NovelToon NovelToon
AKU DICERAI KARENA MANDUL

AKU DICERAI KARENA MANDUL

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Tamat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mahrani

Tiga tahun menikah, Arini hidup seperti pembantu di rumahnya sendiri.

Setiap hari ia diejek mertua karena belum juga hamil. Padahal, suaminya Bara Mahendra tidak pernah benar-benar menyentuhnya. Pernikahan mereka hanya formalitas bisnis.

Sampai di malam anniversary ke-3, Bara pulang.

Bukan dengan bunga. Tapi dengan seorang wanita hamil dan selembar surat cerai.

"Maaf, Arini. Kamu mandul. Aku butuh anak. Luna sudah mengandung anakku 2 bulan. Tanda tangani ini, aku beri kamu 500 juta."

Di malam hujan itu, Arini diusir dengan satu koper butut. Tidak ada yang membelanya.

Tapi Tuhan tidak tidur.

Di pinggir jalan, dalam keadaan hampir pingsan, Arini ditolong oleh Revan Aditya — CEO muda paling berkuasa di Jakarta yang terkenal dingin dan tak tersentuh wanita.
Dan Sebuah rahasia terungkap, Yang mandul bukan arini tapi bara.

arini kembali bukan lagi sebagai wanita terbuang yang menangis di meja makan tapi sebagai wanita elegan pemilik saham terbesar di perusahaan bara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahrani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5 Tahun Kemudian

5 tahun kemudian. 23 Mei, Pukul 07.00 pagi. Rumah Bunga Matahari, Puncak.

Rumah 500 meter yang 6 tahun lalu hanya pondasi 20 persen, yang 6 tahun lalu hampir digusur sertifikat palsu Bu Lastri dan Bara dengan selang infus, sekarang sudah berbeda 1000 persen.

Dinding kuningnya sudah ditambah mural besar, mural yang digambar Alesha sendiri saat umur 10 tahun, mural 20 batang bunga matahari mekar dengan 4 orang di bawahnya: Mama Arini, Papa Revan, Kakak Alesha, dan Adik Bunga. Perosotan kuningnya sudah diganti perosotan pelangi besar, karena Bunga sudah 5 tahun dan tidak mau perosotan kuning kecil lagi. Ayunan kayunya sudah jadi 2, satu untuk Kakak, satu untuk Adik. Dan bunga matahari nya, bukan 20 batang lagi, tapi 100 batang, mengelilingi rumah 500 meter, semua mekar kuning, semua ditanam oleh Mandor Kecil yang sekarang sudah bukan Mandor Kecil lagi.

Alesha Pratama Argan. 11 tahun. Kelas 6 SD. Tinggi 145 cm. Rambut panjang dikuncir 2, seragam SD putih merah, tas ransel bunga matahari, bukan lagi rompi oranye kebesaran dan helm kuning miring. Tapi di dalam tas ranselnya, selalu ada 3 barang yang tidak pernah hilang sejak 6 tahun lalu: buku Hello Kitty laporan mandor yang sudah penuh, helm kuning kecil yang sudah kekecilan tapi masih disimpan, dan gelang kuning 5 ribu yang dulu pernah dipakai di bawah batu bata pertama.

Hari ini adalah hari kelulusan SD Alesha, dan hari ulang tahun ke-5 Adik Bunga.

Jam 7 pagi, Alesha membangunkan Adik Bunga yang masih tidur di kamar dengan jendela menghadap 100 batang bunga matahari.

"Bunga! Bangun! Hari ini kamu ulang tahun 5 tahun! Kakak lulus SD! Kita potong kue di bawah bunga matahari!" teriak Alesha, persis seperti Mama Arini 6 tahun lalu membangunkan Alesha untuk jadi Mandor.

Bunga Arini Argan, 5 tahun, rambut keriting seperti Mama, mata bulat seperti Papa Revan, bangun dengan piyama bunga matahari yang sama dengan Kakak dulu, dengan gelang kuning 5 ribu yang dulu dipakai saat lahir, yang sekarang sudah jadi gelang kecil di tangannya yang mungil.

"Kakak, kue nya ada perosotan nya gak?" tanya Bunga polos.

"Ada! Papa Revan bikin kue perosotan pelangi!" jawab Alesha sambil menggendong Bunga, seperti dulu Revan menggendongnya.

Di ruang tamu, aku, Arini, sekarang 34 tahun, sudah tidak jadi guru honorer lagi, tapi jadi pemilik 3 cabang TK Bunga Matahari di Puncak, Jakarta, dan Surabaya, dengan 100 murid, semua murid pakai rompi oranye kecil seperti Alesha dulu. Perutku sudah tidak hamil lagi, tapi hatiku penuh, karena 2 anak perempuanku sudah besar, rumah 500 meter sudah jadi istana bunga matahari.

Revan, 36 tahun, Argan Group sekarang sudah punya 10 proyek perumahan, tapi setiap Sabtu tetap ke Puncak, tetap pakai helm kuning, tetap jadi Mandor Besar yang menemani 2 putrinya main perosotan pelangi.

