NovelToon NovelToon
Benalu Di Dalam Rumah Tanggaku

Benalu Di Dalam Rumah Tanggaku

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Maya menikah dengan Ryan yang berasal dari desa. Setelah menikah mereka tinggal di rumah Maya yang di beli sebelum dia menikah.

Awalnya adik Ryan dan istrinya datang, mereka bilang hanya menumpang sebentar sampai mendapatkan kontrakan baru di Jakarta. Namun sudah sampai sebulan mereka menginap, bukannya pergi malah ibunya Ryan yang dari kampung datang dan ikut tinggal di rumahnya.

Mereka tidak mau bekerja, mereka justru menjadikan Maya sebagai pembantu.

Puncaknya, adik Ryan menampar Maya, sementara Ryan hanya diam saja tanpa membelanya. Saat itu Maya sadar, ia bukan lagi seorang istri di rumah tangganya sendiri.

Maya yang marah akhirnya memilih menjual rumah itu, dan menggugat cerai suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Mia hari ini sengaja pulang lebih awal dari biasanya. Sejak semalam, pikirannya terusik oleh kabar yang disampaikan Rian melalui pesan singkat. Suaminya itu memberitahukan bahwa Rukmini, ibu mertuanya, berencana datang ke Jakarta untuk menemuinya.

Mia sebenarnya sudah bisa menebak apa tujuan kedatangan wanita itu. Setelah Lukman ditangkap polisi karena kasus penganiayaan dirinya, Rukmini pasti akan berusaha membela putra kesayangannya. Dan seperti yang sudah-sudah, ia mungkin akan menjadikan Mia sebagai pihak yang paling bersalah.

Mia menghela napas panjang dan, memasuki rumah. Ia meletakkan tasnya di sofa, melepas sepatu, lalu duduk bergabung di ruang tamu bersama kedua orang tuanya.

Wajah Mia terlihat tenang, meskipun dalam hati ia merasa sedikit gelisah. Bukan karena takut menghadapi Rukmini, melainkan karena ia sudah lelah berurusan dengan keluarga suaminya.

"Pasti wanita itu mau membuat keributan," ucap Maya dengan nada kesal. Ia meletakkan cangkir teh di atas meja, lalu menatap putrinya. "Mama sudah bisa menebak. Setelah anak kesayangannya ditangkap polisi, sekarang dia pasti datang ke sini untuk menyalahkanmu."

Mia menyandarkan punggungnya ke sofa."Kita lihat saja, Ma. Rian sudah bilang tidak akan ikut campur masalah adiknya," jawab Mia tenang.

Wahyu yang sejak tadi membaca koran menurunkan bacaannya. Ia menatap putrinya dengan sorot mata serius."Kamu percaya pada perkataan Rian?"

Mia terdiam sejenak."Justru karena itulah aku ingin menguji komitmennya, Pa. Aku ingin tahu apakah kali ini dia benar-benar bisa memegang perkataannya sendiri atau kembali tunduk pada ibunya."

Maya menggeleng pelan. Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana putrinya diperlakukan selama tinggal bersama keluarga Rian. Mia yang bekerja keras, tetapi masih harus mengurus rumah dan melayani keluarga suaminya. Bahkan ketika diperlakukan kasar, Rian tidak pernah benar-benar berdiri di pihak istrinya.

Bagi Maya, luka itu terlalu dalam untuk dilupakan begitu saja. "Mia, Mama tidak melarangmu berhubungan baik dengan Rian demi Kayla. Dia tetap ayah kandung anakmu. Tapi jangan sampai rasa kasihan membuatmu kembali masuk ke dalam masalah yang sama," ujar Maya mengingatkan.

Mia mengangguk."Aku tahu, Ma. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama."

Belum sempat percakapan mereka berlanjut, suara bel terdengar dari depan rumah.

Ting tong!

Ketiganya saling berpandangan.

Wahyu meletakkan korannya, kemudian berdiri untuk melihat siapa yang datang. Namun, sebelum ia sempat melangkah jauh, seorang asisten rumah tangga sudah berjalan menuju pintu utama.

Tak lama kemudian, suara wanita terdengar dari arah teras.

"Saya mencari Mia! Apa dia ada di rumah?"

Mia langsung mengenali suara itu. Suara ibu mertuanya. Wanita itu akhirnya datang.

"Bu, jangan membuat kekacauan di sini. Kita bicarakan masalah ini baik-baik" bujuk Rian.

Namun langsung di semprot oleh ibunya, "Kau diam saja tidak usah ikut campur" bentaknya.

