NovelToon NovelToon
Hiraisin: Legenda Pedang Kilat

Hiraisin: Legenda Pedang Kilat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Penyelamat
Popularitas:182
Nilai: 5
Nama Author: Astrius

Dianggap sampah tanpa bakat. Dikhianati oleh seniornya sendiri. Dan dipaksa menyaksikan kematian sang guru di depan mata.
Hiraisin hanyalah murid terbuang di Sekte Awan Putih yang dianggap tak punya masa depan karena meridian tubuhnya terluka. Namun, di tengah gempuran brutal pasukan Raja Kegelapan, darah Hiraisin menetes di atas hulu pedang patah berkarat—membangunkan rahasia purba yang lama tertidur.
Segel di tubuhnya hancur. Petir dari langit menyambar, membakar meridiannya dan membangkitkan legenda yang telah lama punah: Pedang Kilat.
Kini, dengan luka pengkhianatan di dada dan percikan listrik yang sanggup merobek malam, Hiraisin memulai perjalanan darah. Di hadapannya berdiri jutaan pengikut iblis, para jenderal mengerikan, dan Raja Kegelapan yang menguasai takhta dunia.
Satu tebasan telah lahir. Dan kegelapan tak akan pernah sama lagi.
"Saat dunia dikuasai bayang-bayang, kilat adalah satu-satunya keadilan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astrius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gejolak Lautan Magma & Kilat Es Purba

Suhu di dalam kawah Palung Cincin Api melonjak drastis hingga mencapai batas yang tak tertahankan bagi makhluk hidup biasa. Air laut di sekeliling kapal Bahari Purba mendidih hebat, meletupkan gelembung-gelembung uap raksasa yang membawa aroma belerang dan abu vulkanik pekat. Di dasar kawah, sungai-sungai lahar merah menyala mengalir kencang dari balik retakan batu basalt hitam, menerangi lautan magma bawah air dengan pendar maut yang membara.

"Mercusuar pelindung di batas maksimum! Hawa panas ini mencoba mengikis lambung kapal!" teriak Kapten Roderick seraya memutar kemudi kristal Bahari Purba secara ekstrem.

Kapal kayu purba itu menukik tajam, menghindar secara presisi dari semburan lava cair setinggi puluhan meter yang meloncat keluar dari dasar palung.

Di seberang kawah, armada perahu besi Komandan Pyroth tidak bergeming sedikit pun di tengah gejolak lahar. Lambung perahu mereka yang terbuat dari logam tempaan api neraka menyerap hawa panas lautan magma, menyalurkannya ke dalam meriam-meriam besi berukirkan Runa iblis.

"Tembak! Tenggelamkan tikus-tikus daratan itu ke dalam dasar kawah!" perintah Komandan Pyroth dengan suara yang bergemuruh bagaikan letusan gunung berapi.

BOOM! BOOM! BOOM!

Puluhan bola lahar pekat berbungkus sihir api Abyss meluncur membelah perairan mendidih, mengincar Bahari Purba dari berbagai penjuru.

"Tidak akan kubiarkan!" seru Liora tegas.

Gadis tabib itu melangkah ke bagian paling depan anjungan kapal. Kedua tangannya menggenggam Mutiara Es Jiwa Samudera. Dengan mengalirkan Qi Seroja Kehidupannya ke dalam mutiara kristal tersebut, pendar biru es yang amat dingin dan jernih meledak keluar, membentuk kubah gelombang antibeku bersuhu nol mutlak yang membungkus seluruh lambung Bahari Purba.

SZSSSH-CLANG!

Bola-bola lahar Abyss yang menghantam kubah es meluruh seketika! Panas membara dari lahar terhenti mendadak oleh energi dingin murni dari mutiara duyung, membeku menjadi gumpalan batu obsidian hitam yang pecah berkeping-keping sebelum sempat menyentuh lambung kapal.

"Hahaha! Mutiara Es milik Suku Duyung?!" cemooh Komandan Pyroth seraya melompat berdiri di ujung anjungan kapal besinya. "Benda dingin menyedihkan itu tidak akan sanggup menahan kobaran api abadi milikku!"

Pyroth memutar kapak perang raksasanya yang memiliki dua bilah baja membara. Api merah kehitaman menyembur keluar dari seluk-beluk zirahnya, membakar air laut di sekelilingnya hingga berubah menjadi uap kering secara instan.

Dengan satu hempasan kaki yang menghancurkan geladak kapal besinya sendiri, Pyroth meluncur kencang membelah lautan magma, menerjang lurus ke arah Bahari Purba bagaikan meteor jatuh!

