(Ngakaklah sebelum ngakak dilarang)
Buku lanjutan Bukan Kontrak Pernikahan (silahkan baca buku pertama lebih dulu)
Kehidupan Skala dan Bianca berlanjut, setelah terungkapnya dementor yang menyebabkan kecelakaan kedua orang tua Skala. Keduanya masih mencari kebenaran di balik meninggalnya Kiran, ibunda Bianca.
Kekonyolan dan keromantisan duo Amazon berlanjut disini.
_
_
_
Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S2 : Madam Zi
Bianca dan Felisya sedang melakukan private yoga di rumah. Dua ibu hamil itu sepakat membiarkan suami mereka untuk mengurus masalah perjodohan sang kakek. Bianca juga Felisya tak ingin ambil pusing lagi dengan kelakuan Prawira.
"Apa Skala dan Tama akan berhasil mendapatkan jodoh yang cocok untuk kakek?" tanya Felisya yang usia kandungannya hanya selisih satu bulan dari Bianca.
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Kata orang madam Zi adalah sosok yang sangat misterius, bahkan dia tidak ingin menunjukkan wujud aslinya."
"Apa mungkin Madam Zi sebenarnya adalah laki-laki?"
Bianca yang tengah menaikkan tangannya ke atas terlihat menoleh untuk memandang sang kakak ipar. Alisnya berkerut menyadari apa yang dikatakan Felisya bisa jadi ada benarnya.
"Ah benar-benar, bisa saja Madam Zi adalah singkatan namanya." Bianca dan Felisya malah terlibat tebak-tebakan yang tak berdasar.
Kelakuan duo bumil itu sukses membuat sang instruktur Yoga yang sedang memandu terlihat kesal, bukannya fokus dengan gerakan demi persalinan nyaman yang mereka inginkan, Bianca dan Felicia malah mengobrol santai bak tengah berada di warung kopi.
"Ayo dong fokus ibu-ibu! ngobrolnya nanti ya, sekarang kita Yoga dulu."
Teguran dari sang instruktur membuat Bianca dan Felisya langsung terdiam. Mereka saling memelototi satu sama lain lantas berbalas memukul lengan tangan.
"Kamu sih!"
"Kamu itu."
Selang setengah jam setelah mereka selesai melakukan yoga, kedua ibu hamil itu kembali membahas perihal Madam Zi, besar harapan Felisya dan Bianca agar Prawira segera mendapatkan istri.
Namun, siapa sangka bahwa mencari jodoh tak semudah membalik telapak tangan, tak semudah menunggang kuda atau menindih gajah seperti yang sering mereka lakukan.
Skala dan Tama terperangah melihat sosok Madam Zi yang ternyata adalah seorang pria. Kedua calon papa itu terlibat adegan saling pandang, kemudian serempak menggaruk belakang kepala yang tidak gatal. Keduanya menatap penasaran laki-laki paruh baya yang memakai topi koboi dan mengeluarkan beberapa kertas dari dalam tasnya di hadapan mereka.
"Bukankah Madam Zi itu seharusnya wanita, kenapa yang datang malah Suneo?" bisik Skala ke telinga Tama.
"Ini mah Tukul Piranha Ska." pipi tama menggelembung, Ia hampir saja terbahak-bahak setelah mengucapkan kalimat itu.
"Ah jadi kangen piranhaku sayang, nanti kita ketemu ya," gumam Skala sambil menangkup miliknya yang terletak di antara dua paha. Dasar laki-laki mesum.
"Kamu ngomong apa?"
"Aku rindu Bianca," bisik Skala lagi.
"Madam Zi memang seorang wanita, saya hanyalah asistennya yang bertugas menemui klien, jadi saya bukanlah Madam Zi." Ucapan laki-laki itu langsung menjawab rasa penasaran kedua cucu Prawira.
Baik Tama dan Skala langsung salah tingkah, berharap semoga asisten madam Zi itu tidak mendengar ghibahan mereka soal Suneo dan Tukul Piranha tadi.
"Saya sebagai asistennya saja tidak pernah melihat sosok madam Zi, kami hanya berkomunikasi via chat dan email." Laki-laki itu kembali memberi penjelasan
"Em … itu artinya tidak ada yang mengenal dengan pasti sosok Madam Zi? dan tidak ada yang pernah mengetahui bagaimana rupa aslinya?" tanya Skala penasaran.
Laki-laki itu mengangguk, lantas membahas dengan serius soal kriteria perempuan yang ingin Skala dan Tama jodohkan dengan Prawira.
Beberapa foto wanita disodorkan asisten madam Zi ke Tama dan Skala, dia pun menjelaskan wanita-wanita itu berasal dari kalangan artis, konglomerat bahkan pengusaha. Mereka tidak boleh membocorkan profil wanita yang disarankan madam Zi seandainya sudah mengenal salah satunya.
"Jelas di email konfirmasi pertemuan tertulis klien tidak boleh membocorkan informasi," tegas Asisten Madam Zi.
"Ini adalah para wanita yang sudah diseleksi oleh madam Zi sendiri, kemungkinan kecocokan sembilan puluh persen," lanjut laki-laki itu.
Tama menganggukkan kepala paham, sementara Skala terkejut karena dia mendapati foto salah satu wanita yang dia kenal yaitu Diana—ibunda Nuna, keponakan kesayangan istrinya.
Bukankah Diana istri Billy? Mereka belum bercerai kan?
_
Otor : Guys periode vote ini aku emang ga bagi mini gold dulu, tapi masa ga layak sih poin misi kalian buat dukung seketek 🤧 #syedihhh
...Oh ya apa kalian bisa menebak siapa Madam Zi?...
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE...
...ADD FAVORITE...
...RATE BINTANG 5...
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tindih yg kuat....
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
malah Suami Aku yg gitu...
klo Aku orang'y malas bahas masalalu,..
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Bayu : mataku ternoda
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
itu cerita kamuuuuuu dodol🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