NovelToon NovelToon
Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:273.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zivana dan Aidil sudah menikah tiga tahun. Dan saat itu Aidil adalah seorang duda anak dua, sedangkan Zivana merupakan wanita yang pernah bekerja di salah satu butik ibu Aidil. Selama pernikahan mereka, Aidil memang belum mencintai Zivana, terlebih saat itu mereka menikah karena keinginan ibu Aidil yang kasihan melihat kedua cucunya yang masih kecil. Amora yang saat itu baru berusia dua tahun dan Khaisar lima tahun.

Selama tiga tahun Zivana menjadi sosok ibu dan istri yang begitu mencintai kedua anak-anak Aidil. Namun sayangnya, Zivana belum bisa mendapatkan hati Aidil, walau pria itu selama tiga tahun selalu bersikap baik padanya. Hanya saja, selama itu pula Aidil belum berani menyentuh Zivana.

Hingga menjelang tiga tahun pernikahan mereka akhirnya Stela, mantan istri Aidil yang pernah meninggalkannya kembali. Dan berusaha merebut perhatian kedua anak dan mantan suaminya.

Apa yang akan terjadi dengan pernikahan Zivana dan Aidil? Akankah mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zivana 22

"Penyesalan?" Stela tiba-tiba tertawa keras, tawa penuh cemoohan yang menggema di seluruh sudut kamar. Ia menepis selimut yang menutupi tubuhnya, berdiri tegak di atas kasur tanpa rasa takut sedikit pun.

"Kalian semua yang bodoh! Terutama kau, Tua Bangka!" tunjuk Stela tepat ke arah muka Papa Bagas.

"Aku pergi dulu karena Aidil pria miskin yang cuma tahu mimpi! Sekarang dia punya harta, punya rumah ini, dan itu SEMUA berkat nama besarku yang pernah mengangkat citra bisnisnya! Aku berhak mengambil apa yang memang milikku, termasuk Aidil dan anak-anakku!"

"Stela... diam..." bisik Aidil, suaranya gemetar. Sorot matanya bergetar hebat saat menatap bentakan Stela pada ayahnya.

"Kenapa harus diam, Aidil?!" amuk Stela semakin menjadi-jadi. Matanya membelalak liar, napasnya buru-buru.

"Lihat orang tuamu! Mereka lebih membela wanita murahan yang tak punya latar belakang itu dibanding aku! Kamu bilang kamu mencintaiku! Kamu janji akan mencampakkan Zivana demi aku! Kenapa sekarang kamu diam seperti penakut, hah?!"

Kebenaran yang terucap dari mulut Stela bagaikan hantaman godam yang menghancurkan ilusi Aidil. Pria itu menatap Stel, wanita yang beberapa menit lalu dipujanya, kini menjelma menjadi sosok yang begitu asing, penuh kebencian, dan serakah. Kabut gairah dan kebanggaan palsu yang selama satu bulan ini membutakan matanya mendadak sirna begitu saja.

"Ya Tuhan..." rintih Aidil seraya memegangi kepalanya yang serasa mau pecah.

"Aku... aku benar-benar bodoh..."

Ia menoleh pada Papa Bagas yang menatapnya penuh rasa jijik, lalu pada Mama Hana yang menangis sesenggukan di lantai. Terakhir, matanya tertuju pada Zivana yang masih berdiri membeku di balik pintu. Tak ada amarah di wajah Zivana, hanya ada kehampaan.

"Ziva..." Aidil merangkak mendekat, mengabaikan sakit di dadanya akibat tendangan sang ayah. Air matanya mengalir deras membasahi wajahnya yang lebam.

"Ziva, maafkan aku... Demi Allah, Ziva, aku tertipu... Aku terbuai rayuannya... Aku pikir... aku pikir aku masih mencintainya, tapi aku salah! Dia iblis, Ziva! Tolong maafkan aku..."

