NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Gedung Aditama group

Di ruang kantornya terlihat Sagara tengah melamun seakan sedang memikirkan sesuatu. Pikirannya melayang memikirkan setiap perkataan yang diucapkan oleh Aditama semalam.

Kepergian Rania memang menyisakan tanda tanya dan juga rasa penasaran yang besar di hati Sagara maupun Aditama. Hanya saja entah mengapa, rasanya setelah keduanya melakukan pencarian sekian lama akan keberadaan Rania, anehnya Rania seperti hilang ditelan bumi tanpa jejak juga tanpa kabar apapun. Hal tersebut membuat Sagara dan juga Aditama lantas frustasi karenanya.

Di tengah rasa frustasi yang melanda kedua ayah dan anak itu, sebuah kabar yang datang dari mulut Razan, membuat keduanya seakan mendapat secercah harapan dari kegelapan yang mereka alami selama ini. Hanya saja imbalan dari informasi yang akan diberikan oleh Razan, benar-benar tidak bisa Sagara penuhi.

"Mama sebenarnya ada dimana? Sagara dan Papa sudah mencari Mama keliling dunia, namun anehnya kami berdua tetap tidak menemukan mu di manapun." ucap Sagara sambil menghela napasnya dengan panjang.

Ditatapnya sebuah foto keluarga dimana saat itu Sagara masih berusia tujuh tahun. Raut wajah yang teduh dan juga kecantikan yang berbinar, membuat Sagara begitu merindukan sosok Rania. Rania yang hadir menemani setiap tumbuh kembang Sagara hingga usia tujuh tahun dengan penuh ketelatenan dan kasih sayang, rasanya tidak mungkin jika Rania meninggalkan Sagara dan juga Aditama hanya karena laki-laki lain dan materi.

"Apakah Kakek benar-benar tahu keberadaan Mama? Jika iya, maka apa yang harus Sagara lakukan Ma? Haruskah Sagara memutuskan Luna dan menikahi Elika? Sagara benar-benar bingung Ma...." ucap Sagara dengan raut wajah yang penasaran namun juga kebingungan untuk memutuskan mana yang lebih baik baginya.

Tok tok tok

Sebuah ketukan pintu lantas terdengar menggema dan membuyarkan lamunan Sagara.

"Masuk!" ucap Sagara kemudian.

Kriettttt....

Suara pintu yang mulai terbuka terdengar menggema memunculkan sosok perempuan yang sayangnya sama sekali tak ingin Sagara temui.

"Hai..." sapa Elika dengan raut wajah yang berbinar.

"Kau! Untuk apa kau ke sini? Kantor ku bukan mall yang bisa kau datangi sesuka hati mu." ucap Sagara dengan nada yang ketus.

"Mengapa kamu dingin sekali? Padahal dulu waktu masih kecil kamu sangat baik padaku." ucap Elika sambil mengenang masa lalu.

"Cukup sudah nostalgianya, aku sama sekali tidak mood sekarang!" ucap Sagara dengan kasar. "Fahrii.... Bawa Elika keluar dari ruangan ku!" pekik Sagara kemudian yang lantas membuat tatapan tak suka terlihat jelas dari wajah Elika.

"Jangan terlalu sombong Sagara! Aku yakin beberapa hari lagi kamu akan dengan sukarela menerima ku! Apa yang aku inginkan harus aku dapatkan, suka atau tidak suka! Kamu harus jadi milik ku." ucap Elika memberi peringatan.

"Terserah apa katamu, yang jelas keluar dari ruangan ku sekarang juga!" ucap Sagara kembali yang lantas di barengi dengan kedatangan Fahri yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut.

"Mari saya antar nona Elika..." ucap Fahri kemudian yang mendapat tatapan tajam dari Elika.

"Ingat kata-kata ku Sagara!" ucap Elika kemudian sebelum pada akhirnya berlalu pergi meninggalkan ruangan Sagara, disusul dengan Fahri di belakangnya.

Setelah kepergian Elika dari sana Sagara nampak memijat pelipisnya dengan perlahan, sambil menghela napasnya dengan kasar.

"Masalah satu belum kelar, nambah lagi masalah baru!" gerutu Sagara dengan raut wajah yang kesal.

