NovelToon NovelToon
Aku Perna Hidup Dari Cintamu

Aku Perna Hidup Dari Cintamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:224
Nilai: 5
Nama Author: My Chubby

Keira Maharani kehilangan rumah setelah konflik besar membuat keluarganya mengusirnya. Di tengah hidup yang serba terbatas, hanya Davin Pratama yang tetap berada di sisinya. Davin memberinya tempat tinggal, makanan, dan rasa aman yang membuat Keira percaya bahwa cintanya adalah satu-satunya hal yang masih ia miliki. Namun perlahan, perhatian Davin berubah menjadi batasan. Keira mulai kehilangan kebebasan, kesempatan bekerja, bahkan keberanian untuk menyuarakan perasaannya. Saat hubungan mereka semakin dipenuhi rahasia dan luka, Keira mulai bertanya: apakah ia masih bertahan karena cinta, atau karena takut hidup sendirian? Sebab ketika cinta yang selama ini ia perjuangkan mulai menghancurkan dirinya, Keira harus memilih—tetap bertahan, atau akhirnya menyelamatkan dirinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My Chubby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

Hari-hari berikutnya berjalan dengan ritme yang sedikit berbeda di dalam kamar kos berukuran tiga kali tiga meter itu. Keira tidak lagi menghabiskan seluruh waktunya hanya dengan melamun atau menatap dinding kosong. Buku sketsa bersampul hitam tebal yang tadinya mendekam di dasar tumpukan diktat kuliah kini sering ia buka secara diam-diam setiap kali Davin berangkat bekerja.

Goresan pensil dan pulpen di atas kertas putih itu menjadi ruang rahasia miliknya seorang sebuah tempat perlindungan kecil di mana ia bisa bernapas tanpa harus menyaring setiap isi kepalanya lewat bayangan reaksi kekasihnya.

Namun, dunia luar tidak selamanya bisa dikunci di luar pintu kayu berlapis dua itu.

Pukul dua siang di hari Sabtu, suasana di sekitar gang kos Jalan Melati tampak lebih ramai dari biasanya.

Anak-anak kecil bermain sepeda di jalanan sempit, sementara suara musik dari radio tetangga beradu dengan deru motor yang lalu-lalang.

Davin datang berkunjung agak siang dari jadwal biasanya. Lelaki itu mengenakan kemeja flanel kotak-kotak dengan lengan digulung rapi, membawa sekotak martabak manis dan sebungkus nasi Padang untuk makan siang mereka berdua.

"Maaf ya agak telat, Kei. Tadi di kantor ada urusan mendadak," sapa Davin sambil meletakkan bungkusan makanan di atas meja plastik. Ia langsung duduk di tepi kasur, melepas sepatunya, lalu mengusap wajahnya dengan tangan.

"Hari ini panas banget di luar."

"Enggak apa-apa, Vin. Aku juga baru selesai beres-beres kok," balas Keira ramah, mengambilkan segelas air dingin dan menyerahkannya kepada Davin.

Mereka makan siang bersama dalam suasana yang cukup hangat. Davin bercerita tentang beberapa kendala kecil di kantornya seperti mesin foto kopi yang rusak dan staf baru yang kerap salah mengetik data laporan.

Keira mendengarkan sambil mengangguk-angguk sesekali, memberikan respons lembut seperti biasa.

Namun, di sela-sela obrolan itu, sebuah insiden kecil terjadi.

Ketika Davin hendak mengambil sepotong martabak dari kotak di atas meja, ponsel miliknya yang tergeletak tepat di sebelah kotak makanan itu tiba-tiba bergetar keras. Layar ponsel tersebut menyala terang, menampilkan sebuah panggilan masuk.

Nama yang tertera di layar membuat Keira tanpa sadar melirik sekilas: Nadia Finance.

Gerakan tangan Davin yang hendak meraih makanan langsung terhenti. Lelaki itu melirik layar ponselnya, lalu menoleh cepat ke arah Keira. Ada perubahan ekspresi yang sangat cepat di wajah Davin bukan kepanikan yang besar, melainkan ketegangan tipis yang segera ia tutupi dengan senyuman kaku.

Tanpa membuang waktu, Davin langsung mengangkat panggilan tersebut. Ia tidak menggeser posisi duduknya, tetapi suaranya terdengar sengaja diperlambat dan ditekan.

"Halo... ya, Nad? Ada apa lagi?" suara Davin bernada dingin dan profesional.

Keira pura-pura tidak memerhatikan. Ia menunduk, melanjutkan suapan nasi Padang di piringnya, meskipun debar di dadanya mendadak terasa sedikit tidak nyaman.