Mia menarik napas dalam-dalam, kemudian berdiri dari sofa. Ia merapikan bajunya dan berjalan menuju pintu depan bersama kedua orang tuanya.

Dari balik pintu, tampak Rukmini berdiri dengan wajah lelah. Perjalanan panjang dari kampung membuat penampilannya sedikit berantakan. Tas kecil tergantung di bahunya, sementara keringat membasahi pelipisnya.

Namun, begitu melihat Mia, kelelahan itu seolah menghilang, digantikan oleh tatapan penuh kemarahan.

"Kamu!" seru Rukmini sambil menunjuk Mia.

Maya langsung melangkah ke depan putrinya.

"Ada apa berteriak-teriak di rumah orang? Kalau mau bertamu, jaga sikap!" tegurnya tajam.

Rukmini mendengus. Ia merasa kedatangannya tidak disambut sebagaimana mestinya. Padahal, menurutnya, ia datang membawa persoalan besar yang seharusnya membuat keluarga itu merasa bersalah.

"Saya datang untuk bicara dengan Mia!" jawabnya ketus. "Saya tidak mau berbicara dengan orang lain."

"Kalau begitu, bicara baik-baik. Mia ada di sini," sahut Wahyu, berusaha menjaga suasana tetap terkendali.

Rukmini menatap Mia lagi."Kamu puas sekarang? Anak saya ditangkap polisi gara-gara kamu!"

Mia mengangkat alis. Ia sama sekali tidak terkejut mendengar tuduhan itu."Jadi, jauh-jauh datang dari kampung, tujuan Ibu hanya untuk menyalahkan saya?"

"Memangnya siapa lagi kalau bukan kamu? Kalau kamu tidak melaporkan Lukman, dia tidak akan ditangkap!" sahut Rukmini.

Mia tertawa hambar."Bu, Lukman ditangkap karena perbuatannya sendiri. Saya tidak pernah menyuruh dia melakukan penganiayaan. Kalau dia tidak melakukan kesalahan, untuk apa saya melaporkannya?"

"Kamu sengaja ingin menghancurkan keluarga saya!" bentak Rukmini.

"Justru keluarga Ibu yang berkali-kali membuat hidup saya berantakan," balas Mia, kali ini dengan suara lebih tegas. "Saya sudah terlalu lama diam ketika diperlakukan seenaknya. Saya tidak akan diam lagi."

Maya mengangguk kecil, merasa bangga melihat putrinya berani mempertahankan dirinya sendiri.

Namun, Rukmini tidak mau menerima penjelasan itu. Ia melangkah maju, berusaha mendekati Mia.

"Kamu harus mencabut laporan itu! Lukman punya istri dan anak yang masih kecil. Bagaimana kalau dia benar-benar dipenjara? Siapa yang akan menafkahi mereka?"

Mia menatapnya tanpa berkedip. "Itu bukan tanggung jawab saya, Bu"

Rukmini terperanjat mendengar jawaban tersebut.

"Apa katamu?"

"Saya bilang, itu bukan tanggung jawab saya. Ibu seharusnya memikirkan akibat perbuatan Lukman, bukan datang ke sini dan menyuruh saya menyelesaikan masalahnya."

Wajah Rukmini memerah."Kamu perempuan tidak punya hati! Kamu tahu Sonya dan Janu sekarang kesulitan, tetapi kamu masih tega melakukan ini!"

Mia mengembuskan napas panjang. Ia sudah menduga Rukmini akan menggunakan Sonya dan Janu untuk membuatnya merasa bersalah.

"Saya tidak pernah melarang siapa pun membantu Sonya dan Janu. Kalau Ibu ingin menolong mereka, silakan. Kalau ingin meminta bantuan kepada Rian, silakan hubungi dia. Tetapi jangan pernah meminta saya mencabut laporan hanya karena Ibu tidak mau menerima kenyataan." ucap Mia sambil melihat ke arah suaminya.

Rukmini mulai gelisah. Ia menoleh ke arah Rian. "Kenapa kamu diam saja, harusnya kamu suru wanita itu mencabut laporan adikmu" marah Rukmini. Putranya itu hanya diam saja melihat perdebatan mereka.

"Maaf bu, aku tidak mau ikut campur" kata Rian.

Rukmini geram."Dasar anak tidak tahu diri!" makinya di hadapan Mia dan orang tuanya.

Mia hanya memperhatikan tanpa berkomentar.

