Dewo ceo berumur dua puluh sembilan tahun belum menikah sikapnya yang dingin di jodohkan dengan Ema wanita bar bar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Bikin Kotor Otak
Argo masih sibuk berpikir kenapa istrinya tak mengangkat telpon darinya apakah Aya sedang di lirik oleh banyak pria sehingga dirinya tidak bisa mengangkat telpon karena sibuk di wawancarai lebih tepatnya di tanya jawab oleh banyak pria tapi Aya sang istri bilangnya pergi sama Ema apa Ema tidak jadi ikut ? apa Ema malah juga di godain juga oleh banyak pria
"Kenapa istri aku ngga mengangkat telpon dari aku ? apa dirinya sedang sibuk menghitung butiran beras yang bertumpuk tumpuk di dalam karung beras ? atau istri aku malah sibuk menghitung semut yang berjejer dan berkumpul kalau ada makanan atau jangan jangan istri aku sibuk di godain banyak pria tapi Ema kan ikut apa Ema ngga jadi ikut ke supermarket ? atau malah Ema juga ikut di godain oleh banyak pria lebih baik aku telpon istri aku lagi" batin Argo sambil menatap layar ponselnya memikirkan bayangan itu membuat Argo tanpa komando langsung mencari kontak telpon Aya di handphone miliknya yang masih tersimpan rapi di tangan lalu setelah itu dirinya menelpon Aya
Saat Aya dan Ema sedang berjalan ke arah parkiran handphone miliknya Aya berbunyi dari dalam tas membuat atensi Aya dan Ema kompak menatap ke arah tas miliknya Aya tanpa di komando Aya menghentikan langkah kakinya membuat Ema juga ikut menghentikan langkahnya lalu tangannya Ema membuka tas dan mengambil handphone miliknya Aya melihat nama suaminya yang menelpon lalu Aya akan mengangkat telponnya saat akan mengangkat telpon dari Argo tiba tiba suara Ema mengagetkannya
"Siapa mah ?" tanya Ema dengan raut wajah serius dan penuh tanda tanya sementara Aya menatap Ema lalu memperlihatkan ponsel di tangannya kepada Ema membuat Ema menatap ke semut maksudnya ke layar ponsel milik Aya
"Ema dari papa" jawab Aya menatap kepada Ema sedangkan Ema menganggukkan kepalanya lalu dengan gerakan cepat merebut ponsel di tangan Aya membuat Aya menggeleng gelengkan kepalanya
"Mah biar aku saja yang angkat telpon dari papa" tegas Ema tanpa menunggu jawaban dari Aya dirinya langsung mengangkat telpon dari Argo
Argo
"Halo mah kenapa lama sekali ngangkat telponnya dari papa ? mah kenapa tadi ngga angkat telpon dari papa ? apa jangan jangan tadi mama sibuk di godain oleh banyak pria ? tapi bukannya mama berangkatnya tadi sama Ema ? memangnya Ema ngga mau menemani mama ? awas saja biar papa hukum Ema dengan cara tidak boleh bawa mobil selama satu bulan sekarang mama dimana ? mama koq diam saja ?" cerca Argo bertubi tubi membuat Ema menahan tawanya mendengar ocehan dari Argo sementara Aya menatap wajah Ema dengan tatapan serius dalam hatinya dia bingung katanya Ema mau mengangkat telpon dari Argo tapi kenapa dari tadi cuma diam saja
Ema
"Aku Ema pah bukan mama makanya kalau mau mengobrol tanya dulu salah sambung apa ngga aku harus jawab pertanyaan papa yang mana dulu kalau mau nanya satu satu dong pah jangan kayak kereta api yang panjang banget" cibir Ema sambil tersenyum kecut sementara Aya melongo mendengar perkataan Ema sedangkan Argo langsung buru buru menjauhkan handphone miliknya dari telinganya lalu menatap ke layar ponsel untuk mengecek apakah dirinya salah menelpon atau salah sambung ? tapi setelah di cek kedua matanya menangkap nama kontak yang di telpon adalah istri saya berarti Argo tidak salah menelpon orang atau tidak salah sambung apakah Ema mengangkat telpon Aya dalam keadaan tidak sadarkan diri ? memangnya kalau orang tidak sadarkan diri bisa mengangkat telpon ?
