NovelToon NovelToon
The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Misteri
Popularitas:325
Nilai: 5
Nama Author: Bagas Hirmawan

Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.

Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.

Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.

**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 — Catatan Perubahan

Ruang penyimpanan lama berada di bagian belakang kompleks administrasi, terpisah dari gedung utama oleh halaman sempit dan dua lorong beratap.

Tidak ada penjaga khusus di pintunya.

Hanya ada seorang petugas inventaris, meja kayu dengan sudut yang telah aus, dan sebuah papan pengumuman yang memuat daftar pemindahan dokumen sejak delapan tahun lalu.

Bagi kebanyakan orang, tempat itu membosankan.

Bagi Gu Chenxiao, tempat itu berbahaya.

Bukan karena ada formasi pembunuh atau benda terkutuk yang tersembunyi di dalamnya. Bahayanya justru terletak pada sesuatu yang lebih biasa: catatan yang tidak lengkap, ingatan manusia yang berubah, dan prosedur yang memungkinkan dua orang melakukan tindakan berbeda dengan sama-sama merasa telah mengikuti aturan.

Ia tiba sebelum jam kerja dimulai.

Paman Fu berjalan di belakangnya, sementara Han Yu membawa surat izin pemeriksaan.

Petugas inventaris memeriksa surat tersebut dua kali.

“Register perubahan status dokumen wilayah barat?” tanyanya.

“Benar,” jawab Han Yu.

Petugas itu membuka buku indeks pemindahan.

“Menurut catatan, register tersebut dipindahkan bersama beberapa buku administrasi tahunan ketika ruang lama direnovasi. Lokasinya seharusnya di rak C-empat.”

“Seharusnya?” Gu Chenxiao mengulang.

“Catatan pemindahan hanya menyebut nomor peti dan jumlah buku. Tidak ada daftar per buku.”

Gu Chenxiao tersenyum tipis.

“Kalau begitu, kita mulai dari petinya.”

Petugas itu tampak sedikit lega karena tidak dimarahi.

Ia mengambil kunci dan membawa mereka masuk.

Rak C-empat menyimpan tujuh peti kayu.

Enam di antaranya memiliki label tahun. Peti ketujuh hanya mencantumkan kode unit dan nomor pemindahan.

Han Yu mencocokkan nomor pada label dengan daftar penerimaan.

“Peti ini cocok,” katanya. “Tetapi kita tetap harus memeriksa isi dan mencatat kondisinya sebelum membukanya.”

“Lakukan.”

Peti itu dibuka di atas meja pemeriksaan.

Di dalamnya terdapat buku pengeluaran, daftar distribusi tugas, catatan perubahan kategori, dan beberapa bundel dokumen yang telah diikat dengan tali kapas.

Setelah hampir setengah jam, Han Yu menemukan sebuah buku berjilid cokelat.

Sampulnya bertuliskan:

Register Perubahan Status Dokumen Administrasi — Wilayah Barat.

Gu Chenxiao tidak langsung membukanya.

Ia meminta Han Yu memeriksa nomor halaman, segel penjilidan, dan catatan pemindahan terlebih dahulu.

Buku itu memiliki nomor halaman berurutan. Tidak ada halaman yang tampak dicabut. Namun, dua lembar pada bagian tengah memiliki warna kertas berbeda dari halaman di sekitarnya.

“Apakah itu berarti ada halaman pengganti?” tanya Paman Fu.

“Belum tentu,” jawab Han Yu. “Kertas dari dua kelompok produksi dapat memiliki warna berbeda. Kita perlu memeriksa catatan penjilidan.”

Gu Chenxiao mengangguk.

“Catat perbedaannya. Jangan menyebutnya sebagai penggantian halaman sebelum kita memiliki dasar.”

Ia telah melihat terlalu banyak orang membuat kesimpulan hanya karena sebuah detail tampak menarik.

Bukti yang tidak pasti bukanlah bukti yang harus dibuang.

Namun, bukti yang tidak pasti juga bukan sesuatu yang boleh dipaksa mengatakan apa yang diinginkan penyelidik.

Setelah pemeriksaan awal selesai, mereka membuka buku tersebut.