Zivana menatap Aidil yang bersimpuh di kakinya. Pria yang dulu ia hormati sebagai pengayom kini tak lebih dari bangkai tanpa harga diri. Zivana menarik nafas panjang, menyerap seluruh rasa sakitnya menjadi sebuah ketegaran yang tak tergoyahkan.

"Jangan bawa-bawa nama Allah untuk kebejatanmu, Mas," suara Zivana terdengar begitu tenang, namun sanggup menghentikan detak jantung Aidil.

"Kamu tidak tertipu. Kamu melakukannya atas kesadaranmu sendiri karena kamu memang tidak pernah menghargaiku. Apalagi selama satu bulan ini kamu juga membohongiku dan diam-diam sering bertemu dengannya. Dan alasan yang kamu berikan adalah selalu pekerjaan, aku tahu semua karena wanita kesayanganmu selalu melaporkan setiap kegiatan kalian."

"Aku diam, bukan karena aku bodoh atau terlalu mencintaimu. Tapi aku hanya menunggu kamu jujur, dan mengatakan semuanya secara baik-baik. Tapi nyatanya hal itu tak pernah terjadi hingga akhirnya kamu membawa sendiri wanitamu kesini. Bahkan lucunya, saat kamu bernafsu padanya kamu ingin melampiaskan padaku? Kamu fikir aku mau, Mas? Aku tak serendah itu untuk mendapatkan cinta dan perhatian dari pria yang masih mengenggam masa lalunya,"

"Ziva... Aku mohon maafkan aku. Aku benar-benar terbuai dengan setiap ucapan Stela hingga aku lupa dengan rasa sakit yang dulu pernah dia berikan padaku dan anak-anak,"

"Tidak apa-apa, Mas! Kalian memang pasangan yang sangat serasi, kok!"

Zivana menundukkan pandangannya sedikit, mengunci tatapan Aidil.

"Jatuhkan talakmu sekarang, Mas Aidil."

"TIDAK! Tidak akan pernah!" jerit Aidil histeris, mencoba menggapai jemari Zivana namun Zivana menarik kakinya mundur.

"Aku tidak akan pernah menceraikanmu, Ziva! Aku mencintaimu! Aku sadar sekarang, cuma kamu istriku, cuma kamu Bunda untuk anak-anakku! Tolong beri aku kesempatan! Apa kamu tidak sayang ekpada Khaisar dan Amora?"

"Jangan bawa anak-anakmu, Aidil! Bahkan kamu tahu kalau mereka tak pernah menginginkan wanita yang sudah membuang mereka! Kau bahkan melakukan hal biadab seperti ini saja, apa kamu memikirkan anakmu? Apa saat kamu membohongi Zivana demi bersama wanita itu, apa kamu mengingat rasa cintamu yang kamu katakan itu? Apa kamu mengingat perjuangan Ziva selama ini? Tidak kan? Jadi jangan pernah menjadikan mereka alasan!" Emosi Mama Hana.

"Ceraikan dia, Aidil!" potong Papa Bagas dengan nada dingin yang menakutkan.

"Kalau kamu masih punya sisa kemanusiaan di dalam dirimu, jatuhkan talak itu sekarang! Jangan biarkan Zivana terikat lebih lama pada pria bejat sepertimu!"

"Papa! Jangan paksa Aidil!" raung Aidil hancur.

"Ziva, aku mohon... kasihan anak-anak..."

"Anak-anak?" Zivana tersenyum tipis, sebuah senyuman paling menyakitkan yang pernah Aidil lihat seumur hidupnya.

"Kamu ingat anak-anak saat kamu mengerang di atas ranjang bersama Stela? Saat kamu membiarkan wanita ini menghina mereka? Tidak, Mas."

Zivana melangkah satu tapak lebih mendekat, menatap lurus ke dalam mata pria yang telah menghancurkan hidupnya.