Argo
"Ema papa ngga salah menelpon orang dan tidak salah sambung karena ini nomor telpon mama kamu dan tujuannya papa juga menelpon mama kamu apa handphone mama kamu ada di kamu dan kamu mengangkat telpon papa karena mama kamu di goda banyak pria ? harusnya kamu jangan angkat telpon papa harusnya kamu sibuk mengusir pria yang menggoda mama kamu atau malah mama kamu sakit karena cubitan banyak pria ? harusnya kamu bantuin mama kamu supaya ngga sakit lagi terus sekarang mama kamu ada dimana ? apa mama kamu sudah di beri pertolongan ? mama kamu sekarang" perkataan Argo belum selesai namun sudah di potong oleh Ema
Ema
"Iya papa ngga salah nomor dan ngga salah sambung tapi mama" jawaban Ema belum selesai sudah buru buru di potong oleh Argo
Argo
"Ema mama kenapa apa mama di godain banyak pria dan dia menjadi cubitan banyak pria tersebut ? mama kamu ngga luka kan ? mama kamu ngga kenapa napa kan ? mama kamu ngga" lagi dan lagi perkataan Argo belum selesai sudah di potong oleh Ema
Ema
"Pah mama ngga papa tapi aku tadi yang minta" lagi dan lagi jawaban Ema belum selesai sudah di potong oleh Argo
Argo
"Ema kamu minta apa sama mama kamu ? kamu ngga minta yang aneh aneh kan sama mama kamu ? kamu minta di belikan tas, sepatu, pakaian, dress, atau batang apa sama mama kamu biar papa yang bayar barang yang di pesan oleh kamu jangan gunakan uang mama kamu biar gunakan uang papa saja tapi kamu ngga minta mama kamu supaya di godain oleh pria hidung belang kan ? kamu harus ingat mama kamu itu orangnya setia jadi jangan bikin kotor otak mama kamu harusnya kamu mencegah kalau ada pria yang mau godain mama kamu harusnya kamu" ocehan Argo belum selesai sudah langsung di potong oleh Ema
Ema
"Papa nelpon mama itu ada apa ?" bukannya menjawab pertanyaan Argo dengan santainya Ema malah meloncatkan pertanyaan ke Argo membuat Argo ingin sekali menjotos udara tapi dia bukan orang gila karena kalau menonjok udara pasti udaranya ngga akan kesakitan, Argo juga ingin sekali menonjok tembok namun kalau di pikir lagi bukannya tembok yang merasa sakit karena di hajar dan di tonjok oleh Argo malah Argo yang kesakitan tangannya, Argo juga ingin sekali menonjok genteng namun bukannya gentengnya yang kesakitan malah tangan dirinya yang kesakitan
Argo
"Papa mau bicara sama mama dong Ema masa papa mau mencuci piring" jawab Argo sambil tersenyum kecut sementara Ema memutar bola matanya malas sedangkan Aya menautkan kedua alisnya menatap Ema
Ema
"Aku juga tahu kalau papa mau bicara sama mama tapi bicaranya itu penting atau ngga ?" tanya Ema dengan nada ketus sementara Argo menganggukkan kepalanya mantap seakan Ema bisa melihat dirinya sedangkan Aya tersenyum tipis
Argo
''Ini sangat penting Ema" jawab Argo singkat membuat Ema melemparkan handphone miliknya Aya lebih tepatnya mengoperkan handphone miliknya Aya ke Aya sementara Aya mengeluarkan senyuman lebar di wajahnya
Aya
"Ada apa pah ?" tanya Aya setelah meletakkan handphone miliknya di telinganya sementara Argo bernafas lega mendengar suara merdunya Aya sedangkan Ema melipat kedua tangan di dadanya
Argo
"Mama lagi dimana sekarang ?" tanya Argo sambil menyandarkan punggungnya ke kursi kebesaran miliknya sementara Aya melebarkan senyuman di wajahnya mendengar pertanyaan suaminya sedangkan kening Ema mengernyit heran kenapa ekspresi wajahnya Aya sangat bahagia apa dirinya baru melihat ada gajah bisa terbang ? atau Aya baru melihat ada gajah bisa bertelur ? atau Aya baru melihat ada lebaran monyet ? atau Aya baru melihat ada sapi bisa bertelur ?