Register itu memiliki empat kolom utama:

Nomor dokumen.

Status sebelumnya.

Status baru.

Dasar perubahan dan pengesahannya.

Pada halaman yang berkaitan dengan administrasi aset wilayah barat, terdapat beberapa catatan yang mudah dikenali.

Sebagian dokumen berubah dari menunggu pemeriksaan menjadi telah diperiksa.

Sebagian lainnya berubah dari kategori sementara menjadi kategori tetap.

Setiap perubahan kategori tetap memiliki rujukan kepada keputusan atau persetujuan yang tercatat.

Hampir setiap perubahan.

Gu Chenxiao menemukan satu entri yang berbeda.

Nomor pekerjaan penataan kategori sementara tercantum pada kolom keterangan. Status sebelumnya adalah menunggu penetapan unit pemilik.

Status barunya tertulis:

Dipisahkan untuk penyelesaian administrasi aset.

Tidak ada nomor keputusan.

Tidak ada tanda tangan pejabat yang mengesahkan perubahan kategori akhir.

Hanya ada satu rujukan pada kolom dasar perubahan:

Daftar penyelesaian administrasi wilayah barat.

Di bawahnya tercantum nomor dokumen lain.

Gu Chenxiao membaca entri itu sekali lagi.

“Apakah ini berarti dokumen telah memperoleh kategori akhir?” tanyanya.

Han Yu memeriksa aturan pada halaman pendahuluan register.

“Tidak. Istilah ‘dipisahkan untuk penyelesaian administrasi’ tidak sama dengan ‘kategori tetap’. Catatan ini menunjukkan perubahan penanganan dokumen, bukan keputusan akhir.”

“Jadi, entri ini sendiri belum melanggar aturan.”

“Benar.”

Gu Chenxiao menunjuk nomor dokumen yang dirujuk.

“Lalu kita perlu menemukan daftar penyelesaian administrasi tersebut.”

Han Yu mencatat nomor itu.

Namun, sebelum ia menutup buku, Gu Chenxiao melihat satu hal lain.

Di sisi kanan entri terdapat tanda kecil berbentuk dua garis miring, disertai huruf pendek yang hampir menyatu dengan garis tabel.

Tanda itu muncul pada tiga entri lain di halaman yang sama.

Pada dua entri, tanda tersebut diikuti nomor lampiran.

Pada entri yang sedang mereka periksa, tidak ada nomor lampiran.

“Periksa arti tanda ini,” kata Gu Chenxiao.

Han Yu menelusuri halaman pendahuluan dan menemukan keterangan kecil di bagian bawah.

Tanda tersebut digunakan ketika suatu perubahan status didasarkan pada daftar pendukung yang disimpan secara terpisah.

Dengan kata lain, rujukan utama bukanlah satu-satunya tempat yang perlu diperiksa.

Daftar penyelesaian administrasi mungkin hanya menjadi pintu menuju catatan lain.

Gu Chenxiao menutup buku dengan hati-hati.

Mereka belum menemukan keputusan akhir.

Tetapi mereka telah menemukan jejak yang lebih konkret: sebuah perubahan penanganan dokumen yang merujuk kepada daftar terpisah, tanpa nomor keputusan akhir pada entri itu sendiri.

“Siapa yang menulis entri ini?” tanya Paman Fu.

Han Yu memeriksa bagian akhir register.

“Nama pencatat tercantum dalam daftar petugas yang bertugas pada periode tersebut. Namun, tanda tangan di halaman ini hanya menunjukkan pemeriksaan berkala, bukan pengesahan setiap perubahan.”

“Bisakah kita membedakan siapa yang mencatat dan siapa yang memerintahkan?”

“Tidak dari halaman ini saja.”

Gu Chenxiao berdiri dan berjalan mengitari meja.

Ia membaca kembali entri-entri di sekitarnya.

Sebuah daftar pemeliharaan bangunan berubah menjadi kategori tetap dengan rujukan keputusan yang jelas.

Dokumen inventaris alat transportasi dipindahkan ke bagian lain, tetapi statusnya tidak berubah.