"Jatuhkan talak itu sekarang, atau besok pagi video rekam milikmu ini akan tersebar ke seluruh mitra bisnismu, keluarga besarmu, dan Pengadilan Agama. Pilih, kamu lepaskan aku dengan terhormat, atau aku hancurkan kamu sampai tidak ada yang tersisa?"

Aidil membeku. Kalimat tegas Zivana mengunci napasnya. Di sampingnya, Stela terus memaki dan mengamuk, namun Aidil tak lagi mendengarnya. Dunia Aidil telah sepenuhnya runtuh, meninggalkan penyesalan abadi atas kebodohannya menyia-nyiakan permata demi segenggam bangkai.

Ancaman Zivana menggantung tebal di udara, mematikan sisa keberanian yang dimiliki Aidil. Ruangan itu begitu hening, hanya diselingi oleh deru napas Stela yang liar dan isak tangis Mama Hana yang tertahan.

Stela yang melihat Aidil menyusut ketakutan mendadak histeris. Ia melompat turun dari atas ranjang, memungut pakaiannya yang berserakan dengan kasar seraya menatap Zivana dengan tatapan membunuh.

"Kau berani menggertak dia, Zivana?!" jerit Stela, membusungkan dadanya menantang Zivana.

"Kau pikir kau siapa, hah?! Sebarkan video itu! Sebarkan! Biar semua orang tahu betapa memuaskannya aku di atas ranjang suamimu! Biar semua orang tahu Aidil lebih memilihku dibanding wanita udik sepertimu!"

PLAK!

1
Dewa Nara
kok sutet Thor, sutil kali 🤭🤭🤭
Mety Haula
padahalnga usah diundang dtang jeperkumpulan krluarga udah aja yg fiundang itu anaknya kakek subroto aja nga usah dua2nyaduduhdayangkangdaj betcerai ini
Mety Haula
aah ziva kenapa fiterima talak dayu bukan srkalian talak 3 aja jadi bebas cari pasangan kalau talak satu dgn ucap rujuk bisa bslik lg
Desifa Juni Raya
laki² pengecut aidil ni
Mursidahamien
Stela itu hamil anak org lain dan Aidil bodoh yg diminta pertanggung jawaban
Dewi Yanti
bukannha orag tua aidil udh janji sm zivana kalo mereka yg akan mengurus langsung cucu" nya.. tp ko malah di biarin tinggal di rmh aidil sih
Dewi 1234
Aidil laki2banciii
PNC
bisa ngurus perceraian anaknya pake pengacara
masak ngerebut hak cucunya dr ibu gila ga bisa

aneh kakek neneknya ini
PNC
kok nganu ya
si kakek ma neneknya kok ga itu
PNC
kok ga kepikiran utk diselidiki ya
tinggal jjr Ama orangtuanya klo dia diancam dan mohon bantuan Ama orangtuanya utk cari jalan keluar
si Bapak jg kok diam aza ga dibuka kedok si perempuan iblisnya
Rina Arie
good
Dewi 1234
anak2pintar...👍
Ma Em
Akhirnya cerita Zivana berakhir juga dgn happy ending bahagia bersama Melvin yg sangat mencintai dan menyayangi Zivana , terima kasih Thor semoga othor selalu sehat bahagia dan sukses dgn karya karyanya 🤲🤲.
nely_48
hapy ending, terimakasih atas cerita novel mu kk outhor
sukses untuk semua cerita² novel baru mu yg lain nya kk outhor favorit ku 🥰🥰🥰🥰🥰
nely_48
semangat berbenah para hama n membukanlahan baru ya Melvin n zivana
Yul Kin
terimakasih kak, sukses terus ya😍💪
Fitria Syafei
kk cantik terimakasih 😍 terimakasih 😍 sukses yaa 😘
Yam_zhie: kak 😘
total 1 replies
Sri Angga
sebagai pasangan ,sebagai tim yg solid.💪👍
Yam_zhie: betul akk 💃
total 1 replies
nely_48
kata nya s Siska bukan ibu kandung Melvin
Fitria Syafei
wow Marvin kereen 👌 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!