Jam 9 pagi, halaman Rumah Bunga Matahari penuh. Bukan hanya keluarga. Tapi Pak Slamet yang sekarang sudah jadi kepala tukang Argan Group, 3 tukang yang dulu membangun dari 0 persen, Mbak Sari, Bu Guru TK, 20 anak TK Bunga Matahari dengan rompi oranye, dan satu tamu yang setiap tahun datang di tanggal 23 Mei, tanpa diundang, tapi selalu datang.

Bara Mahendra. Sekarang 38 tahun, tidak pakai kursi roda lagi, tapi pakai tongkat, ginjal donornya sehat, bekerja sebagai tukang kebun di Rumah Bunga Matahari. Ya, 5 tahun lalu, setelah Bara sembuh, Revan menawarkannya pekerjaan, bukan sebagai ayah, bukan sebagai mantan suami, tapi sebagai tukang kebun, tukang kebun yang tugasnya hanya satu: merawat 100 batang bunga matahari agar tetap mekar.

Bara datang dengan baju tukang kebun coklat, dengan topi caping, dengan tangan yang masih memakai gelang kuning 5 ribu cadangan yang 6 tahun lalu diberikan Alesha di atas pondasi, gelang yang tidak pernah dia lepas, bahkan saat cuci darah dulu. Di tangannya, ada pot kecil, berisi 1 batang bunga matahari yang baru mekar, hasil tanamannya sendiri.

"Bu Arini, Pak Revan, ini buat Adik Bunga, ulang tahun 5 tahun," kata Bara pelan, memberikan pot bunga matahari itu ke Bunga yang digendong Alesha.

Bunga yang tidak tahu siapa Bara, yang hanya tahu Om Bara tukang kebun yang setiap hari menyiram bunga matahari, menerima pot itu dengan senang, "Makasih Om Bara! Bunga nya kuning kayak gelang aku!"

Alesha yang melihat Bara, yang sekarang 11 tahun, yang sudah mengerti semua cerita, dari surat 3 baris, dari mandul, dari Luna, dari gagal ginjal, dari sertifikat palsu Bu Lastri, dari gelang 5 ribu, menatap Bara lama.

Lalu Alesha melakukan hal terakhir sebagai Mandor, sebagai Kakak.

Alesha mengambil pot bunga matahari dari tangan Bunga, dan memberikan kembali ke Bara, tapi dengan satu tambahan: Alesha mengambil helm kuning kecilnya yang sudah kekecilan dari tas ranselnya, helm yang 6 tahun lalu dipakai saat pertama kali menginjak tanah Puncak, helm yang menjadi saksi pondasi 20 persen, saksi sertifikat palsu, saksi Bara pingsan, saksi lahiran Bunga, dan meletakkan helm itu di atas pot bunga matahari di tangan Bara.

"Om Bara, ini helm Mandor Kecil dulu, sekarang buat Om Bara, biar Om Bara jadi Mandor Bunga Matahari, yang jaga 100 batang bunga matahari biar gak roboh lagi kayak dulu diinjak Nenek Lastri," kata Alesha dengan suara 11 tahun yang tegas, tapi mata berkaca-kaca.

Bara menangis. Bara Mahendra yang 11 tahun lalu meninggalkan anaknya dengan surat 3 baris, yang 6 tahun lalu pingsan di atas batu bata pertama dengan selang infus berdarah, yang 5 tahun lalu mendapat biji bunga matahari dari Alesha, sekarang menangis di halaman Rumah Bunga Matahari yang 100 persen jadi, dengan helm kuning kecil Mandor di atas pot bunga mataharinya, dengan gelang 5 ribu di tangannya.

Di kejauhan, Bu Lastri tidak datang. Bu Lastri sudah meninggal 2 tahun lalu, karena stroke, setelah 2 tahun dipenjara karena kasus sertifikat palsu tahun 2018 yang dilaporkan BPN. Sebelum meninggal, Bu Lastri menitipkan surat ke Bara, surat yang isinya hanya 1 baris, dibalik: "Maafkan Mama, Arini, tabungan 32 juta Mama pakai buat berobat Bara."

Surat itu sekarang ada di dalam buku Hello Kitty laporan mandor Alesha, di halaman terakhir, sebagai penutup.

Jam 12 siang, potong kue. Kue perosotan pelangi besar, dengan tulisan: SELAMAT ULANG TAHUN BUNGA 5 TAHUN & SELAMAT LULUS SD KAKAK ALESHA - DARI MANDOR KECIL JADI KAKAK BENERAN.

Alesha memotong kue, Bunga memegang pisau kecil, aku dan Revan memeluk mereka berdua, Pak Slamet dan tukang bertepuk tangan, anak TK rompi oranye bernyanyi, dan Bara, tukang kebun dengan helm kuning kecil di kepala, dengan pot bunga matahari di tangan, dengan gelang 5 ribu, bertepuk tangan paling keras di luar pagar bambu kecil, di bawah 100 batang bunga matahari yang mekar, yang dia rawat setiap hari.

Malamnya, laporan mandor terakhir, benar-benar terakhir.