Aya
''Mama lagi ada di kantor perusahaan miliknya Ema sekarang mama sama Ema mau ke parkiran" jelas Aya jujur sejujur jujurnya sementara Argo mengembangkan senyuman lebar karena ternyata istrinya masih ada di perusahaan milik anaknya di jamin tidak ada pria yang berani menggoda istrinya karena seluruh karyawan di perusahaan miliknya Ema sudah tahu kalau Aya adalah istrinya Argo bahkan kalau ada semut dan tikus yang lewat di perusahaan miliknya Ema juga tahu kalau Aya adalah istrinya Argo sedangkan Ema tersenyum kecut
Argo
"Papa senang dengarnya kalau mama masih di perusahaan miliknya Ema soalnya papa khawatir mama sedang ada di supermarket dan banyak di godain oleh pria lalu Ema juga di godain oleh banyak pria" jawab Argo jujur membuat terdengar suara kekehan dari sebrang mungkin semut maksudnya mungkin Aya yang terkekeh mendengar omongan suaminya sementara Ema menatap Aya yang sedang terkekeh
Aya
"Tenang saja pah mama bisa jaga diri di jamin ngga akan ada pria yang godain mama bukan karena mama yang ngga cantik tapi karena melihat tingkah Ema yang bar bar di jamin semua pria takut di hajar" cerocos Aya sambil tetap terkekeh sementara Argo langsung mengeluarkan tawanya memang benar anaknya sangat bar bar di jamin tidak ada yang berani mengganggu Ema walaupun semut juga tidak berani menggoda dan menganggu Ema sedangkan Ema langsung mendelik ke Aya tanpa basa basi dirinya langsung merebut handphone miliknya Aya dari tangan Aya
Argo
"Haha haha iya mama itu sangat cantik di jamin pasti banyak yang godain mama tapi kalau melihat tampangnya Ema yang bar bar di jamin semua pria ngga ada yang mau menggoda mama karena takut sama Ema tapi beruntung dan ada gunanya anaknya papa bar bar sehingga bisa menjaga mama dari pria yang akan menggoda mama" oceh Argo sambil masih asyik tertawa sementara Aya menatap Ema dengan raut wajah bingung sedangkan Ema ingin sekali memasukkan Argo ke karung beras namun dirinya sadar pasti Argo badannya berat melebihi beratnya bantal dan guling
Ema
"Pah kalau mau menjelek jelekkan orang lebih baik aku tutup telponnya soalnya aku sama mama mau ke parkiran perusahaan miliknya aku supaya aku sama mama bisa cepat sampai ke rumah karena aku mau tidur cantik di ranjang empuk miliknya aku" ketus Ema lalu mematikan sambungan telpon dari Argo sementara Aya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Ema sedangkan Argo yang tadi sibuk tertawa langsung menghentikan tawanya dalam sekejap begitu sadar bahwa telpon darinya sudah di matikan oleh Ema
"Ayo mah kita berdua lanjutkan perjalanan kita ke parkiran supaya bisa cepat sampai rumah" ajak Ema sambil menyodorkan handphone miliknya Aya ke depan tangan Aya membuat Aya menerima handphone yang di sodorkan Ema sambil tersenyum tipis
"Ayo Ema mama juga sudah ngga sabar banget pengin sampai rumah" jawab Aya lalu memasukkan handphone miliknya ke tas yang ada di tangannya setelah handphone dalam ke dalam tasnya Aya tangannya Aya langsung menggandeng tangannya Ema setelah itu Aya dan Ema kompak berjalan ke arah parkiran yang ada di perusahaan miliknya Ema