"Terima ini! Jurus Kapak Api Abyss: Tebasan Pembakar Samudera!"

SWOOOSH-BOOOOOOM!

Sebuah gelombang tebasan api berbentuk bulan sabit setinggi lima puluh meter membelah lautan magma di hadapan mereka. Hawa panas dari tebasan itu begitu dahsyat hingga membuat kubah pelindung Mutiara Es milik Liora bergetar retak, dan air laut di sekitarnya menguap habis menciptakan ruang hampa udara membara di tengah lautan!

"Hiraisin!" jerit Liora saat dorongan gelombang panas itu mengancam meretakkan pertahanan mutiara es.

"Aku menangkapnya!" seru Hiraisin.

Hiraisin melompat melintasi anjungan kapal, mencabut Pedang Kilat Purba dari punggungnya. Pusaran petir ungu-keemasan bercampur arus air purba menyembur keluar dari bilah pedang, menyambut tebasan kapak membara Pyroth di udara.

FLASH-CRASH!

Benturan dua kekuatan ekstrem meledak hebat di tengah kawah. Gelombang kejutnya merobek batuan basalt di dasar laut dan melempar perahu-perahu besi Abyss di sekitarnya.

Namun, di dalam pertukaran serangan tersebut, Hiraisin merasakan tekanan yang tidak biasa. Hawa panas ekstrem dari api Pyroth merambat melintasi aliran petir dan air miliknya. Qi air purba yang menyatu dengan pedangnya mendidih hebat dan menguap menjadi uap panas, merusak kestabilan sinergi yang baru saja diendapkannya di Istana Bawah Air.

Hiraisin terdorong mundur puluhan meter, mendarat di atas batu basalt mengapung seraya menahan tumpuan kakinya. Bilah pedangnya mengepulkan uap panas yang membakar telapak tangannya.

"Hahaha! Lihat kan?!" raung Pyroth seraya mendarat keras di atas gumpalan lahar membeku di hadapan Hiraisin. "Sinergi air dan petirmu teramat lemah di hadapan elemen Api Abadi! Air hanya akan menjadi uap, dan petirmu hanya akan memberi makan kobaran apiku!"

Pyroth kembali mengayunkan kapak raksasanya secara beruntun.

"Jurus Kapak Api Abyss: Letupan Magma Neraka!"

BOOM! BOOM! BOOM!

Tiga hempasan kapak Pyroth ke dasar basalt memicu pilar-pilar lahar cair setinggi ratusan meter menyembur tepat di bawah kaki Hiraisin. Tanah yang dipijaknya meleleh menjadi cairan merah mendidih dalam hitungan detik.

Hiraisin bergerak lincah bagaikan bayangan kilat, melompati pilar-pilar magma yang meledak bergantian. Namun, hawa panas ekstrem di sekelilingnya terus menggerogoti ketahanan fisiknya dan menguapkan aliran Qi air di dalam meridian tubuhnya.

Jika air biasa menguap oleh api ini, aku harus mengubah sifat arusnya! batin Hiraisin cepat seraya mengatur napasnya yang mulai berat.

Liora yang mengamati pertempuran dari geladak kapal segera menyadari situasi tersebut. Tangannya meremas Mutiara Es Jiwa Samudera semakin erat.

"Hiraisin! Gunakan energi dingin murni dari Mutiara Es!" seru Liora seraya menancapkan tiga jarum perak pemurni ke pusat mutiara kristal. "Air tidak harus selalu dalam bentuk cair! Es purba adalah wujud air yang sanggup membekukan dan mengkristalkan api!"

Liora mengibaskan lengannya. Seberkas benang pendar es berwarna biru murni membentang melintasi udara, menyambungkan Mutiara Es Jiwa Samudera langsung ke dalam lambang Runa di sarung Pedang Kilat Purba milik Hiraisin!

HUMMMMMM!

Seketika itu juga, aura dingin bersuhu nol mutlak mengalir deras memasuki meridian tubuh Hiraisin. Suhu panas yang menyengat di sekitar tubuhnya sirna seketika, digantikan oleh rasa sejuk jernih yang menenangkan jiwanya.

Di dalam kesadarannya, Hiraisin merasakan peleburan tiga elemen sekaligus: tajamnya Angin, leganya Air Es, dan ganasnya Petir Purba.

Petir tidak hanya bisa merambat melalui air cair, tetapi juga bisa melompat dan membiaskan energinya melintasi kristal-kristal es bersudut tajam!

"Sinergi Tiga Elemen... Kilat Es Purba!" bisik Hiraisin pelan.