Alesha membuka buku Hello Kitty nya, yang sudah penuh, yang tidak ada halaman kosong lagi, dan menulis di cover belakang buku, dengan spidol kuning permanen, tulisan terakhir:

LAPORAN MANDOR - TAMAT - 23 MEI - 11 TAHUN:

1. RUMAH BUNGA MATAHARI 100% JADI, 100 BATANG MEKAR

2. ADIK BUNGA 5 TAHUN, KUE PEROSOTAN PELANGI

3. KAKAK ALESHA LULUS SD, MANDOR PENSIUN JADI KAKAK BENERAN

4. OM BARA JADI TUKANG KEBUN, HELM KUNING & GELANG 5 RIBU AMAN

5. SEMUA LUNAS.

Revan menutup buku Hello Kitty itu, memasukkannya ke dalam kotak kaca, kotak kaca yang diletakkan di ruang tamu Rumah Bunga Matahari, di samping foto USG 9 minggu 1 hari yang dulu ada di bawah batu bata pertama, di samping gelang kuning 5 ribu pertama yang sudah karatan, di samping helm kuning besar yang sudah kekecilan, di samping sertifikat asli atas nama Alesha Pratama Argan, di samping biji bunga matahari pertama.

Aku menggendong Bunga yang sudah tertidur dengan pot bunga matahari dari Om Bara di pelukan, Alesha yang 11 tahun memeluk Mama dari belakang, Revan yang memeluk keduanya dari depan, di bawah lampu kuning hangat Rumah Bunga Matahari, dengan jendela menghadap 100 batang bunga matahari yang mekar di bawah bulan Puncak, dengan angin Puncak yang membawa wangi bunga matahari.

Di kulkas, tidak ada lagi tulisan LUNAS, PROYEK DIMULAI, MANDOR PENSIUN. Semua sudah dihapus, diganti dengan satu tulisan besar, ditulis oleh Alesha dan Bunga bersama, dengan 2 warna crayon, kuning dan merah muda, tulisan terakhir di kulkas Rumah Bunga Matahari:

"RUMAH BUNGA MATAHARI - SELESAI - 11 TAHUN KAKAK ALESHA - 5 TAHUN ADIK BUNGA - KITA SEMUA LUNAS - TERIMA KASIH SUDAH BACA SAMPAI TAMAT - JANGAN LUPA KASIH 5 BINTANG YA KAK ADIRA!"

TAMAT

1
Adira🍓
Akhirnya happy ending /Rose/ Semangat untuk cerita selanjutnya Thor 🫰
Adira🍓
Dari awal baca udah emosi banget sama Bara dan mertuanya! Kasian Arini 3 tahun diperlakukan kayak pembantu, dikatain mandul padahal suaminya sendiri gak pernah nyentuh. Plot twist-nya GILA, ternyata yang mandul Bara! Puas banget pas Arini balik jadi wanita elegan pemilik saham terbesar. Revan Aditya penyelamat terbaik! Wajib baca buat yang suka cerita balas dendam! Terima kasih Kak Mahrani 🙏🫰
Adira🍓
🙄🙄🙄🙄🙄
Adira🍓
Lanjut Thoorr 🫰
Adira🍓
Sudah bertahun-tahun,,, masih aja tentang si Bara yang berbuat ulah... 🤣🤣
Adira🍓
Konfliknya udah GK ada lgi ni Thor? 🤔
Mahrani: *tisu*
total 2 replies
Adira🍓
Lanjut Thoorr 🫰
Adira🍓
Hutangmu banyakk loh Bar 😝😝
Adira🍓
Lanjut Thoorr 🫰
Mahrani: tungguin ya kak bab selanjut nya, bara gagal ginjal beneran luna minta donorke arini menurut kak arini kasi gak?😭👇
total 1 replies
Adira🍓
Apa yang ingin kau lihat Bar /Slight/
Adira🍓
👏👏👏 si baby akhirnya melihat dunia 🫰🫰
Adira🍓
Kita... /Slight/ Revan ikut hamil.donk 🤣🤣🤣
Mahrani: wkwkwk iya kak revan ikut hamil, mualnya lebih parah dari arini
nnti di rumah bunga matahari dia yang ngidam rujak di jam 2 pagi😅😭
total 1 replies
Adira🍓
Mo bikin huru-hara apalagi ni si bara bere /Slight//Slight//Slight/
Mahrani: bara bere emng bikin huru hara kak
nnti di bab 28 dia muncul di klinik pas arini kontrol hamil adek alesha
kak tim revan atau tim bara ?😅
total 1 replies
Adira🍓
Mau mau mau 👏👏🤭🤭🤭
Adira🍓
Ape teriak^ lu bang 🤣🤣🤣🤣
Adira🍓
plus jadi partner sehidup semati donk Van 🤣🤣🤣🤣
Adira🍓
Ngomong aja sama pintu sana Bar 😝😝😝
Adira🍓
Masih aja ni jalang satu 😒😒
Adira🍓
Gak ada kebohongan yang bisa ditutupi selamanya oon 😝😝😝😝
Adira🍓
Bicara apalagi buaya 😝😝😝😝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!