh!" aku menatapnya tajam, tersenyum. "oh ya? Dimana kau berjaga, hah? Bukannya di lantai dua puluh lima keatas hanya digunakan sebagai penyimpan sementara? Lantas mengapa kau cepat sekali sampai ke sini, dan kau tahu dimana letaknya bom itu meledak?"

Aku langsung menyikapnya sebelum dia bisa berkata kata. "dasar penghianat."

...****************...

"siapa yang menyuruhmu untuk melakukan ini?"

Aku memandang dari luar ruang interogasi. terdengar samar samar suara orang di dalam ruangan.

"assalamualaikum Kenzy!" suara orang yang kukenal menyapaku. Itu Basyir. Aku menoleh ke arahnya.

"cepat sekali kau menyelesaikan masalah ini, Ken."

"itu tidak seberapa, hanya masalah sepele. Lagian dia masih amatir untuk menjadi penghianat."

"hahaha harusnya dia berpikir dua kali sebelum mengkhianati keluarga Tong. Apalagi kau, sebagai jagal nomor satu yang dimiliki oleh keluarga Tong. penyelesai konflik tingkat tinggi yang sangat terampil." Basyir menepuk bahuku, tertawa. Aku tersenyum.

"oh iya, Ken, bagaimana penyerbuan markas besar keluarga Lin?"

"ada sedikit kendala saat pelarian, namun tak masalah, lagian kini alat pemindai itu telah berada di tangan keluarga Tong. Tak akan ada yang bisa mengalahkan keluarga Tong kali ini." aku berkata mantab.

...****************...

Tiga tahun lalu.

Saat aku menerima surat langsung dari kakakku, aku sempat mengurung diri di kamar selama tiga hari sampai ada pelayan memanggilku, bilang tauke ingin bertemu denganku. Aku berjalan gontai. Masalalu yang sudah tertutup kini terbuka lagi.

Di dalam ruangan kerja tauke, sudah ada kopong dan juga Basyir. Mereka semua menatapku penuh kasih. "kami sudah menunggumu, Kenzy. Kemarilah." tauke menunjuk kursi kosong tepat di sebelah kopong.

"ada yang ingin ku bicarakan padamu, dan ini berhubungan dengan masa lalumu." tauke mulai bicara. Aku diam menatap lantai.

"kau telah menunjukkan kerja kerasmu, pengorbananmu, jiwa raga dan waktumu untuk keluarga ini. Kau bertaruh nyawa dan tenaga untuk menegakkan kejayaan keluarga Tong. Dan saat ada satu keluarga tersakiti, kita merasakannya bersama. kita sakit bersama, senang bersama, oleh karena itu, aku atas nama keluarga Tong, memintamu agar segera membalas dendam pada klan Scarlet itu. Kau sendiri yang memimpin serangan, Kenzy. Akan ku berikan seluruh pasukan. Beribu ribu pasukan untuk membalaskan dendammu."

Aku mendongak ke atas, menatap tauke. Aku tak tahu, bagaimana ninja bisa dikalahkan oleh manusia biasa seperti pasukan tauke. Ini terlalu beresiko. Aku sendiri tak bisa mengalahkan sang penghianat klanku apalagi tukang pukul. Akankah ini mungkin?

"kopong, kau siapkan seluruh tenaga yang ada untuk berangkat malam ini juga. Basyir, kau ikut Kenzy menuju kuil klan Scarlet sekarang."

Tunggu, sekarang? Tauke ternyata tidak bercanda tentang ini.

kopong berdiri memberi hormat, balik kanan meninggalkan kami. Aku menatap tauke, tak percaya akan terkabul keinginanku untuk balas dendam.

"Kenzy, aku ingin kau berangkat terlebih dahulu bersama Basyir untuk memantau situasi dan mengkonfirmasi tempat penyerangan. Ingat. Kau kaptennya disini. Sekarang, berangkat!!!" aku lekas berdiri, memberi hormat dan tanpa lama aku keluar disusul oleh Basyir. Ini akan menjadi tonggak penting bagi ku, akan ku balaskan seluruh dendam klan shadow.

1
Adi Arkan Imani
bagus
KanKaaan!!!
cocok buat orang yang lagi mencari cerita dan inspirasi
Adi Arkan Imani
lumayan
kansszy: heeheeee maksih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!