Dalam hati, ia justru ingin mengetahui apa yang akan dilakukan Rian ketika melihat ibunya yang sedang memohon seperti sekarang.

Rukmini kembali menatap Mia dengan mata berkaca-kaca."Saya mohon, Mia. Tolong cabut laporan itu. Lukman memang salah, tetapi dia anak saya. Saya tidak sanggup melihatnya mendekam di penjara."

Untuk sesaat, Mia terdiam melihat perubahan sikap wanita itu. Dari kemarahan, kini Rukmini mulai memohon

"Bu, saya mengerti Ibu khawatir pada Lukman. Tapi saya tidak bisa mencabut laporan hanya karena Ibu memohon. Biarkan proses hukum berjalan. Lukman berhak mendapatkan proses yang adil, dan saya juga berhak mendapatkan perlindungan."

Rukmini mengepalkan tangannya."Jadi, kamu benar-benar tidak mau membantu saya?"

Mia menggeleng pelan."Saya tidak bisa membantu dengan cara yang Ibu inginkan."

Suasana ruang tamu mendadak sunyi. Wahyu berdiri dengan wajah tegas, sementara Maya merangkul bahu putrinya.

1
Sayekti 0519
keren. banget,aku suka yg menghargai perubahan
Sayekti 0519
kekantor polisi lah,kok seneng ya d tabok orang.udah 3 kali lo
Sayekti 0519
jangan terlalu lengah dan pengertian,aman kan surat rumah.klw mereka g mau pergi jual saja
sunaryati jarum
Kirain Lukman , Rukmini ,dan Sonya, sadar ,taubat dan bekerja ternyata lebih parah.Untuk Mia akhirnya mendapat kebahagiaan
Oma Gavin
akhirnya happy ending untuk rian dan mia dan keluarga neraka' buat lukman dan sonya orang malas kerja pengen hidup enak dunia mimpi pun ngga ada 🤣
Putri Wulandari
lakol cuman gitu ceritanya
sunaryati jarum
Semoga mertua sadar jadi endingnya bahagia
Agus Tina
Bagus ceritanya
gesya garneta
othor jgn bikin rian berubah lah, jgn bikin cerita kyk di novel2 lain, endingnya pisah gara2 keluarga suami, justru bikin keluarga suami jadi baik sama mia
Agus Tina: Iya, betul ... bikin yg agak beda
total 1 replies
sunaryati jarum
Semoga Rian tidak goyah, apapun yang terjadi pada ibunya dan keluarganya.Kamu walau dihujat tetap berbakti dan mengirimkan uang.Seharusnya Bu Rukmini sadar,selama ini yang menopang hidupnya Rian padahal sudah punya keluarga,dan Mia istrinya tidak melarang ,ee malah dibenci.Sedangkan Lukman dan Sonya juga memiliki keluarga tapi hidupnya bergantung pada dirinya,malah disayang dan dimanjakan, renungkan Bu Rukmini apa perilaku pada kedua putra dan menantumu sudah benar dan adil
🎃
kok dera?
sunaryati jarum
Nah setelah kalian merasakan pahitnya hidup tanpa banyak uang dari Rian dan Mikha,jadi kebingungan sendiri.Itulah akibat memanjakan anak tapi membebani anak yang lain.Sonya terbiasa bergantung ini diminta cari nafkah.Semoga kalian sadar jika Mia dan Rian sangat berjasa pada hidup kalian.Sekarang Sonya harus belajar bisa menghidupi diri dan Janu.
dyah EkaPratiwi
enak dikota tapi numpang heyyy usaha makanya jangan suka ongkang2
Agus Tina
Apa Sonya tidak punya orang tua? Kan bisa sementara dia tinggal sama orang tuanya. Dan untuk Mia dan Rian memang lebih baik tinggal bersama orang tua dari Mia, agar para benalu itu tidak kembali lagi merongrong kehidupan mereka.
Jade Meamoure
bagus lah yg penting jangan ada drama kluarga lagi
Jade Meamoure
tk apa sih kalo rujuk hanya saja jauhkan dari keluarga toxic n harus bisa bertindak tegas sebagai kepala keluarga
gesya garneta
thor, jangan bikin rian berubah ya, biarkan mereka hidup bahagia🙏
Agus Tina
Sekoga Rian tidak berubah ...
sunaryati jarum
Semoga sumpah kamu kamu jalankan dan tidak goyah serta Bu Rukmini sadar akan semua kesalahannya pada Mia.Dan Sonya mau bekerja
falea sezi
🤣 Mia oon bego
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!