NovelToon NovelToon
My Ex Brother In Law

My Ex Brother In Law

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Beda Usia
Popularitas:892
Nilai: 5
Nama Author: MeNickname

Rasa yang tidak seharusnya ada itu kian tumbuh pada Carol, dari sebuah kekaguman berubah menjadi cinta. Carol mengubur semua itu dalam-dalam karena cinta itu tidak akan pernah bisa dia gapai. Sampai suatu hari dimana ternyata semesta seperti memberinya sebuah kesempatan. Dan Carol tidak mau menyia-nyiakannya, dia berjuang mendapatkan sesuatu yang sebelumnya terasa sangat mustahil itu. Dia mengambilnya meski harus menghadapi banyaknya sudut pandang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeNickname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Setelah semua pengabdianku selama ini, hanya karena satu kesalahan saja dia sampai memecatku?" teriak Jenn tidak terima.

"Saya hanya menjalankan perintah, Jennie." balas seorang pria berkacamata di hadapannya.

"Aku tidak terima, aku akan tetap bekerja disini."

"Jika aku pergi maka j4lang kecil itu akan merasa menang. Dan Andrew juga akan semakin dekat dengannya. Tidak, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Membayangkannya saja sudah membuat aku muak." batinnya dalam hati.

"Sebaiknya kamu tidak menentang keputusan Andrew."

"Aku tidak peduli. Lagipula tanpa aku sepupumu itu tidak akan bisa apa-apa. Semua pekerjaannya aku yang membantu. Tidak akan ada yang bisa menggantikanku."

"Jennie.."

Wanita itu langsung berdiri dari duduknya, "Bilang padanya aku akan tetap disini. Aku tidak akan meninggalkannya."

"Dia mengambil keputusan dalam keadaan emosi. Tidak apa-apa. Aku akan memakluminya."

Setelah bicara seperti itu Jenn langsung keluar tanpa permisi. Membuat pria berkacamata itu mendesah frustasi. Dia yakin Andrew akan mengomel setelah ini.

Pria itu membuka kacamatanya dan meletakan benda itu di atas meja. Kemudian mengambil ponsel dan kembali menghubungi Andrew namun tidak ada jawaban sama sekali.

...----------------...

Sementara siang sudah berganti malam, Andrew terbangun saat perawat masuk ke ruang rawat untuk mengganti cairan infus.

Andrew menggeliat, di dapatinya Carol yang masih betah menutup mata.

"Maaf mengganggu, Tuan."

"Tidak apa-apa. Aku akan menunggu di luar."

Saat ingin berdiri tiba-tiba getar ponsel terasa. Andrew merogoh saku celananya dan ternyata Calie yang menghubunginya. Dia menatap Carol sebentar lalu berdiri dan berjalan ke arah balkon.

Pria matang itu berdehem sebelum akhirnya dia memutuskan untuk memencet tombol berwarna hijau di ponselnya.

"Halo."

"Halo Andrew, maaf mengganggu."

"Tidak, ada apa?"

"Aku hanya ingin bertanya apa sekarang kau sedang bersama Carol? Sejak siang tadi aku dan Mami menghubunginya tapi tidak ada respon sama sekali."

"Oh, iya, iya dia sedang sibuk dan mungkin lembur hari ini. Aku akan sampaikan padanya untuk segera membalas pesanmu."

"Oh begitu, baiklah terima kasih, Andrew."

"Y-ya, tentu, sama-sama."

Calie menutup teleponnya lebih dulu yang membuat Andrew kembali bernafas lega.

Bukan tanpa alasan dia tidak memberitahukan keadaan Carol saat ini. Andrew tidak mau membuat Helena khawatir. Mengingat usia wanita itu yang sudah tidak lagi muda dan memiliki riwayat penyakit.

"Ini salahku, maka aku yang akan memastikan dia kembali baik-baik saja."

...----------------...

Andrew tidak pulang malam itu, dia tentu menginap di rumah sakit.

Dia meminta sopir untuk membawakannya pakaian ganti, laptop dan beberapa makanan. Semalaman pria itu juga tidak tidur, dia malah bekerja sambil menanti dan terus menanti Carol membuka matanya.

Namun sampai matahari terbit gadis itu masih belum ingin membuka matanya.

Andrew terduduk di kursi dengan kedua tangannya yang terus menggenggam tangan Carol, "Kumohon bangunlah."

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, seorang perawat masuk sambil membawa botol infusan baru di tangannya.

"Maaf mengganggu Tuan."

"Ya, silahkan." Andrew langsung menyingkir. Dia memperhatikan sambil berdiri di belakang perawat itu.

"Sampai sekarang dia belum sadar juga, apa dia baik-baik saja?" tanyanya sangat khawatir.

Namun secercah harapan akhirnya Andrew dapatkan saat jari Carol bergerak dan perlahan mata gadis itu mulai terbuka.

"Enghh.."

"Carl?" Andrew tersenyum bahagia. Dia langsung melangkah maju.

"Andrew.."

Pria itu tersenyum lebar, "Yes Carl, i'm here."

Andrew menggenggam erat tangan Carol yang masih lemah itu.

"Dimana aku? Kenapa aku disini?" tanyanya pelan dan bingung.

"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin kau beristirahat disini."

"Saya akan memanggil dokter, Tuan." perawat itu memencet sebuah tombol khusus.

Tidak membutuhkan waktu yang lama seorang pria paru baya berjas putih segera masuk ke ruangan.

"Maaf Tuan, saya akan memeriksa pasien lebih dulu."

"Ya tentu, silahkan."

"Aku ke luar sebentar, ya?"

Andrew melepaskan genggaman tangannya, dia menunggu di luar ruangan. Hanya lima menit akhirnya dokter itu keluar dan menemui Andrew.

"Bagaimana keadaannya?"

"Sudah lebih baik Tuan, responnya bagus hanya saja jangan terlalu banyak bertanya lebih dulu."

"Ya, aku mengerti. Terima kasih."

"Sama-sama. Kalau begitu saya permisi."

1
MamDeyh
Duda gk zelaaas
MamDeyh
Ribet bgt sih.. Tinggalin aja. Ngapain jg jd merendahkan diri buat cowok.😒
Ruwi Yah
menarik alur ceritanya semangat updatenya kak
Ruwi Yah
sebagai atasan kamu harus tegas ndrew jangan sampai sikapmu disalah artikan oleh sekretaris seksimu
Ruwi Yah
sekali kali jual mahal dikit Carl
MamDeyh
Km jd kelihatan murahan dg begitu.. Kalo mau membuktikan dia apakah ada perasaan dg pergi menjauh. Bukan kek wanita ...😒
Ruwi Yah
masih nyimak alur ceritanya
Ruwi Yah
lanjut
Ruwi Yah
Terima kasih upnya kak
MamDeyh
Lanjuut
Ruwi Yah
mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!