Satu bundel dokumen dapur lama ditutup setelah menerima nomor keputusan penghapusan yang dapat diverifikasi.

Hanya dokumen wilayah barat yang menggunakan frasa dipisahkan untuk penyelesaian administrasi aset tanpa rujukan keputusan akhir langsung.

Keanehan itu cukup untuk diperiksa.

Belum cukup untuk menuduh siapa pun.

“Ambil salinan tiga entri pembanding,” kata Gu Chenxiao. “Termasuk satu entri yang menggunakan daftar pendukung terpisah tetapi tetap mencantumkan nomor lampiran.”

Han Yu mengangkat kepala.

“Kau ingin membandingkan formatnya?”

“Aku ingin mengetahui apakah entri wilayah barat merupakan bentuk pencatatan yang lazim atau pengecualian.”

Paman Fu memandangnya.

“Jika ternyata bentuknya lazim?”

“Kita akan kehilangan satu dugaan.”

“Dan jika ternyata berbeda?”

“Kita akan memiliki alasan untuk mencari dokumen pendukungnya.”

Gu Chenxiao menyelipkan tangan ke balik lengan jubah.

“Penyelidikan bukan permainan menebak siapa yang paling mencurigakan. Kita mencari proses yang dapat dibuktikan.”

Ia tidak mengucapkan kalimat itu demi meyakinkan Paman Fu.

Ia mengucapkannya karena ia sendiri tidak ingin terjebak dalam kesimpulan yang terlalu dini.

Seseorang mungkin telah menyalahgunakan kewenangan.

Seseorang mungkin hanya melakukan pencatatan yang buruk.

Dan mungkin pula ada keputusan yang sah tersimpan di tempat yang belum mereka periksa.

Ketiganya masih mungkin.

Untuk saat ini, mereka tidak memiliki alasan yang cukup untuk memilih salah satunya.

Ketika Han Yu sedang membuat salinan, seorang petugas inventaris lain memasuki ruangan.

Ia membawa selembar daftar pengambilan dokumen.

“Maaf mengganggu,” katanya kepada petugas yang menjaga ruangan. “Aku perlu memastikan apakah buku-buku administrasi wilayah barat yang dipindahkan ke rak C-empat sudah diperiksa. Ada permintaan lama untuk mencocokkan daftar penyelesaian administrasi dengan register perubahan status.”

Gu Chenxiao tidak mengangkat kepala.

Namun, tangannya berhenti bergerak.

Petugas inventaris yang menjaga ruangan menerima daftar itu dan memeriksa nomor referensinya.

“Permintaan ini kapan dibuat?”

“Tidak tertulis pada salinan yang kubawa. Aku hanya diminta memeriksa apakah bukunya tersedia.”

“Siapa yang meminta?”

Petugas kedua melihat catatan bawah.

“Bagian administrasi internal. Nama pemohon tidak tercantum pada lembar ini.”

Gu Chenxiao akhirnya menoleh.

“Apakah permintaan itu masih aktif?”

Kedua petugas memandangnya.

Petugas kedua menjawab dengan hati-hati.

“Aku tidak tahu, Tuan Muda. Aku hanya diminta mencocokkan ketersediaan buku.”

“Kalau begitu, jangan membuat asumsi. Catat bahwa register telah ditemukan dan pemeriksaan sedang berlangsung. Jangan menyerahkan buku sebelum kewenangan pemohon diverifikasi.”

Petugas inventaris mengangguk.

Tidak ada yang tampak luar biasa dalam kejadian itu.

Permintaan pemeriksaan arsip dapat berasal dari banyak bagian. Nama pemohon yang tidak tercantum pada salinan juga belum membuktikan adanya penyembunyian; mungkin daftar yang dibawa petugas itu memang hanya lembar kerja.

Namun, Gu Chenxiao mencatat satu detail.

Seseorang sebelumnya telah meminta pencocokan antara daftar penyelesaian administrasi dan register perubahan status.

Permintaan itu memiliki tujuan yang sama dengan penyelidikannya.

Pertanyaannya adalah apakah pemohon tersebut sedang melakukan pemeriksaan rutin, menindaklanjuti pekerjaan lama, atau mencari sesuatu yang spesifik.