***

Sementara itu sesuai dengan perkataan Razan semalam, Lucas terus mencari seseorang yang mirip dengan Rania.

Entah sudah kesekian kalinya namun sayangnya tak ada satupun wanita yang mirip dengan Rania. Hal tersebut membuat kepala Lucas semakin pusing dibuatnya.

"Dari sekian banyaknya manusia di penjuru dunia, masak tidak ada satu pun yang mirip sih?" gerutu Lucas yang mulai kesal karena tidak menemukan seseorang yang cocok.

Tak tak tak

Sebuah suara langkah kaki seseorang terdengar mendekat dan berhenti tepat di sebelah Lucas.

"Ada apa? Jangan bilang kamu tidak menemukannya." ucap Lucas dengan nada yang terdengar ketus.

"Maaf Tuan, mencari seseorang yang mirip dengan Nyonya Rania sangatlah sulit kebanyakan bahkan hanya memanfaatkan imbalan kita saja dan datang tanpa kualifikasi yang tepat." ucap Rudi asisten Lucas.

"Lalu apakah tidak ada cara lain ha? Kepala sudah cukup pusing memikirkan hal ini sedari tadi." gerutu Lucas dengan nada yang kesal.

"Sebenarnya ada satu cara jika tuan Tidak keberatan." ucap Rudi kembali yang lantas membuat Lucas menatapnya dengan raut wajah penasaran.

"Katakan apa itu?" ucap Lucas penasaran.

"Sebenarnya kita tidak perlu mencari seseorang yang mirip nyonya Rania jika kita hanya ingin mengambil gambarnya saja dan membuat cerita seolah-olah Nyonya Rania berada di suatu tempat. Yang perlu kita lakukan hanya menyewa seorang model dan make up artis profesional yang bisa menciptakan sebuah maha karya yang sama persis seperti Nyonya. Setelah semuanya beres kita bumbui dengan editing dan juga pencahayaan yang tepat. Saya yakin jika seperti itu tidak akan ada yang menyadari jika itu bukan nyonya Rania." ucap Rudi menjelaskan detailnya.

"Apa kamu yakin?" ucap Lucas sedikit bimbang.

"Tentu saja Tuan...." jawab Rudi dengan percaya diri.

"Kalau begitu lakukan aku ingin lihat hasilnya!" ucap Lucas pada akhirnya.

"Baik Tuan...." jawab Rudi kembali dengan penuh semangat.

****

Kamar Luna

Di dalam kamarnya Luna terlihat masih tertidur dengan lelap, sampai kemudian sebuah deringan ponsel miliknya terdengar menggema dan membangunkan tidurnya kala itu.

"Halo...." ucap Luna kemudian tepat setelah menggeser ikon berwarna hijau pada layar ponsel miliknya.

"Nona unit Apartment 301 di lantai 2 sudah ada pembeli, rencananya mereka akan melihat unit tersebut sore nanti." ucap sebuah suara di seberang sana yang lantas membuat Luna langsung tersenyum tipis.

Unit Apartment 301 di lantai 2 adalah unit Apartment yang dibelikan Luna untuk Arkan. Sebenarnya Luna tidak pernah mengatakan jika ia membeli unit Apartment tersebut. Luna hanya mengatakan jika ia menyewa setiap bulannya khusus hanya untuk Arkan.

Seulas senyuman lantas terukir di raut wajah Luna saat itu, begitu mendengar jika unit Apartment itu memiliki pembeli. Entah apa yang akan terjadi pada Arkan tapi yang jelas Arkan akan sangat marah begitu mengetahui hal ini.

"Baik, lakukan sesuai rencana. Akan ada bonus besar jika kamu berhasil melakukannya kali ini." ucap Luna kemudian yang lantas membuat penelpon diseberang sana tersenyum begitu mendengarnya.

"Dengan senang hati nona...." ucap si penelpon sebelum pada akhirnya mengakhiri panggilan telpon tersebut.

Setelah mendapat telpon barusan Luna langsung bangkit dari tidurnya. Luna hendak bergegas mandi dan dandan yang cantik, tentu saja ia tidak ingin melewatkan pertunjukan kali ini.

"Mari kita lihat bagaimana muka Arkan begitu mengetahui jika Apartment itu akan dibeli seseorang hihihi...." ucap Luna kemudian berlarian ke arah kamar mandi.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!