CRACKLE-FROST!

Pusaran petir ungu-keemasan di sekeliling bilah Pedang Kilat Purba berubah wujud. Warna emasnya membiaskan pendar kristal biru es yang amat berkilau. Serpihan-serpihan kristal es berbentuk bunga teratai bersudut petir mulai mekar dan menari-nari melingkupi bilah pedangnya.

Pyroth menyipitkan matanya, merasakan ancaman berbahaya yang mendadak meledak dari tubuh pemuda di hadapannya.

"Mati kau, Bocah!" jerit Pyroth histeris seraya melompat tinggi ke udara, mengayunkan kapak raksasanya dengan seluruh tenaga batin api Abyss yang tersisa.

"Tebasan Pemutus Samudera Magma!"

Kapak raksasa membara itu meluncur turun membawa pilar lahar cair seberat ratusan ton.

Hiraisin tidak menyerang balik secara frontal. Ia memutar bilah Pedang Kilat Purba-nya dengan gerakan melingkar yang teramat halus dan anggun, menarik garis melengkung bagaikan bunga teratai es yang mekar di atas lautan magma.

"Jurus Sinergi Tiga Elemen: Teratai Kilat Es Beku!"

FLASH-SZSSSH-FROST!

Sebuah tebasan kilat es raksasa menyembur keluar dari ujung pedang Hiraisin. Begitu tebasan kilat es itu menyentuh pilar lahar dan kapak membara Pyroth, reaksi ajaib terjadi secara instan!

Hawa dingin nol mutlak yang dibawakan oleh petir es melahap seluruh hawa panas lahar cair. Pilar magma seberat ratusan ton yang meluncur turun mendadak membeku kaku di udara, berubah menjadi monumen kristal kaca obsidian hitam yang berkilauan!

KRRRRRAK-CLANG!

Kapak perang raksasa milik Pyroth yang tadinya membara merah ikut terbungkus lapisan es tebal, sebelum akhirnya retak dan pecah berkeping-keping menjadi pecahan logam dingin yang tak berguna!

"APAAAA?! KAPAKKU?!" jerit Pyroth terperanjat hebat, matanya membelalak tak percaya menyaksikan energi apinya dipadamkan dan dibekukan secara mutlak.

Sebelum Pyroth sempat menarik tubuhnya mundur, Hiraisin telah bergetar hilang dari pandangannya, muncul kembali tepat di belakang punggung monster zirah merah tersebut.

CTAK!

Hiraisin menyarungkan Pedang Kilat Purba-nya setengah inci.

BOOM-FROST!

Rambatan petir es dari tebasan sebelumnya meledak di dalam dada zirah Pyroth. Monster ksatria api Abyss itu terlempar mendadak ratusan meter ke belakang, menghantam dinding kawah gunung berapi hingga meretakkan tebing batu basalt dan tertimbun runtuhan batu membeku.

Suasana kawah mendadak hening. Gelombang lahar yang tadinya mengamuk liar di sekeliling mereka kini membeku menjadi hamparan kaca obsidian hitam yang aman untuk dipijak.

Kapten Roderick menghela napas panjang seraya menyapu keringat di dahinya. "Luar biasa... kau benar-benar membekukan lautan magma!"

Liora berlari mendekati Hiraisin seraya memeriksa kondisi tangannya. "Hiraisin, kau berhasil menyatukan energi Mutiara Es dengan petirmu!"

Hiraisin mengangguk pelan, meski napasnya sedikit terengah-engah dari konsumsi tenaga batin yang besar. "Tanpa bantuan Mutiara Es darimu dan Putri Nerida, aku tidak akan bisa menetralisir api Pyroth."

Namun, belum sempat mereka merayakan kemenangan awal tersebut—

GLUMMMMMM... KRRRRAK!

Dinding kawah bergetar hebat. Runtuhan batu basalt di tempat Pyroth tertimbun mendadak retak, memuntahkan pendar cahaya merah pekat dari kedalaman kawah utama.

Di pusat kawah yang paling dalam, sebuah celah gua magma raksasa terbuka lebar, memancarkan bau belerang abadi dan aura keberadaan Pecahan Bilah Api Purba yang semakin liar bergolak.

Dari balik reruntuhan batu, suara tertawa lemah namun penuh kebencian dari Pyroth bergema dari dalam kegelapan.

"Hahaha... kalian boleh membekukan apiku di luar sini... tetapi di dalam Jantung Kawah Api Purba... kalian hanya akan menjadi abu sebelum sempat menyentuh artefak itu!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!