Ia tidak bertanya lebih jauh kepada petugas.

Jika orang itu hanya kurir, menekannya tidak akan menghasilkan informasi yang berguna.

Jika ia mengetahui sesuatu, pertanyaan yang terlalu langsung justru akan membuatnya berhati-hati.

Gu Chenxiao lebih memilih membiarkan prosedur verifikasi berjalan.

Terkadang, orang mengungkapkan lebih banyak ketika mereka mengira tidak sedang diuji.

Menjelang tengah hari, Han Yu menyelesaikan salinan tiga entri pembanding.

Hasilnya cukup jelas.

Pada dua kasus, daftar pendukung terpisah digunakan sebagai dasar perubahan status. Namun, masing-masing memiliki nomor lampiran dan catatan tentang lokasi dokumen pendukung.

Kasus ketiga menggunakan frasa yang berbeda, tetapi tetap merujuk kepada keputusan yang telah disahkan.

Entri wilayah barat tidak mencantumkan nomor lampiran.

Ini bukan bukti bahwa lampiran tidak pernah ada.

Akan tetapi, catatan itu tidak memberikan jalan langsung untuk menemukannya.

Gu Chenxiao menulis tiga baris pada lembar analisis.

Yang diketahui:

Pekerjaan penataan kategori sementara memiliki dasar pembukaan yang sah.

Register mencatat bahwa dokumen dipisahkan untuk penyelesaian administrasi aset.

Perubahan itu merujuk kepada sebuah daftar penyelesaian administrasi yang belum ditemukan.

Yang belum diketahui:

Apakah daftar tersebut benar-benar ada dalam bentuk final.

Apakah daftar itu mencantumkan keputusan akhir.

Siapa yang menyusun dan mengesahkannya.

Apakah dokumen yang dirujuk berkaitan dengan lampiran pemeriksaan aset wilayah barat yang sedang mereka cari.

Ia berhenti menulis.

Ada satu hal yang mulai mengganggunya.

Bukan ketidaklengkapan catatan itu sendiri.

Melainkan kenyataan bahwa beberapa bagian proses tampak memiliki jejak yang rapi, sementara titik penghubung antara penanganan sementara dan penyelesaian administrasi tidak dapat ditelusuri dengan cara yang sama.

Jika seluruh proses itu dilakukan secara sah, perbedaan tersebut mungkin memiliki penjelasan sederhana.

Jika tidak, maka titik penghubung itulah tempat yang paling layak diperiksa.

Gu Chenxiao tidak perlu mengetahui jawabannya sekarang.

Ia hanya perlu memastikan bahwa pertanyaan berikutnya mengarah ke tempat yang benar.

Sore harinya, ia meminta tiga permohonan dibuat secara terpisah.

Permohonan pertama ditujukan kepada bagian administrasi aset wilayah barat untuk mencari Daftar Penyelesaian Administrasi Wilayah Barat berdasarkan nomor yang tercantum dalam register.

Permohonan kedua meminta daftar petugas yang berwenang mengesahkan perubahan status dokumen pada periode tersebut, beserta aturan yang berlaku.

Permohonan ketiga meminta riwayat peminjaman dan pemindahan register perubahan status, termasuk permintaan lama yang ditemukan petugas inventaris.

Paman Fu membaca ketiga permohonan itu.

“Kenapa dipisah? Bukankah kita bisa meminta semuanya sekaligus?”

“Bisa,” jawab Gu Chenxiao. “Tetapi jika semuanya digabungkan, satu kekurangan pada dasar permohonan dapat menunda seluruh pemeriksaan.”

Ia mengambil kembali lembar pertama.

“Selain itu, setiap bagian hanya perlu menjawab pertanyaan yang berada dalam kewenangannya.”

“Apakah kau khawatir mereka akan menolak?”

“Aku memperhitungkan kemungkinan itu.”

Gu Chenxiao tidak berniat menjebak bagian administrasi dengan permintaan yang sengaja dibuat kabur. Ia justru ingin menghilangkan alasan yang sah untuk menolak permohonan.