“...Pak Davin, maaf ganggu weekend-nya. Tapi ini soal berkas audit anggaran cabang Bandung yang kemarin bapak paraf. Dari pihak akuntan pusat baru telepon bilang ada satu lampiran tabel revisi yang salah hitung di halaman tiga. Kalau besok senin kita telat serahin, bisa kena penalti dari pusat...”

Suara perempuan berpenuturan tegas itu terdengar cukup jelas di dalam kamar yang sunyi.

Davin menghela napas kasar, memperlihatkan gestur jenuh yang amat kentara.

"Kenapa baru bilang sekarang, sih, Nad? Kan dokumen itu sudah dicek dari hari kamis!"

“Maaf, Pak. Saya juga baru dikabari sama tim internal audit lima menit yang lalu...”

"Iya, iya. Nanti saya cek file-nya di laptop. Nanti saya kabari lagi," potong Davin cepat, lalu langsung memutuskan sambungan telepon tersebut secara sepihak tanpa menunggu jawaban lebih lanjut dari seberang.

Davin meletakkan kembali ponselnya ke atas meja plastik dengan bunyi ketukan yang agak keras. Ia menggelengkan kepala, wajahnya tampak kesal.

"Ampun deh, staf keuangan jaman sekarang kerjanya bikin pusing," keluh Davin sambil menatap Keira, mencoba mencairkan suasana.

"Udah libur akhir pekan masih aja nelpon ngurusin kantor. Ganggu waktu istirahat orang aja."

Keira tersenyum tipis, berusaha mengangguk mengerti.

"Mungkin emang lagi genting, Vin. Soal penalti kantor kan gak main-main."

"Iya sih, tapi kan tetap aja tidak sopan nelpon urusan kantor hari sabtu sore begini," balas Davin, lalu kembali meraih sepotong martabak seolah ingin melupakan gangguan tersebut.

Obrolan mereka berlanjut, tetapi ada sisa-sisa ketegangan tipis yang tertinggal di udara kamar sempit itu. Keira tidak mengatakan apa-apa, tetapi di dalam kepalanya, nama Nadia dan cabang Bandung kembali berputar-putar membawa rasa asing yang sama seperti minggu-minggu sebelumnya.

Sore harinya, sekitar pukul empat lewat, Davin pamit pulang lebih awal karena harus memeriksa berkas kantor di laptopnya sesuai yang ia janjikan lewat telepon tadi.

"Aku pulang dulu ya, Kei. Mau beresin urusan kantor yang bikin pusing itu sebentar, biar besok tenang," pamit Davin sambil mencium kening Keira di ambang pintu.

"Iya, Vin. Hati-hati ya," jawab Keira tersenyum tulus.

Setelah motor Davin melaju meninggalkan halaman kos, Keira menutup pintu dan menguncinya. Ia berjalan kembali ke meja plastik untuk membereskan sisa piring kotor bekas makan siang mereka.

Saat ia mengangkat kotak martabak kosong untuk dibuang ke tempat sampah di sudut ruangan, matanya tidak sengaja menangkap sesuatu yang tersembunyi di bawah tumpukan kertas koran bekas dan tas kerja Davin yang tadi sempat ditaruh di lantai.

Sebuah lembar kertas kecil berwarna putih, tercetak logo perusahaan tempat Davin bekerja, tampak terselip di sana tampaknya terjatuh tanpa sengaja dari tas kerja Davin ketika lelaki itu merogoh barang siang tadi.

Keira berlutut perlahan, lalu memungut kertas tersebut.

Itu adalah selembar cetakan memo internal kantor tentang jadwal penugasan luar kota staf divisi ke cabang Bandung untuk bulan depan. Matanya menyusuri barisan nama-nama staf yang tertera di dokumen tersebut.

Di sana, di bawah nama Davin Pratama, tercantum nama pendamping perjalanan dinas: Nadia Paramita - Staf Keuangan.

Jantung Keira seolah berhenti berdetak selama sepersekian detik.

Tidak ada kalimat romantis. Tidak ada bukti perselingkuhan. Itu hanyalah selembar memo resmi perusahaan tentang jadwal perjalanan dinas biasa.

Namun, melihat nama Davin dan Nadia tertulis bersandingan dalam satu agenda tugas ke luar kota yang sama, membuat udara di dalam kamar kos itu mendadak terasa jauh lebih tipis.

Bandung bukan lagi sekadar kota asing dalam percakapan telepon atau angan-angan promosi. Kota itu kini memiliki bentuk nyata, jarak yang terukur, dan jadwal keberangkatan yang pasti.

Keira berdiri mematung di tengah ruangan sempit itu, memegang selembar memo di tangannya yang mulai terasa dingin. Ia belum menangis, belum pula marah. Ia hanya merasa seolah ada sebuah lantai kaca tipis di bawah kakinya yang baru saja retak, bersiap pecah kapan saja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!