Jika suatu bagian menolak, ia akan mengetahui dasar penolakannya.

Jika mereka menjawab, ia akan memperoleh catatan yang dapat diperiksa.

Dan jika jawaban dari dua bagian tidak cocok, barulah ia memiliki alasan untuk menelusuri perbedaan itu.

Ia tidak memerlukan semua orang untuk bekerja demi kepentingannya.

Ia hanya perlu memastikan bahwa setiap orang meninggalkan jejak yang dapat dibandingkan.

Malam itu, sebuah catatan anonim kembali tiba.

Kertasnya dilipat dua, tanpa cap, tanpa nama pengirim.

Paman Fu menemukannya di antara dokumen yang dikirim ke kediaman Gu Chenxiao.

Tulisan di dalamnya hanya satu kalimat.

Jangan mengira daftar penyelesaian adalah keputusan penyelesaian.

Gu Chenxiao membacanya tanpa mengubah ekspresi.

Ia meletakkan catatan itu di samping salinan register.

Pesan tersebut sesuai dengan sesuatu yang telah ia ketahui: daftar penyelesaian administrasi belum tentu sama dengan keputusan yang mengesahkan penyelesaian itu.

Namun, kesesuaian tidak membuktikan bahwa pengirimnya mengetahui seluruh penyelidikan.

Pesan itu mungkin berasal dari orang yang memiliki akses terhadap arsip.

Mungkin pula dari seseorang yang hanya mengetahui sebagian prosedur dan ingin mengarahkan penyelidikan ke jalur tertentu.

Ia bahkan tidak dapat memastikan apakah pengirimnya sama dengan orang yang mengirim pesan-pesan sebelumnya.

Gu Chenxiao tidak membakar catatan tersebut.

Ia menyimpannya bersama pesan anonim lain, lalu menuliskan tanggal penerimaan dan tahap penyelidikan ketika pesan itu datang.

“Apakah kita akan mengikuti petunjuknya?” tanya Paman Fu.

“Kita akan memeriksa pernyataannya.”

“Itu tidak sama dengan mengikuti petunjuk.”

“Memang.”

Gu Chenxiao menatap kertas tersebut.

“Jika sebuah pesan anonim memberi kita arah yang benar, kita tetap perlu membuktikannya secara mandiri. Jika pengirimnya mencoba mengarahkan kita, proses verifikasi yang sama akan menunjukkan apakah arah itu layak diikuti.”

Ia melipat kembali kertas itu.

“Informasi berguna tidak harus berasal dari orang yang dapat dipercaya. Tetapi informasi yang berguna juga tidak membuat pengirimnya layak dipercaya.”

Paman Fu menyimpan catatan itu.

Gu Chenxiao kembali menatap salinan register.

Ia belum menemukan nama orang yang mengubah nasib dokumen wilayah barat.

Belum menemukan keputusan yang mendasari penghapusan aset.

Belum pula membuktikan bahwa dokumen-dokumen itu memiliki hubungan langsung dengan Gudang Nomor Tujuh.

Namun, kini ia memiliki sebuah nomor daftar, tiga jalur pemeriksaan resmi, dan satu pertanyaan yang semakin sulit dihindari.

Jika daftar penyelesaian administrasi memang ada, apa yang sebenarnya diselesaikan oleh daftar itu?

Dan jika daftar itu hanya mencatat pekerjaan yang dianggap selesai, di mana keputusan yang membuat anggapan tersebut sah?

Gu Chenxiao menyimpan semua salinan ke dalam map hitam.

Di sampulnya, ia menulis satu kalimat:

Jangan mencari siapa yang menutup berkas sebelum mengetahui apa yang dianggap telah ditutup.

Penyelidikan itu belum menemukan pelaku.

Tetapi untuk pertama kalinya, Gu Chenxiao mulai melihat kemungkinan bahwa kesalahan paling penting bukan terletak pada dokumen yang hilang.

Melainkan pada perbedaan antara sesuatu yang benar-benar diputuskan dan sesuatu yang hanya dicatat seolah-olah telah diputuskan.

1
Nanik S
Hadir... dan awal yang berbeda
ARTHUR
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!